Sehari menjelang pernikahan, seorang Bapak yang sudah kami anggap sebagai Pakdhe sendiri menghampiri saya, tiba-tiba beliau ingin meminjamkan gelang yang digadang-gadang mirip Ageman Keprabon atau perhiasan para Kanjeng Ratu Solo.
Meskipun hanya dipinjamkan, tetapi saat itu aku merasa aura kecantikanku yang saat itu menjadi ratu sehari (karena menjadi pengantin perempuan) semakin bersinar, hal ini mungkin dikarenakan sugestiku sendiri yang teringat-ingat dengan anggunnya para priyayi Keraton Solo.
Para priyayi ini selain karena kecantikannya yang alami, auranya yang bersinar juga didukung oleh keindahan perhiasan tradisional. Jaman dahulu, tidak semua perhiasan tradisional terbuat dari emas, ada perunggu, perak dan batu alam lainnya. Bersyukur Indonesia memiliki kekayaan alam yang luas sehingga menambah kecantikan para wanita sendiri.
Makanya tidak heran kalau di Indonesia sendiri sejatinya sudah memiliki perhiasan-perhiasan tradisional. Tidak hanya di Keraton Solo, Yogyakarta dan keraton-keraton yang ada di Pulau Jawa, seluruh wilayah di belahan Indonesia memiliki perhiasan tradisionalnya sendiri. Sebut saja industri perak di Nagari Koto Gadang, di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Ada juga Cundhuk Sisir dan Cundhuk Menthul yang banyak digunakan para pengantin wanita dari Jawa Tengah, sementara itu dari Sulawesi Selatan ada perhiasan tradisional tokeng yang berupa kalung bersusun yang kebanyakan digunakan para bangsawan, karawik, dan sima’ taiyak. Nusa Tenggara Timur sebagai bagian dari Indonesia juga tidak kalah ketinggalan, mereka memiliki haikara (sisir hias), bula molik (hiasan kepala berbentuk bulan sabit), kalung muti salak, gelang gading, mamuli (anting-anting), dan cincin.
Berbekal dari banyaknya perhiasan tradisional yang sangat beragam ini memunculkan ide The Palace National Jeweler untuk berkolaborasi dengan Samuel Wattimena, seorang desainer senior untuk membuat perhiasan tradisional tetapi penuh sentuhan modern.
Koleksi #ThePalaceStories terdiri dari 3 seri yaitu Nusa atau sering diterjemahkan sebagai serangkaian kepulauan, Anta yang berarti angan-angan, dan Tara sendiri berarti perempuan dengan kebebasan jiwa.
Ketiga koleksi #NationalJeweler ini akan hadir besok lho tanggal 4 September 2018 di The Palace Summarecon Mal Bekasi dengan hadirnya Bunga Citra Lestari yang digadang-gadang sebagai brand Ambassador The Palace National Jeweler #ThePalaceJeweler.
Siapa yang meragukan kecantikan Bunga Citra Lestari dengan keanggunan dan kecantikannya mewakili seluruh kecantikan perempuan Indonesia pada umumnya? Kalau aku sih percaya #ThePalaceBCL






Waduh, priyayi Keraton Solo disebut-sebut.. Uhuk uhuk.. Permisi Mbak..
BalasHapus😆😆
monggo dherekaken jeng
Hapus