Indonesia Bebas Kusta di Masa Pandemi

"Kusta merupakan penyakit kelainan kulit yang jika tidak diobati bisa menyebabkan cacat pada tubuh penderita." Ujar guru saya ketika saya mendapatkan pelajaran waktu Sekolah Dasar.


Saat itu, kami belajar tentang penyakit-penyakit bawaan, keturunan, penyakit menular ataupun yang tidak.


Kusta sendiri merupakan penyakit menular yang sebenarnya prosentase untuk tertular sangat rendah dan bisa disembuhkan asal cepat ditemukan dan diobati. Sebab, jika tidak segera diobati, kusta bisa menyebabkan disabilitas pada penderitanya.


Banyak yang berpikir, bahkan termasuk saya, kusta merupakan penyakit langka yang sekarang ini sudah hampir tidak ada. Sayangnya, menurut data WHO, Indonesia masih menduduki peringkat 3 penyakit kusta terbanyak di dunia setelah India dan Brasil.

Indonesia Bebas Kusta
pict by Canva Pro


Kusta Bisa Dicegah dan Diobati

Minimnya informasi di masyarakat tentang gejala kusta, juga termasuk stigma negatif serta adanya diskriminasi terhadap orang dengan penyakit kusta atau OYPMK (Orang yang Pernah Mengalami Kusta), menjadikan banyak orang-orang yang ditengarai memiliki gejala kusta jadi sungkan untuk memeriksakan diri ke layanan kesehatan.


Padahal, semakin cepat ditangani, maka semakin besar resiko pula untuk terhindar dari disabilitas.


Untuk mencegah dan mengobati penyakit kusta biasanya dilakukan tahapan yaitu dengan rajin dan rutin untuk memeriksakan diri ke layanan kesehatan, seperti puskesmas, dll.


Pencegahan dan Pengobatan Kusta Selama Pandemi

Pandemi ini memang mengubah segalanya, termasuk hal-hal yang biasanya dilakukan terjun langsung ke masyarakat.


Seperti yang diutarakan Bapak Komaruddin dalam webinar yang diadakan oleh KBR melalui tayangan live Youtube, saat ini pemberantasan kusta selama pandemi awalnya memang mengalami kendala, sebab karena dibatasinya kegiatan outdoor. Akan tetapi, bagaimanapun, penyakit kusta harus diberantas!


Oleh karena itu, melalui kader-kader yang dibentuk oleh Departemen Kesehatan, baik yang terlatih maupun yang belum terlatih untuk mendata masyarakat yang memiliki kelainan kulit.


Oleh karena penyakit kusta ini agak sulit dideteksi secara langsung. Pun, biasanya orang dengan gejala kusta seringkali tidak mau mengaku kusta dikarenakan kusta memang penyakit menular sehingga bisa menyebabkan orang-orang jadi menghindar setiap bertemu orang dengan penyakit kusta.


Maka pendataannya dilakukan terhadap orang-orang yang memiliki penyakit kulit, seperti panu, kadas, kurap, dll. Seperti yang kita tahu, kusta memang berawal dari penyakit kelainan kulit sehingga kulit akan mati rasa dan jika sangat parah bisa menyebabkan disabilitas.


Pengobatan yang biasanya dilakukan di puskesmas pun menjadi lebih fleksibel karena bisa dilakukan dengan mendatangi rumah penderita kusta.


Kabar baiknya, semenjak ada pandemi, penderita kusta di Kab Bone, Sulawesi Selatan yang semula angka statistiknya mencapai 25 orang penderita per 10.000 penduduk kini menjadi 1,7/10.000 penduduk. Hal ini dikarenakan berkurangnya pengumpulan massa, orang-orang jadi sering memakai masker, menjaga jarak, dll.


Program kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Bone ini rasa-rasanya perlu ditiru untuk memberantas kusta di Indonesia. Adapun program kerjanya adalah sebagai berikut:

1. Pemberian obat pencegahan

2. Pemeriksaan kusta dan penyakit kulit lainnya

3. Pemeriksaan anak-anak sekolah

4. Kampanye dan edukasi seputar kusta


Kebanyakan kusta menjadi ditakuti bukan karena penyakit kusta sendiri melainkan karena kecacatan yang disebabkan oleh kusta sendiri.


Perlu diketahui bersama juga bahwa meskipun menular, tetapi ternyata di antara 100 orang yang bergaul dengan penderita kusta, 95% kebal terhadap kusta.


Mengapa demikian?


Sebab penularan kusta hanya terjadi jika ada sumber penularan yaitu orang dengan penyakit kusta dan orang tersebut tidak mau berobat sehingga menularkan. Juga tergantung pada sistem imun masing-masing orang.


Mirip-mirip sama covid 19 ya!


Yuk, Hentikan Stigma Negatif terhadap Kusta

Tidak pernah ada orang yang meminta untuk diberikan penyakit kusta. Meskipun di Indonesia sendiri, penyakit kusta bisa dibilang langka.


Akan tetapi, meskipun sedikit penderita kusta, mereka tetap Warga Negara Indonesia yang harus diperhatikan.


Sekarang mari kita hentikan stigma negatif terhadap penderita kusta agar mereka bisa hidup dengan normal.


Adapun langkah untuk menghentikan penyebaran kusta, juga untuk mendorong OYPMK agar bisa hidup normal adalah dengan cara sebagai berikut:

1| Memakai masker di tempat umum.

2| Menjaga jarak.

3| Edukasi tentang keterampilan online sehingga OYPMK tidak perlu malu ataupun khawatir kalau harus bertemu dengan orang lain.


Yuk, kita bisa! Indonesia Bebas dari Kusta.

32 komentar

  1. Semoga bisa benar-benar hilang, walaupun masih ada 10-20an orang dalam beberapa penduduk yang menderita penyakit ini, tetap jaga kesehatan dan ikuti protokol kesehatan yang ada.. .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ternyata cara itu juga ampuh buat mencegah penyebaran kusta ya.

      Hapus
    2. Semoga semakin berkurang terus hingga tidak ada lagi.. amin..

      Hapus
  2. Untunglah kita mendapatkan edukasi yang baik mengenai kusta ini. Semoga anak keturunan kita terhindar dari nya

    BalasHapus
  3. aku baru tau kalau kusta itu masih ada, semoga usaha pemberantasannya segera tuntas ya sehingga Indonesia bebas dari Kusta

    BalasHapus
  4. oh, aku baru tahu penyakit kusta itu gak pasti menular. Semoga saja pemberantasannya berjalan lancar ya

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Banyak hoax seputar kusta ini ya mba.
    padahal, Kusta merupakan penyakit menular yang sebenarnya prosentase untuk tertular sangat rendah dan bisa disembuhkan asal cepat ditemukan dan diobati.

    Edukasi seperti ini mutlak dilakukan terus menerus ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Edukasi sangat penting mbak. Banyak yang masih merasa jijik dengan penderita kusta . Harus diedukasi bahwa kusta menular tapi penularannya rendah biar penderita kusta tidak terkucilkan

      Hapus
  7. Aku baru tau lo kalau kayak gini tu namanya Kusta, dan ternyata menular. Mungkin nggak pernah denger dan memang langka ya mbak, jadi urang perhatian. Kayak sekarang nih Corona, kalau sakit malah diem diem aja, padahal bisa diobati dan diminimalisir penularannya. Semuanya kembali kepada diri sendiri untuk tidak memandang sebuah penyakit itu hina. Intinya nambah ilmu itu perlu hehehe..

    BalasHapus
  8. Intinya memang harus tetap menjaga kebersihan juga ya mak, semoga program pemberantasannya berjalan dengan baik ya mbak. Kadang masih banyak yang perlu diedukasi tentang penyakit tidak menular.

    BalasHapus
  9. Penderita kusta yang abai, seperti OTG covid yg abai saat ini ya. Tidak peduli bisa membahahayakan orang lain. Semoga saja di daerah lain pun berkurang jumlah yang kena kusta selama pandemi soalnya sekarang banyak lagi yang berkerumun.

    BalasHapus
  10. Memang stigma negatif penyakit kusta masih sering ditemui, menganggap kusta kutukan, tidak bisa diobati padaha,m dikucilkan. Padahal mereka butuh dukungan, dan penderita kusta bisa sembuh kok dengan pengobatan yang tepat.

    BalasHapus
  11. Dilihat dari peringkat 3 sebagai negara dengan penderita kusta terbanyak, harus jadi catatan besar bahwa penyakit ini gak main-main. Pemerintah melalui dept kesehatan dan masyarakat harus bahu membahu memberantas hingga tuntas. Semoga dengan gerakan yang aktif dan terus menerus, tujuan Indonesia bebas kusta dapat tercapai.

    BalasHapus
  12. Kalo aku pribadi udah mulai jarang melihat penderita kusta. Kalo dulu sering. Mudah²an memang ditangani dg baik ya oleh pihak kesehatan dan para penderita kusta pun semoga mau berobat secara intensif.

    BalasHapus
  13. Kusta itu penyakit bukan aib yang sudah sepantasnya diperlakukan layaknya, dan agar bisa ditangani dengan baik dan bisa sembuh

    BalasHapus
  14. Semoga mereka yang terkena kusta segera dapat pertolongan, bukan malah dikucilkan. Iya, karena stigma negatif yang menyebar luas tentang kusta, membuat orang risih. Dan penderita pun enggak ke faskes atau berobat karena seperti dihindari.

    Semoga Indonesia bisa memberantas penyakit ini. Diam-diam malah nomor 3 dunia untuk penderita kusta.

    BalasHapus
  15. Ternhyata kusta masih ada di Indonesia ya mbak. Aku baru tau loh kalau penularannya juga melalui droplet sama ya kaya covid, jadi harus menerapkan 3M juga nih

    BalasHapus
  16. Duh aku kok ga tega liat fotonya yaaaa mbak Rani

    aku nyerah deh kalo liat gini hiks hiks... kasian ya, semoga ke depan Indonesia bebas sakit kusta amiiiiin

    BalasHapus
  17. wah, kalo begitu perlu banget kita support orang yang terkena kusta untuk rutin beobat ya mba supaya tidak menularkan kepada orang lain, terima kasih ulasannya ya Mba

    BalasHapus
  18. Alhamdulillah,
    Informasi yang bagus sekali ini... Harapan bagi kita semua yang kurang paham mengenai penyakit kusta sehingga menganggap penyakit ini adalah penyakit kutukan.

    Alhamdulillah,
    Dengan pemeriksaan di awal, bisa disembuhkan dengan minum obat secara rutin sesuai dosis yang diberikan.

    BalasHapus
  19. Oh ternyata penyakit kusta masih banyak ditemukan di negara kita ya? Kirain udah berkurang, karena penyakit menular sih ya jadi kalo kurang menjaga kebersihan jadi nyebar nya cepat.

    BalasHapus
  20. kusta ini adalah penyakit yang sudah lama ada ya mbak
    saat ini masyarakat harus lebih meningkat kesadaranmya tentang penyakit kusta ini

    BalasHapus
  21. Wah, aku baru tahu kalo ternyata kusta di Indonesia masuk peringkat ke 3,sedih banget ya mbk. Semoga kasus penderita kusta di Indonesia segera menurun presentasenya

    BalasHapus
  22. Perlu sering2 edukasi tentang Kusta ke Masyarakat nih ya, Mbak. Ternyata kalau langsung ditangani bisa cepat sembuh.

    BalasHapus
  23. Wah, aku baru tau sm penularan kusta ini disini. Tyt gitu ya. Jd kalo penderitanya rutin berobat gak bakal terjadi penularan ya. Sm dg covid penderita kusta jg gak boleh dikucilkan ya mba

    BalasHapus
  24. Gara copid sampai org yg kena penyakit lainnya agak2 kita lupakan. Iya ya stigma kusta tuh soalnya menular gtu jd org kan agak gmn gtu sama penderita kusta. Emang butuh edukasi yang baik dan benar.
    Semoga Indonesia bisa benar2 bebas kusta secepatnya yaa

    BalasHapus
  25. Kirain udah nggak ada lagi namanya penyakit kusta ini, ternyata di Indonesia jumlah penderitanya masih banyak ya. Bahkan peringkat 3 di seluruh dunia

    BalasHapus
  26. Lama nggak dengar penyakit kusta diriku mba Rani, jadi tahu nih berbagai penyebab dan cara mengatasinya ya. Harus jaga diri memang apalagi di masa pandemi duh.

    BalasHapus
  27. Tapi sebenernya gejala awalnya seperti apa mba? Apa dari panu kadas kurap tadi? Berarti dari kurangnya menjaga kebersihan kulit yaa? Aku penasaran apa kusta ini ada vaksin pencegahan ATO ga.. selama ini aku tahu kusta itu penyakit kulit yg bikin anggota tubuh tertentu kamar2 jadi hilang. Makanya kesan pertama lgs serem aja kalo udh denger kusta

    BalasHapus
  28. Bisa banget nih direkomendasikan buat mereka penderita kusta mauoun buat kita yang sehat agar tidak perlu lagi antipati dengan penderita

    BalasHapus
  29. Semoga Indonesia bisa terbebas dari Penyakit Kusta. Informasi yang sangat bagus dan selama ini info mengenai kusta jarang saya temui.

    BalasHapus

Thank you for stopping by 🥰

Terima kasih untuk tidak berkomentar menggunakan URL ARTIKEL and please jangan tinggalkan link hidup ya, sayang 😘

Sharing is caring, tapi aku bakalan sedih banget kalau tulisanku di copy paste buat blogmu. So, klik tombol share aja ya
(゚▽^*)☆

Lalu.. Demi bisa berkomentarlah secara ksatria, silakan berkomentar menggunakan akun Google ya 😁😁😁