5 Alasan Menyukai DramaKorea onGoing

Anyeong!

Bulan Desember 2018 ini, aku sedang gemar menonton beberapa drama korea, di antaranya Mama Fairy and the Woodcutter, The Encounter, The Last Empress Ki, Memories of Alhambra.


Masya Allah! Banyak banget ternyata! Pantesan naskah nggak kelar-kelar. Wkwkkk.

Ini pun aku baru sadar saat ditanya Mbak Irawati Hamid sedang nonton drama apa saja minggu ini. Ternyata memang listku banyak! Sst,, sebenarnya Mbak Ira juga sama lho! Doi juga penyuka drama yang ngelistnya seminggu 2 kali. Dan, kami rela menunggu seminggu kemudian buat tahu kelanjutannya.

Sebagai penyuka drama Korea, fans militan kayak kami biasanya terbagi dua kubu. Kubu on going dan kubu marathon.

Baca juga yuk, suka duka nonton drama on goingnya Mbak Irawati

Kebetulan saya berada di partai independen! #Lho

Maksudnya di tengah-tengah, tapi lebih berada di posisi kubu on going. Beberapa teman tidak tahu kalau aku masih nonton beberapa drakor secara on going. Berada di posisi ini tuh nikmat lho sebenarnya!

Menabung Benda untuk Pendidikan Anak

https://www.ranirtyas.com/2018/12/menabung-benda-untuk-pendidikan-anak.html

Dewasa ini, ngerinya biaya pendidikan anak sudah banyak digembar-gemborkan. Bahkan tidak sedikit juga yang menabung dengan dalil asuransi pendidikan anak. Benarkah bisa terpakai saat hari H mereka kuliah?

Kami sepakat untuk tidak lagi menabung di asuransi pendidikan anak. Kami lebih suka menabung dalam bentuk hal lain. Sebab kami menjadi lebih mudah mengontrol tabungan tersebut sendiri. 

Tabungan untuk anak tidak melulu harus berupa tabungan uang di bank kan?

Tabungan dalam bentuk uang juga riskan akan inflasi, apalagi kalau sampai dicuil sedikit demi sedikit tiap bulan *tutup muka.

5 Wisata Ramah Anak di Surabaya

https://www.ranirtyas.com/2018/12/5-wisata-ramah-anak-disurabaya.html

Sayup-sayup suara motor menyadarkanku dari lamunan. Tiba-tiba, aku merasa kangen dengan salah satu sahabatku yang kini menetap di Surabaya. Sudah lama kami tidak bersua. Memang sejak menikah, dia memutuskan untuk hijrah mengikuti suaminya yang memang asal Surabaya.

Meskipun kini, kami telah memiliki anak masing-masing tapi kami tetap berusaha untuk saling berhubungan dan tidak putus kontak. Selain itu, kebetulan suamiku dan dia adalah teman lama. Bila bukan karena sahabatku, mungkin aku tidak akan mengenal Pak Faishol sampai sekarang. Entahlah! Jodoh memang tidak terduga datangnya.

“Mas, tiba-tiba aku kangen Vemi.” Aku membuka cerita untuk pillow talk semalam.

“Nanti akhir tahun biasanya dia pulang Kudus kok.”

“Tapi kan tahun ini sudah tidak ada papahnya,” dengan sedikit merajuk “Mungkin dia mau Natalan di Surabaya saja. Kita aja yuk yang ke sana, sekalian liburan.”

Sambil menarik nafas panjang tetapi akhirnya pak suami mengiyakan keinginannku untuk liburan mengunjungi sahabatku ke Surabaya.

Blogging 2019? Let it Flow

https://www.ranirtyas.com/2018/12/blogging-2019-let-it-flow.html

"Let it flow! Let it flow!"

Ng.. Buk, itu liriknya salah! Seharusnya "Let it go! Let it go!"

Bicara tentang rencana target blogging 2019, aku bingung harus berkata apa. Selama ini aku ngeblog hanya kalau ada tulisan sponsor! Ups! Terus mencari 2 artikel tandingan (seharusnya 3 ya) untuk mengimbangi link and tulisan keluar.

Jujur aku belum punya rencana apa-apa dengan blogku yang ini.

5 Situs Tersering dikunjungi



"Don't know where your kids are in the house? Turn off the internet and they'll show up quickly" - NN

Sebenarnya aku kudu ngikik sama quote di atas. Di jaman kiwari, hampir semua orang mengakses internet untuk kebutuhan. Sepertinya internet yang beberapa dekade silam merupakan kebutuhan tersier berubah menjadi kebutuhan primer.

Hampir setiap hari kita berhadapan dengan internet, entah itu hanya untuk mengecek email, cek percakapan di WAG (Whatsapp Grup).

Buuuut.. dari banyaknya kehadiran situs-situs yang kita buka setiap hari, pasti ada yang sering banget dibuka.

5 E-Commerce Langganan Momi Rani


Anyeong!

Harbolnas kemarin pada belanja apa aja nih? Alhamdulillah aku nggak ikut eouforianya. Kebetulan juga nih udah sebulanan ini belanjanya sedang mengurangi belanja online.

Dulu! Belanja online itu udah kayak rutinitas pribadi. Dalam sebulan, hampir tiap minggu aku belanja online. Dengan alasan stress, aku jadi mudah kalap. Padahal kalau dipikir, barang-barang tersebut aslinya juga tidak perlu-perlu banget. Tapi namanya perempuan ya.

Kadang, untuk menyembunyikan hobi belanja, aku kirim ke alamat yang berbeda, alamat rumah sendiri, alamat yang ditempatin sekarang, dan alamat kantor. Jadi aku aslinya menghindari pertanyaan Ibu dan suami.

Meskipun belanjanya pake uang-uang sendiri, tapi kan tetep ada perasaan bersalah gitu ya.

5 Kebahagiaan Sederhana Versi ranirtyas.com


Bahagia itu sederhana! Bahagia itu kita yang ciptakan sendiri.

Yes, bener banget.

Kadang orang berpikir agara orang lain mau memahami dan mengerti dirinya sendiri, tujuannya apa? Tidak lain tidak bukan adalah ingin bahagia. Mengapa untuk mencapai kebahagiaan diri sendiri harus menyangkut orang lain.

Mengapa kita tidak menciptakan kebahagiaan itu sendiri?

4 Pelembab Favorit


Sebelum mengenal bedak dan foundation, apalagi lipstik! Aku termasuk orang yang tidak bisa lepas dari bedak (baca: pelembab). Meskipun akhirnya tertutup oleh bedak tabur atau bedak padat, pelembab merupakan hal krusial buat aku.

Pernah saat pertama kali lulus kuliah, aku bekerja di sebuah perusahaan meubel. Kostku yang ada di dekat perusahaan tersebut juga banyak berisikan anak-anak dari perusahaan garment. Waktu temanku sedang berhias diri, aku melongo dibuatnya. Aku yang terbiasa hanya memakai pelembab + bedak tabur ini seperti tersihir olehnya. Penampilannya berubah sejenak setelah memakai make up. Terlihat lebih segar menurut aku.

Jujur aja, aku mengenal foundation dan teman-temannya juga barusan ini. Itu juga dikarenakan banyak membaca dan melihat video tutorial para beauty enthusiast.

So, aku mau menuliskan saja pengalamanku dengan pelembab favorit.

Sepeda Federal Rani


Musim panas kala itu, sepulang sekolah aku sudah sampai di rumah. Seperti biasa aku mengendarai sepeda federalku. Perjalanan di teriknya sinar matahari sudah terasa biasa buatku meskipun jalanan menuju rumahku menanjak.

Begitu sampai rumah, aku melihat Ibu sangat kebingungan.

“Nduk, ini adikmu bagaimana?” tanya Ibu “Aku belum bisa menjemputnya.”

Adikku yang masih kelas 2 SD itu memang selalu diantar jemput oleh Ibu. Dikarenakan Ibu mengendarai Honda merah 80, Ibu jadi terbiasa membersihkan busi motor karena yang sering bikin kami terlambat ke sekolah ya busi motor yang kotor.

Tetapi motor kami sedang rusak kala itu. Busi motor yang biasanya menjadi masalah pun ternyata bukan penyebab motor kami menjadi macet.

Untungnya adikku bisa pulang ke rumah Mbah kami, tapi masalahnya.. Adikku kurang disayangi oleh Mbah dan sering bertengkar dengan sepupu laki-laki kami.

5 Keinginan yang Tersembunyi


"Aku ingin begini! Aku ingin begitu! Ingin ini, ingin itu banyak sekali."

Cieh!! Nyanyi ni ye!

Yes, siapa sih yang nggak punya keinginan? Semua punya ya! Doraemon dan Nobita aja punya.

Terjebak dalam keinginan dan selalu ingin ini ingin itu tapi nggak terlaksana itu nyesek ya! Aku punya tuh, beberapa keinginan tapi nggak selesai-selesai ngerjainnya.