Sugeng rawuh para kawulo alit kados kulo. Sakmeniko kulo badhe cerito panggilan kagem sederek kito.
Hehe roaming nasional nih ceritanya. Begini, saya mau cerita soal panggilan kepada kerabat semisal sepupu atau Om ataupun Budhe Pakdhe, mengingat sekarang ini banyak remaja yang kurang paham bagaimana cara memangggil suami dari saudaranya. Seperti sepupu saya ini, dia memanggil Ibu saya dengan Bulik tapi memanggil Bapak saya Pakdhe hehe padahal dia adalah anak dari kakak perempuan ibu saya.
Jadi urutan dalam pemanggilan urutan kakek dan keturunan kita dalam Budaya Jawa adalah sebagai berikut.
9. Mbah debog bosok → great x7 grandfather
8. Mbah grepak sente → great x6 grandfather
7. Mbah gantung siwur → great great great great great grandfather
6. Mbah udeg-udeg → great great great great grandfather
5. Mbah wareng → great great great grandfather
4. Mbah canggah → great great grandfather
3. Mbah buyut → kakek buyut → great grandfather
2. Mbah → Kakek → grandfather
1. Bapak → Father
0. Kita
1. Anak → Anak -> son
2. Putu/Wayah → Cucu -> grandson
3. Putu buyut → cicit → great grandson
4. Putu canggah → great great grandson
5. Putu wareng → great great great grandson
6. Putu udeg-udeg → great great great great grandson
7. Putu gantung siwu → great great great great great grandson
8. Putu grepak sente → great x6 grandson
9. Putu debog bosok → great x7 grandson
10. Putu galih asem → great x8 grandson
Sedangkan istilah dalam Keluarga karena Ikatan Pernikahan
- Bojo/Rayat/Somah/Garwa → Suami/Istri
- Maratuwa/Marasepuh → Mertua (disapa Bapak / Ibu)
- Anak Mantu → Menantu
- Mas / Mbak Ipe → Kakak ipar
- Besan → Bapak/Ibu dari menantu
Panggilan Kesayangan Anak
1. Anak Laki-laki :
Nang/Sinang/Lanang/Kenang - Ngger/Angger - Gus/Bagus - Cung/Kacung/Kuncung - Lup/Kulup (kalau belum sunat) - Lik/Kelik - Le/Thole*
2. Anak Perempuan :
Ndhuk/Gendhuk - Nok/Sinok/Dhenok - Wuk/Bawuk/Kawuk/Gawuk*
Istilah dalam Keluarga dengan ikatan darah
- Bapak / Bapa / Rama → Bapak
- Emak / Ibu / Biyung / Sibu / Simbok → Ibu
- Mas/Kakang/Kangmas/Raka → Kakak laki-laki
- Mbak/Mbakyu → Kakak Perempuan
- Adhik/Dhik/Dimas/Rayi → Adik laki-laki & Diajeng/Jeng → Adik perempuan.
- Simbah/Mbah/Eyang Kakung → Kakek
- Simbah/Mbah/Eyang Putri → Nenek
- Pakdhe / Bapak Gedhe / Siwa → Kakak laki-laki Bapak/Ibu atau semua anak laki-laki dari kakak eyang berapapun umurnya
- Budhe / Ibu Gedhe / Siwa → Kakak perempuan Bapak/Ibu atau semua anak perempuan dari kakak eyang berapapun umurnya
- Paklik / Bapak Cilik → Adik laki-laki Bapak/Ibu atau semua anak laki-laki dari adik eyang berapapun umurnya
- Bulik / Ibu Cilik → Adik perempuan Bapak/Ibu atau semua anak perempuan dari adik eyang berapapun umurnya
- Mas / Mbak Misan → Semua anak dari Pakdhe/Budhe
- Adik Misan → Semua anak dari Paklik/Bulik
- Mas / Mbak Mindoan → Semua cucu dari kakak Eyang
- Adik Mindoan → Semua cucu dari adik Eyang
- Keponakan → Anak dari saudara kandung
- Anak Putra/Jaler → anak laki-laki
- Anak Putri/Estri → anak perempuan
- Anak Pembarep/Mbarep → anak sulung
- Anak Panengah/Tengah → anak tengah
- Anak Wuragil/Ragil → anak bungsu
- Anak pupon → anak angkat
- Anak gawan → anak bawaan dari istri/suami (jika menikahi janda/duda)
- Bapak/Ibu kuwalon → Bapak /ibu tiri
Jadiiii kalau kamu menikah dengan dengan anak pertama dimana adik iparmu sudah punya anak duluan, maka bersiap-siaplah anakmu akan dipanggil "kakak" oleh keponakan suamimu. Macam anak saya yang baru bayi sudah dipanggil mas sama anak SD dan anak PAUD.
Jadi besok kalau sekolah, saat keponakanku sudah SMP dia akan memanggil anak SD dengan panggilan Mas, HaHaHa. Harusnya sih komplit ya, jangan cuma manggil Mas Han tapi harusnya manggilnya Mas Misan Han. Nanti orang salah kira, dikira keponakanku itu anak suamiku dari istri yang terdahulu amit-amit.
Kasihan ya anakku, jadi ketuaan.
Tapi meski begitu, tidak semua orang Jawa memanggil kakak sepupu dengan Mas atau Mbak apalagi kalau umurnya lebih muda biasanya tetap yang dipanggil Mas/Mbak adalah yang paling tua. Itu sih kalau di keluargaku, di keluarga suamiku memang masih menerapkan budaya ini. Betul juga sih, keluarga suamiku kental sekali kebudayaannya. Yahhh beda keluarga beda cerita sih ya. Ya hitung-hitung melestarikan Budaya Jawa.
Bagaimana di keluargamu? Masih menerapkan sistem panggilan ini?
Sumber Referensi :
staff.uny.ac.id kaskus.co.id





di keluargaku dah nggak terlalu makek lagi mbak. pokoknya yang tua manggil adek..yang muda manggil mas atau mbak..ngga pake silsilah. haruse sih pake ya biar jelas...si dia itu siapanya saya dan sebaliknya
BalasHapusiya sama kayak di keluargaku Mbak, cuman ganti nanti misal kayak anak saya yg di posisi kakak misan dengan selisih umur yg cukup signifikan jadi akan terlihat aneh kalau orang lain yg lihat :D
HapusYa ampun pusingnya. Tapi di keluargaku itu manggilnya udah nggak karuan. Pakdhe budhe, om tante, eyang, mas, mbak dik. Udah gitu thok hahahaa...
BalasHapusiya sama sih Mbak, cuman di keluarga suamiku yg masih kentel banget. Omnya suamiku yg selisih 3 tahun lebih tua dipanggil Lek, tapi suamiku memanggil istri Omnya cuma nama doank tanpa Mbak atau Bulik. Nah ruwet kan ya
Hapusudh gk pakek kromo lg mbak, yg bersangkitan ndak mau dipanggil mbah, krn ngersa msih muda, tp dr urutannya memang doi doi doi hrus dipanggil mbah, sedih sbnernya, adat istiadat budaya udh mulai pudar,
BalasHapus