Sebagian Nafasku, dari Ibu

Ibu,

Seorang wanita biasa yang akan selalu aku puja selama umur hidupku. Ibuku bukan berasal dari sosok wanita ningrat. Ibu juga bukan seorang professor ataupun dari kalangan selebritis.

Ibu hanyalah wanita yang dengan ikhlas meninggalkan pekerjaannya demi menjaga anak-anaknya.

Cinta, Sang Buah Bibir

Cinta... Cinta... Cinta...

Selalu menjadi buah bibir di mana-mana. Definisi cinta sangat luas, tapi Cinta sahabatku hanya seorang. Dia memberikanku banyak inspirasi tapi eits.. jangan suudzon dulu! Aku masih ingat bahwa aku ini juga cewek gadis normal.

Kenapa orang suka membicarakan cinta?

Kata orang cinta itu anugerah. Hum... sambil mikir, gimana dengan orang-orang yang mudah jatuh cinta? Berarti mereka selalu ketiban rejeki dong! Kan mereka selalu jatuh cinta?!

So,

How about me?

He he he.. terlalu narsis kayaknya kalau membicarakan diri sendiri. Sedikit curhat gak apa-apa ya? Nanti kita share bareng-bareng.

Kalau aku boleh minta sesuatu, jika ternyata nanti tiba saatnya aku diberi amanah untuk merasakan rejeki itu maka aku mau... Aku mau martabak manis! (ngikik, he he he.. ndak ndeng!)

Aku berharap kami akan merasakan
"Cinta sewajarnya"

Lho?! Kenapa sewajarnya? Bukankah orang yang lagi jatuh cinta akan menjungjung tinggi arti dari cinta tersebut dan seolah-olah akan memilikinya seorang? Iya, karena berharap cinta kami tidak akan lebih besar dari rasa cinta kami kepada Allah, Tuhan kami. Tidak melebihi kecintaan kami pada apa yang dicintaiNya. Tidak melangkahi rasa cinta dan hormat kami kepada orang tua kami.

Seekstrim apapun dan sekuat apapun keyakinanmu bahwa perempuan (setelah menikah) hanya akan menjadi milik suami seorang maka maaf.

Lupakah kau, bahwa kami para perempuan terlahir dari siapa? Hargai dan terima keluarga kami seperti kami juga akan menghargai dan menerima keluargamu.

Yang perlu kau lakukan adalah berjuang!

 .....?#########?
.....?#############?
...?###############?...........................?###?
..?#################?..................?#######?
..?##################?..........?##########?
....?#################?......?#############?
.......?################?..?###############?
.........?###############? ?################?
...........?##############?################?
..............?############################?
................?######### I LOVE U###########?
..................?######################?
....................?###################?
......................?#################?
........................?##############?
...........................?###########?
.............................?#########?
...............................?#######?
.................................?#####?
...................................?###?
.....................................?#?
.......................................?
.......................................?
.....................................?
...................................?
.................................?
..............................?
............................?
.........................?
......................?
..................?
.............?
.........?
......?
.....?
......?......................?...?
..........?.............?............?
..............?.....?..................?
...................?....................?
................?......?..............?
..............?.............?....?
.............?
...........?
..........?
.........?
.........?
..........?
..............?
...................?

Mungkin, sebelum ada kata "kami", ada baiknya kita memohon dulu,
"Tuhanku, aku titipkan cinta dan kasihku padaMu, agar suatu saat Kau memberikannya pada orang yang tepat, Amin."
Untuk mereka yang mengagumi cinta.

Every Woman is Beautiful..

Copy artikel dari pengarangnya : Watley



Setiap Wanita Cantik.  

Seorang anak laki-laki bertanya kepada ibunya, "Mengapa engkau menangis?". "Karena aku seorang wanita," dia berkata kepada anaknya."Aku tidak mengerti," jawab anak laki-laki tersebut. Sang ibu memeluk anaknya dan berkata "Dan kau tidak akan pernah mengerti". Kemudian anak laki-laki tersebut bertanya kepada ayahnya, "Mengapa ibu menangis tanpa ada alasan?". "Semua wanita menangis tanpa ada alasan," hanya itu yang bisa dikatakan ayahnya.

Anak laki-laki itu tumbuh dan menjadi seorang laki-laki dewasa, dan tetap merasa heran mengapa wanita menangis. Akhirnya dia menelepon Tuhan, dan ketika sudah terhubung, dia bertanya, "Tuhan, mengapa wanita begitu mudah menangis?" Tuhan berkata "Aku menciptakan wanita istimewa. Aku menciptakan baginya bahu yang kuat untuk memikul beban dunia, tapi begitu lembut sehingga dapat memberikan kenyamanan. Aku memberinya kekuatan untuk melahirkan dan menahan penolakan yang kerap muncul dari anak-anaknya. Aku memberinya keteguhan yang membuatnya dapat tetap bertahan di saat semua orang sudah menyerah, dan tetap memperhatikan keluarganya tanpa mengeluh saat sedang lelah maupun sakit. Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam keadaan apapun, meskipun mereka menyakitinya. Aku memberinya kekuatan untuk bisa memaklumi kesalahan-kesalahan suaminya, menciptakannya dari tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya. Aku memberinya kearifan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik tidak akan pernah menyakiti istrinya, tetapi kadang-kadang menguji kekuatan dan ketetapan hatinya untuk tetap teguh mendampingi suaminya. Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk dicurahkan. Ini khusus miliknya untuk digunakan kapanpun diperlukan."

Kau lihat..

Kecantikan seorang wanita tidak terletak pada pakaian yang dikenakannya, penampilan fisiknya, atau cara dia menyisir rambutnya. Kecantikan seorang wanita dapat dilihat melalui matanya, karena mata adalah pintu menuju hatinya, tempat dimana cinta bersemayam.

Tidak Cantik Dilarang Ikut Berdandan!!

Make up, salah satu kebutuhan wanita. Tapi wahai para wanita, jangan salahkan kaum Adam yang mengatakan bahwa cantik secara rohani lebih cantik daripada cantik secara fisik. Karena mereka.. humm karena apa ya?


Dalam pekerjaan, kemampuan sesorang menata diri akan dinilai, terutama saat akan melakukan wawancara kerja. Mungkin, penilaian atasan terhadap kualitas pekerjaan dimulai dengan cara seseorang merawat dirinya sendiri. Jika dirinya saja berantakan, bagaimana dengan pekerjaannya?


Ada pengalaman niey,


Wajib Saat Pernikahan di Pasundan

Karasaeun sono sarua taneuh Pasundan.. Jadi teringat waktu kecil dulu saat menghadiri acara pernikahan, ada satu lagu wajib. Setelah lama tidak mendengar ternyata ngangenin euy! Dibawakan oleh Nining Meida S dan diciptakan oleh Nano S dalam album Kalangkang jugaIeu laguna

#KALANGKANG#


Mungguhing dina impenan
Geuning sakitu deudeuhna
Kanyaaah nu wening bersih
Satia jadi kakasih…

Mungguhing dina impenan
Geuning sakitu leahna
Pameunteu marahmay manis
Teu isin ..kaambung damis

Rambut panjang nu ngarumbay
Disangkeh panangan nyampay
Lalaunan raray tanggah
Rangkulan karaos pageuh
Luhur pasir tepung geten
Perlambang asih nu mekar
Kabagjaan nu duaan…..nu duaan

Hanjakal ….hanjakal teuing
Endah ngan ukur kalangkang…
Harepan ……harepan …. diri
Sing nyanding jeung kanyataan


Setelah bertanya pada ahlinya akhirnya didapatkan juga artinya, yang ternyata begitu dalam di mana terdapat sebuah harapan, harapan yang dimiliki hampir setiap orang,

Kita artikan perbarisnya yuk

Mungguhing dina impenan
Tinggi dalam lamunan

Geuning sakitu deudeuhna
Ternyata begitu cintanya


Kanyaaah nu wening bersih
Rasa sayang yang bening bersih


Satia jadi kakasih…
Setia menjadi kekasih
#
Mungguhing dina impenan
Tinggi dalam impian


Geuning sakitu leahna
Ternyata begitu lembutnya


Pameunteu marahmay manis
Wajah bersinar manis


Teu isin ..kaambung damis
Tak canggung tercium pipinya
#
Rambut panjang nu ngarumbay
Rambut panjang yang terjuntai


Disangkeh panangan nyampay
Disangga tangan yang menyambut


Lalaunan raray tanggah
Perlahan wajah mendongak


Rangkulan karaos pageuh
Rangkulan terasa erat

#
Luhur pasir tepung geten
Tinggi gunung bertemu..


Perlambang asih nu mekar
Perlambang kasih sayang yang mekar


Kabagjaan nu duaan…..nu duaan
Kebahagiaan milik berdua... milik berdua
#
Hanjakal ….hanjakal teuing
Sayang sungguh sayang


Endah ngan ukur kalangkang…
Indah hanya bayangan


Harepan ……harepan …. diri
Harapan... harapan diri


Sing nyanding jeung kanyataan
Semoga sesuai dengan kenyataan

Amin.

Lho kok malah Amin! Mang apaan? Ya kalau boleh bilang, Kalangkang ini seperti sebuah doa. Doa bagi mereka yang memliki bayangan khayalan.

Setiap orang pasti memiliki khayalan, khayalan bagaimana seseorang yang akan mendampingi hidupnya nanti tapi semua akan dituntun menuju jodohnya masing-masing. Karena Allah SWT tidak akan menciptakan segala sesuatnya terlalu cepat atau bahkan terlambat. Karena segala sesuatunya akan indah pada waktunya.


=======================================


Oh iya sekalian, kalau ada yang merasa kenal sama Ike Fita Apriani or Runis Lovandriani Sasti atawa alumni TK Garuda 2 Bandung, SD 1 Kujang Bandung atawa SDN Galih Pawarti, Baleendah Bandung minta tolong yaaaaa.... Kuring kangen..! He he he 

Mari Nge-BLOG..

Beginilah kerjaan orang kalo lagi kurang kereatifitas, Hehe Sembari menunggu pekerjaan, iseng-iseng berhadiah kemarin aku mencoba search namaku sendiri di google gambar. Ternyata ada! Haha, tapi tentu saja kalo anda search hanya dengan nama rani maka akan keluar gambar mbak Rani Mukherjee. Tapi weits.. aku bukan mbak Rani yang cantik dari India, aku hanya seorang Ran, lahir dan besar di Indonesia juga, maka dari situ, saya bangga memakai bahasa Indonesia di blog saya. Walau sedikit gado-gado. Hehe.. padunya..! emang susah memakai ejaan yang baik dan benar.

But, kembali ke topik! Sampai di mana kita tadi? Oh iya, dari google tadi aku sadar, tentu saja gambarku akan muncul karena aku memang pengguna blogger. Bagaimana dengan Anda?

Kemudian untuk mengobati penasaranku, aku coba search nama temanku yang lain ternyata muncul juga. Untunglah nama sahabatku jarang dipakai orang jadi kemungkinan muncul orang dengan nama sama akan keluar lebih sedikit. Tapi sahabatku bukan pengguna blogger, akan tetapi pic-nya muncul dengan alamat web berasal dari facebook. kenapa ini?

Kalau boleh ikut menyimpulkan, google akan mengidentifikasi Anda berdasarkan SEO (Search Enginge Optimization) dari karakteristik unik yang anda punyai, terlebih mudah mencari jika Anda juga seorang blogger. Mau memakai fasilitas blogspot, wordpress atau blog lainnya.

Tentu saja ada resiko picture Anda akan mudah dicopy paste orang untuk membuat akun palsu atau mungkin saja disalahgunakan. Kalau temanku yang narsis biar tetap exist pasti cuma bergumam, "Wajar lah, jadi orang cantik or orang ganteng pasti banyak resikonya!" He hehe, bagus juga sifat optimiznya.

Mau ikut exist? Mari kita mulai dari menulis dan membuat blog..
Kudus, 28 Agustus 2010

Tak Terlupakan; Sixth Sense

Sixth Sense (1999)

Written and Directed by M. Night Shyamalan
Produced by Frank Marshall, Kathleen Kennedy, Barry Mendel
Cast: Bruce Willis, Haley Joel Osment, Toni Collette, Olivia Williams, Donnie Wahlberg, Trevor Morgan, Mischa Barton


Satu film dari Bruce Willis yang masih terkenang, Sixth Sense yang bercerita tentang seorang psikiater bernama Dr. Malcolm Crowe yang diperankan oleh Bruce Willis berusaha untuk menyembuhkan seorang anak bernama Cole Sear yang pendiam, pemalu dan sering dianggap "freak" oleh teman-temannya bahkan oleh Ibunya sendiri. Cole berkembang seperti itu karena Cole memiliki kemampuan indera keenam yang hanya diceritakan kepada Dr. Crowe, yang dalam rintihannya "I see dead people".


Terjadi keterkaitan antara Dr. Crowe dan Cole sehingga mereka saling membantu. Cole menginginkan Dr. Crowe membantunya untuk tidak dapat melihat makhluk-makhluk itu lagi sementara Dr. Crowe menginginkan agar Cole berusaha mendengarkan apa yang diinginkan dari makhluk gaib tersebut dan dengan bantuan Dr. Crowe maka Cole bersedia membantu keinginan orang mati yang mendatanginya.

Cole menjadi lebih pemberani dan akhirnya diterima oleh teman-temannya. Sebagai kewajiban terakhir, Cole memberitahukan Dr. Crowe mengatasi masalah keluarganya dan juga secara halus berusaha menyadarkan Dr. Crowe bahwa Dr. Crowe sebetulnya juga adalah dead people. Dr. Crowe teringat kembali saat ia ditembak oleh Vincent Grey, salah satu pasiennya yang dulu saat Vincent masih berusia sama dengan Cole tapi tak berhasil disembuhkan dan memiliki gejala ketakutan hampir menyerupai Cole.

Garapan apik M Night Shyamalan  begitu jelas dalam skenario yang ditulisnya sendiri ditambah sinematografi yang terlihat begitu hidup, musiknya yang nyaris sempurna memperkuat kesan horor dalam cerita ditambah peran trio tokoh utama yang cerdas.

Sebagai horor, Sixth Sense memenuhi khittah-nya. Namun ia pun tak melupakan kodratnya untuk menyajikan tontonan yang baik dan juga logis. Shyamalan menuntun kita, memenuhi rasa ingin tahu kita akan kemunculan hantu – hantu itu ternyata memiliki tujuan tertentu dan dalam kasus ini, meminta pertolongan mereka yang masih hidup. Unsur drama juga begitu kental dalam cerita itu, saat Cole akhirnya mampu menceritakan semua masalahnya kepada Ibunya sendiri, sungguh mengharukan . Dan di akhir cerita pun berakhir dengan.. so awesome! mungkin tak akan disangka – sangka oleh sebagian besar penonton.
Kudus, 26 Agustus 2010

Berjuanglah untuk Senyum itu!


Betapa hebatnya mereka yang sedang berjuang untuk dapat hidup. Mereka yang sedang melawan penyakit mereka berbaring lemah di kamar berargo meter. Untuk jantung mereka agar terus dapat berdetak, untuk ginjal mereka agar dapat menyaring zat-zat kotor dalam tubuh, untuk hatinya agar dapat kembali menawarkan racun, untuk saraf-saraf motorik dan sensorik mereka agar berjalan sesuai fungsinya, untuk otak agar kembali mengalir darahnya menuju bilik kanan dan bilik kiri, dan untuk fungsi-fungsi tubuh yang lain. Gigihny a mereka. Tapi kenapa, masih ada beberapa yang menginginkan untuk dapat segera pulang ke rahmatNya.
Usia hanya Dia yang menentukan. Sehebat apapun peramal, secanggih apapun metode teknologi saat ini jika Dia tidak menghendaki maka semua itu tidak akan terjadi. Terkesan kita yang hidup ini memang kecil di hadapanNya. Karena kita ini hanya ciptaanNya, bagian dari lingkaran kehidupan ini. Saling mengisi antara satu dengan yang lain.
Jujur, aku masih bingung dengan kegigihan mereka untuk dapat terus hidup. Agar apa? Agar terus dapat mengejar amalan-amalan yang kurang? Atau untuk orang lain, untuk anak-anak mereka, untuk kekasih hati (orang tua, pasangan) yang sedang menunggunya.  Atau untuk alasan lain?
Kebahagiaan seperti apa yang ingin dikejar? Bukankah segala sesuatu di dunia ini relative, termasuk kebahagiaan? Bagi kita, sebuah kebahagiaan belum tentu menjadi kebahagiaan untuk yang lain, bahkan untuk orang-orang terdekat kita. So seharusnya, definisi kebahagiaan itu masihkah ada di dunia ini?
Jika mereka terus meradang di ICU sedang berjuang maka kita juga yang masih sehat juga harus berjuang. Berjuang untuk tujuan kita masing-masing. Mungkin, kebahagiaan mereka adalah untuk dapat tetap hidup bersama keluarga mereka dan andai saja aku dapat memberikan nyawaku untuk mereka yang pantas menerima,untuk mereka yang dengan kegigihannya berjuang untuk dapat juga membahagiakan keluarganya dan orang lain maka aku ingin melihat mereka tersenyum. Karena senyuman itu juga merupakan symbol dari kebahagiaan.
Jadi berikanku senyuman terindah  kalian.

Sebelum Puasa di Kudus

Kudus, sebagai kota kecil di Jawa Tengah bagian utara memiliki banyak ciri khas. Di sini, saya hanya ingin sedikit mengulas detail dari Dandangan. Banyak blog sudah menceritakan tentang apa arti dari dandangan itu sendiri.

Pentingkah dandangan? Saya yang setiap hari lewat jalan Sunan Kudus mungkin juga sudah merasa bosan akan kemacetan yang dibuat pada saat dandangan, juga akan merasa sepi jika di Kudus tanpa dandangan. 

Tapi ironis sekali, ada suara keluar dari penduduk Kudus sendiri, "Mau ngapain ke Dandangan? Mau lihat orang desa jalan-jalan?" Apa ada yang salah dengan orang Desa? Kita hidup bersama, harusnya saling menghargai keberadaan masing-masing. Lagi, perayaan sebelum puasa ini cuma ada setahun sekali. Kenapa kita harus malu dengan kebudayaan sendiri? 

Seperti di kota-kota lain di Jawa Tengah, Semarang juga memiliki tradisi sebelum pelaksanakan puasa yaitu "Dugderan". Pada hari yang sama, di Kabupaten Klaten, Boyolali, Salatiga, bahkan Yogyakarta, banyak umat Islam yang menyambut datangnya Ramadhan dengan cara mandi di sumber-sumber air dan kolam pemandian dalam acara ”padusan”. Makna dari padusan adalah membersihkan diri lahir dan batin untuk menyambut datangnya puasa. 

Sebetulnya Dandangan sendiri memliki historis, konon upacara rakyat Kudus sudah ada sejak lama, ketika Sunan Kudus Syaikh Dja’far Sodiq masih sugeng, Menurut cerita, sejak zaman Syeh Jakfar Shodiq, salah satu wali songo penyebar agama Islam di Jawa, setiap menjelang bulan puasa, ratusan santri Sunan Kudus berkumpul di Masjid Menara guna menunggu pengumuman dari Sang Guru tentang awal puasa. Para santri tidak hanya berasal dari Kota Kudus, tapi juga dari daerah sekitarnya seperti Kendal, Semarang, Demak, Pati, Jepara, Rembang, bahkan sampai Tuban, Jawa Timur. Pada hari menjelang puasa, setelah berjamaah salat ashar, Sunan Kudus langsung mengumumkan awal puasa. Pengumuman itu dilanjutkan dengan pemukulan beduk yang berbunyi “dang-dang-dang”. Suara beduk yang bertalu-talu itulah yang menimbulkan kesan dan pertanda khusus tibanya bulan puasa. Berawal dari suara dang-dang, setiap menjelang puasa, masyarakat Kudus mengadakan tradisi Dandangan. 

Secara etimologis (ilmu tentang asal-usul kata) kata ”dandangan” mungkin berasal dari kata ”dandang” atau beduk yang ditabuh bertalu-talu oleh Syeh Ja’far Shadiq. Namun, kata tersebut juga bisa diasumsikan berasal dari kata ”ndang-ndang” (Bahasa Jawa) yang berarti ”cepat-cepat”. Kata cepat-cepat itu bisa dimaknai sebagai selekasnya menyiapkan makan sahur menjelang awal puasa esok hari. 

Sedikit saduran dari http://moxeeb.wordpress.com/2008/08/25/dandangan/ 

Dan sepertinya tahun ini, dandangan di Kab. Kudus akan diselenggarakan di jalanan biasa, sekitar pusat Menara Kudus, so jika mau lewat daerah situ, hati-hati ya dan pelan-pelan saja karena banyaknya pejalan kaki yang kebanyakan anak-anak dan orang tua. Sambil lihat kanan-kiri, siapa tahu ada barang antik yang dijual di situ. 

So, lestarikan budaya yang ada, sebagai salah satu perayaan untuk menyambut bulan suci Ramadhan.

Keikhlasan untuk Kebahagiaan yang Tertunda

Teringat cerita jaman anak-anak, dari majalah Bobo kesayanganku dulu. Cerita tentang anak Indian yang mempunyai boneka kesayangan yang selalu menemaninya ke mana-mana. Dari mulai bangun tidur sampai tidur kembali. Hingga akhirnya desa Indian tersebut mengalami kekeringan, dan menurut Dukun dari desa tersebut satu-satunya cara agar hujan turun kembali adalah dengan melakukan pengorbanan, yaitu pengorbanan boneka kecil milik gadis mungil anak Kepala Suku. Singkat cerita, demi kemakmuran di negerinya sendiri, gadis kecil itu rela mengorbankan benda kesayangannya.

Bukan berarti saya mengiyakan untuk melakukan pengorbanan jika kita ingin turun hujan. Dalam Islam pun telah diajarkan tata cara meminta hujan.

Bukan itu, tapi something different yaitu sebuah "Pengorbanan". Seorang gadis kecil rela berpisah dengan boneka kesayangannya demi melihat kebahagian orang lain. So, kenapa terkadang kita  sebagai orang dewasa malah seolah-olah bersikap dramatis dan enggan untuk melihat orang lain berbahagia? Bahkan termasuk untuk orang yang kita sayangi? Bukankah jika kita menyayangi seseorang maka justru kita harus merelakan dia bahagia? Seperti gadis kecil itu yang menyayangi rakyatnya sehingga dia rela mengorbankan kebahagiaannya sendiri?



Pernah ku dengar seperti ini, "Janji Tuhan kepada kita, Jika kita merelakan kebahagiaan seseorang niscaya Dia akan menyimpan sesuatu kebahagiaan untuk kita yang lebih besar". 

So ikhlaskan yang terjadi. Insya Allah, Dia akan selalu bersama kita. Bukankah keikhlasan kita akan menyimpankan kebahagiaan untuk kita? Meski itu tertunda. Tapi percaya, janji Tuhan akan selalu ditepatinya.