Tampilkan postingan dengan label Sahabat Blogger. Tampilkan semua postingan

Belajar Kesabaran dari Widi Utami

Setahun lebih saya baru mengenal Widi Utami atau kami biasa memanggilnya Mbak Widut tetapi rasanya sudah mengenal berpuluh-puluh tahun. Semoga persahabatan kita bertahan sampai sehidup sesurga ya. Perkenalan dengannya memang berkat Arisan Link Grup Blogger Perempuan V. Bahkan di awal, saya menerawangnya sebagai sosok yang galak padahal aslinya orangnya memang sedikit galak tapi lebih banyak mellow, hahaha *mulai buka aib*.

Akhirnya Bertemu dengan Blogger Kayu Sirih

Akhir tahun kemarin, sejak bulan November 2016 sebetulnya kami para bloggerKAH (saya, Mbak Arinta, dan Mbak Widi Utami) sudah berencana untuk kopdar karena kami bertiga sama-sama berasal dari Jawa Tengah yang di mana seharusnya waktu buat memusat di satu titik lebih mudah daripada harus ketemuan sama blogger lintas propinsi.

Iya kami bangga menjadi blogger Jawa Tengah.

Rencana tetaplah rencana, yang namanya menyatukan dua isi kepala saja sudah susah apalagi ini berenam. Hahaha. iya kan kami bertiga sudah menikah semua dan ketika berpergian harus dengan suami. Bisa saja sih pergi sendiri, tapi itu kan kalau jaraknya di dalam kota. Lha ini musatnya di kota lain je..

Waktu itu diputuskan kami akan berkumpul di Ungaran, Kab Semarang sekaligus nyari tempat yang cocok buat main anak-anak. Sayangnya karena satu, dua lalu tiga sebab lain akhirnya kami pasrah pada bongkokan dan pertemuan itu gagal.

Awal Mei kemarin Mbak Arin berkesempatan dolan ke Semarang karena Pak Yopie ada tugas membuat sketsa di Kota Lama, yeayy..

Kesempatan buat kopdar nih.. Sayangnya ternyata gantian Mbak Widut yang nggak bisa dolan karena keponakannya masuk RS. 😢 sayang ya.. Tapi nggak apa-apa. Bismillah doakan saja bisa kumpul juga suatu saat.

Tapi sama Mbak Arin ditulis di caption instagramnya, kehadiran Mbak Widut diganti Mbak Endut.. Errr.. kalau aku jadi Mbak Ika udah tak cipok aja itu Mbak Arin 😆.


A post shared by Arinta Adiningtyas (@arinta.adiningtyas) on

Akhirnya ketemu juga sama Mbak Arinta dan Mbak Ika Puspitasari.. FYI, Mbak Arinta ini adik kandungnya Mbak Ika Puspitasari.

Yeay.. syenang sekali syalala..

Meskipun jarak Kudus - Semarang cuma 1-2 jam perjalanan, tetapi saya memang jarang sekali ke Semarang kalau tidak ada perlunya, ditambah kesok-sibukan saya.

Kesan setelah kopdar sama Mbak Kayu Sirih a.ka Mbak Arinta Adiningtyas, doi ini memang sama aslinya luar dalam dengan yang ditulis di blog. Ya tulisan di blog itu adalah cerminan dirinya. Orangnya selembut tulisannya, tetap mengemukakan kritik bila diperlukan tetapi tidak sefrontal pendukung pilkada DKI beberapa bulan yang lalu. Jiahahaha..
Kalau Mbak Ika..

Ah love juga lah pokoknya. Bertemu mereka berdua ibarat seperti ketemu saudara lama yang sudah lama tidak berjumpa. Langsung sehangat percakapan kami waktu itu. Sayangnya tidak ada Mbak Widut, ditambah Aga yang sedang rewel karena kecapaian dll.

Semoga kita bisa bertemu lagi ya Mbak Arinta, Mbak Ita, juga Mbak Widut dan para sahabat blogger lainnya.

Untukmu yang Masih Menanti Jodoh

Waktu sudah menunjukkan hampir tengah malam dan kekhawatiranku semakin menggigil seru, sedari tadi gelisah menunggu balasan sms Bapaknya Abang Han, padahal ditelepon pun tidak diangkat.

Biasanya saya sudah tertidur lelap tidak peduli beliau sudah pulang atau belum 👱 karena rasa ngantukku itu bisa melebihi keadaan apapun, tetapi untuk saat ini entahlah..

Turis Cantik, Blogger yang Suka Dandan dan Travelling

Kamis manis semanis yang nulis..

ehmm..

Ni jumat lah sis..

Hmm.. padahal maunya hari kamis rubrik ini mau diisi sama yang manis-manis like a lipstick, a powder, skincare etc tapi berhubung malas dandan juga sih akhir-akhir ini jadinya let it empty. Mungkin ada pengaruh juga sama anak saya nantinya akan terlahir dengan jenis kelamin apa, karena saya berdoanya semoga keluarnya laki-laki lagi, selain lebih hemat dalam pengeluaran pakaian juga saya trauma melihat sosok anak kedua yang dilahirkan sebagai perempuan.

Why...?

3 Hal yang Akan Dilakukan Bila Berhenti Bekerja

http://www.ranirtyas.com/2017/01/3-hal-yang-akan-dilakukan-bila-berhenti-bekerja.html

Beranjak dewasa di lingkungan yang serba nyaman versi saya di mana Ibu bertindak sebagai Ibu sebagaimana mestinya, berada di rumah, memasak, menemani anak bermain dan melakukan segala perkerjaan rumah. Sementara Bapak menjalani profesinya sebagai kepala rumah tangga yang bertugas mencari nafkah, menyokong seluruh kebutuhan rumah tangga karena seluruh gaji Bapak selalu diserahkan kepada Ibu setiap bulan. Zona yang nyaman bagi kami meski gajian Bapak tidak ada setengahnya dari gaji pegawai Djarum saat itu. Maklum saja ya, jaman dulu gaji tentara itu tidak sebesar gaji tentara jaman sekarang. Jika bukan karena  Mantan Presiden alm Abdurrahman Wahid, mungkin gaji tentara jaman sekarang sama dengan gaji tentara jamannya Bapak, habis 2/3nya buat menyicil perumahan.

Setelah menikah pandangan indah saya sama seperti kehidupan Ibu jaman dulu tetapi ternyata kehidupan orang swasta di mana sebagian besar keluarganya adalah pedagang tidak seindah cerita yang kamu dengar. Bukan hanya saya sebetulnya, tetapi hampir sebagian masyarakat begitu. Kebanyakan wanita yang ikut bekerja malah menjadi seseorang yang harus memenuhi kebutuhan dapur.

Kemarin itu, baru saja kemarin. Seorang sahabat mengingatkanku kembali akan mimpi kami berdua kala itu. Mimpi yang sama saat sama-sama belum menikah karena kami berdua kelelahan bekerja di tempat yang sama. Menikah dengan pria mapan lalu berhenti bekerja dan menjadi full ibu rumah tangga. Iya mimpi kami berdua sesederhana itu tapi untuk saat ini mimpi itu rasanya terlalu tinggi untuk saya raih.

Bakwan Malang dalam Lemari Pojok

Bakwan Malang, istilah baru buat saya yang terbiasa menyantap bakso Malang. Hah? Bakwan Malang? Dalam pemikiran saya, bakwan Malang berarti bakwan yang dicelupkan ke dalam kuah bakso seperti jajanan pas saya kecil dulu. Bakwan juga istilah baru yang saya dapatkan setelah saya pindah ke Jawa Tengah, dulu di Bale Endah dan Cicalengka mah menyebutnya bala-bala.

Dengan sedikit nasi dan disiram kuah bakso/sop yang ada kolnya (cabbage), ditambah sedikit suwiran ayam, juga tidak lupa diberi potongan bakwan di atas nasi sop tersebut. Saya menyebutnya nasi sop, tetapi ada lagi istilah baru dengan pembedaan nasi di dalamnya, hampir sama dengan bakso tetapi dia bukan bakso karena gelondong baksonya jikapun ada pun alhamdulillah, orang perbatasan Kudus sini menyebutnya bakso combor.

Tetapi tetap saja, favorit saya adalah bakso Malang. Menurut saya dan ibu, bakso Malang is the best. Kenapa? Karena kuahnya bakso ini tidak mleketek (kuah yang daging gajihnya melayang di bagian teratas dan kalau diminum, terasa sekali daging gajihnya). Tahu kan gajih itu apa? Itu lho daging empuk berwarna putih dan berminyak sekali kalau dimakan. Sesekali sih sedap, lama-lama ya bisa bengkak juga ini tubuh.

Korelasi Antara Aku, Yurmawita dan Matematika

Selamat Hari Guru Nasional..

Dahulu sekali, banyak yang menyarankan pada saya agar saya menjadi guru saja. Ah jaman kecil dahulu saya memang suka sekali bermain menjadi guru-guruan. Tentu saja saya yang menjadi guru. Menyenangkan sekali, berdiri di depan papan tulis sambil memegang penggaris. Lalu bercerita di depan teman-teman yang saat itu menjadi murid. Rasa-rasanya wajahku yang kalem ini cocok menjadi guru meskipun aslinya galaknya minta ampun, pasti nggak percaya kan kalau aku galak? Cobain gih tanya sama mas suamiku. Hahahha.

Beriring waktu, sedikit demi sedikit saya semakin asyik dengan duniaku sendiri, terutama utak-atik matematika. Bila berhasil menemukan sang x hidup ini terasa sangat bahagia.. la..la..la..

Itulah simpelnya matematika, cukup dengan menemukan x maka dirimu akan menjadi sepintar Galileo. Rasanya saja tapi, kalau aslinya ya tergantung aslinya juga.

Antara Aku dan Dia, Rahayu Pawitri

Hi Sahabat Ran.. Alhamdulillah masih dikasih kesempatan buat menghirup udara di Jumat ini. Saya menyadari sesuatu di beberapa hari terakhir, betapa hidup kita amat sangatlah singkat di dunia ini. Kalau kata para Yai dari Jawa, "Urip mung mampir ngombe" (baca: hidup cuma mampir minum). Minum di sini maksudnya, adalah minum sebanyak-banyaknya yang kita mampu dan menyalurkan atau membuangnya ke tempat sebagaimana semestinya. 

Sebetulnya di Jawa banyak sekali paribasan (peribahasa) yang dapat dijadikan panutan hidup, semisal :

Anak polah, Bapak kepradah artinya setiap tingkah yang dilakukan oleh anak, pasti akan berimbas pada orang tuanya juga (ikut menanggung akibatnya).

Ada lagi Jer Basuki Mawa Bea artinya setiap keberhasilan butuh pengorbanan.

Sebetulnya masih banyak paribasan Jawa yang mengandung banyak makna, dan setiap saya mengingat Bahasa Jawa saya kembali teringat pada kakak baru saya Mbak Rahayu Pawitri, please jangan keseleo memanggilnya Pratiwi. Awalnya saya juga kesrimpet tapi lama kelamaan juga hapal dengan namanya Mbak Pawitri.

Jawilan Blogger Bernostalgia dengan Masa Lalu

Kaget dapat jawilan blogger di facebook. Dijawil bahasa lainnya adalah dicolek, berbeda dengan colekan di facebook yang asal poke aja. Jadi macam permainan bulutangkis yang smash kanan, smash kiri. Jawilan blogger bisa dijawab di kolom komentar sang penjawil atau bisa dijawab di blogpost sendiri. Seumur-umur jadi blogger, baru kali ini dapat jawilan.

Ya iyalah.. Saya aktif ngeblog baru tahun 2015 dan punya teman-teman baru juga baru sejak aktif ngeblog. Baiklah pertama-tama mari kita panjatkan puji dan syukur atas kehadirat Allah YME yang telah melimpahkan rahmat dan hidayatNya kepada kita semua.

Tet.. Tot.. panjang amat buk!

Mari langsung aja cuss, ngejawab jawilan dari sohibul Arinta Adiningtyas

Jangan Panggil Dia Bun(der)!

Kau boleh memanggilnya Kak, Mbak, atau bahkan Ibu yang berarti penghormatan terhadap seseorang yang memiliki jabatan tetapi jangan panggil dia Bun.

Sebut saja dia Ria Tumimomor.

http://www.ranirtyas.com/2016/10/jangan-panggil-dia-bunder.html

Awalnya saya tidak ngeh dengan maksud tulisan ini, setiap saat Mbak Ria menuliskan di statusnya tentang dia yang tidak mau disapa dengan sebutan Bun apalagi ditambah der di belakangnya. Barusan setelah berteman cukup akrab (atau lebih tepatnya SKSD - sok kenal sok dekat), saya tahu mengapa Mbak Ria menulis begitu karena beliau adalah single elegan dengan idealisme tinggi. Hahaha haduhhh, SKSD lagi nih! Entahlah, beberapa kali dalam postingannya Mbak Ria terlihat benar-benar sosok wanita modern ibu kota masa kini. Necis dan smart of course.

Jejak, makna dan inspirasi dari Anis Khoir

Blog pada dasarnya adalah sebuah jurnal online pribadi, isinya tergantung dari tujuan masing-masing pembuatnya dulu. Sekarang ini perkembangan blog pun semakin meluas, namun banyak pula yang berkembang menjadi soft selling sebuah produk. Tidak masalah sebetulnya karena tujuan hidup orang berbeda satu sama lain, apalagi tujuan dari membrandingkan blog.

Blog milik Anis Khoir bertajuk jejak, makna dan inspirasi. Jejak diharapkan blog nya dapat meninggalkan jejak positif dalam hidup, setidaknya sebagai catatan kaki dari Anis Khoir. Makna dengan jejak yang ditinggalkan dalam tulisan-tulisan lembut Mbak Anis diharapkan tidak hanya berupa catatan tapi benar-benar bermakna. Satu lagi harapan Anis Khoir terhadap blog nya yaitu semoga dapat menjadi inspirasi bagi seluruh pembaca. 

Jangan Ngaku Jomblo Dulu Sebelum Mengenal Jombloku

Dalam percintaan dunia remaja, ada dua jenis kategori remaja yaitu remaja yang berpacaran dan remaja yang belum / tidak berpacaran. Sebetulnya kategori yang kedua ini masih terbagi lagi menjadi single elegan yaitu remaja yang tidak mau menyematkan kata jomblo karena menganggap single lebih elegan dan berkelas daripada jomblo. Sedangkan jomblo biasanya terbagi lagi menjadi dua yaitu jojoba (jomblo-jomblo bahagia) dan jojodi (jomblo-jomblo jadi-jadian). Khusus jojodi ini tersebar di seluruh Indonesia dan biasanya dilakukan oleh cowok yang merasa ganteng padahal level kegantengannya sudah menipis di ambang habis. Mereka lebih terkenal dengan sebutan buaya darat.

Saya mengenal jomblo yang sekarang sudah tidak jomblo lagi. Tapi semasa mudanya (sebelum menikah) jomblo yang satu ini lebih memilih untuk tidak berpacaran. Mungkin lebih cocok dikategorikan single elegan.

http://www.ranirtyas.com/2016/09/jangan-ngaku-jomblo-sebelum-mengenal-jombloku.html

Banyak perihal yang menjadikan seseorang untuk memilih tidak berpacaran, yaitu di antaranya:

Mengembangkan Hobi atau Bakat Kedua?

http://www.ranirtyas.com/2016/08/hobi-atau-bakat-kedua.html
Hari ini siapa sih yang tidak ingin mendapatkan pundi-pundi uang dari hobinya? Malah sesuatu yang sangat diidam-idamkan.

Alhamdulillah saya pribadi mendapatkan sedikit tambahan dari salah satu hobi saya yaitu menulis meski tidak menentu. Tetapi setidaknya ada perasaan bangga terhadap hobi saya tersebut bahwa hobi yang saya miliki bernilai positif dan tidak serta merta menghambur-hamburkan uang.

Tetapi hobi saya sebetulnya tidak sama dengan background pendidikan saya yaitu matematika murni.

Beautiful Blogger from Surabaya a.ka Dwi Sari (Nining)

Bonjour ladies, still beYOUtiful? 

Ada yang tahu pemilik tagline BeYOUtiful? Iya kamu benar, dia adalah Dwi Sari atau kami sering memanggilnya Nining. Huh? Jadi siapa nama aslinya? Tebakan saya namanya adalah Dwi Sari Ambarning..., padahal udah nanya. So her nick name is Nining or just call her Mbak Ning, wow its alike my aunty name's, Tante Ning Hahaha. Sorry Mbak! I just can't stop laughing of myself..

http://www.ranirtyas.com/2016/08/beautiful-blogger-kiseki-dwi-sari-nining.html

Wanita asli Surabaya yang menetap di Malang saat ini bersama Mbak Retno, ummm maksud saya adalah Mbak Ning tinggal bersama keluarganya, begitu juga dengan Mbak Retno. And they are living in Malang by themselves. Hzzz.. Just forget it!

Book Author become a blogger? Why not?

In my imagination, the book author is someone who is very busy, but there are also among them who also write a blog. She is Tia Marty Al-Zahira. Tia Marty has published many books, the last one is "Time In A Bottle." Though the book "Kalo Cinta Bilang Aja". Whereas I haven't yet time to buy and read it. Besides, the anthology book published along with the other writers. Only this time I became acquainted with an author so close and intense, especially cool writer like her, Tia Marty is the humble person and helpful. Several times I asked for help and she always does what I ask.

http://www.ranirtyas.com/2016/08/tia-marty-the-book-author.html
Tia Marty with Gissele

But when I asked what is her most special books, she said "Each book is special because they born with each feature" however she mentioned two books, titled Khasiat Istimewa Jambu Klutuk and Kalo Cinta Bilang Aja.


Besides writing books, Tia Marty is also active as a freelance, also a scripwriter. She had written a Kelas Internasional series, a sitcom series which aired on one of private television (NET TV). Waw, every day I usually watching the Kelas Internasional on NET TV. Oh pls Mbak Tia, send my hello to Han Yoora, Lingling Unnie also Seno :D

As Bekasi resident, she wants seriously blogging now, start a blog in 2015 because on the previous year she had set up a blog but unfortunately she forgot password along with their email. Originally, she just wanted to writing daily notes and promo her book but now blogs are more often filled with her activities of reportage blog.

It is said by her, many benefits can be gained from write a blog, for example we can get a lot of friends, can get around Jakarta, can earn money and gift (award) and the also important thing is to get a job.

Getting money from blogs is not as easy as it looks. It should consistency in writing. May differ from her because she is an author whose her name is already well known, so to get a job review also an easy matter for her, a different story if you are just a person who just starting a blog. Keep writing with a heart, and money will follow you. Especially, if you already win the competition like she does, she won the competition blog in collaboration with JNE also competition reportage blog.

From her blog at tiamarty.com we'll see posts wrote several destinations in another city, so my own conclusions she is someone who likes to travelling, and her answer "My hobbies is like daydreaming, eating, photograph also travelling". Hence, her book lined up neatly in rows of bookstore, because she has a wild imagination and it successfully incorporated into a paper, that is called a book.

Hopefully Tia Marty get more successful and quickly finished her novel. Also achieved her goal of leaving Umrah together with her mom and go around Indonesia. Do not forget to tell us OK.

See you next week. Who will be on my stories?

My beautiful friends on their stories

Tentang Blog si Gadis Berhijab - Alifia Awin

http://www.ranirtyas.com/2016/06/blog-si-gadis-berhijab-alifia-awin.html

Si Gadis Berhijab adalah terjemahan La Belle et son Hijab, sebuah tagline dari gadis kekinian yang masih menyelesaikan studinya di Jurusan Psikologi FK Unand. Namanya Awin, begitu kami memanggilnya dalam keluarga. Iya keluarga baru saya yang ada karena komunitas Blogger Perempuan juga. Awin adalah anggota termuda di keluarga kami selain Mbak Widut sepertinya, otomatis saya jadi njangkar memanggil namanya. Njangkar teh naon yak Bahasa Indonesianya?

Gadis yang bernama asli Alifia Seftin Oktriwina merupakan gadis yang aktif berorganisasi di kampusnya Universitas Andalas. Macam Cinta jaman modern yang aktif berorganisasi juga. Halah! Apa sih ini kok masih terbawa euforia AADC hisss.

Rahmah Chemist dan Hobi Postcrossingnya

http://www.ranirtyas.com/2016/05/rahmah-chemist-dan-hobi-postcrossingnya.html

Merawat dan membesarkan buah hati sendiri  hingga akhirnya memilih resign dari pekerjaan yang sebetulnya didambakan oleh banyak orang adalah keputusan besar bagi seorang wanita. Apalagi bila sudah mengayomi pendidikan pasca sarjana.

Adalah Rahmah Chemist, yang bernama asli Rahmah Usman Karateng, anak dari Bapak Alm H Usman Karateng. Menempuh pendidikan S2 Kimia di Universitas Hasanudin dan sempat mengajar di Universitas Palangkaraya. Itulah mengapa nama penanya adalah Rahmah Chemist, karena proses penghargaannya terhadap ilmu kimia yang sudah dipelajari dari 2003 – 2010. Saya jadi inget dulu mbak, sekelas kami juga sering membuat nama pena diakhiri nama jurusan jadi ketika chat menggunakan yahoo messenger jadi ketahuan yang ngechat ini angkatan berapa dan berada di gedung apa. HaHaHa.

Profil Dibalik Suksesnya Kompor Mledug

Profil Dibalik Suksesnya Kompor Mledug

Hi all Sahabat Ran, setelah dua minggu yang lalu kita menjambangi blognya Kakak keren dari Japara yaitu Mbak Susi Susindra, kali ini ranirtyas.com mencoba mengunjungi lagi sahabat blogger dari Jakarta. Namanya Mbak Rian Rosita Luthfi, atau biasa disingkat Rian Luthfi.


Bicara tentang Rian Luthfi akan sedikit menarik perhatian kita, karena rupanya sebagai seorang blogger, Mbak Rian tidak menggunakan namanya sebagai URL blog atau bahkan judul blognya. Ibarat penulis novel best seller yang menyembunyikan identitasnya. Rian Luthfi justru menggunakan Kompor Mledug sebagai judul blognya dan juga menggunakan url di superduperlebay.wordpress.com

Rian Luthfi : Profil dibalik Suksesnya Kompor Mledug

Susi Susindra : Blogger Penggerak (Tut Wuri Handayani) dari Jepara

Hallo lagi Sahabat Ran! Seneng nih ya mau weekend. Aku juga nih, mau siap-siap nyumbang lagi. Tapi sebelum berangkat kondangan, mau cerita sedikit nih tentang seorang kakak keren dari kota Jepara. Nama aslinya Mbak Susi Ernawati. Jepara yang notabene bukan sebuah ibukota propinsi apalagi ratapan ibutiri ibukota, membuktikan bahwa orang-orang dari kabupaten seperti kami juga bisa berkiprah baik di dunia nyata maupun dunia maya. Dibuktikan oleh Mbak Susi seorang blogger Jepara yang telah melalang buana hingga kancah nasional selanjutnya internasional. Aamiin.

Mbak Susi Ernawati a.ka Susi Susindra, yang menurut hasil penerawanganku (halah) adalah penggabungan nama antara Mbak Susi dan Mas Indra, hihihi kemudian dilempar sandal ukir. Padahal sudah terpampang nyata ya di page about me-nya Mbak Susi.

Susi Susindra : Blogger Penggerak (Tut Wuri Handayani) dari Jepara
Mbak Susi dan Mas Indra. Source : tercantum di gambar

Arinta Adiningtyas : Sosok di Balik Kayu dan Sirih

Kayu sirih. Seringnya aku mengeja  dengan kayu dan sirih padahal kedua kalimat di atas berbeda artinya. Rupanya dia adalah Arinta Adiningtyas, sosok berkharisma di balik kayu sirih. Arinta yang merupakan anak ke-3 dari 4 bersaudara dan kini juga telah dikaruniai 2 jagoan, yaitu Amay dan Aga. Lewat blog kayu dan sirih, Mbak Arinta sering membagikan tulisan yang sederhana namun sarat makna. Tidak jarang pula Arinta berbagi cerita tentang Kakak Amay yang kini masih bersekolah di TKIT (Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu) di Surakarta.

Arinta Adiningtyas : Sosok di Balik Kayu Sirih


Masih menjadi pertanyaan juga mengapa blog yang beralamat di kayusirih.blogspot.co.id bernama kayu sirih. Sejatinya menurut petuturan dari Mbak Arinta sendiri, blog kayu dan sirih yang awalnya merupakan pemberian dari sang suami, diberi nama kayu dan sirih karena dua kata tersebut lekat dengan perempuan.