Rabu, 31 Agustus 2016

Langkah Untuk Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak Sejak Dini

Nang, besok besar mau jadi apa? Tanyaku pada Han.

Ibu ini bagaimana? Orang aku baru belajar ngomong kok ditanya sudah besar mau jadi apa!

Hihihi. Maafkan Ibu ya Nak, ibu ingin segera bisa bertanya padamu kelak ingin jadi apa? Pertanyaan lumrah kan, sebelum pertanyaan itu ditanyakan oleh gurumu.


Mempunyai cita-cita sejak kecil mampu membangun mimpi-mimpi agar dapat membimbing anak sehingga dia terus bersemangat dalam hidupnya untuk meraih mimpi.

Han kecil mungkin belum pandai mengucapkan dua kata atau lebih, tetapi itu tidak serta merta tidak menunjukkan bahwa Han mungkin saja mempunyai mimpi yang sama dengan anak yang lainnya, semisal menjadi dokter atau engineringnya google ataupun microsoft. Bagaimana dengan menjadi pengusaha? Boleh saja, tapi jadilah pengusaha yang kreatif sehingga usahamu terus maju ya Nak.

Nang, asal kamu tahu. Pengusaha sekarang ini saja sudah berlomba-lomba dalam kekreatifan meraih konsumen bahkan tidak jarang juga yang berusaha meraih konsumen dari luar negri. Misal saja nih teman Ibu yang bernama Tante Susi, beliau ini konsumennya dari Prancis, tidak jarang juga dari negara lain. Makanya beliau mengambil studi Bahasa Prancis. Nang, kamu juga jangan mau kalah kreatif dan majunya dengan Tante Susi! Ini tahun 2016 saja persaingannya sudah seperti ini. Apalagi nanti 15 tahun lagi saat kamu baru akan menginjakkan kaki di kampus tempat belajar kamu nanti. Duh Gusti, semoga kamu bisa mengenyam kuliah seperti teman-temanmu yang lain ya Nak. Sedih kalau membayangkan hidup kami yang sekarang ini saja bertahan cuma dari satu tumpuan saja, mungkin tidak ya jika Han mampu kuliah seperti kami. Pasti bisa. Optimis saja Nang, semoga kita juga bisa. Aamiin.

Maka dari itu Ibu mencari tips-tips pakar yang mampu mencarikan jalan untuk mempersiapkan dana sekolahmu Nang. Prita Hapsari Gozie, seorang pakar perencana keuangan independen dari ZAP Finance membagikan bocoran langkah-langkah untuk mempersiapkan dana pendidikan sejak dini. 

Langkah-langkah untuk mempersiapkan dana pendidikan anak sejak dini adalah sebagai berikut :


Diskusi Pendidikan Anak Sejak Dalam Kandungan


Sejak dalam kandungan, pendidikan anak perlu dibicarakan. Bukan hanya dengan mendiskusikan di mana sekolahnya kelak tetapi justru tentang dana pendidikan anak. Atau kita bisa saja mendatangi sekolah-sekolah yang ada atau datang ke pameran pendidikan (jika ada).

Lakukan Riset Kebutuhan Biaya Pendidikan Anak Tahun Ini


Berdasarkan survei sekolah-sekolah swasta di Jakarta, rata-rata biaya pendidikan di Indonesia naik sekitar 7 – 15% setiap tahunnya dikarenakan adanya inflasi pendidikan setiap tahunnya. Bukan tidak mungkin jika 15 tahun yang akan mendatang, biaya pendidikan bisa naik berkali-kali lipat. Karena biaya sekolah saya dan adik saya yang selisih 5 tahun saja sudah cukup signifikan kenaikannya.

Maka dari itu saya mengambil sampel biaya pendidikan anak di tempat tinggal saya saat ini di Kab Kudus, tentang biaya pendidikan anak.

http://www.ranirtyas.com/2016/08/langkah-mempersiapkan-dana-pendidikan-anak.html

Biaya di atas adalah gambaran uang pangkal (uang pembangunan) serta uang SPP bulanan tahun 2016. Biasanya sekolah negeri (bukan termasuk Universitas Negeri) tidak memiliki uang pangkal, tetapi hanya membayar uang seragam dan uang buku/LKS (jika ada). Bukan tidak mungkin biaya di atas akan terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi di Indonesia. 

Periksa Tabungan Atau Investasi yang Telah Disiapkan


Siapapun kita yang memiliki anak, pasti sudah merancang dana pendidikan tetapi melihat data di atas, apakah cukup? Bila dirasa masih sangat kecil mungkin ini waktunya bagi kita untuk sedikit merevisi rencana dana pendidikan.

Atau jika masih penasaran, coba ikuti langkah saya untuk menghitung (mereka-reka) biaya pendidikan anak kita untuk masa kuliah nanti.

Anda bisa mengakses kalkulator finansial di sini. Masukkan data-data yang diperlukan di kolom yang berwarna putih berupa nama anak, umur anak, jenjang pendidikan yang akan dipersiapkan (semisal S1), masukkan juga uang pangkal (uang pembangunan/uang seragam/uang buku) serta uang bulanan (SPP). Saya memasukkan uang fotokopi, buku diktat dll ke dalam uang bulanan. 

Untuk tingkat keuntungan, saya memasukkan 5% karena selama ini saya mempersiapkan dana pendidikan melalui dana tabungan, berbeda jika Anda memakai sistem Reksadana Campuran silakan memasukkan 10% untuk keuntungan yang didapat. sedangkan untuk Anda yang memakai Reksadana Saham silakan memasukkan 15% untuk keuntungan yang didapat.

Jadi dari perhitungan di bawah ini, karena saya memasukkan dana hanya dari dana tabungan berarti saya harus mempersiapkan investasi sebesar 1,7 juta/bulannya. Masya Allah..! Ini nilainya sama UMR Kab Kudus saja masih besaran nilai investasinya T_T

http://www.ranirtyas.com/2016/08/langkah-mempersiapkan-dana-pendidikan-anak.html

Periksa Apakah Keuangan Keluarga Sudah Terlindungi


Bila dana pendidikan sudah terpenuhi dan rencana untuk mengisi dana pendidikan tersebut sudah berjalan, yakinkah kita bahwa sumber keuangan sudah terlindungi. Semua menginginkan bahagia, begitu juga orang tua yang menginginkan agar biaya pendidikan anak terus terisi, tetapi garis tangan di depan tidak ada yang pernah tahu. Tahun kemarin mungkin mendapatkan project lumayan besar tetapi bisa saja tahun depan sepi project sehingga dana talangan pendidikan anak harus berhenti atau apapun. Semoga saja sih tidak. Berdoa yang kencang! Agar dana pendidikan anak-anak kita terus mengalir entah dari mana sumbernya. Yakin bahwa Allah Maha Kaya.

Jadi teringat dengan program Bekal Masa Depan dari Morinaga Chil*Go! yang sudah Ibu tulis dua minggu yang lalu tentang program pendidikan anak. Alangkah senangnya kita ya Nang jika bisa menjadi satu bagian dari pemenang yang mendapatkan dana asuransi pendidikan.


Betapa tidak, Morinaga Chil*Go! menjanjikan 3 milyar untuk 3 orang pemenang di masing-masing periode, yaitu :

  • Platinum: Asuransi Pendidikan senilai Rp 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah)*
  • Gold: Asuransi Pendidikan senilai Rp 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah)*
  • Silver: Asuransi Pendidikan senilai Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah)*

Serta hadiah hiburan lainnya.

http://www.ranirtyas.com/2016/08/langkah-mempersiapkan-dana-pendidikan-anak.html


Mengapa perlu mengikuti program Bekal Masa Depan Morinaga Chil*Go!?


Morinaga Chil*Go! memang sengaja menyiapkan hadiah berupa asuransi pendidikan karena asuransi pendidikan ini bersifat investasi dan asuransi. Manfaatnya double, kita akan mendapatkan sejumlah nilai dari investasi yang ditanamkan juga mendapatkan proteksi dari asuransi itu sendiri. Dengan catatan tidak diambil sebelum waktunya berakhir. Asuransi pendidikan ini memberikan manfaat proteksi yaitu perlindungan kepada pemegang polis hingga berusia 99 tahun (tergantung jenis produk asuransi jiwa). Sehingga, jika anak belum selesai bersekolah hingga sarjana dan terjadi risiko kematian pada orang tua, maka anak akan tetap memiliki dana untuk meneruskan pendidikannya. Tetapi perlu menjadi catatan bahwa uang namanya investasi nilainya tidak dijamin oleh perusahaan asuransi jiwa. Keuntungannya bisa jadi sesuai harapan, di bawah harapan atau bahkan di atas harapan. Berdoa saja semoga nasib baik terus berada pada kita. Aamiin.

Bagaimana cara mengikuti program Bekal Masa Depan dari Morinaga Chil*Go!


Tulisan saya sebelumnya juga sudah saya ulas sedikit tentang cara mengikuti program ini, bahkan saya juga sudah ikutan. Masih kurang referensi dan ingin lihat para orang tua yang lain yang sudah terdaftar mengikuti program ini? Buka saja langsung di www.BekalMasaDepan.com

http://www.ranirtyas.com/2016/08/langkah-mempersiapkan-dana-pendidikan-anak.html


Pusing dengan penjelasan tulisanku yang maaf memang bahasanya bikin mumet, hahaha Anda bisa langsung memutar video di bawah ini tentang cara mengikuti program Bekal Masa Depan dari Morinaga Chil*Go!



Jangan lupa ikutan ya, demi masa depan anak kita, Live a beautiful life!

Salam.

http://www.ranirtyas.com/2016/08/langkah-mempersiapkan-dana-pendidikan-anak.html

comments

29 komentar:

  1. kalo udah inget dana pendidikan yang melambung tinggi, mumet saya mah mba hehe... untung ikutan bekal masa depan morinaga :) moga2 aja menang. Aamiin :)

    BalasHapus
  2. nggak kuat lihat cengiran Han....

    BalasHapus
  3. :o

    Ngeri2 sedep kalo lihat angka utk biaya pendidikannya.. Tapi pasti bisa lah Mba, insya Allah kita bisa nguliahin anak2. Aamiin.. :)

    BalasHapus
  4. Iya ya. Biaya pendidikan sekarang ngeri-ngeri sedap euyyy.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak Widi.. harus dipersiapkan sejak dini

      Hapus
  5. anak adalah segalanya, untuk kebutuhan masa depannya harus dipersiapkan sejak dini ya mbak

    BalasHapus
  6. Biaya pendidikan jaman sekarang emang suka agak serem angkanya yaaah, tapi Insya Allah bisa lah yah :)

    Aku pun ikutan juga dong program Bekal Masa Depan Chil-go!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat pasti bisa ya Mbak, insya Allah!

      Hapus
  7. benar, apalagi jaman sekarang biaya apapun semakin mahal aja

    BalasHapus
  8. biaya pendidikan memang selalu naik setiap tahunnya yah Mba, semoga kita bisa menyekolahkan anak-anak kita sampai jenjang tertinggi dan sesuai dengan minat dan bakat mereka, amin..

    BalasHapus
  9. Waah udah selesai aja, aku masih sibuk mbak.. sibuk sosmed.an, haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayuk segera diselesaikan mbak.. aku tak meluncur ke sana :)

      Hapus
  10. memang harus dipersiapkan sejak awal, biar punya rencana lebih

    BalasHapus
  11. Aaa... aku tersanjung karena disebut... ☆_☆
    Bicara tentang dana pendidikan, rasanya tak salah kalau kita waswas. Mahaaal... tapi mau bagaimana lagi, kebijakan UKT membebaskan PTN untuk menentukan biaya pendidikan sendiri. Apalagi, untuk cita2 tertentu harus ke PTN tertentu.
    Han belajar yang rajin ya, agar ibu dan ayah semakin giat menyiapkan dana pendidikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga Han rajin begitu juga dengan Kak Binbin ya.. dan semoga cita-cita mereka tercapai. Aamiin.

      Hapus
  12. Kalau dipersiapkan jauhjauh hari enakan nabungnya ya mbak..lah klo mepet macam saya ini...huhuhu..gak terasa tahun depan si kecil udah masuk SD aja :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul banget mbak.. makanya terus aku mikir keras kira-kira tahun pas anakku sekolah kayak apa coba? duhh

      Hapus
  13. Mba ran, maaf yaa jadi broken.. :'(
    Mau nyobain kalkulasinyaa..

    BalasHapus
  14. ayuuuk dedek HAn ikutan BMD lagi yang banyak, biar nyangkut hadiahnya hehehe

    BalasHapus
  15. Wow mahal juga yah buat yg SD swasta sampai 10juta gitu.
    kalau ditempat sy si yg sampe 10jt biasanya yg udah punya nama, kalau swasta baru masih bisa 5jtan tapi kualitasnya ga kalah

    BalasHapus

Komentarnya sementara dimoderasi ya 😁 dan jangan tinggalkan link hidup. Nanti BW baliknya lewat profil teman-teman. Terima kasih untuk tidak menggunakan "ANONIM".

Recommendations by Engageya