Buka Puasa Bareng Toddler di Luar, Yeay or Nay


Menikmati makan malam apalagi buka puasa di luar rumah bersama toddler merupakan suatu tantangan terbesar buat para keluarga baru.

Begini ceritanya..

Sebuah undangan di meja rumah untuk makan gratis di sebuah restoran yang baru saja dibuka, khusus hanya untuk hari ini memantapkan kami berdua untuk pergi ke sana dan makan gratis tentu saja tetapi kami lupa satu hal, kami membawa satu balita dan satu bayi yang hampir bisa merangkak kala itu. Luar biasa! Luar biasanya kelupaan kami itu.

Baru saja memasuki parkir, si sulung tetiba melompat meminta mainannya segera diambilkan yang berada di jok motor. Begitu antusiasnya dia melihat resto baru itu, jalan bergaya di tengah-tengah konsumen, menengok ke kanan ke kiri mengira-ira siapa tahu bertemu dengan yang dikenalnya.

Wah aman ini.. insyaAllah nggak akan ada drama ini.

Mbak-mbak dan mas waiters dengan ramah menunjukkan tempat yang rekomen untuk kami yang membawa balita ini. Kurang paham juga apa maksud terselubung mereka dengan menunjukkan tempat di bagian dalam dan berbentuk meja makan, bukan di lesehan di bagian depan.

Sebuah meja kecil di pojok karena hanya di situ satu-satunya yang tersisa dengan posisi 4 duduk dan diambilkan satu kursi untuk bayi tersendiri.

Wah baik banget ini resto ya..

Baru mau gegayaan bikin vlog tentang makan di resto, hape ibuk sudah diminta si abang dipakai buat memutar youtube. Ah baiklah nak, daripada kamu heboh teriak-teriak.

Youtube diputar dan anak menjadi tenang?

Mimpi aja loe!

Abang makin teriak kenceng menirukan yang ada di youtube, bukan hanya sekali dua kali, setiap dibilangin malah teriaknya semakin kencang. Disapa pengunjung lain, bukannya ramah malah dimarahin sama si Abang.

Astagfirullah.. mimpi buruk dimulai.

Meskipun begitu, mengajak toddler berbuka puasa di luar bisa saja lho, asalkan..

1| Tempatnya Luas dan Friendly buat Anak

Aku sih sebisa mungkin ngajakin makan di luar kalau tempatnya luas, tidak terlalu ramai pengunjung dan yang terpenting ada sedikit lahan untuk dia bereksplorasi.

Sudah berkali-kali dipesenin Ibu kalau mau ngajak makan Mas Han itu nggak cocok kalau diajak ke sebuah gedung, rumah atau resto. Cocoknya itu ngajak dia ke taman, ke gunung di mana dia bisa berlari-larian.

Ndilalah ketemu tempat makan yang punya sedikit lahan buat dia berlarian dan kami sukses makan di luar tanpa drama.

2| Kalau Bisa yang Lesehan

Selain menghindari gedung, rumah yang ramai pengunjung, kami juga menghindari tempat yang makannya harus duduk di sebuah bangku. Kami prefer buat milih tempat yang lesehan.

Soalnya dengan makan di lesehan, Abang masih bisa bermain setelah dia selesai makan.

3| Membuat Suasana menjadi Santai

Maka dari itu, selain tempat yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan kami, jangan lupa juga ciptakan suasana santai untuk anak-anak. Ajak anak-anak bercerita sesuai imajinasi mereka dan jangan pernah terpancing waktu jika ingin makan dengan anak, kalau terburu-buru lebih baik bungkus saja!

4| Siapkan (Pesankan) Menu Khusus untuk Toddler

Terpenting ini, mentang-mentang toddler makannya malas terus tidak dipesankan sendiri malah bikin drama jadi tambah panjang. Pesankan khusus menu kecil untuknya, minimal teh hangat dalam gelas sendiri atau kalau bisa pesan jus buah untuknya akan lebih baik lagi.

5| Siapkan Alat Tempur (Mainan)

Biar makannya lebih fokus, tidak ada salahnya juga lho membawa mainan favoritnya, dengan begitu si kecil akan lebih fokus duduk sembari menghabiskan makanan yang sudah dipesan.

Jadi masih ragu buat berbuka puasa di luar rumah? Buat aku sih yeay.. asalkan dengan syarat-syarat di atas.

Selamat menunaikan ibadah puasa ya..

10 komentar

  1. kebayang riweuhnya y mb hahaha minimal emang bawa mainan klo tempatnya sempit n panas pasti bikin ga betah

    BalasHapus
    Balasan
    1. itupun kadang kalau tempatnya kurang meyakinkan masih pada cruncky..

      Hapus
  2. Hahaha, sayangnya resto yang menyediakan spot bermain anak sangat jarang. Dulu di tempat pak Boss ada play groundnya, eh, didatengin ternyata dah enggak ada tuh playground. Sedih.

    Tetapi kalau waktu buka bersama gini mepet banget untuk gantian jaga anak di play ground, aku tetep milih NO. Wkwkwkwk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu yg terpenting memang jangan sampai kemakan waktu, kalau niat buka puasa di luar ya jangan mantengin jam melulu. hahahha

      Hapus
  3. Sip Mbak Ran. Yang penting kita harus bisa mengerti maunya si bocah.. biar buka puasa bisa kita jalani dengan tenang. Kalo sebelum makanan datang malah jadi marah-marah kan, eman-eman puasanya.. hihi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lha itu masih jadi pembelajaran juga buat aku.. huhu

      Hapus
  4. saya juga sekarang kalau makan di luar sama suami pasti milih yang ada lesehannya biar nggak ribet mangku-mangku si kecil. heu

    BalasHapus
  5. Kok ngakak ngebayangin aku yg jadi mb ran trus nyuruh mas han jangan kenceng2 pas yutuban

    BalasHapus
  6. mainan memang harus ada kalau ajak anak makan di luar, kalau anakku asal ada lego dia biasanya diem heheheh

    BalasHapus

Thank you for stopping by 🥰

Terima kasih untuk tidak berkomentar menggunakan URL ARTIKEL and please jangan tinggalkan link hidup ya, sayang 😘

Sharing is caring, tapi aku bakalan sedih banget kalau tulisanku di copy paste buat blogmu. So, klik tombol share aja ya
(゚▽^*)☆

Lalu.. Demi bisa berkomentarlah secara ksatria, silakan berkomentar menggunakan akun Google ya 😁😁😁