Menuju CintaMu (part-3)

Usai dinyatakan akan kesulitan jika memaksakan lahiran normal karena nyatanya bayinya belum masuk panggul dan pembukaan masih 1 longgar atau 2 sempit maka kami memutuskan untuk melakukan sectio caesare.

Baca dulu: Menuju CintaMu (part-1) dan Menuju CintaMu (part-2)

Sudah 2 malam dan 3 hari aku di ruang persalinan ini dan selama itu pula aku sudah menyaksikan 2 pasien kuret dan 1 pasien yang akan melakukan sectio juga.

Pikiran yang masih stress karena akan sectio harus mendengar isakan dan rintihan pasien yang dikiret. Beruntung ada kepala perawat yang mengusulkan untuk pindah kamar agar tidak stress. Alhamdulillah ya Allah.. hatiku teriris denger suara rintihan pasien.

Padahal setauku pasien yang dikuret itu seharusnya dibius, tetapi yang di sebelah ini kok masih merintih ya 😅.

Begitu selesai dia langsung dipindah ke kamar dan sebelahku yang satu segera berangkat ke ruang operasi. Tetapi menghadapi operasi, beliau sangat tenang sekali. Terdengar dari suaranya. Padahal usianya 35 tahun dengan kehamilannya yang ke-4 tetapi putra-putrinya baru 2, di mana anaknya yang akan lahir ini otomatis menjadi anak ke-3. Aku takjub dibuatnya bagaimana dia bisa setenang itu. Subhanallah..

Sesungguhnya saat diputuskan dr Sahono agar dilakukan sectio, aku menangis terisak-isak dibuatnya sampai perawat Mbak Tyas ikut tertawa menanyakan mengapa menangis. Oh sungguh aku yang jaim ini cuma bercerita sambil memegang hp, "Ini mbak, baca berita sedih." Padahal... Hahaha..

Sungguh malu aku sama mbak yang berangkat operasi itu.

Belum dikembalikan ke kamar, sudah ada pasien lagi masuk ruang persalinan. Ini dikuret lagi.. tapi alhamdulillah tidak pake rintihan. Hanya terdengar tindakan medis dll.

Syukurlah.. ini terakhir dengar suara-suara di dalam ruang persalinan.

Kami (baca: saya) menunggu di kamar dengan masih menggunakan seragam pasien yang hanya ditali di bagian belakang.

Bapak mertua datang tepat jam 19.30 wib dan dari desas desus para suster yang hilir mudik masuk kamar, operasi akan dilakukan jam 20.00 malam. Bukan jam 21.00 atau jam 22.00 seperti dugaanku sebelumnya.

Memasuki ruang operasi itu sungguh sangat.. Mengingatkanku akan 3 tahun yang lalu. Tetapi bedanya kali ini ditemani pak suami dan bapak mertua. Sedangkan dulu ditemani ibu dan pak suami.




Inilah yang terjadi ketika resmi memasuki ruang operasi.

1| kami memasuki ruang dalam bagian operasi di mana terdapat 2 lampu besar khas operasi. Musik terdengar sangat keras, khas musik jaman kini yang sedang terkenal pada jamannya.

2| Baju pasien digantikan baju khusus untuk pasien yang akan dioperasi.

3| Kateter baru dipasangkan saat memasuki ruang operasi. Berarti ini ke-3 kalinya aku memakai kateter di saluran kencingku. Pertama kali adalah ketika pasca kecelakaan dulu, kedua kali adalah saat sectio kelahiran Abang Han, dan ketiga kali adalah sekarang. Kata Mbak Arinta Adiningtyas, justru kateter inilah yang ditakuti saat akan operasi. Tetapi buatku yang sudah pernah melakukannya, rasanya hanya perlu teknik yang pas yaitu tarik nafas panjang dan jangan tegang saat dipasang atau akan merasakan kesakitan yang sangat.
Begitu juga di lengan kanan dipasang alat tensi otomatis dan di lengan kiri yang sudah terpasang infus sebelumnya juga mendapat tambahan alat rekam jantung.

4| Suntik bius sebagian oleh dokter anastesi dilakukan di tulang bawah bagian belakang.
Jujur inilah momen yang paling aku takutkan saat menghadapi persalinan ini. Sugestiku, saat ini aku sangat sehat dan sama sekali tidak sesakit kontraksi saat melahirkan Abang Han jadi ketika disuntikkan bius akan terasa sangat sakitnya.

Aku diminta untuk mundur dan membungkukan kepala sampai dr Irsa mampu menyuntikkan obat bius di tulang belakangku.

Keteganganku semakin parah dan mungkin itu diketahui oleh dr Irsa sehingga mempersulit pekerjannya. Beliau memintaku untuk menundukkan kepala secara alami dan tidak memaksa untuk tunduk tetapi aku tetap saja semakin tegang.

Saat itulah dr Irsa seperti membisikkan sesuatu yang terasa sangat ajaib. Beliau terus meminta untuk menunduk secara alami, satu kata yang terus membuatku tenang, "ikhlaaas..".

Astagfirullah.. aku masih belum berserah diri padaNya sampai saat ini. Inilah jalan ninjaku, eh jalan takdirku untuk menuju CintaNya, menjemput cinta kami.

5| Pembiusan dilakukan secara lokal dan hanya perut ke bawah yang mengalami kelumpuhan sementara.

6| Dari diaghfrahma ke atas ditutupi sehelai kain agar pasien tidak melihat proses operasi tersebut.

7| dr Dewanto mulai memasuki ruangan dan dibantu asistennya pembedahan dilakukan dan hampir 15 menit kemudian alhamdulillah suara tangis Alisha yang pertama didengar. Air mataku kembali menetes, mungkin inilah yang disebut kebahagiaan dalam proses kelahiran.

8| Pasca bayi dikeluarkan dan ditangani langsung oleh dr Fahmi selaku dokter anak, bayi Alisha diperlihatkan padaku. Lucunya bayi ini dia menangis tetapi setelah dikecupkan padaku, dia sontak berhenti menangis. Bayi Alisha langsung dibawa ke ruang perawatan bayi.

9| Sementara penutupan rahim dan sobekan perut masih terus dilakukan oleh dr Dewanto.
Proses ini memakan waktu yang lebih lama ketimbang operasi yang pertama dulu. Menurut para perawat, hal tersebut lebih dikarenakan pembuangan luka lama oleh dr Dewanto sehingga yang tertinggal di rahimku adalah luka baru. Belum lagi pemastian untuk penjahitan yang lebih sempurna lagi.

Begitu selesai, dr Dewanto beristirahat di kursi tersendiri. Baru kali ini aku tersadar beratnya tugas seorang dokter. Hari ini entah sudah berapa persalinan dan kuret yang sudah dilakukan.

10| Begitu semua sudah selesai, para perawat langsung membereskan semua termasuk memindahkanku ke ranjang kamarku tetapi bukan untuk dibawa ke kamar melainkan untuk dibawa ke ruang pemulihan.

11| Keluar ruang operasi terasa semakin mengantuk dan sangat lelah.

Mengantuk semakin berat saat di ruang pemulihan dan aku tertidur selama 3 jam sampai tiba-tiba aku merasakan kontraksi kembali.

Pukul 23.00 kontraksi rahim kembali terasa. Menurut perawat, ini memang pemulihan rahim karena kembali menyusut. Akan sangat bahay bila tidak ada kontraksi karena dikhawatirkan terjadi pendarahan di bekas jahitan.

Jadi memang semalaman aku susah untuk tidur karena menahan kontraksi tersebut.
Bahkan 6 jam pasca operasi dan usai berbuka puasa, aku masih kesakitan. Barulah 15 menit menjelang disibin para perawat, aku bisa tertidur dan stagenku akhirnya dikendorkan.
Para perawat meminta untuk segera belajar miring biar cepat sembuh. Ya Allah pas dimiringkan untuk disibini itu rasanya subhanallah.. pengen nyokot Pak Mofa.

Usai disibini aku kembali tertidur bahkan sampai bayi Alisha dibawa masuk kembali ke kamar kami. Satu jam setelahnya, bayi satunya lagi datang. Abang Han datang bersama Ibu dan adikku langsung melirik tajam pada bayi Alisha, kedatangan mereka sudah cukup membuatku bahagia minta ampun. Sayang aku masih sangat sulit untuk miring apalagi untuk duduk.

Tetapi kebahagiaanku hari ini sudah lengkap. Aku melihat kedua anakku berada di sampingku.

Terima kasih sayang, terima kasih Abang Han yang sudah membuat Ibu tenang. Terima kasih bayi Alisha karena proses kelahiranmu yang begitu calm dan ketenanganmu pasca dilahirkan membuat ibu yakin bahwa melahirkan secara sectio pun bisa secara Gentle Birth.


Alhamdulillah Ya Allah.

Menuju CintaMu (part 2)

Pagi ini ditemani dinginnya suhu AC ruang persalinan, direktur RSB Permata Hati yang juga dokter kandungan mendatangiku bersama asistennya karena semalam tidak sempat mengontrol kami yang berada di ruang persalinan.

Penampakan Ruang Persalinan dan Alat-Alatnya


FYI, dr Sahono Sp.Og yang juga direktur adalah ayah dari dr Dewanto, Sp.Og masih aktif bertugas sampai saat ini. Beliau sesekali membantu proses persalinan normal.

Tetapi entah kenapa dr Dewanto masih favorit. Mungkin karena sedari awal curhatnya sama beliau ya.

Pak Sahono mengecek kandungan ini dan melihat posisi bayi, begitu dicek beliau kaget karena bayi belum masuk panggul sampai sekarang. Padahal sudah diobservasi selama 3 hari.

Menuju CintaMu (part-1)

Selasa, 12 September 2017 malam adalah saat adik mulai mengeluarkan sinyal-sinyal cinta untuk Ibu. Berbeda dari mules biasanya, mules yang ini terasa seperti nyeri haid pada bulan-bulan biasanya. Perut mulas ditambah pinggang yang mulai linu luar biasa.

Tetapi Ibu kok ngantuk ya dek, jadi sehabis Isya ibu memutuskan untuk tidur 😴 nanti jika adik benar-benar ingin keluar, kita langsung berangkat malam itu juga.

Flash Fiction - Ibu Hajah

"Assalamu alaikum Bu Hajah, saya mau menjual barang ini barangkali ibu berminat." Ujarku pada tetangga baru yang menetap di rumah paling mewah tepat berada di ujung komplek ini.

Pembawaannya yang tenang seraya menghitung sebuah angka di kalkulatornya tetapi tetap santun menyambutku di bilik rumah yang tertutup tirai kerei bambu sehingga cahaya matahari sayup-sayup menyapa kami saat itu.

Sesekali sambil menghitung sesuatu, tampak sekilas dari balik lengan bajunya bergelantungan gelang-gelang emas berhiaskan mahkota berlian.

Seraya menunggunya menyelesaikan perhitungan, sesekali aku menatap sekeliling tembok rumah yang dihiasi oleh pernak-pernik kaligrafi, tak lupa aku tertegun dengan gambar Ka’bah yang terurai indah dibingkai berkeliling warna keemasan. Belum lagi ayat kursi yang terukir di sebuah kulit binatang dan lagi-lagi dibingkai di bingkai dinding berukuran 100x50 sentimeter.

Seorang anak perempuan berjilbab manis keluar dari dalam membawakan segelas air dingin dan menawarkan kepadaku, “Maaf ya Mbak, seadanya di dapur.”

“Ah ya Allah merepotkan sekali.”

Gadis manis itu menggeleng dan tersenyum lalu meninggalkan kami di teras.

“Astagfirullah mbak, maaf ya mbak menunggu lama. Mbak Tanti ini tetangga saya ya? Bagaimana mbak, njenengan punya dagangan apa?” sapanya sopan.

Pembicaraan kami berlangsung lumayan lama, tiba-tiba suami beliau datang menyapa kami.

“Wah umi, sudah punya teman baru di sini ya.”

Batinku pun berpikir keras, sungguh keluarga yang agamis sekali, bahkan sapaannya pun Umi dan Abi. Memang agama bisa membawa sesuatu kedamaian, sampai tingkah laku pun sangat sopan. Saya pun teringat dengan ajakan ibu-ibu komplek untuk bersilahturahim ke tetangga yang lain karena beliau akan berangkat haji bulan ini.

“Bu Hajah mau ikut bareng kami ibu-ibu komplek sini tidak? Kami rencananya akan bersilahturahim bareng-bareng ke rumah Ibu Sulis karena beliau mau berangkat haji tanggal 22 Agustus nanti.”

Tanpa babibu, Bu Hajah ternyata mengiyakan ajakanku.

“Boleh-boleh mbak, memang tugas kita seraya muslim jika ada saudara kita yang mendapat panggilan untuk berangkat ke rumah Allah adalah untuk mendoakannya juga. Siapa tahu kita mendapat berkah dan mendapat panggilan berangkat berikutnya.”

“Aamiin bu, saya juga pengen berangkat ke sana suatu hari nanti, tapi sekarang nabung niat dulu, hihihi” sahutku malu-malu mengucapkan ini.

“Saya juga mbak, semoga tahun depan bisa beneran berangkat dan mendapatkan haji yang mabrur.”

Dengan polosnya, aku malah menanyakan “Lho Bu Hajah baru berangkat tahun depan? Berangkat untuk kali ke berapa Bu?”

“Apa sih mbak ini, kami baru berangkat pertama kali mbak.”

Sambil meminum air dingin yang sudah tak dingin lagi, saya meneguk air mineral itu sambil kebingungan.

“Lho tapi nuwun sewu, kok orang-orang pada manggilnya Bu Hajah?”

“Hahaha, jadi mbak ini mengira saya dipanggil Bu Hajah karena sudah haji? Nama Saya memang Hajah mbak, Laelatul Hajah.”

422 kata
Flash Fiction

Baca punya BloggerKAH
Mbak Arinta Adiningtyas - Korban Mitos Tentang Jodoh
Mbak Widi Utami - FF | Ceret Merah Kekinian

Ayo CFD Sambil Isi Pajak Motor

Perpanjangan STNK motorku sebetulnya masih sebulan lagi tetapi karena bulan depan mendekati HPL maka kami berinisiatif memperpanjang STNK bulan ini saja. Menurut informasi dari adik, untuk memperpanjang STNK sebetulnya tidak perlu pergi ke Kantor Samsat Kudus karena Samsat Kudus juga sudah memberikan kemudahan kepada masyarakat Kudus dengan adanya Samsat Keliling.

Uniknya, mobil Samsat Keliling berwarna coklat ini juga mendatangi area CFD (Car Free Day). Tepat di bawah jembatan penyebrangan depan Taman Bojana Kudus, mereka memarkir mobilnya mulai dari jam 06.00 sampai selesai.


Tetapi untuk jam operasi pelayanan perpanjangan STNK ini hanya dilaksanakan dari pukul 06.00 sampai pukul 08.00 saja.

Malam sebelumnya ketika saya merengek sama mas suami untuk minta diantar ke alun-alun, mas suami bertanya apakah saya sudah mempunyai fotokopi KTP, STNK dan BPKB.

Ini aneh pikirku, karena dari info yang saya dapat dari Ibu dan adik, nggak usah membawa fotokopian, tapi untuk berjaga-jaga perlu juga membawa BPKB.

Saya pun mengatakan pada mas suami untuk mencoba dulu, pun seandainya harus membawa fotokopian minggu berikutnya saja kita kembali ke alun-alun. Toh nyatanya STNK baru habis masa berlakunya bulan depan, hahaha.

Pagi-pagi setelah urusan rumah kelar semua, kami berangkat menuju alun-alun sambil memakai kaos. Maksudnya sih sekalian berolahraga, ealah.. ternyata pas berbarengan dengan upacara penyerahan Piala Adipura Kencana. Kami sih seneng-seneng aja ya ada acara begini, tapiiii masalahnya parkiran jadi penuh semua karena yang ikut upacara adalah para pegawai negeri dan anak-anak sekolah. Tadinya saya mau turun sebentar lalu mengurus perpanjangan STNK dan pulang, ternyata mas suami malah mau melihat acara tersebut dan alhamdulillah ketemu tempat parkiran.



Menurut info dari twitter @samsatkudus tidak setiap minggu ada mobil samsat keliling, melainkan hanya minggu pertama dan minggu ketiga.

Pun tidak usah membawa fotokopian KTP dll, karena perpanjangan STNK di mobil samsat keliling hanya perlu membawa KTP Asli, STNK Asli dan Uang Perpanjangan STNK.

Alhamdulillah, nggak ada 15 menit ternyata STNK yang baru sudah jadi. Cepat, ringkas dan mudah.

Samsat keliling Kudus ini tidak hanya melayani STNK Kudus saja tetapi melayani seluruh wilayah Jawa Tengah karena menggunakan sistem online, oh iya mobil samsat keliling juga melayani di depan kantor kecamatan-kecamatan seluruh wilayah Kudus, kecuali untuk Kecamatan Kota dan Kecamatan Bae, tetapi untuk jadwalnya silakan tanyakan via twitter atau bagian informasi Samsat Kudus.

Semoga program ini diadakan terus menerus ya dan semoga makin maju ke depannya.

Beruntungnya setelah mengisi pajak motor selesai, ada pawai penyerahan adipura lho.. Yuk ditonton keseruannya..




Barang yang Wajib Dibeli Sendiri untuk Bayi Baru Lahir, di Kado Tidak Ada Barang Berikut

http://www.ranirtyas.com/2017/08/barang-yang-wajib-dibeli-untuk-newborn.html

Menjelang proses kelahiran bayi pasti banyak orang tua yang sudah mulai mempertimbangkan untuk membeli segala pernak-pernik sang bayi.

Apapun jenis kelaminnya, yang namanya barang bayi pasti cute banget dan selalu melambai-lambai minta dibeli. Tetapi ibu-ibu jangan kalap ya, karena nyatanya tidak semua barang bayi yang kita pikir perlu ternyata tidak seluruhnya terpakai atau bahkan terpakai hanya beberapa buah saja.

Terutama bagi yang melahirkan anak kedua dan seterusnya, karena baju bayi milik kakaknya masih bisa dipakai untuk adiknya dengan syarat masih bersih. Meskipun jenis kelaminnya berbeda tetapi yang namanya baju bayi terutama newborn biasanya satu varian saja, kecuali yang sudah dipakaikan rok sejak newborn.

Kebetulan pas suami pernah buka toko baju bayi yang sudah kukut (baca: bangkrut) jadi untuk pakaian anak kedua ini insyaAllah saya ambil dari etalase baju, untung belum dibeli semua sama adik ipar untuk kado, hehe.

Tetapi namanya bayi baru lahir kan tetap ada kebutuhan yang harus dibeli, disesuaikan kebutuhan masing-masing keluarga ya. Apalagi bisa jadi kita akan mendapatkan kado yang bisa berguna untuk bayi kita ataupun digunakan untuk diberikan lagi kepada bayi lain yang baru lahir juga. Maksudnya bukan mengharap untuk mendapatkan kado juga sih tetapi pasti ada satu atau dua buah kado yang bakal nyelip untuk si adek bayi. Jadi sebetulnya kita juga tidak perlu terlalu banyak persiapan barang untuk menyambut adek bayi.

Meskipun begitu, tetap saja ada kebutuhan yang harus kita persiapkan sendiri untuk menyambut kelahiran buah hati tercinta dan pastinya barang-barang berikut tidak ada di dalam hadiah kado.

Berikut barang-barang yang harus dibeli dan tidak ada di dalam kado.

1| Minyak Telon


Minyak telon memang sedikit mahal dibandingkan kebutuhan bayi lainnya seperti bedak bayi, lotion bayi, shampo bayi bahkan sabun mandi bayi. Padahal minyak telon merupakan kebutuhan krusial seorang bayi tetapi karena harganya sedikit di atas rata-rata kebutuhan lainnya maka minyak telon sangat jarang dimasukkan ke dalam daftar pemberian kado bayi.

Coba silakan cek, kado yang biasanya satu set perlengkapan bayi itu apa ada yang menyertakan minyak telon? 😃

Makanya ketika berada di minimarket dan sedang ada diskonan minyak telon, saya akan langsung memasukkannya ke dalam keranjang belanjaan.

2| Diapers / Cloth Diaper (Popok Kain)


Bukan ibu muda kekinian kalau tidak mengenalkan bayinya pada clodi (cloth diaper), ya setidaknya dunia yang saya kenal ini belakangan lagi booming clodi. Di kelahiran kedua nanti, saya tidak mau diakalin ibu-ibu senior lagi untuk tidak memakaikan anak popok sekali pakai ataupun clodi sampai anaknya berusia minimal sebulan.

Please atuhlah.. bayi awal-awal masa kelahiran itu kalau malam sering bikin begadang orang tuanya. Bikin lelah dan lagi kalau masih harus ditambah masalah perpopokan rasanya pengen berubah jadi batman. Melek di malam hari dan tidur di pagi hari.

Tapi sih biasanya, orang akan gampang memberikan nasihat untuk ibu muda yang baru melahirkan anak pertama, kalau memberikan nasihat untuk ibu yang kelahiran kedua biasanya akan diberikan senyum kuda *nyengir*.


3| Gendongan Ergonomis


Pernah sempat ditanyain yang namanya gendongan ergonomis itu seperti apa? Hmm.. mungkin kalau sekarang saya cuma bisa menjawab gendongan ergonomis itu yang mendukung C-Shape, M-Shape dan TICKS.

Apa itu C-Shape, M-Shape dan TICKS? Baca dulu: Kopdar Indonesian Baby Wearers Kudus Ke-3 Tema Jarik

Sayangnya... biasanya dari banyaknya kado yang didapat, jarang yang memberi gendongan ergonomis. Kebanyakan gendongan yang berupa ring sling pasaran itu, yang ringnya kecil dan ada celah di dekatnya. Padahal gendongan sejenis ini tidak direkomendasikan untuk menggendong bayi ya Buibu..


4| Lotion Anti Nyamuk


Mau musim hujan, musim kemarau atau musim kawin #eh.. yang namanya nyamuk pasti suka sekali menggigit para bayi. Bahkan Abang Han yang masih dikategorikan bayi, BATITA (Bayi di bawah TIGA TAHUN) juga masih sering digigit nyamuk. Nyamuk itu sepertinya bisa mencium aroma bayi sehingga lebih suka menggigit bayi ketimbang orang dewasa dan lagi-lagi lotion anti nyamuk juga jarang ditemui dalam kemasan set perlengkapan bayi yang dijual sekotak-kotak itu. Makanya kita sebagai orang tua harus menyediakannya sendiri.


5| Baby Diaper Rash Cream


Barang yang satu ini wajib ada di salah satu perlengkapan bayi kita dan sudah pasti tidak akan ada yang ngasih barang yang satu ini karena memang harganya mahal, LOL. Sebagai ibu muda yang ingin memakaikan anaknya popok sekali pakai atau clodi, barang ini wajib dibeli sendiri. Tetapi biasanya sih untuk yang memakai clodi tidak begitu perlu memakaikan ini kecuali anaknya mudah iritasi bahkan terhadap kain sekalipun.

Nah buibu, kira-kira barang apa lagi ya yang wajib dibeli sendiri? Stroller dan box bayi sengaja tidak saya masukkan karena harganya tidak sebanding dengan harga-harga barang di atas, LOL dan lagi orang macam apa yang ngasih kado barang macam stroller dll? Sorry to say!

Tetapiiii... ada baiknya lagi, jangan mengharap banyak mendapat kado ya, LOL karena memberi itu lebih baik daripada menerima.


Kalau ibu-ibu, barang apa yang wajib dibeli untuk kebutuhan kelahiran putra-putrinya? Cerita yuk di kolom komentar.

:::ANAK KESAYANGAN:::


Sepulang sekolah aku langsung bergegas menuju ke rumah berlatar kuning dengan sepeda kesayanganku. Aku segera masuk ke dapur karena kehausan.

Bunyi sms berdering dari balik tas,

“Nak, nanti jangan lupa berangkat les ya. Biar kamu tambah pintar ya Nak.”

Seketika itu juga aku langsung menyetel jam alarm di hp, takut terlambat berangkat les dan mengecewakan wanita kesayangan dalam hidupku.

Aku bahkan lupa bahwa tadi Ibu tidak membawakan bekal makan siang untukku.

Seperti biasa, aku langsung melirik ke atas meja makan.

Alhamdulillah, ada makan siang untukku hari ini.

Belum selesai makananku aku makan, bunyi sms berdering lagi.

“Nak, nanti Ibu pulang agak larut lagi, kamu jangan lupa berangkat les lho ya.”

“Iya Ibu, nanti malam biar aku minta makan di sini lagi dan tidur sama mbah seperti biasa.” Balasku kepadaku orang yang paling aku sayangi.



136 kata, #flashfiction #odop

Alasan Mengapa Jepang Cocok Jadi Tempat Wisata Selanjutnya

sumber:outoftownblog.com

Banyak alasan yang sering kali menjadi penghalang seseorang untuk menginjakkan kakinya ke luar negeri. Alasan tersebut bisa karena masalah finansial, bahasa, kultur, bahkan rasa takut atau merasa persiapan yang kurang matang. Padahal ada sebuah kata bijak yang menyebutkan, jika sekali liburan ke luar negeri, maka selanjutnya akan merasa ketagihan.

Banyak negara yang bisa dijadikan tempat liburan tanpa harus khawatir, salah satunya adalah Jepang. Mengapa harus Jepang? Selain karena tempat wisata di Jepang sangat menarik, ada alasan-alasan lainnya. Cek saja di bawah ini :

1. Jepang Merupakan Negara Yang Aman


Jika kamu merasa keamanan menjadi faktor penghalang untuk liburan, maka Jepang sudah pasti akan membuatmu aman. Karena disini banyak penjaga keamanan yang siap menjaga tempat wisata di Jepang dan bahkan hampir disetiap sudut dipasang CCTV demi keamanan semuanya.


2. Keramahan Penduduknya


sumber:via.com


Meski tak semua fasih berbahasa Inggris, tapi masyarakat Jepang pun terkenal ramah dan mudah memberi bantuan, asalkan kamu tahu bagaimana menjaga perilakumu di sana. Karena kultur di sana berbeda dengan di Indonesia, lebih baik kamu cari tahu dulu dan belajar mengenai beberapa kebiasaan disana, ya.


3. Meski Ramai, Nyatanya Jepang Cocok Untuk Kamu Yang Sedang Ingin Mencari Kedamaian.


Setiap traveller memiliki alasannya masing-masing untuk pergi kesuatu tempat. Bahkan saat orang random memilih tempat wisata pun, tetap saja ada alasan sebelumnya dibalik liburannya. Entah ingin mencari pengalaman baru, mencari hiburan semata, menguji nyali di tempat yang baru atau yang paling sering adalah ingin mencari kedamaian. 

Jika tujuanmu benar-benar ingin mencari kedamaian, maka Jepang salah satu tempat yang harus kamu kunjungi selain Mekkah atau Vatican di Roma. Meski aktivitas penduduknya yang tinggi, lampu berwarna-warni bergemerlapan, namun banyak yang mengatakan Jepang dapat memberikan kedamaian pada setiap pendatang.

4. Memiliki Sejarah dan Misteri Yang Sangat Panjang


sumber:japancraft.co.uk

Jepang merupakan negara yang memiliki sejarah kekaisaran yang sangat panjang. Bangunan dan keseniannya masih terjaga secara apik oleh masyarakatnya. Banyak bangunan bekas istana yang megah masih terawat dan akhirnya menjadi tempat wisata di Jepang yang banyak dikunjungi oleh wisatawan. Sebut saja Kastil Hirosaki, yang selain dikunjungi karena kemegahannya tetapi juga karena ada tradisi Hanami yang diadakan setiap tahun saat bunga Sakura mulai bermekaran.


5. Daerah Yang Mudah Dijelajahi


Jepang merupakan negara kepulauan, namun setiap pulaunya mudah kita jelajahi karena transportasi yang sudah sangat maju dan tentunya akan memudahkan setiap pelancong untuk pindah dari satu pulau ke pulau lainnya. 


6. Kuliner Yang Unik dan Menarik

sumber:financesonline.com

Meski di Indonesia sudah banyak restoran yang menjual makanan dan masakan Jepang, tapi mencicipi langsung di tempat asalnya akan lebih baik, bukan? Bahkan menurut beberapa riset, masakan Jepang ini merupakan masakan yang paling terkenal di dunia. Dan pastinya kamu tak akan melewatkan kesempatan untuk merasakannya secara langsung kan?

7. Melihat Langsung Perpaduan Kebudayaan Yang Kental Dengan Teknologi Canggih


Kamu pasti sudah tahu kan, jika Jepang merupakan negara yang maju dan teknologinya yang sangat canggih? Bahkan toilet pun dirancang sangat canggih dan memiliki banyak tombol flush tidak seperti yang biasa kita temui di Indonesia atau negara lain. 

Namun meski begitu, tetap saja mereka tak melupakan kebudayaannya yang sangat kental, bahkan ternyata adat yang masih dipegang teguh ini malah membuat negara maju ini semakin terkenal. Masih bayak kok alasan lain mengapa negara ini sangat cocok untuk jadi tempat wisata. Klik saja di sini jika kamu ingin liburan asyik ke Jepang.

Dear Abang Han yang Akan Segera Menjadi Kakak

Dear anakku, Abang Han.

November nanti, 3 tahun yang lalu Ibu yang berkutat dengan induksi yang dijejalkan terus menerus setiap jamnya karena pembukaan terasa sangat lambat dan air ketuban terus menerus mengalir deras, hanya bertujuan agar bayinya cepat membuka jalan lahir.

Andai saja waktu itu Ibu sudah mempelajari segalanya, andai Ibu ilmunya sudah setingkat lebih maju tentu Ibu akan berjuang sampai titik darah penghabisan karena anggapan orang-orang di sekitar kita saat itu melahirkan secara sectio operation adalah ibu yang kurang mau berjuang untuk anaknya, ibu yang tidak kuat menahan sakit.

Andai saja mereka tahu Bang, apa yang ibu rasakan waktu itu. Ibu hanya khawatir air ketuban akan habis sebelum masanya tiba dan bayi Ibu akan mengalami infeksi. Naudzubillah min dzalik. Sayangnya mereka hanya bisa membully Ibu tanpa mau menunggui Ibu saat berada di ranjang pesakitan saat itu.

Seharusnya ranjang itu tidak menjadi ranjang pesakitan, karena melahirkan adalah proses alami yang otomatis akan direspon tubuh wanita penuh cinta untuk anak-anaknya. Tetapi ketakutan Ibu akan dibully mengalihkan segalanya.

 Abang Han saat newborn


Belum selesai saat itu, Ibu yang berada di kamar pemulihan pasca operasi dianggap tidak penting karena mereka hanya ingin melihat bayinya, bukan ibunya. Suamiku bahkan tidak tahu cerita ini sampai kutuliskan di sini. Nyesek? Sudah biasa. Aku sudah terbiasa dibully bahkan sejak sebelum hamil, mungkin memang aku pantas dibully.

Luka pasca operasi yang masih nyeri kalau dibuat berjalan, duduk atau bahkan jongkok, Ibu harus sudah mendengar bujukan lagi agar Bapakmu segera mengajak kita pulang, agar biaya Rumah Sakit tidak membengkak banyak. Bahkan tidak ada yang tahu, bahwa biaya rumah sakit ditanggung oleh Ibu sendiri saat itu. 

Aaah.. Rasanya nanti.. Ingin melahirkan diam-diam saja, tidak perlu dikunjungi saat kami masih berada di rumah sakit bersalin. Aku tidak sakit jadi tidak usah dijenguk dan pasti kami akan berbagi kebahagiaan saat sudah di rumah saja. Sementara di rumah sakit, biarkan kami memulihkan diri dulu, baik secara fisik maupun psikis. Biarkan kami membagi kebahagiaan saat kami sudah siap berbagi, iya kan Abang Han?

Sekarang, Ibu tidak mau jadi korban pembullyan lagi, setidaknya Ibu harus berani maju. Maju untuk keselamatan dan kenyamanan kita Nang.

Ibu ingin berjuang lagi nanti, 2 bulan lagi. Ibu minta doamu Nang. Bukan melalui sectio operation lagi tapi melalui vaginal birth agar kita bisa bersama berada di ruang kelas no 1. Ibu ingin saat dirimu menjenguk adikmu yang baru saja lahir berada di ruang yang nyaman, yang tidak terganggu oleh keluarga pasien lain. Pengalaman saat melahirkanmu, Ibu sama sekali tidak terganggu dengan pasien yang berada di kasur sebelah tapi justru sama keluarganya. Tiba-tiba keluarganya menjadi pedekate dengan kami saat itu, bersikap sangat ramah seakan-akan dia adalah salah satu keluarga kita juga. Tantenya terus mengejar kita sampai ke rumah, karena ternyata dia adalah agen asuransi. Haaah kampret bener ya Nang.

Sebetulnya jika bisa menunda kelahiran untuk adikmu, Ibu ingin menundanya barang 1 atau 2 tahun lagi. Saat dirimu sudah agak dewasa dan siap untuk menerima kelahiran adik, tapi melihatmu yang begitu sayang dengan calon adikmu, sepertinya Ibu tidak perlu was-was lagi karena Ibu yakin Abang Han pasti akan menyayangi adiknya begitu juga dengan adik akan menyayangi abangnya.

Cinta Ibu bulat utuh untuk kalian berdua, tanpa harus terbagi sedikitpun karena kalian berdua adalah semangat Ibu dan bukti bahwa cinta itu buta, bahkan sebelum Ibu bertemu dengan kalian.

Tetap sehat anak-anakku dan tetaplah saling menyayangi sesama kalian.

Salam sayang,
Ibu Rani R Tyas

***

Bulan ini bulan istimewa bagi #bloggerKAH karena bulan ini bertepatan dengan hari anak Nasional yang akan jatuh nanti tanggal 23 Juli, makanya kami sepakat untuk menuliskan curhatan kami untuk anak-anak kami. 

Simak yuk cerita Mbak Arin untuk Mas Amay dan

Bakso Kuah Bihun Tahu So Good


Bakso merupakan makanan favorit seluruh umat di Indonesia. Bahkan ketika para ibu sedang malas memasak, dipastikan ujung-ujungnya mengajak jajan beli bakso. Baik itu menunggu bakso langganan lewat depan rumah, pergi ke kedai bakso bahkan membuat bakso sendiri.

Masakan berbahan dasar bakso sangat beragam jenisnya. Bahkan hampir seluruh masakan bisa dikombinasikan dengan bakso. Keluarga kecil kami sendiri juga sangat menggemari bakso. Ingatan saya pun kembali menerawang Abang Han yang saat itu berusia 6 bulan sudah bisa mengunyah bakso, walau cuma dikunyah-kunyah ke kanan dan ke kiri.

Tetapi beragam bakso olahan yang dijual di pasaran, sepertinya cuma bakso So Good yang terjamin kualitasnya.

Bagaimana tidak, Bakso So Good ini diolah dengan menggunakan teknologi tinggi yang menjamin kualitas dari olahan daging tersebut sendiri. Saya lebih memilih untuk membuat Bakso Kuah Bihun Tahu So Good yang menggunakan bahan dasar daging sapi.

Mencari daging sapi sendiri di Kudus ini sulitnya luar biasa, karena larangan menyembelih sapi di kota kami sudah ada sejak jaman Sunan Kudus, tetapi saya yang sedari lahir sudah mencolot dari Kudus, sudah terbiasa makan daging sapi. Daging sapi terkenal dengan kekhasannya yang lembut dan mudah diolah, tidak alot seperti daging kerbau.

Makanya ketika So Good mengeluarkan varian bakso kuah sapi, wiih rasanya seperti menemukan oase di tengah gurun pasir.

Baksonya benar-benar terasa khas daging sapinya.

Selain itu, lebih sukanya lagi sudah ada bumbu instan di dalamnya, menjadikan bakso kuah So Good lebih mudah dimasak seperti memasak mie instan #eh.

Makanya sebulan yang lalu, ketika Mamahnya Abang Han lagi nggak puasa karena masih edisi muntah-muntah, maka siang itu kami berdua membuat Bakso Kuah Bihun Tahu So Good. Kenapa saya menambahkan bihun? Karena abang Han juga suka sama bihun, agar menjadikan sumber karbohidrat kami berdua (eh bertiga ding sama adik yang di dalam perut) tercukupi.

Bakso Kuah Bihun Tahu So Good


Bahan:


1 Bungkus Bakso Kuah Instan So Good
2 Buah Tahu Putih
1 Buah Wortel
1 Ikat Sawi
Sepotong daun bawang
2 Buah kentang
Bihun secukupnya
2 Siung Bawang Putih
2 Buah Cabe Merah
Garam dan gula secukupnya


Cara Membuat:


  1. Potong wortel, sawi dan kentang sesuai selera.
  2. Cacah bawang putih sampai halus.
  3. Potong cabe merah menjadi potongan kecil-kecil.
  4. Potong bawang daun kecil-kecil dan tipis.
  5. Masukkan potongan bawang daun, cabe merah ke dalam panci berisi air bersama dengan cacahan bawang putih.
  6. Masukkan pula wortel dan kentang.
  7. Tunggu sampai mendidih.
  8. Potong tahu sesuai selera, saya memilih memotong dalam ukuran sedang.
  9. Terakhir masukkan bakso kuah instan So Good beserta potongan tahu dan biarkan hingga matang.
  10. Masukkan bihun sebagai langkah terakhir dan tunggu hingga agak lemas.
  11. Cicipi dan masukkan garam beserta gula sebagai penyedap.
  12. Hidangkan hangat-hangat.


Yes, dan membuat resep ini memasaknya tidak membutuhkan waktu yang lama dan juga waktu yang lumayan untuk kami berdua menghabiskan semangkuk. Tentu saja dihabiskan kami berdua karena bapaknya Han kan sedang puasa 😋.

Selain memasak bakso kuah So Good terkadang saya juga mengintip resep yang ada menggunakan So Good Siap Masak. Selain praktis, produk So Good ini juga mudah dicari di mana-mana. Bahkan untuk varian ayam potong juga menjadi favorit keluarga kami.

Meskipun ala kadarnya, tapi saya masukkan resep ini ke Lomba Kreasi Masak Ramadan & Idul Fitri ala SO GOOD yang diselenggarakan oleh So Good dan Blogger Perempuan. Iya siapa tahu jurinya sedang khilaf dan memilih saya sebagai salah satu pemenang, hahahha.

Kamu semua bisa lho ikutan Lomba Kreasi Masak ini bila kamu memiliki So Good varian ayam potong ataupun So Good Siap Masak.

Tidak tanggung-tanggung, hadiah untuk Kreasi Masak Ramadhan & Idul Fitri ala SO GOOD adalah sebagai berikut:

Juara 1 : Mirrorless Camera Canon EOS M3 
Juara 2 : Pocket Camera Canon SX620
Juara 3 : Smartphone Samsung Galaxy J5 Prime

Silakan baca dan resapi persyaratan lombanya di website Blogger Perempuan dan jangan lupa submit paling lambat tanggal 23 Juli 2017. Yes masih ada waktu 5 hari lagi, kamu nggak mau kan Mirrorless nya nyangkut ke tangan chef ala kadarnya macam saya ini? Hihihi..

Hayuk buruan, submit segera ya.