Berenang telah diyakini sejak jaman Majapahit dapat menstimulasi pertumbuhan tinggi anak. Pun, sebetulnya, saya agak menyesal karena jaman kecil, saya tidak belajar renang dengan benar. Saya takut melihat air yang begitu luas, sebenarnya. Jika terpaksa, saya itu bisa renang, tapi saya takut.
Mengingat pengalaman saya yang begitu, akhirnya saya cukup bangga dengan tinggi badan saya yang hanya 153, di mana serumah, saya yang paling mungil. Ibu saya 158, dan bapak sepertinya 168. Mengingat untuk masuk TNI AD, tinggi badan minimal 165 kan ya untuk pria?
Melihat saya dan suami juga dikatakan cukup mungil, meski tinggi kami ini rata-rata, tapi tentu saja kami berharap anak-anak kami bisa tumbuh lebih tinggi dari kami.
Untuk itulah, kami memutuskan untuk mengenalkan dunia renang kepada anak-anak.
Minggu siang, saya memaksa anak-anak untuk tidur siang. Sebab, Alisha yang sering tidur saat ashar, bisa jadi menyebabkan gagalnya rencana renang, dong!
Untunglah, Alisha dan Han mau tidur siang, meski kayaknya mereka nggak ngantuk.
Demi kecepatan sampai di tempat tujuan, tentu saja, sebagai pemula, mamah harus menyiapkan peralatan renang seadanya, di mana cuma Alisha yang punya baju renang. Itupun sebetulnya milik Han yang sudah kekecilan tapi sama sekali belum pernah dipakai. Wkwkk.
Adapun peralatan minimum perang untuk renang adalah sebagai berikut:
1| Baju ganti setelah renang.
2| Peralatan mandi (handuk, sabun cair, shampo).
3| Plastik untuk menyimpan baju renang yang habis dipakai.
4| SPF, pelembab dan juga sisir.
Tujuan renang kami adalah ke kolam renang yang dekat-dekat saja B & P GARDEN KAMPUNG KUTO. Sebetulnya tempat wisata ini adalah bentuk Agrowisata. Teman-teman yang ke Kudus bisa nyari nih ke belakang kantor Kelurahan Purwosari. Selain agrowisata, juga terdapat resto dan tentu saja kolam renang!!
Kami berangkat dari rumah sekitar habis Ashar, dan memakan waktu perjalanan 5-10 menit untuk menuju B & P Garden Kampung Kuto.
Setelah membayar tiket masuk Rp. 10.000, kami langsung terpukau dengan kolam renang yang luas dan sepi. Airnya pun cetek hanya sekitar kedalaman 40 cm. Ini tiket masuknya sudah termasuk tiket masuk ke kolam renang.
Rupanya kolam renangnya ada dua tempat, yang satu kedalaman 40 cm dan satunya lagi 1 meter.
Alisha langsung sumringah seperti takjub dan tidak percaya.
Saya pikir Han tidak akan mau berenang lho! Han kan memang sedikit berbeda dengan adiknya. Tapi rupanya, Han juga langsung melepas jaket dan segera bersiap dengan baju tempur renang seadanya.
Awalnya, kami berniat mengenalkan anak sama yang namanya kolam renang saja. Ndilalah, ada ban pelampung bekas dipakai pengunjung sebelumnya. Setelah membayar lagi untuk sewa ban pelampungnya sebesar Rp 10.000, kedua bocil kembali antusias.
Pengalaman pertama bagi kedua bocil melihat air di kolam renang! Mereka langsung berendam seperti di ember besar mereka yang di rumah. Alisha bahkan lebih sering jongkok sambil berjalan di dalam air dengan menggunakan ban pelampung. Wkwkk..
Amazing, pak suami yang pas tiba di tujuan agak malas-malasan buat nyemplung tiba-tiba mau ikut turun ke kolam renang. Mungkin, karena melihat Alisha yang jongkok di dalam air dan juga Han yang kesusahan karena jongkok pun, dia sudah terlalu besar untuk berendam dalam air.
Bapaknya anak-anak memberikan contoh kepada anak-anak bagaimana caranya berenang yang sebenarnya.
Rupanya, Han langsung tanggap! We O We.
Maksudku, Han lebih memilih meluruskan kaki daripada jongkok di air. Wkwkk. Begitu pun dengan Alisha. Begitu sama bapaknya, mereka mau berenang lebih jauh.
Melihat mereka tampaknya begitu senang di dalam air, akhirnya saya pun memutuskan juga untuk nyemplung setelah melihat keadaan aman (tas dan baju kami masih dalam pengamatan).
Rupanya, saat saya menanyakan ke mbak penjaganya, di sana itu kalau hari Minggu selalu rame dari pagi sampai sore (kami yang terakhir datang). Alhamdulillah kami datang habis Ashar, soalnya mereka tutup jam 17.00, dan kalau sudah masuk kolam renang sebelum jam 17.00 akan ditunggu sampai Maghrib.
Setelah hampir 1,5 jam kami bermain di dalam air, kami memutuskan untuk pulang.
Alisha dan Han yang biasanya masih banyak gerak meskipun dari bepergian, rupanya setelah berenang, langsung pada mengurangi gerakannya dan lebih memilih rebahan. Wkwkk. Lucu juga ya melihat anak kinestetik bisa diam gitu.
Ruang bilasnya pun cukup banyak, hampir ada 10 kamar mandi sekaligus tempat ganti baju. Mungkin karena tidak ada ruang khusus ganti untuk perempuan ataupun lelaki. Ruang bilas yang menghadap ruang terbuka dengan banyak burung kalkun berlarian ke sana kemari.
Sayangnya, entah mengapa, aku merasa agak seram kalau sudah sore menjelang maghrib gitu. Wkwkk.
Sesampainya di rumah, aku yang biasanya seharian duduk di depan komputer dan sering tidak lancar peredaran darahnya terutama di bagian kaki, merasa peredaran darah yang mandeg menghilang, berganti pegal di seluruh kaki. Waduuh, gini sih ya, kalau jarang olahraga!
Buat yang ingin main ke Kudus, bisa nyobain juga nih renang di Kampung Kuto Purwosari
B & P GARDEN KAMPUNG KUTO
EDU AGRO WISATA
Alamat : RT 02 RW 02 Purwosari Sawahan
Kelurahan Purwosari, Belakang Kantor Kelurahan Purwosari
Kec. Kota Kabupaten Kudus






Aah...senangnyaa~
BalasHapusAnak-anak kalau ada Ayahnya jadi emaknya bisa me time yaa..
Aku ga bisa berenang, tapi kalau meluncur sambil cipak-cipak, kata anakku, aku lumayan.
Plus diajarin kakak ngambang.
Hehhe, anak-anakku lebih mahir berenang karena bagian dari mata pelajaran di sekolah.
Assiik~
Bakalan rutin berenang di B & P GARDEN KAMPUNG KUTO.
Jaman kita kayaknya renang masih belum masuk kurikulum ya?
Hapusgemes liat adek alisha dan mas han...montok pengen nowel pipi hihi
BalasHapusmba raaaaan aku ternyata 2 cm lebih tinggi darimu hihihi...
seneng kalau ngajak bocah plesir di kolam, emang anak anak mah kasih ke kolam uda seneng banget...wisata murah meriah lagi
tapi bener kalau uda nuju magrib jadi agak meremang bulu kuduk kalau masih kungkum banyu hihi
Apa-apa nih?! Cuma selisih 2cm mah mana keliatan, Nit!! 🤣🤣🤣
HapusKalau sore menjelang maghrib, mungkin dari dunia sana pada mau berangkat berenang juga ya
semoga nanti bisa rutin ya berenang jagoan-jagoannya mbak. Emaknya ikutan juga heheehehe...
BalasHapusAamin.. Hoho maunya sih gitu ya, biar sekalian mendayung tiga pulau terlampaui.
HapusBener banget, mending anaknya diajarin berenang dari sekarang. Aku baru belajar berenang pas umur 30... Pas belajar, diteriakin sama anak2 TK ... ihiks...
BalasHapusbuahahhaa.. sadis amat tuh anak-anak TK. Duh, aku nggak jadi belajar ah! hahaha
Hapus