Pengalaman Perpanjangan SIM C di Polres (Baru) Kudus

Semenjak Polres pusat dipindahkan ke perbatasan Kudus-Pati. Mau tidak mau, saya yang SIMnya habis di tahun ini harus ikutan mengurus juga ke perbatasan Kudus-Pati.

credit : Faizal Fahri as Google Local Guide


Bukan masalah sih ya sebenarnya, cuma lokasinya ini yang lebih dekat ke perbatasan Pati suka bikin malas buat ngurus. Apalagi, jalanan pantura dengan kendaraan besar pada lewat suka bikin deg-degan para pengendara motor.

Berbekal dari kisi-kisi seorang teman (kek ujian aja ya), aku sudah mempersiapkan segala peralatan. Agar di sana, tinggal isi formulir dll.

Dokumen yang perlu disiapkan untuk perpanjangan SIM C di Polres Kudus


1. KTP Asli
2. Foto copy KTP rangkap 2
3. KIR Dokter / Dokter yang ditunjuk (dr. Dandy)
4. SIM Lama
5. Stofmap warna kuning

Sedangkan dokumen untuk syarat permohonan SIM Baru adalah hampir mirip.

1. KTP Asli
2. Foto copy KTP rangkap 2
3. KIR Dokter / Dokter yang ditunjuk (dr. Dandy)
4. SIM Lama
5. Stofmap warna biru.


Saya berangkat menuju klinik yang ditunjuk untuk KIR Dokter dari rumah tepat pukul 6.15 WIB. Wah pagi sekali ya bok! Ya cem mana ya, secara kisi-kisinya Ida Yuniarti itu jam 7 pagi aja antriannya sudah banyak. Big thanks for Ida, terlove!

Kenapa perjalanannya ke klinik dulu? Soalnya surat KIR dokter ini yang jelas-jelas ambilnya terpisah dari berkas-berkas buat perpanjangan SIM. Lagipula, lokasi klinik dokternya lebih mudah ditempuh terlebih dahulu daripada gedung Polresnya sendiri.

Saya butuh waktu untuk mencari klinik tersebut. Untungnya kemarin pas jalan-jalan ke 2 Kelinci, saya sempat melihat sak klebatan klinik tersebut sehingga pagi sebelum berangkat, saya setel Google Maps saya menuju RS Nurusyifa. Soalnya klinik ini letaknya di depan RS Nurussyifa, Jekulo dan kalau dari Kudus, sebelum Puskesmas Jekulo. Jadi, kalau kamu udah sampai di Puskesmas Jekulo, kamu kebablasan!

Jam 6.30 saya sudah sampai di depan klinik yang dituju, ternyata hasilnya zonk! Pintu pagarnya masih tertutup! Lah piye ini, kata Ida udah bisa antri, kok ternyata pintu aja masih tutupan. Aku jalan-jalan di sekitar sana, ternyata udah ada beberapa orang di dalam. Lha berarti ada pintu sampingnya?

Setelah membeli jus buah naga karena sedari tadi aku nungguin di warung dan malu juga kalau cuma nongkrong! Saya memutuskan untuk menyebrang jalan mencari jalan samping juga. Alhamdulillah, berhasil menyebrang dengan selamat. Wkwkwkk. Yawes gimana ya, jalannya lebar banget je!

Ternyata pintu samping itu benar-benar ada! Dan ada titipan sepeda motornya! Hahahaha.

Sama Bapak penjaga sepeda motor, aku diarahkan untuk pergi ke arah bapak-bapak yang antri dan dikasih kode dari jauh sama bapak titipan sepeda motor, buat numpuk KTP. Tahu tidak, setelah aku numpuk KTP, ternyata petugas gerbangnya datang! Ketiwas aku lewat samping dong? Ng, ya nggak juga lah. Kan, biar motornya nggak kehujanan juga.

Pintu gerbang kliniknya dibuka pukul 7.30. Sementara layanan untuk KIR, dibuka pukul 8.00.



Oh iya! Saat kamu sudah masuk ke area klinik, jangan lupa langsung tanya ya, antrian nomor 1 siapa? Biasanya yang nomor 1 ini bagian menumpuk KTP. Silakan tumpuk KTPmu kepada beliau untuk proses pemanggilan peserta KIR nanti.

Antrian sudah mengular, tapi alhamdulillah layanan cepat banget. Soalnya sekali dipanggil, langsung 4 orang. FYI, layanan KIR dokter dimulai pukul 08.00 dan istirahat pukul 12.00 lalu masuk lagi jam 13.00 dan selesai pukul 14.00.

Surat KIR dokter sudah didapatkan, mari berangkat ke Polres (Baru) Kudus.

Perjalanannya masih ke arah Pati. Bangunan megah mulai terlihat dan parkiran terlihat lebaaar sekali. Tetapi, parkir motornya di luar pagar Polres. Tidak boleh masuk Polres. Sementara itu, kami semua tidak boleh masuk dulu karena di dalam para polisi masih upacara.

Menunggu 30 menit di luar dengan paparan sinar UV A dan UV B, akhirnya diperbolehkan masuk. Surprisely! Pengurusan pembuatan/perpanjangan SIM sebenarnya tidak perlu masuk lewat Polres tapi bisa langsung ke Gedung SATPAS di belakang gedung POLRES. Warbiasak! Pengguna motor sebenarnya tidak perlu parkir di jalan raya, karena bisa langsung ke parkiran Gedung SATPAS. Lewat gang kecil di sebelah gedung Polres.


Alur untuk mengurus perpanjangan SIM adalah:

  1. Menumpuk berkas di dalam stofmap kuning. Jangan lupa beri nama dan alamat di bagian depan stofmap kuningnya. Serahkan di loket pendaftaran (informasi).
  2. Dipanggil untuk diberikan formulir untuk diisi.
  3. Membayar di loket BRI (tersedia di dalam kantor SATPAS juga) dengan menyerahkan berkas.
  4. Kembali ke bagian loket pendaftaran sambil menyerahkan berkas.
  5. Menunggu panggilan untuk mengambil nomor antrian di loket registrasi.
  6. Konfirmasi data di bagian input registrasi. Menuju ruang sebelah.
  7. Pengambilan foto, sidik jari, dan tanda tangan.
  8. Menuju ruang pengambilan SIM yang sudah jadi.
  9. Selesai.

Alhamdulillah, prosesnya ternyata cepat dan tidak memakan proses lama. Hanya saja memang antriannya buaaanyak dan kita harus cekatan dan sabar. 

Berapa biaya untuk perpanjangan SIM per 5 Maret 2019?

Perpanjangan SIM C, CI, dan CII adalah Rp 75.000
Perpanjangan SIM A, BI dan BII adalah Rp 80.000
Perpanjangan SIM D dan DI adalah Rp. 30.000
Perpanjangan SIM Internasional adalah Rp 225.000

Sementara itu untuk pembuatan SIM baru

Pembuatan SIM baru C, CI, dan CII adalah Rp 100.000
Pembuatan SIM baru A, BI dan BII adalah Rp 120.000
Pembuatan SIM baru D dan DI adalah Rp 50.000
Pembuatan SIM baru Internasional adalah Rp 250.000
Khusus pembuatan SIM baru ada Pelayanan Ujian Keterampilan Mengemudi Melalui Simulator sebesar Rp 50.000

dan biaya KIR dokter adalah Rp 30.000

Kemarin jadi total perpanjangan SIM C milik saya 30rb+75rb+6rb=111rb.

6 ribunya untuk jus buah naga! Hahaha. Eh parkiran 2x belum dihitung ya.


Jangan lupa untuk memperpanjang SIM sebelum masa habis kartu SIM, sebab terlambat 1 hari saja, harus membuat SIM baru. Nggak mau rugi kan?

disclaimer
warna stofmap bisa tergantung kebijakan Polres masing-masing kota ya.
Harga di atas sewaktu-waktu bisa berubah karena di blog ini adalah untuk update Maret 2019.

26 komentar

  1. Artikel untuk perpanjangan SIM ini tentu sangat membantu bagi pengguna internet. Rapi sekali susunannya Mbak. Mudah diikuti. Jadi kalau besok-besok bermaksud mengurus perpanjangan SIM sendiri bisa mencontek manualnya dari artikel ini

    BalasHapus
  2. Saya ngurus perpanjangan SIM di mobil SIM keliling.. Prosesnya mudah dan waktunya sebentar..

    BalasHapus
  3. Kalau saya lebih suka perpanjang sim di mall mba. Kebetulan di Jogja ada 1 mall yg buka pos perpanjangan sim, jadi bisa sambil ngadem dan jajan heheeh

    BalasHapus
  4. Memang jangan sampai lupa ya kalo harus perpanjangan SIM, daripada ribet kalo telat. Kalo di tempatku, klinik dekat dengan tempat perpanjangan SIM, tinggal jalan kaki saja begitu juga dengan tempat fotocopy nya.

    BalasHapus
  5. aku baru nyadar baca Headernya "Coretan Ran" jadi ingetnya Ran Mouri anaknya Kogoro Mouri di komik Conan hahahahaha. Kami satu rumah suka banget sama komik Conan. Makanya suka banget sama nama Ran

    BalasHapus
  6. simple dan nggak ribet ya, mba? kalau masalah antrian emang kudu sabar ya. soalnya kan hari gini hampir semua orang punya motor :D

    BalasHapus
  7. Di Boyolali, selain biaya yang udah disebutin itu, masih ada lagi. Misalnya stof map harus beli di "koperasi" situ. Fotocopy juga harus di situ, dengan alasan ukurannya khusus, klo fotocopy di tempat lain nanti salah. Terus harganya? Eemmm... agak lumayan juga :(

    BalasHapus
  8. sebagai emak yang belum punya SIM, baca ini sedih sekali...artinya belum bisa jadi ratu jalanan :D
    Mbak Rani deskripsikannya enak deh, saya jadi ngebayangin ada di kudus

    BalasHapus
  9. Oh...haturnuhun kak...uda diingetin.
    Bulan Juni nanti, pas SIM A ku waktunya perpanjangan.
    Males banget kalo disuruh bikin baru karena terlambat memperpanjang.
    HUhuu~

    BalasHapus
  10. Iya, jgn sampai telat, kaya ayah saya lupa, jd hrs bikin dr awal lg, ujian dll... Tp suami mau perpanjang seminggu sebelumnya jg ga bisa, ditolak, huhu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang bisa perpanjangnya kapan mb? Kabarnya bisa 1 bln smbl expired. Sy rencananya 1 bulan sblm sim expired.

      Hapus
  11. baru tau kalo perpanjangan sim international bisa didaerah. kirain hanya dijakarta aja. aku juga mau buat sim lagi nih krn ternyata sudah mati

    BalasHapus
  12. Lebih ribet kalau telat ya mengurusnya ternyata, harus bikin SIM baru yang prosedurnya lebih rumit..

    BalasHapus
  13. Memperpanjang SIM di Kudus, ternyata cukup mudah ya...
    ehari saja, SIM yang diperlukan sudah siap

    BalasHapus
  14. Paling enak ya ngurus SIM itu sendiri karena jadi tau step by stepnya, terakhir aku urus sim mobil tapi dibantu sama saudara.

    BalasHapus
  15. Petualangan seru nih ya, gini-gini. Mana pagi bener dan lokasinya baru sekali didatangi. Pasti ada hrogi-groginya Hihihihi.

    Tapi salut berani sendirian. Top deh.


    Lagian.... Kok baru tahu kalau ada pintu samping di klinik? Ga tengok-tengok dulu ya?

    BalasHapus
  16. Perpanjangan SIM pake kir dokter juga ya mba? Hihiii aku udah lupa, kayaknya sih dulu nggak pake. Mungkin aturan terbaru gitu ya. Kalau di Semarang ada beberapa mobil yang parkir di ruas tertentu, khusus untuk perpanjangan SIM A dan C. Nah aku perpanjangannya ke mobil itu.

    BalasHapus
  17. Kebetulan SIM aku habis tahun ini harus diperpanjang. Baca cara perpanjangannya sama aja intinya ya di daerah mana pun untuk memperpanjang sim

    BalasHapus
  18. Jadi meingetN kan aku belum bikin SIM. Kok rasanya belum perlu-perlu banget gitu padahal sudah saatnya punya kalau ada urusan mendadak.

    BalasHapus
  19. Huwaaaa kangen punya sim, aku simless semenjak pindah Jkt.
    Keinget masa2 aku kalu perpanjangan sim dulu jg kulakukan sendiri tapi di Jkt aku perpanjangnya di mall hehe.
    Bagus mbak artikelnya sangat membantu buat mereka yang bingung perpanjangan dan bikin sim.

    BalasHapus
  20. Sebenernya kalo ngurus sendiri itu asyik juga ya, kita bisa langsung berhadapan dengan birokrasi, jadi tau lebih kurangnya seperti apa. Daripada ngurus lewat calo, emang sih kita ga repot, tapi kita jadi buta dengan birokrasi. So far, aku ngurus dokumen juga sendiri-sendiri aja sih mbak. Btw, kantor polresnya bagus banget ya. Keren.

    BalasHapus
  21. Baru ngeh saya kalo perpanjangan sim itu pake bayar. Kirain gratis.

    BalasHapus
  22. Kliniknya kok jauh gitu ya Mbak
    Kalau di Jepara tinggal jalan kaki nih je klinik

    BalasHapus
  23. mbak, kalau KIR dari dokter umum ga bisa ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak bisa Mas. Harus dokter yang ditunjuk oleh Polres

      Hapus
  24. Mbak kalo seminggu sebelumnya tgl expard masih bisa?

    BalasHapus

Thank you for stopping by 🥰

Terima kasih untuk tidak berkomentar menggunakan URL ARTIKEL and please jangan tinggalkan link hidup ya, sayang 😘

Sharing is caring, tapi aku bakalan sedih banget kalau tulisanku di copy paste buat blogmu. So, klik tombol share aja ya
(゚▽^*)☆

Lalu.. Demi bisa berkomentarlah secara ksatria, silakan berkomentar menggunakan akun Google ya 😁😁😁