Wuiih gila ya, judulnya bombastis banget kayak judul skripsi anak psikologi aja, hahaha. Maafkan ya, berhubung ini rumah maya saya maka aku akan berbicara secara unformal saja.
Saat melahirkan Alisha saat itu usia Abang Han 3 tahun kurang 2 bulan, banyak tamu yang berkunjung ke rumah saat itu dan sedikit terheran-heran dengan Abang Han yang usia 3 tahun kala itu belum mau mengucapkan satu kata apapun.
Mengucapkan Ibu saja hampir jarang sekali diucapkan, padahal sebetulnya dia (mungkin) bisa.
Kami memang tidak pernah membawanya ke tenaga kesehatan yang berkompeten, beberapa kali dokter kandunganku malah menganjurkan untuk membawanya ke sebuah klinik terapi wicara di Kudus, di Klinik Ananda di daerah Jati tapi lebih tepatnya mana, aku kurang jelas dan lagi masalah kami, siapa yang akan mengantar Abang Han ke klinik tersebut sementara bukanya pas jam kerja.
FYI, sepupu Abang Han dari pihak bapak memang kesulitan bicara juga. Keponakan pak suami dulunya pas masih usia dini bahkan ketika berbicara pun seperti gagap bahasa dan terengah-engah tapi mungkin ini lebih disebabkan karena berat badannya yang sedikit overwight. Tetapi adiknya (keponakan yang kedua, usianya beda 2 tahun di atas Abang Han) juga ternyata memiliki masalah yang sama tapi tidak sampai gagap.
Alm Ibu mertua pernah bercerita soal kutukan yang diarahkan ke bapak mertua waktu kecil. Dahulu Pakmer pernah mengolok-olok temannya yang cadel (pelat) sehingga saat marah, temannya mengutuk pakmer seketurunan-turunannya. Ndilalah suami dan adik-adiknya memang sedikit cadel tapi tidak terlalu.
Entah kebetulan atau hanya mitos, antara cadel (kesulitan berbicara secara jelas) dan speech delay yang dialami oleh cucu-cucunya bapak mertua.
Banyak yang menduga bahwa penyebab Abang Han malas berbicara karena kedua orang tuanya juga pendiam dan jarang menstimulasi anaknya untuk berbicara.
Ditambah Abang Han memang termasuk generasi alfa yang suka menonton youtube di gawai orang tuanya. Makin jaranglah dia berkomunikasi dengan sesama manusia T____T
Bila pun dia berbicara bisa jadi dia bingung mau menggunakan bahasa apa karena terbiasa mendengarkan kami berbicara yang terbiasa menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa dicampur-campur ditambah bahasa dari youtube yang seringnya terdengar Bahasa Inggris.
Kebetulan.. kerabatnya suami ada yang menjadi pengajar di KB (Kelompok Bermain) di desa kami. Melihat Abang Han yang masih belum jelas kosa katanya dan hanya berteriak-teriak jika ingin mengungkapkan sesuatu, beliau menganjurkan kami memasukkan Abang Han masuk KB untuk bermain dan belajar bersama.
Tanpa perlu menunggu tahun ajaran baru, November tahun 2017 kami memasukkan Abang Han ke KB N-Haq, di sana kami bertemu Ibu Anisa kepala sekolahnya dan ternyata beliau mengingat nama keponakan kami dengan jelas, dijelaskan bahwa keponakan kami juga pada awalnya sama sekali tidak mau bicara dan alhamdulillah pas di akhir-akhir tahun pelajaran sudah mau berbicara sedikit.
Kini, Abang Han sudah setengah tahun bersekolah di KB, dan suprisly Abang Han sudah bisa berbicara lancar, dia tidak cuma mengerti Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa tetapi sedikit-sedikit mengerti kosa kata dalam Bahasa Inggris untuk kata-kata tertentu.
Banyak hal yang masih belum dipahami mengapa Abang Han sampai harus mengalami speech delay tetapi berdasarkan insting seorang ibu, bisa jadi karena disebabkan oleh hal-hal berikut:
- Kurangnya stimulasi dari lingkungan sekitar
- Terlalu lama terpapar handphone
- Bingung bahasa
Anak usia dini memang belum dianjurkan untuk pergi ke sekolah tetapi jika melihat kasusnya Abang Han dan saudara-saudara, menyekolahkan anak juga bukan pilihan yang salah. Apalagi sekolahnya ini memang khusus tempat kelompok bermain.
Alhamdulillah Abang Han mendapatkan stimulasi yang tepat meskipun mungkin ini agak sedikit terlambat tapi kami yakin bahwa di belakang keterlambatan tumbuh kembangmu pasti tersimpan prestasi luar biasa yang harus terus kami gali.
Terima kasih kepada seluruh pengajar yang sudah sabar menghadapi anak-anak kami. Semoga rejeki para ibu guru selalu diberikan kelancaran. Aamiin.






Anak pertamaku dulu juga agak telat mba ngomongnya...tapi fisiknya gerak terus. Akar masalhnya..mungkin dl jarang diajak ngobrol..nggak teman, trus akhirnya tak masukin PAUD juga...eh, jd criwis
BalasHapusiya berarti memang kurang stimulasi ya mbak..
HapusSemangat terus Abang Han..
BalasHapusUsianya hampir sama Kakak Faraz waktu Adek lahir, kurang 3 bulan 3 tahun
seneng ternyata banyak temennya yang produktif, hihihi
HapusAlhamdulillah sekarang sudah lancar ngomong ya, mbak abang Han. Memang kadang teori-teori parenting itu tidak selalu benar ya mbak buat beberapa kasus
BalasHapusiya kita harus pilah-pilah juga mana yang cocok buat kita dan mana yang nggak.
HapusOhh Abang Han sempat mengalami ini ya, syukurlah kalau sudah lancar, tapi memang banyak juga kok ditempati menemui mereka yang begini. Tak apa jika masanya tiba justru mereka lancar kok ngomongnya
BalasHapusWaah, ponakanku juga ada yang umurnya 2,5 tahun tapi belum bisa ngucap kata-kata dengan jelas. Nanti tulisan mbak Rani kutunjukkin ke mamanya
BalasHapusApakah kutukan itu juga berlaku untuk anak-anak yang lahir di bulan November 2014? 😂😂
BalasHapus