Kejutan di Balik Kebaikan Kecil

Assalamu alaikum gaes.. Mau cerita sedikit nih, sehari-hari aku termasuk salah satu orang yang hampir setiap hari berkendara di jalan raya menggunakan sepeda motor. Namanya orang di jalan ya, ada aja yang masalah di jalan umum.

A post shared by Rani R Tyas (@ranirtyas) on


Pernah itu kejadian aku diseruduk bapak-bapak dari belakang sehingga ban motornya masuk ke dalam ban motorku. Bukannya minta maaf, si bapak malah menahan tawa melihat motorku nggak bisa aku tarik. Ish jengkel langsung jiwa keibuanku keluar, hahhaa tau sendiri kan ibu-ibu kalau di jalan raya mah yang penting maju dulu, pura-pura galak. Tetapi tiba-tiba seorang gadis menggunakan seragam SMU rok panjang menolong dan menarik ban motor. Iya gaes, jadi dia yang jalan kaki tiba-tiba maju ke tengah jalan menolong kami karena jalanan juga sudah macet.

Terkadang, doa dari orang-orang yang merasa jiwanya tertolong terus mendoakan si penolong tanpa mereka sadari.

Ada lagi cerita tentang kebaikan yang dialami oleh seorang teman.

Sebut saja namanya Vemi adalah nama sebenarnya, wkwkkk. Maaf ya Vem, namamu nggak jadi disamarkan lah, padahal belum minta ijin juga mau publis ceritanya tapi semoga Vemi ini nggak baca Ya Allah..

Dahulu Vemi memang pernah kerja di Semarang, dan karena itulah dia ngekost juga di Semarang selama 3 tahun. Beliau ini orangnya supel banget dan memang super gahool.

Selesai pulang kerja, Vemi sering hangout dengan teman-teman sekostnya ke mall. Entah bagaimana ceritnya, dompet beserta isinya dijarah sama orang jahat. Padahal dia baru saja gajian dan seluruh gajinya berada di dalam dompet tersebut.

Menelepon orang rumah pun tetap masih ada kendala waktu itu, sementara besok pagi adalah hari terakhir kerja dalam minggu ini karena memang biasanya weekend dia gunakan buat pulang kampung. Untungnya masih ada sisa beberapa rupiah buat ongkos pulang Kudus.

Tapi dalam pikirannya waktu itu, sebulan nanti dia mau makan pakai uang apa? Sementara itu, meminta uang pada orang tuanya juga tidak mungkin dia lakukan. Tiba-tiba, sore hari ada seorang teman satu kostnya memanggil. Seraya membisikkan sesuatu..

Alhamdulillah ternyata Vemi mendapatkan pinjaman uang untuk satu bulan dari temannya tadi. Meski dikatakan untuk tidak dikembalikan tetapi sahabatku yang satu ini memang unik, dia segan yang namanya berhutang :)

Hingga suatu hari lagi, temannya Vemi ini memang belum menikah meskipun usianya sudah melebihi matang dan mapan. Apakah karena kebaikan temannya itu lantas mereka berdua menikah dan hidup selamanya?
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tidak.

Vemi lantas mengenalkannya pada sahabatnya yang lain, dalam pikirannya hanya terpikir "Sama orang lain saja baik banget, apalagi sama istrinya."

dan alhamdulillah, orang itu sekarang menjadi bapaknya Mas Han dan bapaknya Alisha.

Kebaikan yang kita lakukan pada orang lain memang tidak seyogyanya kita ingat-ingat terus karena justru dengan melupakan kebaikan yang pernah kita lakukan pada orang lain insyaAllah akan menjadi pembuka rejeki yang lain.

Kita tidak pernah tahu kejutan apa dibalik kebaikan-kebaikan kecil yang mungkin pernah kita lakukan, bisa saja kejutannya adalah diberikan kecukupan dalam segala hal, kesehatan yang terus menerus, udara segar di pagi hari, kecukupan air meskipun sedang musim kemarau panjang.

Ah, rahasia Allah memang berlimpah ya.

Kamu punya cerita kebaikan orang lain buat kamu nggak? Mbak Arinta Adiningtyas dan Mbak Widut mau cerita juga nih. Yuk meluncur ke postingan mereka.

8 komentar

  1. WKAKAKAKAKAKA. PAKAI JEDA TITIK BANYAK BENER LAGI. wkwkwkwk

    Keren atuh, minjemin uang, dapet istri. :p :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha pasti pak Faishol juga nggak nyana-nyana bakalan seperti ini.. jadi aku ini macam bunga bank ya? hahahhaahahaha

      Hapus
  2. Koq Mbak Vemi nggak nembak bapaknya Han aja yaa.. Kan biar dia dapat kebaikan terus, gitu..

    Mm, tapi kalau kayak gitu ya nggak jadi ada Han dan Alisha yaa.. wkwkwkwk...

    *Kabur sebelum dikepruk Mbak Vemi dan Pak Faishol

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kamu kalau dibaca Vemi bakalan dicium deh Mbak Arin, beneran.

      Hapus
  3. Dih...
    Kalian heboh di sini dan heboh di sana.

    (Kurang sadis dan oot, nggak?)
    wkwkwk...

    Komentar oot gini juga yahaba, to Mak K?

    BalasHapus
    Balasan
    1. 😒😒😒 Mbak Susi ini minta dicium kayaknya

      Hapus
  4. Hehehe, ada jedanya, bikin berdebar aja mba. Tapi, emang ya, kebaikan sekecil apapun ternyata balasannya masya allah banget, ya.

    BalasHapus

Thank you for stopping by 🥰

Terima kasih untuk tidak berkomentar menggunakan URL ARTIKEL and please jangan tinggalkan link hidup ya, sayang 😘

Sharing is caring, tapi aku bakalan sedih banget kalau tulisanku di copy paste buat blogmu. So, klik tombol share aja ya
(゚▽^*)☆

Lalu.. Demi bisa berkomentarlah secara ksatria, silakan berkomentar menggunakan akun Google ya 😁😁😁