Cewek Ibarat Guru Sejarah


Bersiap-siaplah jika berhubungan dengan wanita, karena jika kamu membuat kesalahan sedikit saja maka kesalahanmu akan diungkit-ungkit terus seperti mengulang pelajaran sejarah.

Sering ya kita mendengar susunan kalimat di atas yang jika dituliskan dalam beragam versi artinya sama.


Dahulu saya adalah pelaku bukan pelakor (naudzubillah).

Iya para mantan saya yang jumlahnya tidak seberapa itu, sering menjadi korban atas pelajaran sejarah yang saya berikan. Hahahaha.

Sekarang saya mengalami yang mereka alami juga, mengulang pelajaran sejarah melulu setiap membuka facebook.

Semua kesalahan memang pada saya, tidak ada yang salah dengannya. Ini bukan tentang hubungan istimewa pria dan wanita tetapi ini hubungan pertemanan antara sesama wanita.

Kesalahan apa yang saya buat hingga dia membahas saya selama 3 hari berturut-turut di status facebooknya? Kesalahan ini kalau dijelaskan mungkin akan sepanjang jalan pembangunan Anyer-Panarukan, puanjang dan terlalu bertele-tele. Saya enggan menjawab pertanyaannya secara langsung dan memilih menjawab pertanyaannya lewat postingan.

Begitulah blogger, segalanya harus tertulis nyata, hahahaha.

Salahmu sendiri?! Kenapa nggak dijawab langsung?

Soalnya akan menimbulkan pertanyaan berkelanjutan dan tidak berkesudahan, semisal
"Kok aku nggak diajak?"
"Ada acara apa di sana?"
"Isinya ada apa aja di sana?" Dll

Makanya lebih baik saya menjawab dalam postingan, menambah portfolio tulisan juga membantu orang mencari jawaban lewat mesin pencarian.

Tetapi tidak semua orang mau menerima hidup seorang blogger. Bahkan hingga tulisan ini terbit, sudah terbayang lagi yang akan dipikirkannya (mungkin).

"Ya wes berarti kalau suamimu minta penjelasan berarti nunggu postinganmu dulu?" Dijawab sambil sengak.

Mbak, ini kasus dan cerita lain dong.

Suami tiap hari insyaAllah ketemu, kalau kepepet bisa langsung telepon.

Lha sampean tanyanya lewat socmed, lewat bbm yang mana membutuhkan waktu panjang untuk menjawab ke-20 pertanyaanmu.

Saya (ketika di luar jam kerja apalagi) jarang bisa pegang handphone dan bila sedang memegang handphone otomatis ada  pekerjaan yang lebih saya utamakan (membalas email, handphonegrafi, cek grup kulwap dll), mosok harus disamakan standby seperti sampean yang memang sukanya bbm dan bersocmed?

Harusnya kalau butuh penjelasan (yang sebetulnya cuma basa-basi) mending sampean samperin ke rumah mbak, atau telepon langsung. Biar persahabatan kita semakin dekat (itupun kalau saya dianggap sahabat).

Saya sampai malu mengakui kalau ternyata saya orangnya baperan, wkwkk. Padahal saya ini paling merasa anti baper. Tapi setidak peka-pekanya orang kalau dibahas di statusnya beberapa hari berturut-turut, ibarat batu kokoh bila ditetesi air terus menerus akhirnya akan berlubang juga kan?

Semoga setelah ini tidak menambah kebaperan lagi di antara kita ya mbak, kalau ada yang ingin mbok utarakan (misal pengen misuhi atau apa) langsung aja ya please.. jangan lewat bbm karena bbmku aktifnya kalau aplikasinya pas dibuka aja (memang sengaja disetting seperti itu), karena aplikasi whatsapp belum tergantikan.

Cherrs yo mbak.

7 komentar

  1. Ada apa ini?
    Dasar blogger ya, klarifikasi aja lewat blogpost 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. lha lewat socmed juga malah kayak perang dunia mbak.. terus-terusan sindir-sindiran. Kan aku lelah, wong buka facebook aja jarang. Padahal kalau ketemu juga biasa aja lho, habis itu ngakak bareng. Itu pun kalau dia sudah mau memaafkan ya..

      Hapus
  2. semoga terselesaikan dengan baik y mba, kadang komunikasi dan ego mesti ditata agar baper tidak berkelanjutan. *sotoy banget eikeh hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau menata ego sih iya ya harus dilakukan, tapi komunikasi? hihihi.. wah aku cari mati dong namanya.

      Hapus
  3. Semoga masalahnya selesai ya mbak, dan penjelasannya semoga diterima dengan baik

    BalasHapus
  4. Wooo apa ini, iya mba aku jg srg dpt chat fb. Juaraaang buka.

    BalasHapus

Thank you for stopping by 🥰

Terima kasih untuk tidak berkomentar menggunakan URL ARTIKEL and please jangan tinggalkan link hidup ya, sayang 😘

Sharing is caring, tapi aku bakalan sedih banget kalau tulisanku di copy paste buat blogmu. So, klik tombol share aja ya
(゚▽^*)☆

Lalu.. Demi bisa berkomentarlah secara ksatria, silakan berkomentar menggunakan akun Google ya 😁😁😁