Sebelum saya menuliskan PR saya, mari kita simak yuk penjelasan dan sekaligus sapa dari Ibu Septi Peni Wulandari di video berikut:
Maka sepertinya tugas yang kali ini agak berat menurut saya karena harus memaknai hakikat keberadaan diri sendiri, karena tidak mungkin juga kita masih hidup di dunia ini jika tidak ada misi dan visi dari Allah SWT.
Bisa saja sebetulnya waktu itu saya sudah berpulang kepada Allah pada saat kecelakaan itu, tetapi Allah masih memberikan kesempatan untuk hidup. Entah apa makna di balik hikmah kecelakaan tersebut? Mengapa saya masih diselamatkan saat itu juga.
Melalui tugas NHW#3 ini saya kembali bertanya pada diri saya sendiri, untuk apa waktu saya masih diperpanjang sampai saat ini alhamdulillah.
1| Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki "alasan kuat" bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda.Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.
Baru sadar selama ini saya lebih sering melihat kekurangan beliau daripada alasan kenapa dulu saya mau menerima lamarannya, bahkan selama itu dulu kami lebih sering bersms singkat daripada menulis panjang-panjang.
Dear Bapaknya Han..
Terima kasih ya mas sudah mau bersabar terhadap istri dan anak-anakmu yang terkadang masih suka mengutamakan emosi daripada akal dingin.
Setelah aku tahu, aku sadar kenapa Allah memilihmu untuk dipertemukan denganku yang masih labil saat itu, karena hanya njenengan yang mampu
bersabar atas segala keegoisanku sendiri dan terkadang bersifat seperti Raja Api sahabatnya Aang sang Avatar.
Terima kasih juga karena njenengan bukan hanya menikahiku tapi juga seluruh keluargaku. Terima kasih atas segala kebaikan yang diberikan selama ini.
Semoga Allah SWT selalu melimpahi keberkahan dan keselamatan pada keluarga kita.
Salam sayang,
dari Ibunya Han dan baby Al
Dan sudah tak bedhek (tebak) seperti sebelumnya. Hanya dibalas dengan emo ketjup 😂
Tapi saya tahu kebiasaan beliau jika sedang tersipu malu. Biasanya saat saya mengatakan sesuatu akan ada senyum tersipu-sipu lalu berusaha mengalihkan pembicaraan. Hahaha ya sudahlah apa perlu tak bahas di sini juga kali ya? Nggak usah kan? Kasihan yang belum nikah. Hahahaha 😝😜
2| Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.
Alhamdulillah anak saya Han baru berusia 2 tahun lebih 3 bulan, belum pandai berbicara sepatah kata apapun tetapi sering berteriak satu dua kata saja. Memang anaknya irit berbicara. Saat ini kami masih melatihnya untuk terus dapat berbicara, tetapi dia paham kalau diajak berbicara.
Tetapi saya melihat ada sesuatu yang berbeda dari anak yang lainnya. Han memiliki insting yang sangat kuat, kalau orang Jawa bilang ilmu titen nya sudah ada sejak bawaan lahir.
Terkadang Han suka menutup mata jika ada orang yang memelihara jin di sekitarnya atau orang yang memang dengan sengaja memasukkan barang gaib ke dalam tubuhnya. Tetapi meski takut, dia tetap saja nonton kartun bertema hantu.
3| Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, memgapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki.
Sejak lahir saya sudah bersikap keras kepala dan galak. Meski di luar saya terlihat seperti Putri Solo *uhuk* tetapi di dalam jiwa saya ada nyawa yang berkoar-koar, seperti layaknya shio dan zodiak saya.
Berkebalikan dengan suami yang luar dalam memang lemah lembut. Kami ibarat tumbu entuk tutup. Pasangan yang klop.
Saking lemah lembutnya terkadang saya merasakan suami ini sering dibohongi orang, terkadang juga saya khawatir kalau dibuat kalah-kalahan sama teman-temannya. Tetapi sejak saya bersamanya, insya Allah tidak ada lagi yang berani mengejeknya. Hmmm.. Entahlah hanya perasaanku saja.
Karena sejak itu, para BUDHE (Teman-teman wanita sekolahnya mas suami) tidak berani koment macam-macam lagi di wall facebooknya karena sudah ada singa yang sedang kelaparan kalau ada yang berani komentar tentang keluarga kami. Hauummm...!!!
4| Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?
Sebetulnya saya bingung saya ini tinggal di mana, karena tidurnya di rumah mertua sedangkan siang hari dan hati saya tinggal di rumah saya sendiri.
Tetapi saya melihat ada sesuatu yang tidak beres sebetulnya, karena rata-rata orang ternyata sama saja, ingin dihormati jika sudah merasa lebih (kaya). Bahkan tidak jarang juga yang mencari kekayaan dengan sesuatu yang instan, dengan cara pergi ke orang tua misalnya.
Saya melihat potensi yang ada, bukan potensi sih sebetulnya tetapi ingin meluruskan yang sudah-sudah ada. Umat kami selama ini melihat kafir adalah orang yang berbeda Tuhan dengan kami, padahal kafir menurut saya bukan mereka melainkan oknum dari umat kami yang suka bersahabat dengan para orang pintar (baca: dukun).
Apakah oknum itu lebih percaya orang pintar dan kroni-kroninya (jin sebangsanya) daripada Allah?
Apakah mereka kembali membaca syahadat setelah pulang dari orang pintar?
Lalu lantas siapa saja yang termasuk orang pintar? Saya? Kamu? Dia? Mereka?
Selemah-lemahnya iman adalah melawan dengan hati. Semoga hati kami selalu istiqomah dan semoga harta dan dunia tidak menjadikan diri kami murtad. Aamiin.






Baru ngeh siapa itu BUDHE wkwkwkwk... Makasih sharing nya mba
BalasHapushahaha.. ceritanya masih edisi sebel sama para budhe yg SKSD sama cerita keluarga kami :)))
HapusKesentil bgt nih... Saya lg sering ngeliat kekurangan suami, pdhl saya sendiri lbh bnyk kekurangan
BalasHapussama mbak.. sama.. apalagi aku -_-
HapusItu mbok Moh Faishol diganti jadi Aa' atau My Hubby atau CayangAkuuuh gitu Mba.. Pencitraan dikit. Hahaha..
BalasHapusHan..biar irit bicara, siapa tau kelak kamu jadi news presenter terhebat sedunia yaa.. Atau jadi reporter yg keliling dunia. Atau jadi moderator debat pilkada yg jadi sorotan karena kehebatannya. Aamiin..
hahaha maaf tidak ada pencitraan di sini, langsung to the point jadi kalau terpilih nanti benar-benar terjadi tidak hanya cuma ada di visi misi *iki opo sih?*
Hapus(((Moderator debat pilkada :D)))
HapusIku malah simboke yang jd moderator. Hahaha..
HapusPodo mb ran, memang mayoritas lelaki gitu nek disms or wa romantis, jawabane emot siji tapi bermakna dalam eviye ciyeee
BalasHapusNgikik aku pas bagian ada singa yang siap mengaum
BalasHapusSuratnya romantis, jadi merenung masih suka merengek sama suami. Dan melihat banyak kekurangannya, padahalkan suami ya jodoh terbaik saya
BalasHapusAda kalanya memang harus duduk diam, merenungi keberadaan diri dan orang lain, termasuk suami dan anak-anak ya. AKu ikutan ach, karena kalau sudah terlena biasanya lupa. Untung Mbak Rani mengingatkan dengan sharing di blog
BalasHapusKalau melihat yang kurang aja, yang belum didapat aja, memang seringkali bikin down ya. Saya pun seringkali lupa kalau segala yang udah dan belum, atau mungkin nggak akan terjadi, semuanya udah jadi kehendak Allah.
BalasHapus