Alhamdulillah.. menikah itu sesuatu. Kayaknya baru kemarin deh saya berkenalan dengannya.. Sekarang rasanya tiba-tiba saya sudah dalam satu kamar dengannya #upss
Kalau diceritakan, bagaimana ya prosesnya waktu itu? Setelah berkenalan tanpa melalui proses tukar nomor hp sebelumnya, beliau langsung main ke rumahku. Jadi di sini sudah tampak keseriusan beliau yang akan meminangku.
Bisa dikatakan tanpa pacaran, walau ke mana-mana selalu bersamanya *hmmm sebetulnya belum boleh ya* akhirnya keluarga beliau datang ke rumah untuk "nakokke" atau "menanyakan" atau lebih tepatnya lagi mengkhitbah. Khitbah adalah ketika seorang laki-laki meminta perempuan untuk menjadi istrinya dengan disaksikan oleh wali/saksi.
Nah, mulai di sini ini.. Perjuangan panjang menuju pernikahan segera dimulai. Sebetulnya saya juga masih ragu beda antara khitbah dan tunangan.. hmmm..
Jelasnya, mulai dari situ saya tidak boleh menerima khitbah dari pria lain sebelum saya putuskan khitbah dari yang sudah masuk sebelumnya. See?




Tidak ada komentar
Thank you for stopping by 🥰
Terima kasih untuk tidak berkomentar menggunakan URL ARTIKEL and please jangan tinggalkan link hidup ya, sayang 😘
Sharing is caring, tapi aku bakalan sedih banget kalau tulisanku di copy paste buat blogmu. So, klik tombol share aja ya
(゚▽^*)☆
Lalu.. Demi bisa berkomentarlah secara ksatria, silakan berkomentar menggunakan akun Google ya 😁😁😁