Anyeong chinguduel
Tiga episode lagi, Jirisan akan mencapai episode terakhirnya. Huhu, makin ke sini makin seru ya episodenya dan satu per satu kasus terkuak misterinya.
Memang bisa dikatakan ya, antara gunung dan misteri tidak mungkin terpisahkan.
Sebetulnya, saya sendiri takut buat pergi ke gunung. Saya takut melihat pohon-pohon besar dengan aura menyeramkan, sebab saya jadi melihat hal-hal yang tidak ingin saya lihat. Tentu saja, kalau ke pantai yang aura mistis, saya juga takut. Wkwkwkkk.
Naha ini takut semua?
Ya maklum ya!
Oh iya bicara tentang Jirisan, ada yang sepaham nggak kalau Jun Ji Hyun ini agak mirip sama Gianna Jun? Padahal keduanya memang orang yang sama! Hahaha.
Jadi Gianna Jun ini merupakan nama Inggris dari Jun Ji Hyun.
Selain My Sassy Girl, film Daisy yang tayang tahun 2006 silam ini masih menjadi favorit. Ya, mungkin karena banyak kenangan tentang film itu ya. Secara mantanku agak-agak mirip sama Park Yi (yang diperankan oleh Jung Woo Sung).
![]() |
| Jun Ji Hyun dalam Daisy the Movie |
Bicara tentang film Daisy, di situ Hye Young (diperankan oleh Jun Ji Hyun) berkerja sebagai florist.
Tahu kan pekerjaan florist? Florist merupakan sebutan untuk orang-orang yang pekerjaannya merangkai bunga baik itu bunga segar maupun bunga imitasi. Bisa berbentuk buket, karangan bunga, atau bahkan bunga meja.
Nah, meskipun florist itu pekerjaan yang menyenangkan, entah kenapa saya kok tidak begitu tertarik menjadi florist ya. Saya lebih menyukai pekerjaan merawat bunga lalu syukur-syukur bisa menjualnya.
Kapan hari itu, saya pernah dikasih bunga bougenville sama Mbak Susi Susindra, Bunga hidup ya, eh maksudnya tanaman bougenville.
Anehnya, tanaman bougenville yang akhirnya aku pindah pot itu, selalu menjalar dan batangnya kecil. Nah kan maunya pengen punya yang batangnya besar dan berharap bisa besar seperti yang ada dipinggiran jalan-jalan tol.
![]() |
| gambar oleh pisauikan dari Pixabay |
Pasti Sahabat Ran belum tahu kan? (idih kok sok gahol kamu, Ran?) Bunga bougenville banyak ditanam di pinggiran jalan-jalan tol ini bukan hanya karena bunganya yang indah. Usut punya usut, ternyata bunga bougenville ini mampu menyerap polutan yang ada. Salah satunya adalah asap kendaraan.
So, sekarang udah tahu ya kalau bunga bougenville yang ada di pinggiran jalan itu ternyata fungsinya penting juga. Hampir mirip lidah mertua ya, yang bisa menyerap polutan.
Bicara tentang tanaman bunga bougenville punyaku yang terus menjalar, akhirnya aku memutuskan berkelana di Youtube. Alhamdulillah dikasih wejangan sama guru baru yang langsung aku subscribe!
Channel beliau bernama Al Raya, ini isinya bunga bougenville semua.
Inilah 4 Teknik Dasar Merawat Tanaman Bougenville
1. Penyiraman
Faktor penyiraman rupanya ini penting sekali. Ya iyalah! Tanaman kalau nggak disiram ya nggak akan hidup! Eh rupanya bukan itu. Tanaman bougenville ini tidak boleh terlalu sering disiram. Cukup sehari sekali. Itupun cara menyiramnya harus tepat.
Tepat dalam artian, kalau tanamannya kecil, bisa disiram dengan air sebanyak satu gelas. Sedangkan kalau tanamannya sudah besar, bisa satu sampai dua liter.
Sementara itu, kalau hujan sebaiknya jangan disiram!
2. Pemangkasan
Rupanya, ada rumus pemangkasan pakem dari Pak Raya untuk para pecinta tanaman bougenville. Rumusnya adalah berbentuk payung, gunung atau piramid.
Kenapa sih harus dipangkas? Ya tujuannya supaya dahan dan bunganya tidak ke sana kemari.
Bahkan untuk melebatkan dahan dan juga dedaunan bougenville harus dilakukan pemangkasan setidaknya minimal dua kali. Tentu saja, jangan sampai bakal tunas yang akan dipotong.
3. Pemupukan
Pupuk yang digunakan untuk menyuburkan tanah ala Pak Raya adalah menggunakan NPK yang biasanya banyak dijual di toko tanaman. Tanaman yang cukup kecil biasanya menggunakan campuran NPK setengah sendok makan dengan larutan air sebanyak satu gayung a.ka satu liter.
Sedangkan untuk tanaman bougenville yang sudah cukup besar, takaran NPK nya adalah dua sendok dengan larutan air satu ember cat kecil.
Tentu saja, jangan lupakan untuk melakukan pemupukan di saat bukan musim hujan. Kalau dilakukan di musim hujan, bakalan mengalir ikut air hujan.
4. Posisi dan Peletakan
Bunga bougenville memang terkenal dengan bunga yang tahan panas tetapi membutuhkan banyak air. Untuk itu, harus diletakkan di ruang terbuka yang terpapar sinar matahari langsung. Setidaknya dibutuhkan waktu sekitar 5-6 jam untuk mendapatkan sinar matahari.
Bagi yang ingin melihat tanaman bougenvillenya segera berbunga, maka memerlukan sinar matahari mutlak.
Oke, sepertinya banyak yang perlu saya lakukan terhadap tanaman bougenville kesayangan. Besok setelah anak-anak selesai PAS, saya pasti akan kembali ke lapangan, eh ke kebun minimalis punya kami.
Sampai jumpa lagi ya bersama Gianna Jun #eh postingan kali ini.
Teman-teman yang ingin bertanya tentang tanaman bisa ya di kolom komentar, barangkali tanaman kita ada yang sama dan insya Allah akan saya jawab dengan postingan khusus yang menjawab pertanyaanmu.
Terima kasih yang sudah mampir dan membaca.
Salam,






Di tamanku juga ada bougenville. Setiap 3 bulan sekali perlu 'potong rambut'. Cuma punyaku jeleknya berduri. Tajem & kuat banget itu durinya. Tapi mau ditebang sayang juga.
BalasHapus