5 Kelemahan Menstrual Cup, Yakin nih Mau Beli?

Menstrual cup merupakan salah satu alternatif bagi wanita yang ingin mengurangi pemakaian pembalut sekali pakai. Selama 5 tahun pemakaian kemarin, akhirnya noona harus berpisah juga dengan menstrual cup. Mengapa? Apa benar menstrual cup juga memiliki kelemahan?

❤❤❤ 

5-kelemahan-menstrual-cup


Assalamualaikum Sahabat Ran,

Cuaca beberapa hari ini ya, masya Allah, hujan melulu! Mau mengantar anak-anak berangkat ngaji dan latihan lho, jadi males banget. Apalagi kalau hujannya lumayan deras ya. Memakai jas hujan tuh riweuuh banget rasanya 😂

Belum lagi kalau cucian nggak kering-kering. Bayangkan coba kalau tidak dibantu dikeringkan di mesin cuci, bisa-bisa seminggu baru kering. Makanya ya, agak riskan juga kalau memakai pembalut kain di musim penghujan seperti ini. Kapan keringnya, coba?

Ya sesekali noona tetap pakai sih pembalut kain, tetapi saat musim panas aja, biar cepat kering. Selebihnya, noona memakai menstrual cup. Tetapi kemarin, noona akhirnya harus merelakan berpisah dengan menstrual cup yang sudah menemani lebih dari 5 tahun. Sediiiih.. mana cuma punya satu, pula! Menurut Sahabat Ran, apa sebab sampai noona mengatakan berpisah dengan menstrual cup? Sebelum itu, mungkin noona mau menulis sedikit dulu tentang kelemahan menstrual cup yang barangkali bakal bikin Sahabat Ran tambah ciut hatinya untuk ikut memakai. 😂

5 Kelemahan Menstrual Cup yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Memutuskan untuk Memakai

1| Tergantung Pada Kurva Pembelajaran:

Menggunakan menstrual cup tentu saja berbeda dengan menggunakan pembalut sekali pakai. Dibutuhkan jam terbang yang lumayan tinggi. Penggunaan menstrual cup membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

Banyak wanita yang enggan mencoba karena dibutukan skill dan waktu untuk benar-benar menguasai cara memasukkan dan mengeluarkan menstrual cup. Apalagi, posisi yang tepat dan teknik yang benar sangat penting untuk menghindari kebocoran dan ketidaknyamanan.

Mungkin tidak hanya noona yang membutuhkan beberapa kali percobaan. Awalnya, tentau saja noona tidak langsung merasa nyaman dengan menstrual cup pada percobaan pertama. Entah pada percobaan ke berapa kali dan di tahun ke berapa yang akhirnya bisa menemukan menemukan ukuran yang pas dan teknik yang paling sesuai.


2| Risiko Kebocoran pada Menstrual Cup

Penggunaan menstrual cup tidak menjamin kebocoran darah haid. Terutama jika tidak dipasang dengan benar. Jika tidak dimasukkan dengan benar atau ukurannya tidak sesuai, menstrual cup bisa bocor. Hal ini bisa menyebabkan noda pada pakaian dalam dan ketidaknyamanan bagi penggunanya.

Sementara itu, pada aliran darah yang sangat deras, menstrual cup juga mungkin kurang mampu menahan semua darah dalam dalam waktu yang lama, sehingga tetap ada risiko kebocoran. Maka dari itu, banyak yang menyarankan untuk mengeluarkan darah haid di saat deras-derasnya setiap 2-3 jam sekali. Tentu akan merepotkan terutama bagi sebagian orang yang tidak rutin ke kamar mandi karena malas.


3| Potensi Iritasi dan Infeksi

Seperti halnya pembalut kain dan pembalut sekali pakai, menstrual cup juga memiliki resiko iritasi dan infeksi. Menstrual cup harus dibersihkan secara rutin. Jika tidak dibersihkan dengan benar dan secara teratur, menstrual cup bisa menjadi sarang bakteri dan menyebabkan infeksi.

Beberapa wanita mungkin juga memiliki alergi terhadap material yang digunakan untuk membuat menstrual cup, seperti silikon atau lateks. Hal ini bisa menyebabkan iritasi dan ketidaknyamanan.


4| Sulit Digunakan di Tempat Umum

Masalah utama saat memakai menstrual cup adalah karena ketika mengganti menstrual cup membutuhkan privasi yang cukup, terutama saat harus mencucinya. Hal ini bisa menjadi tantangan ketika berada di tempat umum yang tidak menyediakan fasilitas yang memadai. Apalagi seandainya kita sedang bepergian di mana toiletnya antri banyak pemakai.


5| Biaya Awal yang Relatif Tinggi

Menstrual cup memang mirip Investasi Jangka Panjang. Meskipun menstrual cup bisa digunakan berulang kali selama beberapa tahun, tetapi biaya awal untuk membeli menstrual cup berkualitas cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan membeli pembalut atau tampon secara rutin.

5-kelemahan-menstrual-cup


Sebenarnya, meskipun ada beberapa kelemahan yang disebutkan di atas, kelima-limanya sudah pernah noona rasakan sendiri, tetapi apa penyebab noona harus berpisah dengan menstrual cup kesayangan noona? *spoiler alert - yang lagi makan sebaiknya jangan dilanjutkan bacanya* Jadi kemarin itu, sewaktu buang air besar, menstrual cup yang sebenarnya sudah baik-baik saja di jalurnya, tiba-tiba ikut meluncur pas ngeden, sehingga jatuh di kubangan yang penuh dengan isiannya. Ya nggak mungkin lah kalau disuruh obok-obok buat nyari menstrual cup, akhirnya noona antara sedih dan KZL langsung menekan tombol flush di samping closet. 😭

Itulah ceritanya noona kenapa harus berpisah dengan menstrual cup yang harganya cukup menguras kantong. Sekarang, noona mau beralih ke merk lain yang lebih murah.

Buat noona, pemakaian menstrual cup udah lebih nyaman daripada pembalut sekali pakai yang bikin kulit iritasi dan gatal-gatal karena kandungan pemutihnya. Apalagi jika dihitung dari kantong emak, lebih hemat biaya dalam jangka panjang, dan tentu saja, menstrual cup lebih ramah lingkungan. 

Apa Sahabat Ran sudah ada yang memakai menstrual cup juga? Cerita please di kolom komentar 💋

4 komentar

  1. Maaf mba, aku auto ketawa pas baca penyebabnya 😅😅.

    Aku ga pake, dan sepertinya tidak tertarik untuk pake 😅🤭. Ntah kenapa ngebayanginnya agak serem aja. Paham kalo ini cuma masalah latihan dan kebiasaan. Tp aku bukan yg sabar segitunya utk membiasakan diri pakai sesuatu yg masih asing 😅. Gapapa lah untuk sekarang sampai nanti menopause, pake yg sekali pakai aja, 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha.. ya aku pake karena keadaan juga lah mbak. Kalo kulitku bisa diajak kompromi pake pembalut sekali pake mungkin bakal terus pake. Kemarin habis kecemplung itu aku otw beli pembalut sekali pake kan,, terus bener dong, langsung iritasi kulitnya. 😌😭

      Untungnya pembalut sekali pake jarang yg ngiklan lewat blogger ya, bisa-bisa diblacklist aku dari daftar blogger mereka. 😂😂

      Hapus
  2. wohooo 5 tahun berteman dengan si menstrual cup itu pasti rasanya udah kayak bestie yaa Noona.
    eheem, pelajaran tuk ke depannya berarti better lepas si menstrual cup ya kalau mau poop, biar gak kejadian lagi seperti itu hihih
    anyway saya gak kebayang gimana cara pakai si menstrual cup, berasa ribet aja karena harus cari cara biar ngepas gitu sama dengan tampon juga walau sebenarnya pemakaian jangka panjang berarti lebih hemat sih ya, cukup punya satu aja udah bisa buat bertahun-tahun (kecuai jatuh di kubangan) :D

    BalasHapus
  3. Termasuk yg belum berani nyoba, krn ekstra worry di proses memasangnya.

    So far, baru coba pembalut kain yg washable..Tp efektifnya bukan di Day 1 & 2 pastinya. Alias kepake cuma pas mau dapet dan mau selesai. Walo ya tetap lumayan jg buat hemat pembalut sekali pakai

    BalasHapus

Thank you for stopping by 🥰

Terima kasih untuk tidak berkomentar menggunakan URL ARTIKEL and please jangan tinggalkan link hidup ya, sayang 😘

Sharing is caring, tapi aku bakalan sedih banget kalau tulisanku di copy paste buat blogmu. So, klik tombol share aja ya
(゚▽^*)☆

Lalu.. Demi bisa berkomentarlah secara ksatria, silakan berkomentar menggunakan akun Google ya 😁😁😁