Akhir-akhir ini Baby Han (1yo) mulai ditumbuhi kacangan lagi pada kulit kepalanya, dulu memang pernah saat masih newborn lalu saat menginjak usia 2 bulanan muncul tapi lalu hilang dan kembali muncul saat usianya satu tahun.
Apa sih sebetulnya kacangan itu?
Kacangan (Bahasa Jawa) yang dalam Bahasa Indonesianya adalah kerak kepala (cradle cap) biasanya ditandai dengan adanya kerak yang bersisik-sisik tebal, berminyak dan berwarna kuning di kepala bayi terutama di bagian dahi atau bagian yang ditumbuhi rambut. Bila diperhatikan kulit yang menebal itu menyerupai ketombe basah dan jika sudah mengering biasanya akan terkelupas sendiri menjadi serpihan-serpihan kecil.
Penyebab munculnya kacangan pada anak
Kacangan pada umumnya dipengaruhi oleh hormon mama yang berlebih dan diterima di akhir kehamilan, yang mengakibatkan produksi minyak berlebih pada jaringan kulit bayi. Dalam istilah kedokteran, kondisi ini disebut sebagai seborrheic dermatitis.
Kalau orang tua jaman dahulu sering bilang, ibunya terlalu banyak makan kacang-kacangan sehingga anaknya menjadi kacangan. Itulah kenapa muncul istilah kacangan, meski begitu kacang-kacangan memang terkenal bagus untuk produksi ASI seperti kacang hijau, jadi jangan ragu untuk tetap mengkonsumsi kacang-kacangan karena pada dasarnya kacangan pada anak mudah disembuhkan.
Sementara dari hasil pengamatan saya pribadi, kacangan pada baby Han muncul ketika dia mengalami panas dalam lama yang baru muncul dampaknya lewat kulit kepala.
Apakah kacangan bersifat sementara?
Umumnya setiap bayi lahir membawa kerak di kepalanya, biasanya berlangsung sampai bayi berusia 8-12 bulan, seiring usia biasanya kerak tersebut akan hilang dengan sendirinya, meskipun ada kasus di mana beberapa bayi akan tetap memiliki kacangan sampai usia tertentu seperti anak saya.
Saya pun demikian, sampai berusia kira-kira 5 tahun saya juga mengalami kacangan seperti anak saya. Mungkin kelenjar minyak saya berlebih terutama di bagian kulit kepala. Seiring pertumbuhan saya dulu, kacangannya sudah hilang dengan sendiri.
Cara mengatasi kacangan ala Mami Han
Meskipun nanti akan menghilang dengan sendiri, jika tidak diatasi dengan cara yang benar maka kacangan bisa muncul kembali dan kacangan ini bersifat gatal. Selain itu juga mengganggu pertumbuhan rambut.
Untuk mengatasinya oleskan minyak zaitun atau baby oil pada kulit bayi sampai keraknya melunak. Biarkan selama 12 jam atau jika sudah melunak kita dapat menggunakan sisir khusus bayi untuk membersihkannya.
Biasanya sih sisir bayi ini kurang ampuh ya, jadi saya gunakan kuku saja saking jengkelnya. Tentu saja dengan catatan sudah benar-benar lunak keraknya. Takutnya jika belum benar-benar lunak (masih kering) bisa menyebabkan infeksi karena kulit yang ditarik paksa tadi. Cara ini sebaiknya jangan ditiru ya BuIbu :D
Setelah hampir semua kerak mengelupas, jangan lupa langkah terakhir untuk keramas menggunakan shampo khusus bayi atau shampo khusus bayi yang mengandung asam salisilat dan coal toar. Sebaiknya hindari keramas menggunakan air panas, karena membuat kulit jadi lembab sehingga memicu terjadinya peradangan kelenjar minyak.
Hal lain yang harus diperhatikan
Bila semua usaha tak bisa memberikan hasil, perlu intervensi obat-obatan yang sifatnya menekan produksi kelenjar minyak. Apalagi bila puncak kepala berwarna merah dan mengeluarkan cairan kuning agak berminyak. Biasanya sudah dikatakan peradangan sedang, sehingga tak bisa lagi diatasi dengan obat tradisional. Segeralah bawa ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang semestinya.
Referensi :
1. http://www.parenting.co.id/bayi/penyebab+muncul+kerak+di+kepala+bayi
2. FP Dedek Bayi
Kacangan (Bahasa Jawa) yang dalam Bahasa Indonesianya adalah kerak kepala (cradle cap) biasanya ditandai dengan adanya kerak yang bersisik-sisik tebal, berminyak dan berwarna kuning di kepala bayi terutama di bagian dahi atau bagian yang ditumbuhi rambut. Bila diperhatikan kulit yang menebal itu menyerupai ketombe basah dan jika sudah mengering biasanya akan terkelupas sendiri menjadi serpihan-serpihan kecil.
![]() |
| dengan optical zoom 2X |
Penyebab munculnya kacangan pada anak
Kalau orang tua jaman dahulu sering bilang, ibunya terlalu banyak makan kacang-kacangan sehingga anaknya menjadi kacangan. Itulah kenapa muncul istilah kacangan, meski begitu kacang-kacangan memang terkenal bagus untuk produksi ASI seperti kacang hijau, jadi jangan ragu untuk tetap mengkonsumsi kacang-kacangan karena pada dasarnya kacangan pada anak mudah disembuhkan.
Sementara dari hasil pengamatan saya pribadi, kacangan pada baby Han muncul ketika dia mengalami panas dalam lama yang baru muncul dampaknya lewat kulit kepala.
Apakah kacangan bersifat sementara?
Umumnya setiap bayi lahir membawa kerak di kepalanya, biasanya berlangsung sampai bayi berusia 8-12 bulan, seiring usia biasanya kerak tersebut akan hilang dengan sendirinya, meskipun ada kasus di mana beberapa bayi akan tetap memiliki kacangan sampai usia tertentu seperti anak saya.
Saya pun demikian, sampai berusia kira-kira 5 tahun saya juga mengalami kacangan seperti anak saya. Mungkin kelenjar minyak saya berlebih terutama di bagian kulit kepala. Seiring pertumbuhan saya dulu, kacangannya sudah hilang dengan sendiri.
Cara mengatasi kacangan ala Mami Han
Meskipun nanti akan menghilang dengan sendiri, jika tidak diatasi dengan cara yang benar maka kacangan bisa muncul kembali dan kacangan ini bersifat gatal. Selain itu juga mengganggu pertumbuhan rambut.
Untuk mengatasinya oleskan minyak zaitun atau baby oil pada kulit bayi sampai keraknya melunak. Biarkan selama 12 jam atau jika sudah melunak kita dapat menggunakan sisir khusus bayi untuk membersihkannya.
Biasanya sih sisir bayi ini kurang ampuh ya, jadi saya gunakan kuku saja saking jengkelnya. Tentu saja dengan catatan sudah benar-benar lunak keraknya. Takutnya jika belum benar-benar lunak (masih kering) bisa menyebabkan infeksi karena kulit yang ditarik paksa tadi. Cara ini sebaiknya jangan ditiru ya BuIbu :D
Setelah hampir semua kerak mengelupas, jangan lupa langkah terakhir untuk keramas menggunakan shampo khusus bayi atau shampo khusus bayi yang mengandung asam salisilat dan coal toar. Sebaiknya hindari keramas menggunakan air panas, karena membuat kulit jadi lembab sehingga memicu terjadinya peradangan kelenjar minyak.
Hal lain yang harus diperhatikan
Bila semua usaha tak bisa memberikan hasil, perlu intervensi obat-obatan yang sifatnya menekan produksi kelenjar minyak. Apalagi bila puncak kepala berwarna merah dan mengeluarkan cairan kuning agak berminyak. Biasanya sudah dikatakan peradangan sedang, sehingga tak bisa lagi diatasi dengan obat tradisional. Segeralah bawa ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang semestinya.
1. http://www.parenting.co.id/bayi/penyebab+muncul+kerak+di+kepala+bayi
2. FP Dedek Bayi






Owalah itu istilahnya kacangan ya mbak.. Hehehe. Dulu kayaknya anakku cew pas bayi juga demikian mirip ketombean ya tapi sebentar aja. Lekas sembuh ya dedek Han.
BalasHapusorang Jawa bilangnya memang kacangan tapi sebetulnya itu adalah kerak. Iya Mbak Anty memang ada yang bisa sembuh sendiri ada juga yang bertahan sampai besar. Aamiin, terima kasih..
Hapusoh mba pernah kacangan juga, berarti kacangan bisa ada karena faktor turunan juga ya? :)
HapusBisa jadi karena faktor keturunan atau bisa jadi karena kebiasan yg sama antara saya dan ibu yg sama-sama suka dengan produk kacang-kacangan
HapusSaya juga pake minyal zaitun waktu ioo kerakan gitu. Alhamdulilah ga lama cuma sekitar 1 minggu an, orang tua sih bilang biarin cuma takutnya memang berkerak sampe besar..
BalasHapusSalam hangat untuk baby Han :)
kayaknya kalau berkerak sampai besar sih nggak ya Mbak Yas cuma ya itu tadi gatelnya bikin anak sering garuk-garuk :D
Hapussyukurnya Hamid ga pernah kulitnya berkerak...dari lahir, katanya krn waktu hamil sering minum air kelapa... ga tau ap mitos, sekarang hampir setahun..cuma rambut rada tipis....
BalasHapuskirain rambut kacangan apaan.... baru tau istilahnya,,
iya ini memang istilah orang Jawa mbak Nova suka menyebut dengan rambut kacangan/kacangen
Hapusanak saya 4 taun mba, beberapa hari ini garuk2 terus...pas saya lihat ada putih2 gtu. apa mungkin anak 4 taun masih berkerak? saya olesi minyak herbal aja trus besok paginya sampoan...masih garuk2 sih cuman berkurang
BalasHapussaya juga dulu hampir TK Mbak Nia masih ada keraknya di kepala mirip bukit kacang hehe, nanti kalau sudah besar hilang sendiri kok Mbak tapi ya tetep harus dilakukan perawatan kayak yg Mbak Nia lakukan
HapusO em Jiiii, begini CARA ROBBUNA Memberikan kejutan. Wkwkwk, baca postingan terbaru rekomendasi artikelnya ini, aku lagi puyeng dg itu euyy. Baru tahu kalau namanya kacangan. Si K sampai 2.5 tahun belum ilang. Hiks, kadang gatel kuilangin pake kuku, TETAPI MALAH BIKIN KULIT BERDARAH.:'(
BalasHapusAku coba deh, mbak Ran, moga bisa diilangin dg minyak zaitun atau baby oil.