❤❤❤
Assalamu alaikum Sahabat Ran,
Kedua anak kami yang saat ini alhamdulillah sudah bersekolah semua, mulai dari si abang yang sekarang sekolah di MI (Madrasah Ibtidaiyah) dan adik bersekolah di RA (Raudhatul Athfal). Keduanya juga sudah dibekali buku kegiatan Ramadhan dari sekolahnya masing-masing.
Sebenarnya agak kaget juga sih ya, secara biasanya anak RA itu paling gimana ya, tapi ternyata diminta untuk beli buku kegiatan Ramadhan juga. Buku Ramadhan punya adik diminta untuk membayar Rp 10.000, sedangkan abang hanya Rp 5.000 saja.
Kok harganya beda? Tentu saja, karena isi dan bentuknya juga berbeda.
Buku Ramadhan punya adik memiliki halaman yang menarik dan memiliki banyak gambar. Tentu saja, karena disusun untuk PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Daaaan... tidak ada bagian halaman meminta tanda tangan pak imam.
Padahal seandainya diberi halaman tanda tangan imam tarawih, pasti Alisha semangat untuk ikut meminta tanda tangan Pak Imam. Secara ya, pas abangnya minta tanda tangan, Alisha biasanya ikut antri tapi bukan untuk minta tanda tangan melainkan untuk salim sama pak imam tarawih. Hihi, emang cucunya pak kaji nih ada-ada aja!
Berbeda dengan abang. Buku tarawihnya, meskipun murah meriah dan dicetak menggunakan kertas buram (mungkin untuk menghemat biaya produksi), akan tetapi isiannya cukup komplit. Ya, walaupun tidak secolorful kayak punya adik, tetapi untuk anak MI udah cukup lah ya.
Isinya hampir mirip sama buku ramadhan mama jaman SD.
Emang kayaknya jaman-jaman SD tuh bagian paling seru adalah saat meminta tanda tangan pak imam, ye kan? Apalagi kalau pas barengannya banyak. Bisa sekalian kenalan dan dapat teman baru.
![]() |
| Mas Hadziq mengantri ttd pak imam bersama teman-teman |
Buku ramadhan punya Mas Hadziq isinya berupa tabel berpuasa, tabel sholat sendirian dan sholat berjamaah, bagian tarawihan yang dilengkapi dengan tanda tangan pak imam, lalu ada bagian tabel tadarusan, dan terakhir kolom silahturahmi ke rumah bapak ibu guru.
Terkadang, saya mencontoh buku ramadhan Mas Hadziq untuk dituliskan di bullet journal milik saya pribadi. Secara ya, sebagai wanita, kita pasti kan punya masa-masa bolong. Kalau nggak dicatat, bisa suka lupa.
Cuma ya, karena terlalu bersemangat entah bagaimana. Buku ramadan punya Mas Hadziq itu sudah diisi di bagian yang silang dan centang.
Kayaknya itu dulu deh yang mau diceritakan. Nanti kalau pas waktunya, bakal dituliskan lagi rinciannya.





Tidak ada komentar
Thank you for stopping by 🥰
Terima kasih untuk tidak berkomentar menggunakan URL ARTIKEL and please jangan tinggalkan link hidup ya, sayang 😘
Sharing is caring, tapi aku bakalan sedih banget kalau tulisanku di copy paste buat blogmu. So, klik tombol share aja ya
(゚▽^*)☆
Lalu.. Demi bisa berkomentarlah secara ksatria, silakan berkomentar menggunakan akun Google ya 😁😁😁