[My Resolution] 2018 Bebas Hutang, Bisa!

Sepanjang sejarah dalam hidup, rasa-rasanya hidup ini jarang sekali berani berhutang. Sudah kaya? Bukan.. Bukan.. Ini lebih dikarenakan saya tidak berani dengan resiko di belakangnya, kecuali ada yang mengingatkan. Lebih beresiko lagi jika harus berhutang pada teman, jangan sampai pertemanan putus karena hanya masalah hutang.

Tetapi namanya hidup, kebutuhan terus mendesak dan adaaa saja yang memaksa untuk berhutang.

KPR juga hutang, cicilan mobil atau motor juga termasuk hutang. Makanya saya takut mengambil cicilan sebetulnya.

Bahkan jika kita menghitung harga beli dengan menyicil angsuran jatuhnya sangat berbeda. Apalagi harga jual kendaraan pasti dapatnya setengah harga dari cicilan kita selama ini. Tetapi bila menunggu uang terkumpul dahulu baru membeli kendaraan malah uang tidak jadi terkumpul dan terhamburkan untuk keperluan lain. Terus bagaimana dong? Dilema lagi kan.

Sebagai keluarga muda yang membutuhkan kendaraan, kami terpaksa (harus) mempunyai kendaraan yang akan melindungi anak-anak kami dari hujan dan teriknya panas.


Iya kami memilih mobil klasik (baca: mobil tua) yang budgetnya sedikit tapi tidak cukup sedikit bagi kami sebagai keluarga yang bisa dikatakan baru meniti hidup. Bersyukur kami bisa memiliki kendaraan yang dibeli dengan harga murah meriah, tapi itupun kami masih harus meminjam dana pendidikan anak-anak kami.

Menjelang tahun 2018 ini, saya bertekad untuk melunasi hutang dana pendidikan anak-anak kami.

Bersyukur meskipun Bapak Mertua maunya anak bungsu kami jangan dititipkan ke rumah Eyangnya (Ibu saya) sementara saya bekerja, tetapi pak suami tetap dan terus mendukung penuh pilihan hidup saya untuk masih bekerja. Selama ini saya sudah mengatakan dan semoga penerimaan ke beliaunya jelas, bahwa saya bertekad ingin menabung untuk dana pendidikan anak-anak.

Mengapa bukan suami saja yang bekerja, malah istri ikut bekerja. Iya bagaimana lagi, memang rejekinya begitu. Kami sama-sama bekerja, hanya saja yang terlihat jelas penghasilannya kebetulan adalah sang istri karena suami bekerja ikut Bapak mertua yang membuka sebuah toko. Wajar saja kalau penghasilannya tidak menentu.

Sebagai seorang wanita karir, saya mengharapkan hidup saya benar-benar sehat. Sebisa mungkin menghindari yang namanya sakit, terlebih di rumah masih ada balita dan bayi yang butuh diperhatikan. Ditambah saya di kantor mempunyai kesibukan baru di sela-sela jam kerja saya, yaitu memompa ASI. Saya butuh tenaga ekstra karena pasti ibu yang menyusui atau memompa selalu kelaparan pasca mengeluarkan ASInya. Oleh sebab itu, saya membutuhkan multivitamin yang cocok untuk memenuhi kebutuhan kami.




Alhamdulillah Theragran-M memenuhi kebutuhan kami yaitu saya dan suami.

Pasca operasi sectio yang kedua kemarin, saya juga mengkonsumsi Theragran-M yang jelas-jelas merupakan vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan. Sebelumnya saya mengonsumsi obat herbal sinsei yang konon mempercepat masa penyembuhan pasca operasi, tetapi sayangnya ternyata saya alergi dengan obat herbal tersebut. Seluruh tubuh menjadi gatal-gatal dan muncul bercak-bercak di perut, kaki dan hampir seluruh tubuh bagian perut ke bawah.

Saya pun kapok mencoba-coba obat herbal tersebut dan sekilas lupa dengan vitamin yang biasa dikonsumsi jika sedang dalam masa-masa penyembuhan. Theragran-M ini sangat baik untuk pemulihan pasca operasi, karena kandungan mineral dan vitamin yang lengkap dalam komposisinya. Langsung saya hentikan obat herbal tersebut dan kembali ke Theragran-M yang alhamdulillah tidak menimbulkan efek samping.

Alhamdulillah setelah saya mengonsumsi dan kontrol kembali ke obgyn, plester anti air yang untuk menutupi luka bekas sectio langsung dilepas tanpa perlu kontrol untuk ketiga kalinya. Dokter mengatakan lukanya sudah benar-benar kering, semoga yang di dalampun sudah ikut kering.

Sekarang saya sudah berani menggendong anak kami yang besar (3 tahun) dan melakukan sedikit aktivitas berat seperti mengangkat ember cucian dll.

Semoga dengan kembalinya saya ke kantor, saya jadi bisa menambal hutang kami kepada anak-anak kami, mereka berhak atas pendidikan dan semoga kami bisa menuntun mereka menuju pendidikan yang tertinggi. Oleh karenanya, saya ingin terus sehat.


Kalau sakit jangan lama-lama. Sehat terus ya teman-teman!

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M.

2 komentar

  1. Sama, saya juga nggak berani berhutang mbak. takut nggak bisa bayar.
    Selamat ya atas kelahiran anak keduanya, smeoga sehat terus sekeluarga :)

    BalasHapus
  2. jaman skrg justru susah deh kl gak ngutang dulu. Kyk beli rumah misalnya... Kl yg lain2 ya paling kl gak ada uang, nabung dulu atau cari yg lain yg terjangkau :) *ini OOT gak ya?*

    BalasHapus

Thank you for stopping by 🥰

Terima kasih untuk tidak berkomentar menggunakan URL ARTIKEL and please jangan tinggalkan link hidup ya, sayang 😘

Sharing is caring, tapi aku bakalan sedih banget kalau tulisanku di copy paste buat blogmu. So, klik tombol share aja ya
(゚▽^*)☆

Lalu.. Demi bisa berkomentarlah secara ksatria, silakan berkomentar menggunakan akun Google ya 😁😁😁