Joaquin Phoenix mengatakan semakin dewasa penglihatan kita akan semakin memudar, akan tetapi penglihatan kita terhadap dunia akan semakin jelas. Well kurasa ada benarnya.
❤❤❤
Assalamu alaikum Sahabat Ran,
Beberapa minggu ini rasanya cukup melelahkan, selain fisik yang semakin terkuras juga ada hati yang harus dijaga. Agak susah sebenarnya jika itu adalah aku lima tahun yang lalu, atau bahkan mungkin sepuluh tahun yang lalu. Akan tetapi sekarang rasanya lebih mudah untuk melepaskan hal-hal yang di luar kendali kita.
Beberapa tahun lagi, aku akan menginjak usia 40 tahun. Seharusnya kedewasaan itu sudah ada di depan mata. Rupanya tidak sesederhana itu. Bahkan mungkin saat nanti aku menginjak usia 40 tahun.
Ada banyak hal yang menjadikan kita dewasa, di antaranya:
Mampu Bertanggung Jawab Finansial
Usia sebenarnya tidak menjadikan patokan sesorang dikatakan dewasa. Salah satu ciri kedewasaan dalam diri adalah mampu mengelola finansial secara baik. Tahu dan mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
Orang yang telah dewasa juga pasti bisa membayar tagihan, mengatur tabungan, dan membuat rencana keuangan untuk masa depan. Bisa melalui deposito, tabungan emas, reksadana dll.
Kemandirian
Membuat Keputusan Mandiri
Pengendalian Impuls
Pemahaman Terhadap Diri Sendiri
Beberapa waktu lalu sempat disarankan untuk menyekolahkan anak-anak masuk usia sekolah dasar ketika berumur 7 tahun. Sebenarnya tujuannya kan untuk menstimulasi meningkatkan kecerdasan emosional terlebih dahulu.
Baca Juga; 8 Cara Meningkatkan Kecerdasan Emosional
Kecerdasan emosional berperan juga terhadap cara memahami diri sendiri. Orang dewasa pada umumnya mampu mengendalikan emosi dengan lebih baik. Mereka juga bisa memahami nilai-nilai yang ada pada diri sendiri, mulai dari kelebihan, kekurangan dan nilai-nilai pribadi.
Rasanya memang semakin tua, ditambah anak-anak juga sudah memasuki usia sekolah dasar kedua-duanya, kesibukan pun menjadi semakin banyak. Branding sebagai emak blogger pun rasanya di ujung tanduk karena jarang update blog.
Tapi sebenarnya, di balik itu semua, aku pengen kembali menulis cerita anak. Ingin mengirimkannya ke majalah kesayangan, dan kembali menulis antologi cerita anak. Jika sudah begitu, branding sebagai penulis cerita anak pasti bisa kuraih kan ya?
Ah namanya juga mimpi di balik kesibukan menyertai anak-anak bertumbuh.
Siapa tahu ada yang mengaminkan di antara semua pembaca.




Mataku boleh makin minus, tapi aku makin pinter ngedeteksi Orang2 sekitaran yg baiknya tulus atau ga 🤣.
BalasHapusIya sih mba, dewasa itu ga tergantung Ama usia. Ada orang yg masih muda aja udah bersikap dewasa , ntah Krn kondisi ekonomi memaksa dia utk dewasa lebih cepat, atau memang didikan ortunya. Tapi ada juga yg udh tua pun ttp aja sikapnya childish banget. Cuma bisa minta, mikir negatif, merasa paling menderita sedunia, adaaa yg beginiii.
Makanya aku mau mendidik anak2ku utk ga jadi orang begitu . Suatu saat mereka harus jauh dari ortunya. Di situ aku berharap mereka bisa mulai bersikap dewasa
aminnn, semoga keinginan mbak Rani tercapai.
BalasHapusMemang kesibukan mengurus keluarga bisa aja menyita waktu ya mbak, 24 jam rasanya ga cukup. Kadang niat nyisihin waktu ada, tapi pas mau dijalani, ada aja gangguannya
saya setuju sama kutipan di atas dan saya juga setuju sama kutipan lain yang menyebutkan bahwa kedewasaan seseorang sebenarnya tidak ada kaitannya dengan jumlah usia. yang pasti yang saya rasakan dengan bertambahnya usia saya jadi lebih mudah mengendalikan emosi (tidak sereaktif) sebelumnya. Well selamat bertambah usia dengan anggun :)
BalasHapusAamiin~
BalasHapusSemoga karyanya semakin banyak, semakin meledak ide tulisan untuk cerita anaknya dan hobi serta passionnya bisa seiring sejalan dengan aktivitas sehari-hari.
Aku sejujurnya semakin tydack dewasa.
Mungkin salah satunya kepengaruh sama circleku yang sekarang yaa.. Anak-anak beranjak remaja, kita sering hang-out bareng, curhat bareng, uda serasa akunya yang seusia mereka dan mereka yang menuntunku menemukan jawaban.
Mungkin ini salah satu hikmah memberikan kemandirian pada anak sejak dini yaa..
Ujung-ujungnya, orangtua yang kembali ke sifat childish mereka.
jujur ya aku kadang merasa walau usia sudah mau kepala 4 masih ada banyak hal yang belum dewasa dari diriku. katanya sih kita semakin tua harusnya makin bijaksana yaa tapi akhir-akhir ini aku malah lebih sering marah-marah dibanding dulu. huhu
BalasHapusSebagai orang yang bermata minus, related sih sama omongannya mamang Joaquin. hehehe..
BalasHapusmeski sekarang sudah memasuki kepala 4, saya kadang masih merasa belum cukup dewasa dan bijak sih, tapi ya perlahan dijalani saja sih. Mungkin karena saya juga anak pertama di keluarga jadi proses kedewasaan pun dibiasakan karena harus bersikap mandiri dan menjadi contoh untuk adik-adikku.
Apa pun itu, yang penting tetap semangat menjalani hidup dan bahagia selalu.
sepertinya usia kita gak jauh beda yaa, Mba. Saya juga dua tahun lagi 40 tahun tapi rasanya seperti belum menjadi orang dewasa seutuhnya karena kadang masih suka ngambek untuk hal-hal gak penting, suka marah-marah gak jelas, masih suka belanja impulsif dan kadang (tepatnya lebih sering) gak bisa membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan, hiks
BalasHapus