Am I Pregnant (Again)?

http://www.ranirtyas.com/2017/02/am-i-pregnant-again.html

Rasa mengantuk yang luar biasa saat pagi hari beberapa hari terakhir membuatku bertanya-tanya, ada apa dengan tubuhku sementara saya tidak merasakan kelelahan sama sekali atau merasa drop sama sekali. Ada kejanggalan yang dirasakan seperti perasaan tidak enak saat hamil pertama kali dulu. Rasanya sama tapi berbeda, apalagi perasaan was-was karena sudah telat menstruasi hampir dua minggu. Antara maag dan masuk angin tak kunjung hilang-hilang, ditambah munculnya flek beberapa minggu yang lalu. Entah mengapa ingatan ini muncul saat hamil pertama kali dulu, tanda-tanda dimulainya hamil adalah munculnya flek, payudara terasa sakit dan perubahan hormon yang mengakibatkan sering mual seperti gejala maag.

Tapi hatiku masih belum sreg untuk melakukan testpack toh biasanya memang sering terlambat seperti ini, tetapi rasa mengantuk ini memang lain dari biasanya.

Akhirnya daripada penuh perasaan was-was dan perubahan mood yang tiba-tiba sering menjadi bahagia lalu menjadi sedih, saya nekat juga membeli testpack yang agak mahalan daripada yang dulu. Hahaha, daripada hasilnya yang garis kedua tipis seperti pertama kali dulu kan?

Itupun tidak langsung melakukan test kehamilan. Sumpeh nggak kuat lihat hasilnya nanti.

Entah beberapa hari kemudian, saat bangun dalam keadaan masih agak sehatan dilakukanlah test kehamilan itu. Berharap garisnya cuma satu aja.. Zzz..

Karena pakainya yang agak mahalan, baru semenit langsung muncul itu garis-garis.. Bukan yang seperti diharapkan tetapi yang muncul adalah dua. Bangke..! Astagfirullah.. Salah apa kali ini, kenapa harus muncul 2 garis di saat seperti ini.

Shock, sedih, bahagia, takut bercampur aduk saat itu juga.

Sampai-sampai saya tidak berani memberitahukan kepada mas suami karena saya sangat takut akan perubahan sikap beliau yang over protective dan tidak lagi mengijinkan saya melakukan ini itu, padahal saya ingin. Flek-flek akibat kecapekan pun sering saya abaikan karena saya paling malas kalau disuruh bedrest. Bisa mati kutu deh ~~.

Seharusnya saya membaca tanda alam jauh-jauh hari sebelum itu. Kehidupan di dunia ini jarang dibuat janggal oleh Sang Khaliq, setiap ada yang pergi maka selalu akan ada yang datang ke dunia ini. Maka ketika alm Ibu Mertua meninggal, saya melupakan konsep itu. Berharap KB mandiri yang saya lakukan masih dalam tahap normal. Sesaat setelah alm Ibu Mertua meninggal, seharusnya saya melakukan KB, entah itu KB pil atau KB suntik. Tapi saya terlena dengan idealisme saya yang berpikir bahwa wanita yang stress akan kesulitan untuk hamil. Allah memutar balikkan segalanya di hadapan saya yang sombong ini, bahwa di balik teori-teori itu ada Allah yang memegang kekuasanNya. Tidak ada yang tidak mungkin bagiNya.

[Al An'aam:73] Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. Dan benarlah perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan: "Jadilah, lalu terjadilah", dan di tangan-Nyalah segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang ghaib dan yang nampak. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

Ketika saya menulis ini kandungan saya sudah berusia 8 minggu tetapi ketika diperiksakan ke obgyn belum ada penampakan janin sama sekali.

Sebelumnya dokter kandungan saya bingung, karena seharusnya dalam usia segini hilal janin sudah terlihat dan apabila diperbesar sudah ada detak jantungnya. Tetapi namanya juga siklus menstruasi tidak seperti jam sekolah yang masuk jam 7 tepat, selalu ada selisih perbedaan siklus antara wanita satu dengan yang lainnya. Maka kami disuruh menunggu 2 minggu lagi untuk kontrol berikutnya.

Dalam 2 minggu ke depan, banyak perenungan saya serta akibat positif negatif jika kehamilan saya ini benar-benar terjadi dan ada janin di dalamnya. Karena seumuran segini masih antara “jadi dan tidak” karena nyatanya istri teman saya juga banyak yang mengalami kehamilan kosong setelah beberapa minggu kehamilan.

Entah maksud apa Allah membiarkanku isi lagi. Mengingat..

Positifnya:


Saat hamil kedua ini, usia suami sudah tergolong cukup umur dibandingkan teman-temannya yang sudah mempunyai anak dengan usia sekitaran SMP-SMA. Memang beliau ini termasuk telat menikah kalau boleh saya katakan. Usia selisih kami bedua juga lumayan jauh, terpaut umur 9 tahun. Dengan adanya hamil lagi, berarti memperdekat selisih umur antara anak saya dan bapaknya.

Kehamilan kedua ini memperdekat jarak antara Han dan adiknya, ini berarti Han akan mempunyai teman dan tidak lagi kesepian mencari teman.

Negatifnya:


Bila janin ini benar-benar hidup dan lahir tepat waktunya nanti berarti usia Han saat itu 2 tahun lebih 9 bulan. Usia segini menurut saya terlalu dekat untuk mempunyai adik lagi. Mana dia masih menyusu sampai saat ini, meskipun hanya saat akan tidur saja.

Saya masih belum cukup sembuh dari trauma melahirkan kala itu. Sehingga saya belum siap untuk menerima semua itu.

Belum lagi beban saya terhadap rekan sekantor saya. Saya hanya berdua dengan rekan saya di kantor ini. Saya sudah menggunakan cuti saya 2 tahun yang lalu. Rasanya menyakitkan jika dia harus saya tinggal lagi cuti kehamilan yang kedua ini --. Makanya sampai saat ini saya belum mengatakan kalau saya hamil lagi. Maafkan aku ya teman.

Lagipula masih usia dini untuk mengatakan “Yes, I’m pregnant” karena kita tidak pernah tahu yang terjadi di depan nanti.

Doakan saja yang terbaik bagi kami.

Saya sudah memasrahkan padaNya kali ini, saya akan mengikuti ketetapanNya kali ini meskipun saya sedikit kurang ikhlas, ya Allah maafkan aku. Saya akan menunggu keputusanNya, apakah yang terbaik bagi keluarga kami. Apakah Han masih membutuhkan perhatian lebih atau apakah Han lebih membutuhkan teman? Hanya Allah yang tahu.

8 komentar

  1. Selamat y mba semoga sehat selalu pasti akan terjawab pertanyaan mba kelak. All is best planner :)

    BalasHapus
  2. Wes dipikir yang positif ajaaa... Barokallah ya... Hamil kecolongan nih critanya hahaha

    BalasHapus
  3. selamat yaa Mba Rani, semoga Mba Rani dan baby sehat selalu juga untuk Han dan papanya, amiiiin :)

    BalasHapus
  4. Setuju sama Mba Herva, Allah is the best planner. Keputusan Alla selalu yang terbaik Mba.. Ayo ah semangat.. :)

    BalasHapus
  5. semoga hasilnya yang terbaik ya mba...

    BalasHapus
  6. Bismillah, apapun itu, semoga mba sehat2 terus dan dimudahkan menjalani semuanya. Mungkin karena usia suami juga, makanya sama Allah amanahnya langsung dikasih dua dengan jarak berdekatan :)

    BalasHapus
  7. semangat ya mbaa.. aku tambahin positifnya, kalo adeknya lahir nanti anak pertama langsung punya temen. dan itu bagus buat perkembangannya. betul mba percayalah Allah is the best planner ^^

    BalasHapus
  8. mbak... aku dulu sempet nangis waktu hamil anak kedua. soalnya anak pertamaku masih 15 bulan...eh malah pas anak keduaku umur 4bulan aku udah hamil lagi anak yang ketiga. makin campur-campur deh perasaanku waktu itu, kasian sama si bayi 4 bulan ini. tapi lama-lama sadar juga kalau ini sudah ketentuanNYA... Alhamdulillah semuanya berjalan dengan baik saja asal kita yakin bahwa selalu ada pertolonganNYA...

    BalasHapus

Thank you for stopping by 🥰

Terima kasih untuk tidak berkomentar menggunakan URL ARTIKEL and please jangan tinggalkan link hidup ya, sayang 😘

Sharing is caring, tapi aku bakalan sedih banget kalau tulisanku di copy paste buat blogmu. So, klik tombol share aja ya
(゚▽^*)☆

Lalu.. Demi bisa berkomentarlah secara ksatria, silakan berkomentar menggunakan akun Google ya 😁😁😁