Kalau saja, semua orang berada di posisinya masing-masing dan menjalankan takdirnya masing-masing.
Allah pasti tidak akan meletakkan kesulitan di luar kemampuan kita. Tapi, betapa besarnya keanggunan seorang pemalas sehingga keberadaan orang lain pun menjadi sangat mahal harganya.
Bayangkan jika seorang Raja mampu melakukan semuanya sendirian, maka para Menteri pun tidak akan mendapatkan gaji. Yahh mending memberi makan kuda aja! (ha ha emangnya catur!). Berbeda cerita dengan satu cerita ini,
Aku seorang laki-laki, semua pekerjaanku bisa selesai, pikirku. Meskipun ada Cinta yang kadang kala membantu. Lama-lama, "Ah pekerjaanku bisa selesai, kan ada Cinta". Satu dua hari akan selalu bisa karena Cinta mau membantu aku. Tapi hari ke-1000 saat ceritanya lain, dan aku ternyata menghamili anak orang (amit-amit dulu sambil mengetuk-ketuk dahi), "Ah tenang, kan ada Cinta".
Hey! Hey! Hey! Cinta tidak bisa menghamili anak orang! Oh My God, aku lupa kalau Cinta itu perempuan.
Ha ha.. ya segeluntir cerita pagi hari. Betapa pentingnya tanggung jawab itu. Mahalnya arti sebuah tanggung jawab ternyata. Humm jadi ingat cerita teman lama, bahwa memang tanggung jawab susah dicari jaman sekarang.
Ya sudahlah, jangan menghakimi orang lain. Judge ourselves.




Tidak ada komentar
Thank you for stopping by 🥰
Terima kasih untuk tidak berkomentar menggunakan URL ARTIKEL and please jangan tinggalkan link hidup ya, sayang 😘
Sharing is caring, tapi aku bakalan sedih banget kalau tulisanku di copy paste buat blogmu. So, klik tombol share aja ya
(゚▽^*)☆
Lalu.. Demi bisa berkomentarlah secara ksatria, silakan berkomentar menggunakan akun Google ya 😁😁😁