4 Alasan Solo Selalu Menjadi Tempat Teristimewa


Sebuah kota biasanya memiliki beberapa keistimewaan yang membuatnya selalu terkesan spesial di mata seseorang. Bila Kla Project dengan Katon Bagaskara sebagai vokalisnya kala itu menulis dalam lirik lagunya:

Pulang ke kotamu
Ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat, 
penuh selaksa makna

Terhanyut aku akan nostalgi
Saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama
Suasana Jogja

Di persimpangan langkahku terhenti
Ramai kaki lima
Menjajakan sajian khas berselera
Orang duduk bersila

Musisi jalanan mulai beraksi
Seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri
Ditelan deru kotamu...

Walau kini kau telah tiada tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
Ijinkanlah aku untuk selalu pulang lagi
Bila hati mulai sepi tanpa terobati

Maka buatku Yogyakarta juga spesial tetapi ada satu kota lagi yang selalu istimewa dan membuat kami terkesan seperti butiran-butiran pasir yang terkena gaya tarik medan magnetiknya. Solo atau lebih terkenal dengan Surakarta telah menghasilkan banyak memori indah bagi saya dan keluarga. Berkat Surakarta lah saya juga berhasil memenangkan lomba blog untuk pertama kalinya, karena Surakarta lah kami akhirnya dikaruniai keturunan.

Orang bilang pertemuan adalah jodoh. Jodoh itu juga tidak harus berakhir dengan pernikahan. Beberapa pertemuan saya dengan para sahabat perempuan juga adalah jodoh, bila persahabatan kami harus dipisahkan oleh waktu dan ruang berarti jodohnya baru sampai di sini.

Bukan hanya pertemuan sesama manusia, mengunjungi sebuah tempat atau kota pun bisa dikatakan berjodoh. Sekuat apapun niat dan usaha kita tetapi bila kita tidak berjodoh dengan tempat tersebut maka kita akan mustahil mengunjungi tempat tersebut.

Mengapa Solo selalu istimewa di hati kami, berikut alasannya

1| Tempatnya Adem dan Sejuk


Beberapa pepohonan rindang masih dapat kita temukan di tengah-tengah Kota Surakarta, bahkan beberapa tamannya masih memelihara pohon yang berusia ratusan tahun, sebut saja Taman Sriwedari, Taman Jurug.

Sepanjang Jalan Slamet Riyadi juga sengaja membiarkan pepohonan tumbuh di tengah jalan raya. Ah andai Kudus kemarin pohon-pohonnya tidak ditebang ya yang berada di pembatas antara jalan pengendara motor dan pengendara mobil jadinya di bagian pusat kotanya Kudus tetap adem dan sejuk.

Semoga kesejukan dan keheningan Surakarta tetap apa adanya ya.

2| Selera Masakannya Mirip dengan Lidah Kudus


Masakan pun bisa menjadi cocok-cocokan. Bagi saya yang terbiasa masakan khas Kudus yang terkenal dengan rasa manisnya, cenderung cocok ke masakan khas Surakarta yang hampir mirip dengan masakan khas Kudus.

Masakan Surakarta yang selalu membuat kangen, sebut saja Nasi Liwet Wongso Lemu, Soto Kuali khas Solo yang berdaging sapi juga masakan lainnya.

Selera lidah sih cocok-cocokan ya, cuma buat kami lebih nikmat menikmati nasi liwet daripada gudeg Ploso eh gudeg Jogja tapi kalau ditraktir gudeg mau juga, hahahha.

3| Tata Kramanya yang Masih Tinggi


Bukan maksud membanding-bandingkan antara Jogja dan Solo, tetapi memang berdasarkan pengamatan acak di daerah padat wisata penduduk Solo lebih njawani daripada penduduk Jogja. Mungkin dikarenakan pusat pariwisata Jogja tidak dihuni oleh penduduk asli, sementara yang di Solo kebanyakan penjajanya adalah penduduk lokal. Sehingga sambutan hangat dari para penduduk masih terasa di daerah Solo.

Bapak tukang becak yang berada di Solo juga masih sangat menjunjung tinggi sopan santun orang Jawa asli, menawarkan dengan senyum, mengangguk tanda setuju dan menyilakan mirip abdi dalem istana. Benar-benar menjaga kearifan lokal.

4| Beberapa Wisata Masih Tradisional


Seperti halnya penduduk yang masih menjaga kebudayaan, daerah wisatanya juga kebanyakan masih bernuansa tradisional. Sampai saat ini sepertinya belum ada eksplorasi besar-besaran membangun waterboom atau rumah terbalik seperti khas kota-kota lain.

Masih mempertahankan beberapa wisatanya atau..

Semoga dengan ini beberapa tempat wisata di Surakarta segera berbenah diri ya agar tidak tertinggal jauh dengan kota-kota lainnya tetapi tetap menjaga kearifan lokal dan selalu menjunjung tinggi kebudayaan warisan leluhur kita.

4 komentar

  1. mamaku dari solo mbak, tapi sayangnya kita nggak tiap tahun mudik ke solo, krn terutama tempat wisatanya masih kurang, jadi nggak tahu banyak tentang solo, tfs mbak

    BalasHapus
  2. Aku pertama ke Solo agak kagok dgn masakannya, tapi sekarang sudah biasa

    BalasHapus
  3. Solo salah satu kota favorit.. saya SD disini

    BalasHapus

Thank you for stopping by 🥰

Terima kasih untuk tidak berkomentar menggunakan URL ARTIKEL and please jangan tinggalkan link hidup ya, sayang 😘

Sharing is caring, tapi aku bakalan sedih banget kalau tulisanku di copy paste buat blogmu. So, klik tombol share aja ya
(゚▽^*)☆

Lalu.. Demi bisa berkomentarlah secara ksatria, silakan berkomentar menggunakan akun Google ya 😁😁😁