Ada kalanya, saya merasa anak lelaki saya yang malas sekali jika diajak belajar membaca punya kecenderungan menggunakan otak kanannya daripada otak kirinya. Dilihat dari kegemarannya pada seni gambar. Apakah seni gambar memiliki lebih banyak manfaat daripada mudharatnya?
***
Assalamu alaikum Sahabat Ran
Berulang kali saya membaca beberapa kemungkinan jika anak sulung saya yang hobi sekali menggambar beragam truk lengkap dengan perintilannya maka mungkin saja Hadziq merupakan anak yang memiliki otak kanan yang aktif.
Tugas kita sebagai orang tua kan memang mengamati bakat dan potensi, mengarahkan dan membimbing.
Orang yang memiliki otak kanan lebih aktif, ditengarai sebagai anak yang kuat di dalam visual, intuitif, dan kreatif. Sementara orak kiri digunakan untuk melakukan proses berpikir secara analitis, verbal, dan selaras. Ada orang yang lebih dominan otak kanan, ada yang dominan otak kiri, dan bahkan ada orang yang seimbang antara otak kanan dan otak kirinya, dan orang yang berada di garis abu-abu itu adalah aku. Makanya, saat diajari Makneng Tanti Amelia untuk menggambar doodle, aku semangat sekali.
![]() |
Image by pencil parker from Pixabay |
Dilansir dari laman Fanspage nya Ayah Edy Parenting, bahwa ciri-ciri anak yang cenderung menggunakan otak kanannya adalah sebagai berikut.
1. Sulit mengikuti pelajaran di sekolah
2. Saat kecil si kecil termasuk anak yang terlambat bicara dibanding anak seusianya.
3. Sewaktu masih balita, si kecil lebih kuat tangan kirinya atau kidal.
4. Saat berbicara, sering tidak urut atau tidak sitematis, serta sulit dipahami.
5. Perasaannya sangat sensitif atau peka.
6. Si kecil seringkali sulit mengungkapkan keinginannya dalam bentuk kata dan kalimat atau sulit menyusun kalimat dalam mengungkapkan perasaannya sehingga sering kali kerap marah-marah.
7. Dengan mudah cepat hapal tempat / lokasi yang pernah dikunjunginya meskipun baru sekali.
8. Sering bicara tidak nyambung dengan pertanyaannya.
9. Kadang-kadang suka berbicara sendiri dan berkhayal menceritakan fantasinya.
10. Terkadang menceritakan suatu tempat yang belum pernah dikunjungi tetapi kelihatannya nyata atau ada.
11. Konsentrasi rendah terhadap pekerjaan yang kurang disukai / kurang diminati bahkan termasuk perintah gurunya. Akan tetapi konsentrasinya akan tinggi sekali pada pekerjaan atau bidang yang diminatinya.
12. Sering membuat cara baru dalam menyelesaikan masalah soal-soal, dan kurang suka dengan cara-cara yang diajarkan oleh orang tua atau gurunya.
13. Lebih suka permainan rancang bangun seperti : lego, susun menyusun, gambar menggambar dsb.
14. Suka keluar dari kelompok dan melakukan aktifitasnya sendirian.
15. Sebagian ada yang sudah tahu membedakan jenis-jenis benda dengan cara detail sekali seperti merek mobil , jenis-jenis pesawat, jenis kendaraan yang digunakan oleh kepolisian, dsb.
16. Sulit sekali diajari mengeja suku kata.
17. Waktu kecil saat berbicara tentang huruf biasanya sulit membedakan antara "b" kecil dgn "d" kecil, dan seringkali terbalik balik antara "M" dan "W", "3" dgn "E" dst.
18. Sulit mengerjakan soal matematika dan logika serta rumus-rumus, kecuali diberikan analoginya.
19. Sulit memahami makna soal cerita matematika kecuali diberikan contoh-contoh langsung dengan praktek dan perumpamaannya dengan alat bantu benda.
20. Si kecil sering melihat ke atas seperti anak yang sedang melamun.
21 Si kecil kurang suka mencatat dan lebih suka memenuhi bukunya dengan gambar di sana sini.
22. Walaupun sudah bisa membaca biasanya bacanya suka melompat lompat dan banyak kata yang tertinggal.
23. Jika sudah mengenal huruf atau angka, ia biasanya mampu membaca urutannya sama cepat dari depan ke belakang atau dari belakang ke depan
-Ayah Edy-
![]() |
Image by StockSnap from Pixabay |
Melihat kembali ke Hadziq yang sangat suka menggambar beragam jenis truk beserta printilannya, membuat kami mencoba memahami bahwa sebenarnya seni gambar itu peran dan manfaatnya untuk anak banyak sekali. Di antaranya adalah sebagai berikut:
Berikut Manfaat Belajar Seni Gambar untuk Anak
1|| Meningkatkan Kemampuan Motorik
Anak cenderung menggerakkan mata dan tangan secara bersamaan saat menggambar. Menggerakkan pensil gambar dan crayon juga sudah membantu mengasah kemampuan motorik pada anak.
2|| Meningkatkan Imajinasi
Imajinasi yang ada di dalam pikiran anak akan lebih mudah dituangkan dalam gambar. Mereka bebas mengekspresikan apa yang ada di dalam benak mereka ke dalam ruang dua dimensi. Tentunya, dengan berawal dari satu obyek, bisa meningkat ke obyek yang lain.
3|| Membuat Anak Lebih Ekspresif
Seringkali, saya tidak memahami apa yang dimaksud anak-anak, sebab mereka menggambarkan angan-angan mereka dalam udara.
Jadi, ada kalanya saat kami tidak menemukan titik temu, saya meminta mereka menggambarkannya dalam buku gambar. Dengan begitu, mereka akan lebih ekspresif dalam mengungkapkan keinginannya.
4|| Belajar Berorganisasi
Sebelum menggambar, anak pasti merencanakan sesuatu yang akan mereka gambar. Saat itulah, mereka belajar untuk mengatur dan menetapkan tujuan obyek gambar mereka. Dari hal sederhana ini, sebenarnya mereka akan terbiasa untuk membangun tim jika memang harus mengerjakan proyek secara berkelompok. Ya meskipun, terkadang, sifat leader bisa dilihat dari koleris atau bukan.
5|| Membuang Pikiran Negatif
Saat Covid 19 lagi ramai-ramainya, banyak pasien yang berada di rumah sakit maupun di tempat isolasi mandiri yang disarankan untuk menggambar atau mewarnai obyek. Ternyata banyak para ahli psikologi yang menyarankan menggambar karena bisa membantu mengurangi stress, kecemasan bahkan termasuk depresi.
Jadi orang-orang yang baik menggunakan otak kanan, ataupun otak kirinya adalah istimewa dan luar biasa. Tidak ada yang lebih baik, hanya saja memang harus penanganan khusus sesuai dengan kasusnya masing-masing.
((kasus-kasus)) korban Woo Young Woo.
Semoga dengan ini, tidak ada lagi yang melabeli anak dengan otak kanan sebagai anak bodoh dan bandel. Sebab, semua anak yang terlahir di dunia adalah anak istimewa.
Referensi:
https://lifestyle.kompas.com/read/2020/10/21/070700020/7-manfaat-menggambar-untuk-anak?page=all

Tidak ada komentar
Thank you for stopping by 🥰
Terima kasih untuk tidak berkomentar menggunakan URL ARTIKEL and please jangan tinggalkan link hidup ya, sayang 😘
Sharing is caring, tapi aku bakalan sedih banget kalau tulisanku di copy paste buat blogmu. So, klik tombol share aja ya
(゚▽^*)☆
Lalu.. Demi bisa berkomentarlah secara ksatria, silakan berkomentar menggunakan akun Google ya 😁😁😁