Ingatan manusia pada dasarnya dimiliki oleh setiap manusia. Kecuali untuk kasus orang dengan amnesia (kehilangan ingatan). Hanya saja ingatan itu sebenarnya terbagi-bagi oleh beberapa jenis ingatan. Beberapa orang masih mengingat kenangan kecil mereka tetapi sedasar apakah ingatan itu mendasar pada ingatan manusia. Bahkan ingatan memberi manusia kemampuan mengingat masa lalu, dan perkiraan pada masa depan.
Ingatan merupakan kumpulan reaksi elektrokimia yang rumit yang diaktifkan melalui beragam saluran indrawi dan disimpan dalam jaringan syaraf yang sangat rumit dan unik di seluruh bagian otak. Ingatan yang sifatnya dinamis ini terus berubah dan berkembang sejalan dengan bertambahnya informasi yang disimpan.
Jadi, mengingat itu adalah proses kerja otak menyimpan informasi dan memunculkannya kembali.
Menurut Richard Atkinson dan Richard Shiffrin, memori ingatan manusia terbagi 3 yaitu berupa memori sensori (sensory memori), memori jangka pendek (short term memory) dan memori jangka panjang (short term memory).
Kami bloggerKAH kali ini sedang berusaha memanggil ingatan kami yang terdalam, memanggil ingatan jangka panjang. Sesuatu yang kami kenang tetapi terkadang ingatan berupa kenangan itu bisa saja menjadi bekal kami ataupun hanya menjadikan kenagan.
Pada awalnya saya penasaran, kira-kira manusia sesungguhnya mampu mengingat ingatannya yang paling terdalam saat berusia berapa, jadi saya mengajak Arinta juga Widi Utami untuk memanggil memori mereka kembali.
Saya kembali terusik dengan ingatan memori saya yang paling awal saya lihat. Beberapa kejadian yang terkadang saya merasa masih mengulanginya berkali-kali atau istilahnya dejavu padahal pada kenyataannya dahulu saya pernah mengalami dan merasakannya sendiri.
Kejadian Pertama
Saya terbangun di sebuah kamar, Ibu membuka jendela kamar yang terbuat dari kayu tersebut. Berbeda dari kebanyakan jendela kamar saat ini yang tidak perlu dibentangkan. Kamar kami saat itu dibuka ke atas mirip jendela warung sayur. Iya diangkat ke atas.
Sayup-sayup saya melihat Ibu membuka jendela tersebut dan langsung menggendong saya. Sepertinya saya kenal kamar tersebut, berada paling depan dan ketika membuka jendela, para tetangga yang lewat bisa melihat kami yang berada di dalam.
Akhirnya saya tahu bahwa itu salah satu kamar di rumah Mbah dari Bapak saya. Kamarnya sudah tak sama lagi saat saya sudah dapat mengingat jelas detail kamar tersebut. Kemungkinan kejadian itu saat saya berusia antara 2-3 tahun.
Kejadian Kedua
Berbeda dari sebelumnya, saya teringat Bulik (Tante) saya melempar sandal ke ayam yang nangkring di atas kursi yang berada di depan TV. Iya ada ayam di dalam rumah, rumahnya Mbah lebih tepatnya. Tetapi lantai bawahnya masih tidak berubin alias masih beralaskan tanah.
Saat saya menanyakan kepada Ibu, benarkah rumah Mbah dulu masih beralaskan tanah, Ibu malah terheran-heran karena saat itu saya masih sangat kecil dan aneh kalau saya mengingat kejadian itu, kemungkinan ingatan ini saya ingat sejak saya berusia 2 tahun. Karena saat berusia 3 tahun, Ibu hamil adik saya dan saya sudah mengingat jelas beberapa kepingan kenangan meski tidak sekeping-keping 2 kejadian di atas.
Dua kejadian di atas masih teringat jelas dan terkadang samar-samar terlihat karena saat usia antara 3-4 tahun saya sudah mengingat jelas semua kenangan yang pernah saya alami.
Ini membuktikan sebenarnya memori jangka panjang manusia dapat dipanggil secara berkala. Bahkan ketika manusia seharusnya tidak mungkin mengingat kejadian yang terjadi saat berusia antara 2-3 tahun.
Beruntung saya berada di dalam keluarga yang kehidupannya adem ayem meski ekonomi kami sangat pas-pasan kala itu, tetapi saya mendapatkan masa kecil bahagia yang cukup utuh. Penting bagi saya saat ini untuk membuat anak saya Han untuk juga merasakan sesuatu yang mungkin kejadian saat ini akan teringat dan terpanggil kembali entah kapan waktu itu, semoga kami bisa membahagiakannya sehingga dia hanya mengingat hal-hal yang berbahagia saja. Bisa saja di usianya yang sekarang 2 tahun akan meningatkan sesuatu di kemudian hari seperti yang saya jalani.
Kalau kamu? Kenangan terlama yang kamu ingat saat usia berapa? Feel free to coment ya.





Duh endingnyaa.. Semoga kita bisa memberikan kenangan-kenangan indah pada anak-anak yaa.. Aamiin.. :)
BalasHapusMasa kecilku indah di rumah, tapi menakutkan di luar rumah..hihi.. Soalnya pada suka bully aku sih. Yang paling aman ya kalau ada bapak-ibu yang siap sedia menolongku kapan saja dan dimana saja..hehe.. Soalnya aku bungsu gagal sih yaa.. 10 tahun jd bungsu itu cukup banget buat membentuk mental manjaku. :D
hah? 10 tahun jadi bungsu?
HapusMemori pertama (rasanya) yang saya ingat itu menjelang TK (kemungkinan menuju umur 5 tahun). Saat itu mama bilang, "Nita tinggal di sini ya (di Jakarta ini sama Nenek dan keluarga) karena kan sebentar sekolah." Saat itu mama saya harus mendampingi papa ke pedalaman Jambi yang jauh dari mana2.
BalasHapusbisa jadi kenangan tersebut diingat karena memberikan kesan yang mendalam buat Mbak Nita ya
Hapusmemoriku cuman inget pas usia 4 tahun mb selebihnya dibawah 4 tahun blassss kagak inget banget.
BalasHapuskarena usia 4 aku uda sekolah TK
wah gasik juga ya Teh sekolahnya.
HapusAku inget momen waktu aku maksa pgn jd dayang2 manten di acara mantenan anak tetangga, pdhal waktu itu sdh ada dayang2nya, nah karena aku ngotot walhasil ibuk minta izin deh sama yg punya gawe dan mantennya. daaannn dibolehin. Trus naik deh aku ke pelaminan-nya manten. Nah karena pelaminannya sempit, jd aku kebagian tempat pas di depan manten.
BalasHapusMantennya terhalang aku. wkwkwwkwk. Ini kejadian waktu usia aku 3-4 tahun.
Idem sm mbk ari, smoga kita bisa memberikan kenangan indag pada anak2, amiiinn : )
hahahhaa kenapa aku jadi ngebayangin Mbak Inda kecil jadi pengapit di tengah-tengah nganten ya..
Hapusamiiin, semoga kita bisa memberikan kebahagiaan kepada anak-anak kita hingga mereka bisa mengingat kenangan indah itu :)
BalasHapussaya cuman bisa mengingat hal-hal yang terjadi di usia 4 tahunan deh kayaknya, kalo sebelum itu saya gak ingat :)
Aamiin.. Semoga begitu ya Mbak Ira
HapusKeren euy, masa ingat yang usia 2 tahun? Ingatanku mentok di usia 4 tahun lhoh. Ckckck. Super wis mbak Ran. :D
BalasHapusEntah kenapa kalimat Super mengingatkanku sama sesuatu.. :D
HapusHai mba Ranny. Memoriku insyaAlah masih taja, Masih ingat dibeliin kursi pink oleh kakek di usia 4 tahun. Belum lagi ulangtahun di TK dan maish banyak kenangan baik di usia anak-anak . Terima kaish sudah mengingatkan mba :)
BalasHapussama-sama Mbak Lida, menyenangkan kan mengingat kenangan yang lama terpendam.
Hapusiya, aku bisa ingat jaman maish rumah pake kayu. itu sekitar 2 tahunan juga. kamarku, ruang tamu, halaman samping, tapi aku sama seklai tak ingat bentuk dapur dan ruang belakang. aneh.
BalasHapusbukan aneh atuh Nay.. kalau ingat semua kan nanti kita jadi aneh?? Wajar aja kalau ingatannya cuma sekeping-keping, setidaknya masih ada yang tertinggal dari kenangan saat umur segitu.
Hapus