Halo manteman. Walah ternyata sudah hari ke 15 dalam game menstimulasi matematika logis.
Sebenarnya hari ini Mamah Rani mau cerita tentang kedekatan Mas Han dan Opah. Mas Han terbiasa memanggil ibuku dengan sebutan Opah karena terinspirasi kartun Upin dan Ipin.
Sudah hari ke-14 saat kita having fun with a mathematics. And hari ke-14 ini, aku mau cerita aja soal Alisha. Alisha kecilku saat ini menginjak usia 17 bulan dengan BB 13kg. Masya Allah sehat banget yak..
Bila kemarin-kemarin dalam 13 hari, kamu membaca cerita tentang permainan sama anak lanang, kali ini aku mau cerita bagaimana menstimulasi matematika logis pada anak usia baduta (bayi di bawah dua tahun).
Lagi-lagi, handuk basah diletakkan begitu saja di atas
kasur! Ngeselin. Selalu begitu dan selalu saja lupa untuk mengembalikan ke
tempat sedia kala. Belum lagi, kaos yang habis dipakai juga diletakkan di atas
kasur. Alih-alih menggantung di tempat gantungan baju atau dimasukkan ke tempat
cucian, pak suami selalu mencari alasan agar bisa meletakkan baju habis pakai
di atas kasur.
Menstimulasi matematika logis kali ini sudah memasuki babak ke-13. Rasa-rasanya masih kurang dalam melakukan banyak hal. Ingin sekali melakukan ini itu.
Matematika sebenarnya sangat lekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Termasuk salah satunya adalah membandingkan kelompok sebuah benda satu dengan benda yang lain untuk mengetahui jumlah benda yang lebih banyak, lebih sedikit atau sama.
Tidak hanya itu, bahkan untuk ukuran tinggi pun, anak-anak juga sebaiknya diajarkan konsep panjang tinggi, berat ringan, banyak sedikit.
Oh iya teman-teman. Kemarin kami mengikuti eduwisata ke Bandungan Waterpark bersama rombongan dari Kelompok Bermain (KB) tempat Mas Han belajar dan bermain.
Perjalanan Kudus - Bandungan Kab Semarang memakan waktu perjalanan 4 jam disebabkan macet di beberapa lokasi. Wah coba ya, kalau Kudus Semarang bisa lewat jalan tol, hihihi.
Halo teman-teman! Kali ini kami ingin sekali memperlihatkan bangun ruang yaitu kerucut yang sudah kami buat. Awalnya Mamah membeli majalah Bobo Junior. Kebetulan sekali, di bagian tengah ada cara membuat rumah kincir angin.
Nah, bagian bagun ruangnya sudah hilang entah ke mana buat mainan anak-anak. Tinggallah atapnya yang berbentuk kerucut.
Ternyata sama Mas Han, langsung dibuat topi ulang tahun karena teringat videonya Upin-Ipin. Hahahhaa!
Nyanyilah mereka berdua dengan bertopikan kerucut atap.
Hari ke-10 tantangan dalam menstimulasi matematika logis. Yeayyy.. Hari ini kami akan membuat origami untuk mengenalkan bentuk bangun datar kepada anak-anak. Untuk mengenang origami yang sudah dibuat, maka saya sudah menyiapkan buku khusus untuk ditempel origami yang sudah kami buat.
Alhamdulillah besok hari terakhir tantangan ke-10 dalam game menstimulasi matematika logis. Apakah kita akan lanjut sampai ke T17? Lanjoooot! Insya Allah.
Kali ini keluarga kami akan menstimulasi matematika logis anak dengan menyusun bricks. Bricks atau lego sangat bagus untuk membangun pondasi matematika dasar pada usia balita.
Hatching.. hatching. Ini kayaknya sedang musim penghujan, banyak yang sakit ya? Bunda, jaga kesehatan si kecil dan keluarga ya. Di rumah, Alisha pun bergiliran batuk pilek sama anak lanang. Setelah Alisha batuknya mereda, ganti Mas Han yang sakit batuk. Padahal hari Sabtu besok, kami akan piknik sama rombongan sekolahnya Mas Han. Duh Ya Allah..
Gitu aku kok kurang sadar ya kalau anak lanang sedang sakit.
Tahunya ini anak lanang kok datang-datang ngeselin. Adaaaa aja yang diminta.
Seperti yang sudah diceritakan kemarin bahwa semalam kami ada pengajian rutin yasin tahlil di rumah. Masya Allah dari sore sampai malam kami luar biasa riwa-riwinya.