Jumat, 10 Juni 2016

Tentang Blog si Gadis Berhijab - Alifia Awin

http://www.ranirtyas.com/2016/06/blog-si-gadis-berhijab-alifia-awin.html

Si Gadis Berhijab adalah terjemahan La Belle et son Hijab, sebuah tagline dari gadis kekinian yang masih menyelesaikan studinya di Jurusan Psikologi FK Unand. Namanya Awin, begitu kami memanggilnya dalam keluarga. Iya keluarga baru saya yang ada karena komunitas Blogger Perempuan juga. Awin adalah anggota termuda di keluarga kami selain Mbak Widut sepertinya, otomatis saya jadi njangkar memanggil namanya. Njangkar teh naon yak Bahasa Indonesianya?

Gadis yang bernama asli Alifia Seftin Oktriwina merupakan gadis yang aktif berorganisasi di kampusnya Universitas Andalas. Macam Cinta jaman modern yang aktif berorganisasi juga. Halah! Apa sih ini kok masih terbawa euforia AADC hisss.

Blog gadis berhijab ini clean and neat. Tampilannya putih bersih tanpa noda. Penggunaan font Coming Soon ini juga terlihat unik, cocok sih memang untuk seumuran Awin. Pada saat umur saya seusia Awin, saya malah lebih alay tapi bukan berarti Awin ikutan alay juga. Terlihat dari blognya La Belle et son Hijab, semua kalimat yang ditulis menandakan Awin adalah seorang gadis berintegritas. Entahlah, itu menurut dari kacamata saya karena saya sudah beberapa kali main ke blognya. Coba saja hubungi dia via instagram @aliviaawin. Maka dipastikan kita akan menemui anak muda pecinta buku, makanan juga make up.

Pertanyaan saya, kenapa atuh nama cantik malah jadi Alifia Awin buat dijadikan domainnya? Padahal disebutkan dalam profilnya di sini bahwa nama penanya adalah AS Oktriwina. Belum sempat saya tanyakan karena doi sedang KKN (Kuliah Kerja Nyata) di pelosok entah di mana rimbanya sekarang. Jaman saya KKN dulu, sinyal tidak ada yang nyangkut di hp saya. Padahal teman sekamar saya ada sinyalnya lumayan dengan provider yang sama. Mungkin karena pengaruh HP saya juga, belum mampu beli yang lumayan bisa nyangkut di HP. Seharusnya sih ganti provider saja ya. Jadi pengen mewek lagi ih keingetan jaman KKN. Penuh bully-an dan drama.

Pesan kakak tua untuk Awin yang sedang KKN agar tidak terjebak drama dan pembullyan seperti yang saya alami.

1| Jujur Perihal Uang Makan KKN


Setiap dari kita yang akan berangkat KKN pasti akan diberi uang makan dari kampus untuk makan di lokasi KKN. Sebagian dari himpunan mahasiswa pasti ada yang tinggal menginap di rumah Kepala Desa / Kepala Dusun. Jika kejadiannya seperti kami yang dititipkan di rumah Kepala Desa, sebaiknya katakan secara jelas berapa uang makan yang disiapkan. Pasti saja akan ada oknum mahasiswa yang berniat untuk memangkas sedikit uang makan untuk keperluan KIT selama KKN. Walaupun secara jelas, oknum mahasiswa itu ingin melakukan korupsiKatakan secara gamblang kepada Kepala Desa jika uang tersebut terpaksa dipotong untuk keperluan KKN. Lebih baik sih jangan memotong uang makan karena ketika uang makan kita potong, otomatis Kepala Desa sudah pasti tahu karena percayalah perhimpunan antar Kepala Desa itu kuat. Belum lagi kalau sampai bertemu di kecamatan, tim kita akan dilirik-lirik dari tim desa lain. Satu oknum berulah, satu tim kena dampak.

2| Jangan Terjebak Cinta Lokasi


Memang cinta tidak dapat disembunyikan, tidak jarang juga ada yang berhasil sampai menikah karena KKN. Iya itu kalau tidak menyebabkan drama, semisal dua cewek menyukai satu cowok. Cowoknya plin-plan, ceweknya berantem sendiri. Setelah selesai KKN dan kembali ke kampus hijau, baru sadar kalau sebetulnya tidak suka-suka amat sama tu cowok. Jadi hilang deh kesempatan menambah banyak teman. Kalau sampai kamu jatuh cinta, sholat istikharoh kalau perlu! Hahaha.

3| Hargai Teman Walaupun Berbeda Pendapat


Terkadang dalam satu tim saja bisa dipecah dari berbagai jurusan. Begitu masih terbagi lagi dari beberapa daerah. Pengalaman saya karena ikut KKN yang programnya disediakan oleh negara, jadi kami ditempatkan dalam daerah yang lokasinya hampir dekat dengan lokasi kami, minimal masih satu karisidenan lah. Jadi dalam satu tim bisa terdiri dari beberapa mahasiswa yang kota tempat tinggalnya berdekat-dekatan. Satu karisidenan dengan perilaku yang cenderung mirip tidak serta merta menjadikan warganya rukun lho. Ada saja yang diperdebatkan, bukan lagi soal idealisme tapi kotaisme. Mungkin bukan perkara di kebanyakan orang, hanya saja kebetulan saya bertemu oknum yang suka dengan paham kotaisme. Hahaha. Jikapun kita didebat dengan songongnya, udah deh lebih baik diam. Ngeblog aja, sibukkan diri kita sendiri.

4| Tetap Sambung Silahturahmi dengan Penduduk Desa

Agak menyesal juga sih saya ganti nomor hp lagi, secara keponakan ibu Lurah yang akrab dengan saya hanya menyimpan nomor saya yang itu, dan nomornya dia malah saya taruh di SIM Card dan sudah terlanjur hilang entah ke mana. Padahal terkadang masih ada rasa kangen terhadap keluarga besar Ibu Lurah dan penduduk sekitarnya.

Saya rindu keramahtamahan mereka, saya rindu suasana desa mereka, saya rindu pada anak-anak yang mandi di sungai dengan bertemankan buaya kecil, saya rindu pada hamparan luas padi yang menguning juga tanaman palawija yang berjejer rapi di ladang, saya juga rindu menjejakkan kaki di pasar tradisional yang masih khas suasana pasar tempo doeloe. Tanpa peduli saya pernah menangis juga tersenyum di keluarga kecil mereka.

Jadi untuk Alifia, selamat menikmati KKN. Jadilah mahasiswa yang dirindukan dan diharapkan oleh masyarakat sekitar. Selamat berkarya.
comments

21 komentar:

  1. Aku kepengen ngrasain KKN :'(. Dulu banget, seneng kalo ada kakak kakak KKN, ada yang ganteng-ganteng :D terus kegiatannya juga gak bisa dilupain

    BalasHapus
    Balasan
    1. temen-temen KKN-ku juga banyak yang bening-bening Mbak tapi ya itu.. sudah pada punya pacar semua. HaHaHa

      Hapus
  2. Klo di jurusanku dulu ga ada kkn mb ran #jd kyurang pngalaman terjun ke masyarakat langsung huhu

    Belle itu bahasa perancis ya?
    Klo pke font coming soon berarti cirinya anak muda #key baiklah mbul mau pke font coming soon biar fikira masi muda #trus ditabok

    Yg cinlok , pengalaman pribadikah hshaha?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tanpa terjun juga nanti kita bakal terjun sendiri kan ya tapi ya itu.. jadi kurang pengalaman menikmati hasil panen desa lain #eh

      Yes, Belle temennya bonjour.. Aku sih nerjemahin dari tulisannya Awin sendiri hahaha

      Emang beneran ada ya font coming soon itu? aku ngeceknya dari inspek halaman jadi kurang tahu beneran ada atau nggak

      I said again "no mention" hahaha and then *ruuuunnn*

      Hapus
  3. Berteman buaya kecil? Beneran? KKN dimana to mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukan buaya sih aslinya mbak tapi alligator, iya anakan buaya lah. saya KKN di Rembang mbak

      Hapus
  4. Haha.. tips KKN nya boleh juga. Kalau cinlok aku setuju itu belum jadi patokan jodoh. wkwkw.. mungkin itu bisa terjadi karena sering ketemu. Pas uda selesai KKN nya.. selesai juga. Wkwk.. Banyak temen terjebak cinlok.
    Tapi KKN yaaa identik dg cinlok wkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya entah kenapa selalu ditanyain setelah pulang dari KKN, sudah dapat gebetan belum>

      Hapus
  5. Hahahaha aku masih Rabu besok kok mbak berangkatnya wkwk
    Makasih ya mbak petuah petuah nya hihihi
    FYI aliviaawin itu dari akun twitter aku mbak, ada story nya juga wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harusnya aku wawancara dulu ya kemarin itu, takutnya kalau sudah berangkat KKN jadi ganggu.

      Hapus
  6. Kalau yang paling tidak bisa dihindari yang itu mbak cinta lokasi, haduh susah banget tuh untuk menghindarnya kadang niat sih pengen benar tapi selalu ada saja yang bikin niat itu menjadi belok ke arah yang tidak di niatkan, tapi kalau sampai jodoh mah gak apa apalah malahan bagus kan mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya juga sih, asal tidak ada drama #eh

      Hapus
  7. Kalau aku mbak paling menghindari terjadinya cinlok apalagi cinlok sama teman sendiri, hihihi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener, kalau jadi mah bagus ya. Kalau nggak? Repot belakangnya

      Hapus
  8. saya termasuk mahasiswi yang gak merasakan KKN Mba, saat itu kami hanya melakukan study banding ke beberapa perusahaan dan kampus-kampus lain nun jauh di pulau jawa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di tempatku juga ada mbak seperti itu, namanya bukan KKN lagi tapi KKL :D

      Hapus
  9. Emang kalau KKN banyak yang jd cinlok sambil makan cilok sih ya hahahha

    BalasHapus
  10. Oh..komentar nya ak salah nih mba Rani..

    BalasHapus
  11. sekarang klo denger nama awin ingetnya KKN,jadi nostalgia waktu dulu KKN, nostalgia waktu masih muda :D sekarang jg masi muda sih, uhuk

    BalasHapus

Komentarnya sementara dimoderasi ya 😁 dan jangan tinggalkan link hidup. Nanti BW baliknya lewat profil teman-teman. Terima kasih untuk tidak menggunakan "ANONIM".

Recommendations by Engageya