Beranjak dewasa di lingkungan yang serba nyaman versi saya di mana Ibu bertindak sebagai Ibu sebagaimana mestinya, berada di rumah, memasak, menemani anak bermain dan melakukan segala perkerjaan rumah. Sementara Bapak menjalani profesinya sebagai kepala rumah tangga yang bertugas mencari nafkah, menyokong seluruh kebutuhan rumah tangga karena seluruh gaji Bapak selalu diserahkan kepada Ibu setiap bulan. Zona yang nyaman bagi kami meski gajian Bapak tidak ada setengahnya dari gaji pegawai Djarum saat itu. Maklum saja ya, jaman dulu gaji tentara itu tidak sebesar gaji tentara jaman sekarang. Jika bukan karena Mantan Presiden alm Abdurrahman Wahid, mungkin gaji tentara jaman sekarang sama dengan gaji tentara jamannya Bapak, habis 2/3nya buat menyicil perumahan.
Setelah menikah pandangan indah saya sama seperti kehidupan Ibu jaman dulu tetapi ternyata kehidupan orang swasta di mana sebagian besar keluarganya adalah pedagang tidak seindah cerita yang kamu dengar. Bukan hanya saya sebetulnya, tetapi hampir sebagian masyarakat begitu. Kebanyakan wanita yang ikut bekerja malah menjadi seseorang yang harus memenuhi kebutuhan dapur.
Kemarin itu, baru saja kemarin. Seorang sahabat mengingatkanku kembali akan mimpi kami berdua kala itu. Mimpi yang sama saat sama-sama belum menikah karena kami berdua kelelahan bekerja di tempat yang sama. Menikah dengan pria mapan lalu berhenti bekerja dan menjadi full ibu rumah tangga. Iya mimpi kami berdua sesederhana itu tapi untuk saat ini mimpi itu rasanya terlalu tinggi untuk saya raih.
Membayangkannya aja udah ngeri. Siapa yang akan membeli make-make up ku nanti? Jadi ingat terakhir dibelikan make up sama mas suami itu adalah saat lamaran dulu, sekitar 4 tahun yang lalu. Iya bukan karena suami pelit ya
Omongan demi omongan terus memperburuk situasiku sebagai ibu bekerja yang suaminya memasak pada siang hari untuk dirinya sendiri dan Bapak mertua.
Apakah saya harus berhenti bekerja lalu tidak usah make up-an? Hahaha tetep ya yang dibahas make up.
Berandai-andai pada diriku sendiri, seandainya saya terpaksa harus berhenti bekerja mungkin saya akan menerapkan tips-tips dari Mbak Alfa Kurnia. Sebagai mantan pegawai Bank Niaga, Mbak Alfa menurutku cukup berani untuk meninggalkan pekerjaan yang diimpi-impikan para fresh graduate. Mengapa karir bagus tetapi malah ditingal begitu saja? Hey! Jangan begitu. Banyak teman saya yang memiliki karir bagus juga melakukan hal yang sama dengan mbak Alfa. Percayalah mereka punya pertimbangan sendiri dan hasil keputusannya adalah yang terbaik.
Apa saja yang Mbak Alfa lakukan selama proses transisi menjadi ibu rumah tangga, berikut di antaranya.
1| Cari support di grup, baik nyata maupun maya
2| Tekuni hobi kita
3| Jangan berharap terlalu tinggi, terutama di masa awal transisi
4| Temukan kenyamanan kita sendiri
5| Aplikasikan keahlian dan keterampilan di kantor dulu untuk mengatur rumah tangga
6| Saling dukung dengan pasangan
Saya suka dengan tips-tips yang diberikan Mbak Alfa di blognya yang mungil dan unyu-unyu tetapi we o we gitu. Sayangnya Mbak Alfa jarang update tulisan di facebooknya, maksudku sharing tulisan blog di facebook. Entah kenapa ya? Belum tak tanyakan sih ya tapinya, hahahaha.
Everything is perfect kalau kata Mbak Ria. Pendapatku juga sama, karena saya suka semua yang ada di blognya Mbak Alfa. Sayang ya cuma itu, kalau pas update tulisan sayanya jarang tahu karena jarang sharing juga kan kayaknya, padahal nunggu tulisannya juga.
Terutama suka tulisan di label "perkembangan kepribadian" dan "daily life". Meski curhat tetapi hampir semua tulisannya dikemas secara elegan. Saya harus memasukkannya ke dalam salah satu penulis yang menginspirasi. Iya menginspirasi saya juga untuk curhat secara elegan, karena curhat saya di blog ini saya akui terlalu menye-menye. Yeah, saya memang ibu-ibu berusia 30 tahun dengan kepribadian 16 tahun, masih labil meski di luar terlihat seperti batu karang #halah.
Berandai kembali bila saya akhirnya terpaksa harus berhenti bekerja mungkin saya akan melakukan ini sebagai gantinya
1| Blog bukan lagi hobi, tetapi pekerjaan
Bila selama ini saya menjadikan ngeblog sebagai hobi, hobi yang dilakukan dengan serius karena bagaimanapun blog adalah rumah saya di dunia maya, jadi bagaimanapun saya ingin rumah maya saya terlihat rapi dan cantik seperti yang punya *uhuk* maka setelah terpaksa berhenti bekerja saya akan semakin menyeriusi blog sebagai pekerjaan seperti Mbak Shinta Ries.
Siapa tahu kan jadi ketularan ngehits dan semakin dikenal masayarakat dengan sebutan bloger.
2| Mencoba Menjadi Content Writer
Sebetulnya baru menurut saya saja sih, salah satu cara agar keahlian dalam tulis menulis bisa dikembangkan dengan menjadi content writer ataupun ghost writer. Mbak Alfa Kurnia sudah membuktikannya. Keren lah penulis-penulis ini, tetapi seperti yang pernah Mbak Wiwit bilang menjadi content writer pun ada tata caranya sendiri, tidak asal menulis. Ya ya ya.. Nanti saya pelajari lagi kalau ingin merambah dunia yang satu ini.
3| Menyeriusi Dunia Craft
Sudah tercantum di sini ya, bahwa saya sebenarnya menyukai sesuatu yang berhubungan dengan dunia kain. Entah itu cuma menjahit lurus atau membuat baju boneka sendiri. Belakangan saya juga sedang belajar membuat boneka sendiri, jadi tidak cuma bajunya saja. Tapi ya itu masalahnya, setiap mau pegang jarum, ada aja bocil yang minta perhatian lalu mengalihkan semuanya. Bubar deh.
Mungkin nanti jika terpaksanya dia harus melihat saya bersamanya selama 24 jam mungkin Han akan memberikan sedikit kebebasan buat bergerak, tentu karena bosan ya digangguin sama ibu usil macam saya, hahaha. Nah saat itulah saya akan menjahit semua yang saya suka, syukur-syukur menambah penghasilan.
Agak sedikit berbeda dengan Mbak Alfa ya yang serius menekuni dunia kepenulisan dengan memilih sebagai content writer. Hmm.. Barangkali kamu butuh seorang penulis? Bisa menghubungi Mbak Alfa di bawah ini ya
Blog : Pojok Mungil
IG: http://instagram.com/alfakurnia
Twitter: http://twitter.com/alfakurnia
FB: http://facebook.com/alfakurnia
FP: Pojok Mungil








Menanggalkan profesi yang kita impi2kan kemudian beralih sebagai ibu rumah tangga emang butuh proses ya. Dan semuanya sawang sinawang, kita yang menjalani kita yang mengalami, namun terkadang orang menghakimi...eaaa.
BalasHapusImpian sata juga tuh jd ibu rumah tangga hehehe, tapi kdng pas denger curhat temen berat juga kadang yg.
BalasHapusAku udah off kantoran mbaaa...Terus skrg klo drmh ttp suka dandan :)) Masa transisi betul hrs kuat^^
BalasHapusMbak Alfa emang WOW. Kalo saya ketika memutuskan berhenti kerja maka kembali lagi pada tujuannya. Jadi pada saat lagi pengen kerja kembali, ingat pada tujuan awal *curcol
BalasHapusAku juga muali persiapan mba cuman dunia craft bukan passionku hahaha...dlu pernah kursus make up aja ga lulus jelek bgt hasilnya :D
BalasHapussaya sejak sebelum nikah sudah pensiun kerja kantoran lebih suka usaha sendiri :D lebih nyaman untuk saya, hasilnya emang gak gede tp lumayan buat beli make up *hehe tetep ya cewe*
BalasHapusTulisan Mba Alfa emang bagus, elegan.
BalasHapusKalo yg bekerja pada pengen resign, akika malah pengen kerja. Haha.. Ya seperti Mba Nining bilang di atas, sawang-sinawang. :D
Aku ga bekerja dan ga pake make up. Hehehe
BalasHapusTapi tetep pengen rajin pake skincare yang bisa bikin wajah kinclong cantik natural meski tanpa make up. Ada gak ya. :p
Berhenti bekerja bukan berarti berhenti berkarya. Tapi kalau bisa sih content writer aja, meski mungkin dapat fee lebih rendah dr ghost writer, seenggaknya nabung portofolio. Pengin cepat dikenal sbg blogger kan? Ghost writer "hanya" dapat uang yg bisa habis dg cepat, padahal waktu & energi yg keluar sama.
BalasHapusKalau saya hampir setahun ini perpindahan dari full time teacher di lembaga ke private teacher. Masih keluar, tapi ya paling lama banget cuma menghabiskan waktu 5 jam. Full dapet duit lewat internet, lewat ngeblog dan menulis lainnya, memang impian saya juga dan mesti dipersiapkan juga. Karena kita nggak akan pernah tau kan, andai nantinya ga bisa cari uang di luar rumah :) Apapun itu, semoga kita selalu dimudahkan ya, mba :)
BalasHapusSetuju Mbak, kalo saya kan sekarang lagi hamil jadi palnning nya mom blogger, pelukis dan buka sanggar seni sendiri hihi suksea buat kita yaaa
BalasHapuskepingin buat usaha sendiri tanpa harus bekerja sama orang lain kayaknya lebih mnyenangkan
BalasHapusberat..berat kalau mau craft di masa-masa sekarang. Eh, ngeblog aja susah klo si kecil on' Pasti dia yg mau pegang leptop.
BalasHapusSuaminya pernah beli make-up-an? my hubby malah gak pernah sama sekali..err mana ngerti dia (yg penting transferan okeh :D)
dikerjakan aja sebisanya Ran, ditunggu loh produksi boneka sama baju imutnya suatu hari nanti ^_^
BalasHapussemoga nanti aku ga kaget, ini masa transisi buatku. persiapan yg entah kapan nikah lalu fokus di rumah
BalasHapusSaya baru banget serius ngeblog. Kadang susah fokus yaa...Masih banyak maunya. Sukses yaa ngeblognya...
BalasHapus