Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun.
Pengumuman subuh kala itu, membuat suasana menjadi semakin tambah hening. Beliau kini sudah dingin dan terbujur kaku di atas persemayaman sementara sebelum diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhir.
Pagi itu di saat kalender menunjukkan tanggal 26 Muharram 1438 H mana kala kami masih sibuk mempersiapkan segala hal untuk pemakaman Ibu mertua, seorang Ibu tetangga juga sedang asyik menggerus daun pandan, biji delima, tak lupa kapur barus untuk keperluan mandi jenazah alm Ibu mertua.
Salah seorang Ibu bertanya, ini hari apa. Maksudnya hari pasaran kepergian alm Ibu Mertua.
"Mbak Ran, tolong tilikke tanggalan, tinggale Mbak Pi dino opo. Iki kanggo ngitung jumlah telur."
(Mbak Ran, tolong lihatin kalender, meninggalnya Mbak Pi ini hari apa. Ini buat menghitung jumlah telur)
Entah telur apa yang dimaksud.






