Sebagai seorang perempuan, sudah kodrati kita semua wanita akan menjadi seorang gadis, istri lalu ibu (dan juga nenek kalau masih hidup) maka selayaknyalah kita sebagai perempuan harus menyayangi diri kita sendiri, memahami dan saling mengerti dengan suami, dan memahami bahasa kasih sang anak.
Sebetulnya aku itu masih punya PR banyak dalam saling memahami dan mengerti dengan suami, kecuali untuk urusan yang satu itu, uhuk. Sedari awal aku menikah, sebenarnya aku tuh nggak pede sama hal tersebut karena aku sadar, beberapa perempuan bersamasalah dengan keputihan bahkan tidak jarang juga bisa menimbulkan aroma yang lebih menyengat daripada lelaki sehingga najis bayi perempuan meskipun masih minum ASI pun sudah bersifat najis berat.



