Agar Anak Tidak Bingung Puting

http://www.ranirtyas.com/2016/11/agar-anak-tidak-bingung-puting.html

Banyak yang bertanya pada saya kala itu, saat program AIMI masih booming di kalangan para mamah muda, especially kalangan saya sendiri, kumpulan mamah muda kurang pengalaman terlalu banyak browsing.

Pertanyaan mereka simply, antara kepo dan mencari pengalaman juga.

"Han kamu tinggal kerja ya Mbak? Di rumah yang momong siapa? Minum ASI atau formula?"

Menjawab pertanyaan yang sama berulang-ulang, tapi dengan telaten saya menjawabnya karena memang jawabannya selalu sama :D

"Iya saya tinggal kerja. I'm workaholic you know. Han di rumah sama ibu saya, dan alhamdulillah dia minum ASIP ya walaupun pada akhirnya dicampur juga dengan formula tapi lebih banyak ASIPnya, tergantung mood dia juga."

Hei jangan salah, bayi juga mood-mood-an juga, sama seperti kita, terlebih dia adalah anak saya yang memang moody banget.

Lalu dilanjutkan pertanyaan susulan,

"Lha kalau minum ASIP, bagaimana cara menyimpannya? Pake botol a mbak itu kamu?"

Nah.. yang ini perlu panjang sekali saya cerita. Saat itu saya alhamdulillah masih punya sisa uang bonus dari kantor, jadi sebelum melahirkan saya habiskan uang bonus itu buat beli kulkas 2 pintu merk Sharp yang ada gambar sakuranya. Ya elah saya kan emak-emak ya, yang gampang banget tertipu iklan di TV. Kulkas itu didesain khusus untuk ibu muda yang mau ngasih ASIP ke anaknya. *Uhuk* merasa terpanggil, langsung minta diantar mas suami buat beli kulkas, padahal saat itu daya di rumah belum sanggup buat menggunakan fasilitas kulkas.

Setelah lahiran, saya mencoba menerapkan ilmu perASI-an yang kalau disidangkan, insyaAllah IP saya cumlaude, *uhuk* mulai songong lagi.

Per botol saya kasih label, rutin sesuai waktu pumping saya saat itu.

Setiap hari ada empat botol rutin saya bawa pulang setiap dari kantor. Dua botol saya letakkan di freezer atas, dua botol saya letakkan di kulkas bawah. Biasanya saya menyiapkan 6 botol di kotak nano hydro yang ada khusus ruang tertutup untuk persiapan ASI yang akan diminum Han. 4 botol hasil pencairan dari freezer atas dan 2 botol fresh hasil pumping kemarin. Tetapi detail lebih lengkap waktu untuk penyimpanan ASI adalah sebagai berikut :

1| Kulkas 1 Pintu

a. ASIP tahan 2 minggu diletakkan di freezer 1 pintu.
b. ASIP tahan 8 hari diletakkan di bagian bawah kulkas 1 pintu.

2| Kulkas 2 Pintu

a. ASIP tahan 3 bulan diletakkan di freezer 2 pintu
b. ASIP tahan 8 hari diletakkan di bagian bawah kulkas 2 pintu.

3| Freezer Khusus (Mirip freezernya penjual Ice Cream)

ASIP tahan 6 bulan.

4| ASIP tahan di suhu ruang hingga 6 jam (dengan suhu ruang 18° - berAC).

5| ASIP tahan di suhu ruang hingga 4 jam dengan suhu ruangan normal.

Nah lihat kan betapa istimewanya ASI sekalinya sudah jadi ASIP. Sulit memang mencegah mitos yang beredar di masyarakat yang sebagian masih terbawa mitos jaman dulu, bahwa ASI yang diperah sudah menjadi darah. ASI ya tetap menjadi ASI. Ini yang harus kita kampanyekan ke lingkungan sekitar kita.

Duh jadi ke mana-mana kan? Tadinya mau cerita, ini anak saya minum ASIP pakai botol.

Bagaimana dengan bingung puting?

Kan AIMI sudah menjelaskan bahwa dot dilarang agar anak tidak bingung puting.

Iya anak saya minum ASIP pakai botol dan saya mau kasih disclaimer terlebih dahulu. Kondisi setiap anak berbeda-beda, dan kenali cirinya lalu cegah sebelum terjadi.

Alhamdulillah Han termasuk anak yang pintar membedakan mana puting buatan pabrik dan mana puting buatan Sang Khaliq.

Selain itu ada tricky juga agar anak tidak bingung puting. Thanks to Niken yang sudah membagi resepnya kepada saya. Anaknya minum sufor tetapi seketika dia pulang kerja saat itu, sang anak nemplok minta nenen, tidak mau pakai botol. Tetapi cara ini harus dilakukan secara rutin dan telaten. Lengah sedikit berbahaya.


Inilah cara kami, agar anak tidak bingung puting.


1. Gunakan botol dengan ukuran yang sama (lubangnya).

Sekalipun dia sudah beranjak dewasa dari sebelumnya tetapi gunakan terus ukuran botol yang sama.


2. No bottle when mommy around.

Botol hanya digunakan saat tidak ada kita (ibunya) di rumah. Kalau sedang bersama ibu ya nenen langsung atau minum dari gelas, kalau perlu pakai sedotan.

3. Menggunakan botol yang nipplenya tidak terlalu lunak

Urusan perkara ini sebetulnya masih riset, toh kebanyakan nipple yang beredar di pasaran adalah nipple yang lunak, tetapi bayi yang cerdas tahu kok caranya membedakan antara nipple yang dikenyot-kenyot melempem aja dan nipple yang kalau digigit bisa mengeluarkan suara. LOL.

Saat ini sudah banyak botol susu yang beredar yang mendedikasikan diri sebagai botol yang tidak akan menyebabkan bingung puting. Kebetulan saya juga pernah kebagian rejeki untuk mendapatkan botol susu yang insya Allah tidak menyebabkan bingung puting.


Alhamdulillah masih dipakai sampai sekarang, padahal sudah 2 tahun LOL tetapi tidak lagi diisi oleh ASIP karena ASInya hanya diminum secara langsung tidak lagi melalui pemerahan pompa ASI sejak Han umur setahun.


4. Berpikir positif ASI terus ada


Sejak awal menyusui, cover facebook saya buat seperti gambar di bawah ini. Tujuannya agar menstimulasi saya sendiri, meyakinkan diri saya sendiri bahwa ASI saya cukup. Kalau dia nangis sangat rewel, saya tawarkan dia air yang lain, bisa berupa teh, air putih, bahkan susu UHT. Lihat situasi saja, toh sudah besar ini kan.

http://www.ranirtyas.com/2016/11/agar-anak-tidak-bingung-puting.html

5. Cek Kondisi Sendiri Dahulu


Sebelum menyalahkan dot, ada baiknya diselidiki terlebih dahulu kenapa anak tidak mau menyusui langsung pada kita. Apakah badan kita fit dan sehat saat menyusui? Terlebih panas dalam yang seringkali tidak kita sadari.

Cek apakah aliran ASI masih deras seperti biasanya, jika merasa produksi sedikit menurun coba perbanyak konsumsi kacang-kacangan dan makanan penambah kuantitas dan kualitas ASI.

Setelah pulang kerja, usahakan untuk tidak langsung menyusui terlebih jika baju yang dipakai untuk kerja sudah mambu (baca: bau apek). Sepulang kerja, biasakan untuk mandi terlebih dahulu, ganti semua pakaian yang dipakai termasuk bra, bilas payudara dengan air dingin, dan jangan lupa cuci tangan sampai bersih.

Sering kali seorang Ibu yang bepergian jauh meninggalkan bayinya untuk beberapa hari sehingga saat pulang bayi sedikit enggan untuk langsung menyusu. Lakukan bounding sesering mungkin dengan bayi dan tawarkan untuk menyusu perlahan-lahan.

Kira-kira begitulah tips agar anak tidak bingung puting dari saya pribadi dengan 2 tips pertama clue dari junior saya yang sebetulnya adalah senior dalam dunia parenting, karena anaknya lebih besar daripada anak saya. Makanya saya senang berbagi ilmu dari siapapun dan kepada siapapun.

Dot memang tidak disarankan untuk memberikan ASIP tetapi jika tidak opsi lain dalam pemberian ASIP perlu dipikirkan langkah selanjutnya. Jangan melulu menyalahkan dot, karena kalau kata Ibu saya, manungso kok kalah karo alat (baca: manusia kok kalah sama alat).

Baik buruknya dot kembali pada diri kita masing-masing ya. Tetapi semoga cara di atas bisa menenangkan hati kita yang dilanda apakah langkah kita sudah betul memberikan ASIP melalui botol, karena saat itu saya juga googling mengenai masalah ini. LOL. Bersikap keras kepala tetapi tidak menghasilkan jalan keluar, ah lebih baik saya salahkan diri saya sendiri dulu sebelum menyalahkan dot.

Semoga membantu ya BuIbu dan Para Mamah yang sedang mencari jawaban.

Salam sayang,
-Ran

***
Oh iya masih ada kesempatan lho buat ikutan Mini Giveaway di blog ini. Cek di sini ya.

16 komentar

  1. anak saya dulu bingung puting, hiks :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga besok anak kita yang kedua juga lancar tanpa bingung puting ya Mbak Ira

      Hapus
  2. Artikelnya bermanfaat nih, jadi inget saat anak-anak masih bayi. Aku dulu belum paham cara simpan ASI seperti di artikel ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. cara menyimpan ASI sebetulnya sudah banyak yang ngeshare kok Ce, apalagi kalau gabung sama grup FB Aimi :)

      Hapus
  3. nah iya mba ran. SEtuju banget poin2nya. Saya juga praktikkan 1-4 dan benar alhamdulillah dulu Bintang ga bingung puting. No bottle when mommy around! Cara ini juga efektif membuat hub anak dan mommy dekat, karena anak percaya bahwa kalau mommy ada tak ada yang bisa menggantikan.

    Saya juga sering mendapat masukan soal botol ini, tapi ya begitu. Tak sederhana juga buat mindhain ke sendok atau sedotan. Intinya sih yang terbaik dengan buat anak. dan ASI is a Must.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Mbak Ira.. perlu dilihat kondisi juga, idealis itu perlu tapi kalau malah tidak menghasilkan jalan keluar ya kita sendiri yang malah menjadi stress.

      Hapus
  4. cakeeppp.. iya ya, bayi cerdas tau mana nipple yang dikenyot-kenyot mlempem aja sama nipple yang digigit langsung bersuara (teriak ya, lebih tepatnya), hahaha..

    betewe aku baru tau kalau kulkas 1 pintu dan 2 pintu, memiliki ketahanan yg berbeda untuk freezernya. seriusaaan...aku baru tau. ini penting buat working mom nih.. tak share ah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi.. Makasih ya Mbak Arinta sudah dibantu share <3

      Hapus
  5. Digigit langsung bersuara. Wkakakakak. 😂

    kushare. Temenku yang working mom sering nanya, tapi aku nggak ngerti. 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. ❤(ˆ‿ˆԅ) Makasih Mbak Widut sudah mau berbagi..

      Hapus
  6. Hahaha, fokusnya sama ke nipple yang digigit langsung bersuara xD
    Aku anak dua nggak pernah bingung puting Mba, alhamdulillah. Tapi memang ditinggal kerja cuma bentaaarr. Jadi ferkuensi nyusu dari pabriknya langsung lebih sering :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah ya.. kenikmatan yang mungkin tidak dimiliki oleh semua wanita Nyak..

      Hapus
  7. intinya, ibunya juga harus postiif ya mba :) saya pake botol pas anak lepas ASI aja karena saya ga kerja :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. waktu itu saya juga pernah disindir mbak, kalau sudah pake dot susah dilepas. Ah manusia..

      Hapus
  8. belum punya pengalaman ini sih mbak, masih single *uhuk* tapi lihat juga keponakan yang lagi ngedot pakai botol susu, emang cari dotnya hampir mirip sama puting si ibu, cari yang lunak untuk dotnya :)

    BalasHapus
  9. Karena di rumah saja, jadi si kecil ngedot langsung :D pernah sekali juga ada acara jadi harus tinggalin si kecil. Udah siapin ASIP 8 botol di kulkas bawah karena emang nggak ada niat dipakai jangka panjang.
    Worth to try ya tips di atas untuk working mom biar nggak sedih kalau si kecil bingung puting. ^^

    BalasHapus

Thank you for stopping by 🥰

Terima kasih untuk tidak berkomentar menggunakan URL ARTIKEL and please jangan tinggalkan link hidup ya, sayang 😘

Sharing is caring, tapi aku bakalan sedih banget kalau tulisanku di copy paste buat blogmu. So, klik tombol share aja ya
(゚▽^*)☆

Lalu.. Demi bisa berkomentarlah secara ksatria, silakan berkomentar menggunakan akun Google ya 😁😁😁