Usia memang menentukan selera, baik dari segi penampilan bahkan dari sisi saat memilih pasangan. Tidak bisa dipungkiri dahulu saya juga pernah mengalami masa-masa labil di mana ketika usia saya berada di bawah 20 tahun saya sering memilih teman dekat berdasarkan rasa saja, bukan karena materi atau level ketampanan. Menjelang usia 20 ke atas, saya mulai memilih mana yang serius dan mana yang main-main tapi masih belum terlalu serius. Usia 25 tahun ke atas, masa-masa di mana saya malah masih ingin bermain-main tapi tidak sembarangan menerima rasa suka seseorang untuk dijadikan yang benar-benar serius, walaupun sebetulnya katakan ada beberapa orang yang menyatakan serius tapi saya harus memilih berdasarkan kebatinan.
Hahhaa. Iya kebatinan.
Umur 25 tahun ke atas adalah usia rawan bagi wanita yang masih memilih untuk single karena kenyataannya di masyarakat usia 25 tahun adalah saatnya dipertanyakan di mana jodohnya.
Sehingga siap-siap saja kalau tiba-tiba banyak Ibu-Ibu yang memiliki anak lelaki (yang belum menikah juga) mendekati kita. Sekarang ini rupanya masih banyak yang minta dicarikan jodoh oleh Ibu mereka. Rasanya lebih aman kalau menantu perempuan disukai oleh ibu mertua terlebih dahulu, bukannya disingkirkan karena dianggap penyihir, pake ilmu pelet ke anaknya. Diiiiihhh..












