Horray Mah umurku sekarang sudah 14 bulan.
Alhamdulillah ya Nang.. Semoga makin pintar makin sehat.
Han sekarang sudah lebih tinggi daripada dua bulan yang
lalu. Iya karena waktu dua bulan yang lalu dia masih belum tegak jalannya. Sekarang
juga sih belum berani jalan sendiri, masih titahan. Semoga kali ini nggak ada
yang nanyain titahan itu apa? Cari di KBBI! *berlagak galak* Jadi nih ya, yang
tiap hari tiap detik sering nanya apa Han sudah bisa jalan belum sudah aku
jawab ya. Jawabnya di blog tapinya, bukan via BBM 

Seperti postingan sebelum-sebelumnya kali ini mau cerita
progress perkembangan Han. Daripada dikejar-kejar pertanyaan terus, “Sudah bisa
ngapain aja?” lebih baik saya tulis saja di sini hahaha
Merespon Permintaan
Lawan Bicara
Seandainya kita mengajak bicara, “Nang mana remotenya, mau
lihat Pororo nggak?” Maka dia akan memberikan remote yang berada di dekatnya
kepada kita. Bukankah its so sweat buat bayi seumuran dia? Hehe maaf hiperbola
karena ini anak sendiri.
Mengambil Alih
Smartphone
Sudah tidak terhitung berapa file punya Bapaknya yang
terhapus, dan beberapa email punya saya juga terhapus. Bukan cuma menghapus
beberapa file serta email, terkadang Han ikutan kirim message ke teman-teman
ibunya. Beberapa ada yang terkirim, banyak juga yang langsung saya cancel
sebelum terkirim. Yang pasti kalau ada sms/bbm/wa dari saya yang berisi tulisan
abstrak itu adalah perbuatan Han, tolong jangan direspon. Hahaha. Macam baby
minta pulsa ya. Beberapa kali juga saya kedapatan hp saya digunakan untuk
menelepon keluar. Untung langsung ketahuan, kalau nggak selain tekor pulsa juga
tekor urat kemaluan. Anehnya yang ditelepon ya kontak-kontak itu melulu,
favorit sih Budhenya ya. Yuk Han dadha dadha dulu sama Budhe Diah.
Merangkak Lebih
Berani
Perasaan dari postingan Han 10mo, Han 11mo, Han 12mo, Han13mo yang dibahas kok merangkak melulu? Ya karena merangkak itu penting, versi
saya sendiri. Padahal dr Isfandiyar Fahmi, Sp.A saja sudah menjelaskan tidak
semua anak mengalami sesi merangkak. Karena setiap anak adalah istimiwiir..
Cuma kali ini lebih istimewa, karena dia mau merangkak di
lantai. Itu PENTING ya [bagi saya]. Berarti melatih dengkulnya untuk menjadi
lebih kuat dan keseimbangan tubuhnya benar-benar terbentuk. Diharapkan agar
otak kanan dan otak kiri berkoordinasi secara seimbang sehingga saat berjalan
sendiri nanti tidak mudah jatuh.
Karena sudah terlatih untuk merangkak ke mana-mana, maka segalanya sekarang menjadi lebih beware. Semuanya diembat sama dia, dijadikan mainan. Terutama kabel. Wah its dangerous things!
Titahan dengan
Berpegangan Satu Tangan
Sebelumnya aku mau tanya nih, titahan masih ada yang nggak
ngerti itu apaan? Berjalan titah dengan berpegangan pada kedua tangan orang
tua. Bahasa Kudusnya, titahan itu tuntunan.
Kami tidak memakai alat bantu berjalan titah yang biasanya dipakaikan pada anak seperti atlet terjun payung. Kami masih tradisional dengan memegangi tangannya. Alhamdulillah sih sekarang sudah tidak membungkuk lagi, sudah bisa berjalan normal. Bagi kami dengan memberikan alat seperti itu sama saja tidak membiasakannya mandiri, berbeda jika dipegangi dengan kedua tangan lama kelamaan dia akan melepas satu tangannya lalu kedua tangannya. Biasanya tahap ini jika si anak punya mainan yang bisa didorong jadi dia cuma berpegangan pada satu tangan kita.
Menyadari Peringatan
Berbahaya
Seringkali anak seumur gini susah dikandani, susah
dibilangin. Mereka itu sebenarnya mengerti cuma terkadang cuek aja.
Padahal terkadang memang ada hal-hal yang sebenarnya
membahayakan bagi mereka. Misal saja,
bermain jemuran baju. Jemuran baju yang terbuat dari aluminium memang enteng
untuk diangkat ke mana-mana tapi kalau sudah tersentuh sama bayi beranjak jalan,
jemuran bisa menjadi momok tersendiri, pasalnya kalau jemuran itu
diayun-ayunkan otomatis bisa jatuh mengenai tubuh anak kita. Jadi sebagai orang
yang lebih dewasa, saya seringkali memperingatkan. Tapi ya gitu, kadang
didengarkan kadang juga tetap meneruskan mainannya. Nasihat yang sering didengarkan
yaitu “Nang, jangan ke situ. Panas”. Otomatis dia akan berlari mencari tempat
untuk berteduh.
Mampu Menunjukkan
Kepemilikannya.
Sampai umur 14 bulan ini, Han sama sekali belum pernah
merengek meminta mainan saat melintas di depan toko mainan. Alhamdulillah
Meskipun begitu, kami tetap memberikan mainan buat dia sebagai sarana
pembelajarannya. Tentu saja mainan yang dipilih yang sekiranya mampu
meningkatkan gerakan motoriknya dan sensoriknya. Nah jika kita bertanya
padanya, dimana mobilnya? Maka dia akan menunjuk (menuding) mobil-mobilan
tersebut.
Meskipun begitu, kami tetap memberikan mainan buat dia sebagai sarana
pembelajarannya. Tentu saja mainan yang dipilih yang sekiranya mampu
meningkatkan gerakan motoriknya dan sensoriknya. Nah jika kita bertanya
padanya, dimana mobilnya? Maka dia akan menunjuk (menuding) mobil-mobilan
tersebut.
Baiklah segitu dulu ya cerita dari Ibunya Han, insyaAllah
bulan depan ceritanya diupdate lagi. See you bye-bye.
Januari 2016,
With Love




pinter nih baby han gak ngerengek minta maenan, kalau anakku lewat toko mainan udah histeris minta dibelikan mobil2an :D sehat selalu yah beibeh..
BalasHapusAamiin.. aamiin.. mungkin karena faktor usia juga, karena Han belum begitu antusias sama mainan yang ada di toko :D
Hapus