4 Cara Agar Selalu Dekat di Hati Ibu

Alhamdulillah hari ini Alisha tepat berumur 3 bulan, alhamdulillah perkembangannya pun sangat pesat. Banyak cerita sudah kami lalui bersama, mulai dari saat awal-awal kehadirannya di rahimku hingga kini seorang bayi mungil yang selalu membalas dengan celotehannya saat diajak berbicara.

Buatku yang sudah dua kali melahirkan ini, mendekatkan diri dengan anak-anak bukanlah sesuatu yang mudah, di mana pagi hingga sore hari saya lebih banyak menghabiskan waktu di kantor. Quantity time saya bersama anak-anak tidak lagi saya perhitungkan asalkan quality time saya bersama mereka terus dipupuk dan terjaga.

Maka berikut cara saya memberikan perhatian agar selalu dekat dengan mereka

1| Menyusui Bukan Memberi ASI


Bisa menyusui hingga usia 3 bulan merupakan anugerah terbesar bagi saya. Bahagianya ibu jika ASI nya bisa melimpah ruah apalagi bisa menyusui hingga 2 tahun lebih merupakan impian kami karena kenyataannya di luar sana banyak ibu yang bahkan ASInya tidak mau keluar.

Sedari itu, bagi ibu yang bisa menyusui anaknya secara langsung selain dengan bersyukur juga sebisa mungkin menyusui langsung, bukan memberi ASI, maknanya ketika menyusui, tataplah bayi kita dengan sepenuh hati, ajak mereka mengobrol dan sentuh lembut dahi, pipi juga genggam kedua tangannya.

Menyusui secara langsung akan mendekatkan bonding bagi Ibu dan anak.

Sehingga ada baiknya jangan hanya memberi ASI yang menyusui tapi pikiran menerawang ke mana-mana, sambil mainan hp, atau ditinggal nonton TV yang penting anak nemplok. Padahal menyusui berbeda makna dengan memberi ASI.

Bilapun bekerja, bismillah saya mencoba untuk terus memompa ASI agar badan anak kami selalu sehat, kalis dari penyakit dan kasih sayang kami mengalir terus lewat ASI.

2| Memeluk dalam Gendongan


Sering tidak mendengar “Anak jangan sering digendong, nanti bau tangan”?

Padahal masa-masa anak minta digendong singkat, nanti setelah mereka tidak mau digendong lagi dan mereka mulai pintar meloloskan diri dari gendongan kita dengan meluruskan pantat dan meluncur ke bawah. Pasti kita akan merindukan masa-masa itu.

Babywearing helps them explore the world with you, when they are not ready to without you

Menggendong bukan berarti membiasakan anak bau tangan tetapi menggendong membantu kita tetap dekat dengan anak sembari mengerjakan tugas rumah tangga. Shoot 2 birds in 1 hands J


3| Membacakan Buku Cerita


Kenangan dalam masa-masa golden age biasanya akan terbawa sampai mereka dewasa. Sewaktu saya kecil, saya selalu teringat selalu didongengin sama Ibu tetapi dengan cara menggambar. Ibu menggambar di buku sambil bercerita dan saya selalu terkenang dengan masa-masa itu.

Makanya saya sebetulnya masih berusaha membangun masa-masa indah mereka dengan menceritakan dongeng kepada mereka.



Apalagi khayalan anak biasanya dibangun dari kebiasaan. Kebiasaan baik akan membawa kepada kebaikan juga. Semoga kelak mereka akan mencintai buku dan selalu haus akan ilmu pengetahuan.

4| Memberikan Perhatian saat Sakit


Anak merupakan belahan jiwa kita, kalau sampai sakit apalagi sampai panas kejang-kejang. Ya  Allah.. salah Ibu di mana nak, kenapa harus sampai sakit. Seringkali saya memilih cuti untuk menemani anak yang sedang sakit.

Jaman dulu saat si abang sakit panas lebih dari 40 dan keluar bintik-bintik merah di seluruh tubuhnya apalagi harus sampai dicek laborat karena dokter anak pun harus melihat hasil tes darah baru memutuskan diagnosa yang tepat untuk anak kami.

Makanya sangat penting mencegah daripada mengobati, tetapi untuk pertolongan pertama kami selalu menyediakan Tempra Syrup di rumah sebagai penurun demam anak.

Tempra Syrup banyak dipercaya Ibu-Ibu karena kandungannya yang aman di lambung si kecil bahkan untuk newborn sekalipun. Larutannya yang sudah larut 100% juga menyebabkan Tempra Syrup tidak perlu dikocok sebelum diberikan pada bayi. Alhamdulillah cocok untuk Ibu yang suka grusa-grusu memberikan obat pada si kecil sehingga sering lupa mengocok sirup terlebih dahulu, tetapi dengan Tempra tak perlu khawatir lagi.

Adanya pipet dan gelas khusus di kemasannya juga membuat Tempra Syrup mengandung dosis tepat, tidak over dosis ataupun kurang dosis.

Menggunakan pipetnya pun tergolong mudah, apalagi gelasnya.

Buat kami para ibu pekerja, akan lebih mengutamakan quality time daripada quantity time karena memang kami hanya punya waktu yang terbatas, jadi wajar ketika bersama anak-anak kami akan mengupayakan untuk berusaha sedekat mungkin.

Oh iya tanggal 22 Desember ini dirayakan sebagai hari Ibu, maka saya mengucapkan Selamat Hari Ibu bagi seluruh Ibu-Ibu yang berbahagia.

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra.

Salam sayang,


5 komentar

  1. Selalu berada di samping si kecil, membuat saya jauh lebih bahagia. Berharap si kecil juga seperti itu.

    BalasHapus
  2. Wah saya jadi gagal fokus sama gendongannya hehehee

    BalasHapus
  3. sebagai ibu bekerja, emang harus pintar2 yaa cari waktu dgn anak

    BalasHapus
  4. Pipet tetes Tempra ada tutupnya, ya?
    Tetap semangat menyusui dan memerah ASI ya mbak... semangat pasti bisa sampai 2 tahun :)

    BalasHapus
  5. Bener mba, anak-anak mesti dekat dengan orang tuanya. Terutama kalau sedang sakit. Aduh rewelnya. Dan aku merasa seperti ikut sakit juga karena kelelahan mengurusnya.

    BalasHapus

Thank you for stopping by 🥰

Terima kasih untuk tidak berkomentar menggunakan URL ARTIKEL and please jangan tinggalkan link hidup ya, sayang 😘

Sharing is caring, tapi aku bakalan sedih banget kalau tulisanku di copy paste buat blogmu. So, klik tombol share aja ya
(゚▽^*)☆

Lalu.. Demi bisa berkomentarlah secara ksatria, silakan berkomentar menggunakan akun Google ya 😁😁😁