Perjalanan Baru di Madrasah Bocils Dari Seminggu Sekali Menjadi Setiap Hari

Hafalan Juz Amma biasanya di madrasah bocils itu diadakan seminggu sekali. Tetapi, sekarang ini berubah menjadi hampir setiap hari!

Assalamu Alaikum Sahabat Ran ❤

Madrasah tempat bocils menimba ilmu, beberapa waktu yang lalu terjadi pergantian Kepala Madrasah. Tidak hanya Kepala Madrasahnya saja yang ganti, melainkan juga sistem kurikulum, sistem tabungan, dan juga rotasi guru yang mengajar. Semuanya dirotasi. Luaar biasa.

Termasuk juga materi hafalan Juz Amma pun ikut dirombak. Jika dulu hafalan Juz Amma hanya diajarkan seminggu sekali, sekarang hampir setiap hari. Dan yang lebih mengejutkan lagi, anak-anak kelas 6 diharapkan sudah hafal Juz 1.

Jujur saja, awalnya noona cukup terkejut dengan segala penyesuaian yang terjadi. Rasanya seperti ada gempa kecil yang mengubah lanskap pendidikan di sana.

Seperti inilah target hapalan Al Qur'an di madrasahnya bocils:


Kelas 1:
Semester Ganjil: Surah An-Naas, Al-Falaq, Al-Ikhlas, Al-Lahab, An Nasr, Al Kafirun, Al Kautsar
Semester Genap: Surah Al-Ma'un, Al-Quraisy, Al-Fiil, Al-Humazah, Al-Asr, At-Takasur

Kelas 2:
Semester Ganjil: Surah Al-Qori'ah, Al-Adiyat, Al-Zalzalah, Al Bayyinah
Semester Genap: Surah Al-Qadr, Al-Alaq, At-Tin, Al-Insyirah

Kelas 3:
Semester Ganjil: Surah Ad-Dhuha, Al-Lail, Asy-Syams
Semester Genap: Surah Al Balad, Al-Fajr

Kelas 4:
Semester Ganjil: Surah Al-Ghasyiyah, Al-A'la, At-Thoriq, Al-Buruj
Semester Genap: Surah Al-Insyiqaq, Al-Muthaffifin

Kelas 5:
Semester Ganjil: Surah Al-Infithar, At-Takwir, Abasa
Semester Genap: Surah An-Naziat, An-Naba'

Kelas 6:
Semester Ganjil: Juz 1 (hlm 1-5), Juz 1 (hlm 6-10), Juz 1 (hlm 11-15)
Semester Genap: Juz 1 (hlm 16-20)

Revolusi Hafalan Juz Amma

Salah satu perubahan yang paling terasa adalah di mata pelajaran hafalan Juz Amma. Dulu, mata pelajaran ini hanya diadakan seminggu sekali. Cukup santai, kan? Anak-anak punya waktu lebih banyak untuk bermain atau sekadar bersantai setelah pulang sekolah. Namun, sekarang? Hampir setiap hari! Bisa dibayangkan betapa intensnya jadwal mereka. Awalnya noona khawatir, apakah ini tidak terlalu membebani mereka? Apakah mereka tidak akan merasa jenuh atau bahkan tertekan?

https://www.ranirtyas.com/2025/07/perjalanan-baru-di-madrasah-bocils



Namun, di sisi lain, noona juga melihat sisi positifnya. Dengan frekuensi hafalan yang lebih sering, anak-anak jadi lebih disiplin dan terbiasa dengan rutinitas menghafal. Otak mereka terlatih untuk terus mengingat dan mengulang, yang tentunya sangat baik untuk daya ingat mereka secara keseluruhan. Proses ini mungkin terasa berat di awal, tapi noona yakin, dampaknya akan sangat terasa dalam jangka panjang. Mereka jadi lebih akrab dengan Al-Qur'an dan hafalannya pun akan lebih kokoh.

Tantangan Baru untuk Kelas 6

Hal yang paling membuat noona tercengang adalah target hafalan untuk anak-anak kelas 6. Mereka diharapkan sudah menghafalkan Juz 1! Wah, ini bukan target yang main-main. Juz 1 itu isinya lumayan banyak, lho. Mengingat usia mereka yang masih sangat muda, tentu ini menjadi tantangan tersendiri bagi mereka.

Sebagai orang tua, tentu ada rasa cemas. Apakah mereka sanggup? Apakah mereka tidak akan merasa terbebani dengan ekspektasi sebesar itu? Namun, noona juga melihat semangat di mata anak-anak. Mereka mencoba untuk beradaptasi, meskipun kadang ada keluhan kecil tentang banyaknya hafalan. Noona percaya, dengan bimbingan dari para guru dan dukungan penuh dari kita sebagai orang tua, mereka pasti bisa mencapai target ini.

Perubahan ini memang mengejutkan, namun juga membawa harapan. Semoga dengan sistem yang baru ini, anak-anak kita tidak hanya sekadar hafal, tetapi juga memahami dan mencintai Al-Qur'an dengan sepenuh hati. Bagaimana menurut Anda, apakah perubahan seperti ini baik untuk perkembangan anak-anak?

Bahkan Teh Okti Blogger Cianjur pun sampai memutuskan untuk memberikan pendidikan anak semata wayangnya, demi bisa mencintai Tuhan dan RasulNya hingga harus berpisah beda pulau. Sungguh luar biasa! Bahkan karena Teh Okti pun noona baru tahu kalau ternyata mondok di Gontor tidak melulu dipusatkan di Jawa Timur.

Bismillah, semoga ikhtiar kita para orang tua dimudahkan Allah dalam membimbing anak-anak kita ya.

Salam Sayang,
Rani R Tyas

1 komentar

  1. aku sempat berpikir kayak gitu mba... tp salah satu anak asuhku, yg aku sempat sekolahin di mesir, dia penghapal alquran 30 juz... dan dia start menghapalnya itu saat smp dan baru selesai smu . aku tanya, sebenarnya gimana cara menghapalnya... ternyata yg penting niat dan disiplin... anak2 ini biasanya ga kedistract ama gadget, dan itu jadi lebih mudah...

    memang yaaa, gadget itu terkadang ngaruh banget untuk mengacaukan pola hapalan anak2.

    BalasHapus

Thank you for stopping by 🥰

Terima kasih untuk tidak berkomentar menggunakan URL ARTIKEL and please jangan tinggalkan link hidup ya, sayang 😘

Sharing is caring, tapi aku bakalan sedih banget kalau tulisanku di copy paste buat blogmu. So, klik tombol share aja ya
(゚▽^*)☆

Lalu.. Demi bisa berkomentarlah secara ksatria, silakan berkomentar menggunakan akun Google ya 😁😁😁