Lebaran Masa Kecil Rani R Tyas

Setiap orang memiliki kisah dalam kehidupannya masing-masing. Begitu juga dengan kisah lebaranku yang akan aku bagikan kepada Sahabat Ran. Terima kasih sudah bersamaku selama ini, dan inilah kisah lebaranku saat kecil.

***

Belanja Online vs Belanja Offline

 Lebih sering belanja online atau belanja offline?

***

Assalamu alaikum Sahabat Ran..

Era 4.0 sepertinya sudah menyeluruh di berbagai bidang. Mulai dari teknologi 4.0 lalu ada revolusi industri 4.0 sampai termasuk belanja juga sudah memasuki dunia 4.0.

Lalu internet 4G+ pun mulai memasuki dunia 5G+.

Duh males banget nanti antri lagi ke kantor Telkomsel buat ganti kartu jadi 5G+.

Bicara tentang belanja, jika disuruh memilih antara belanja online dan belanja offline, aku lebih memilih keuda-duanya. Ya seperti Monetize Blog vs Santuy Blog, aku juga memilih kedua-duanya. Jika kedua-duanya bisa diraih, kenapa harus memilih satu? Wkwkwkk.. Ibarat orang memilih warna hitam atau putih saja, aku memilih abu-abu karena berada di tengah-tengah.

Sampai saat ini, untuk melakukan pembayaran dan isi ulang macam apapun, aku lebih sering melakukan pembayaran secara online. Pembelian online juga aku lakukan jika sekiranya barang yang aku cari lebih sulit didapatkan di bursa offline.

FYI nih, saat belanja tas di Pasar Kliwon, Kudus, kita akan kesulitan mencari toko yang menjual tas secara ecer. Sebab, hampir kebanyakan toko di Pasar Kliwon, Kudus itu jualannya GROSIR. Kalau kita menanyakan sebuah benda, kita harus melirik dulu tulisan di papan plank toko mereka, apakah bersedia dijual ecer. Tidak sedikit juga, teman-teman sekolahku yang sambat di Facebook, kalau saat beli sesuatu di Pasar Kliwon itu kadang suka dihina sama oknum-oknum pramuniaga di Pasar Kliwon.

Tapiii apakah dengan begitu berarti aku sama sekali tidak pernah belanja secara offline? Oh tentu saja sering belanja offline juga.

Aku tentu punya toko langganan yang menjual barang-barang secara ecer. Pun juga mempunyai toko langganan yang menjual barang secara grosir. Gimanapun, ada barang-barang yang memang harus kita beli secara grosir, katakan bawang putih bubuk, sampo sachetan, susu sachetan, dll. Kalau belinya ecer ya bisa rugi dong.. Wong belinya juga mesti rentengan.

Begitu juga dengan baju, ada kalanya beli online itu menggoda, tapi kalau ada baju menarik di toko offline, ya aku pasti suka lah.

Semua itu ada porsinya masing-masing kan ya.

4 Tips Menghemat Uang THR

Duuh.. Habis lebaran, uang THR ku habis nih?! Lho kok sama?!

***

Assalamu alaikum Sahabat Ran..

Biasanya, menjelang lebaran gini, selain menanti hilal 1 Syawal, yang dinanti adalah hilal THR. Hampir semua orang mendapatkan THR sebesar satu kali gajian bulanan, tetapi jangan bersedih juga buat teman-teman yang mungkin senasib denganku yang menerima THR hanya sebesar gaji pokok. Sudah dikasih THR mah udah alhamdulillah ya. Soalnya, karyawannya pak suami malah THR nya tidak sepiro. Itupun uangnya diada-adain biar bisa memberikan sedikit THR *sedih.

Semoga sih suatu saat, laba tokonya pakmer ini  meningkat pesat sehingga bisa ngasih THR lebih layak lagi.

Kue Tunjuk, Lebaran Semakin Meriah

Bikin kue apa lebaran kali ini? Oh tenaaang.. Pasti dong ada kue tunjuk.

***

Assalamu alaikum Sahabat Ran..

Waktu kecil, setiap akan mengunjungi rumah Mbah (satu-satunya yang masih hidup), ibu selalu berusaha mengupayakan untuk membuat yang namanya kue semprit.

Itu lho, kue kering yang dioven, rasanya manis dan berbentuk bunga-bunga.

Pagi-pagi selesai sahur, ibu selalu mengupayakan untuk bersusah-susah membuat kue semprit. Tapi ya, mungkin karena keluarganya alm Mbah tidak pernah membuat kue sendiri, jadi entah mengapa, aku merasa pemberian ibu itu sia-sia. Tapi sudahlah.. Toh niat ibu sudah sampai kepada Allah. Mau yang dikasih itu menerima dengan rasa syukur atau nggak, itu ya urusan masing-masing.

Sekarang, aku sih sebetulnya bisa saja melakukan hal yang sama seperti ibu, tetapiii.. Begini lho, aku jabarkan dulu ya alasan-alasan klisenya.

Pertama, aku kan kerja di pelayanan publik dengan gaji UMR (Ciih, pake dijelaskan!), di mana jam kerjaku itu padat merayap. Belum lagi ngurusin dua krucil yang apa-apa masih tergantung sama mamahnya semua. Padahal aslinya mereka itu bisa, tetapi entah kenapa, kalau ada mamahnya di rumah, maunya semua dilayani mamah.

Jadi waktuku itu rasanya luaar biasa, sehari kalau bisa request minta pertambahan waktu deh.

Pernah suatu hari, aku mencoba membuat keciput, kan! Udahlah capek menghabiskan tenaga, mana aku kerjanya sendirian. Padahal waktu aku kecil, kalau ibu membuat kue, kedua anaknya akan sukarela merecoki membantu membuat kue. Iniiii.. kedua bocil, kayaknya belum ada niat buat mengembangkan skill di bidang perkuean. Mangcapek atuhlah ya!

Kedua, sekarang kue tunjuk di mana-mana!

Tahu kan sama yang namanya kue tunjuk? Itu lhooo.. tinggal menunjuk yang ada di gawai. Alhamdulillah, beberapa list di WA ku pada jualan kue semua. Tinggal nunjuk kue mana aja yang dimau. Kebanyakan sih, kami belinya dari gurunya anak-anak. Tahun ini, perasaan memang tidak berburu jajanan lebaran di pasar atau di toko makanan, sebab semuanya sudah tersedia di beranda WhatsApp. Tinggal tunjuk saja kue yang dimau.

Jangan Pakai Baju Seragam saat Lebaran

Lebaran memang momen yang menyenangkan, tetapiii jangan lukai hati orang dengan berseragam. Lho? Maksudnya?

***

Memilih Konsultan Pajak

Membayar pajak sudah menjadi aspek penting yang harus dipertimbangkan bagi setiap warga negara terutama pekerja, pelaku usaha, serta badan usaha. Adanya konsultan pajak dapat membantu suatu perusahaan atau perseorangan dalam mengelola pajak. Tugas utama konsultan pajak adalah sebagai penasihat pajak.

memilih konsultan pajak

5 Brand Underwear Favorit Kaum Hawa. Banyak diburu Kaum Hawa, Kaum Adam Wajib Tahu jika Ingin Memberi Hadiah

Brand underwear ini ternyata sering dicari dan diidola-idolakan para perempuan untuk "dalaman" mereka. Apa saja itu?

***

8 Rekomendasi Blog yang Asik untuk Dikunjungi

Ibarat genre film dan drama, blog juga banyak disesuaikan dengan selera pembacanya. Apa saja blog milik perempuan yang asik untuk dikunjungi?
***

4 Channel Podcast yang Bermanfaat

As a blogger, I need to know about a viral news. Oleh sebab itu, terkadang aku melihat beberapa akun sosial media yang sekiranya sering update berita viral.

***

Assalamu alaikum Sahabat Ran

Akhir-akhir ini, aku sering ... ehm ... lumayan sering lah, nyariin berita yang lagi viral lewat podcast. Sepertinya hobi baru mendengarkan podcast ini muncul setelah kami mendirikan channel podcast sendiri.

4 Channel Podcast yang Bermanfaat


Rupa-rupanya, mendengarkan podcast ini asyik juga, sebab kita jadi tidak terpancang untuk melihat dan mendengarkan secara langsung, seperti saat kita menonton Youtube atau TikTok. Podcast ini bisa didengarkan sambil mengerjakan aktivitas yang lain, ya mirip-mirip sama radio lah.

3 Platform Kesayangan Nonton Drakor

Mbak, kalau nonton legal di mana sih? Sering nggak, mendapat pertanyaan serupa? Alhamdulillah, sekarang sudah mulai banyak yang beralih buat nonton secara legal.

***

Assalamu alaikum Sahabat Ran..

Hobi menonton drama Korea, juga menonton film-film yang lain ini seharusnya memang didukung dengan menonton drama dan film tersebut di platfom legal. Sebab, dengan begitu, kita ikut mendukung apa ya istilahnya, mendukung peranan mereka dalam kreativitas.

3 Platform Nonton Drakor


Ya sebelas dua belas sama penulis buku sih.

Bayangin jika sebuah buku dibajak, sedangkan royaltinya tidak masuk kepada penulis, melainkan kepada para pembajak. Kan sama saja tidak menghargai para penulis tersebut. Alhamdulillah sih, aku belum merasakan jadi penulis buku. Hihi, menulis buku solo aja kayaknya sekarang udah bukan jadi life goals aku.

Setelah dirasa-rasakan, menjadi penulis buku itu capek. Bukan capek bagian menulisnya ya, tapi capek bagian dari promosi buku. Promosi buku juga merupakan salah satu bagian dari tugas penulis lho! Kecuali standar kita sudah mirip Tere Liye atau Andrea Hirata serta penulis-penulis lainnya, yang bahkan baru mengatakan sedang membuat naskah aja, sudah ditungguin penggemar.

Maka sejak itu, alih-alih pengen punya buku solo, aku berniat kembali ke fitrah, menjadi blogger sejati #halah.