Barang Koleksi dari Masa keMasa


Kolektor, orang yang mengumpulkan benda untuk koleksi (prangko, benda bersejarah, dan sebagainya yang sering dikaitkan dengan minat atau hobi) - KBBI

Cung! Siapa yang pernah jadi kolektor? Aku juga pernah dong! Kan aku anaknya eksentrik nan abstrak.

Tapi sekarang kayaknya aku udah jarang jadi kolektor ya. Mengingat masa muda masanya para remaja udah lumayan bosen jadi kolektor. Maklum bro, koleksinya macam-macam!


Inilah barang koleksiku dari masa ke masa


1. Pita Rambut

Pita bukan sembarang pita! Bukan pula pita jepit rambut! Itu lho, pita kain yang dijual meteran. Aku kan sering tuh dapat dari apa gitu, misalnya bekas kado. Aku kumpulin tuh pita-pita sampai beraneka rupa.

Hingga akhirnya, pita itu masih tersimpan rapi di kotak bekas jam tangan.

Sudah tua, ganti aku bingung mau diapakan pita-pita sebanyak itu.

2. Uang Receh 500 Rupiah Logam Emas

Ini juga keeksentrikanku yang lain. Sebelum beredar uang perak 500 rupiah, aku suka ngumpulin 500 rupiah logam emas.

Tidak semua sih yang aku kumpulkan. Melainkan hanya yang  memiliki bunga melati lebih besar dari 500 kebanyakan.

Setiap hari Minggu, aku selalu gosok itu uang 500 rupiah pakai sunlight + air hangat. Hasilnya wow amazing! Mengkilap seperti emas baru dapat dari toko emas.

Menjelang peralihan dewasa, lagi-lagi uangnya tidak lagi dikumpulkan karena terlalu banyak. Akhirnya uang-uang tersebut aku belanjakan saja.

Duh sekarang nyesel juga sebenarnya, melihat emas-emas tersebut entah sudah di mana nasibnya.

3. Plastik Kiloan

Setiap mampir ke toko plastik, aku selalu nyempatin beli pastik kiloan buat bungkus-bungkus. Iya! Di saat ikan paus mati dan di dalam perutnya banyak sampah, aku malah ngumpulin plastik.

Sampai adzab itu tiba!

Plastik yang aku kumpulin, tiba-tiba diambil begitu aja sama adik ipar. Wassalam. Kayaknya ini memang peringatan ya!

Sekarang aku sudah tidak lagi mengoleksi plastik kiloan, maupun juga tidak niatan mengoleksi kardus nasi. Kalau pas butuh, ya mending beli aja! Hahaha.

Ingat, yang berlebihan itu tidak pernah baik.

Tidak ada komentar

Thank you for stopping by 🥰

Terima kasih untuk tidak berkomentar menggunakan URL ARTIKEL and please jangan tinggalkan link hidup ya, sayang 😘

Sharing is caring, tapi aku bakalan sedih banget kalau tulisanku di copy paste buat blogmu. So, klik tombol share aja ya
(゚▽^*)☆

Lalu.. Demi bisa berkomentarlah secara ksatria, silakan berkomentar menggunakan akun Google ya 😁😁😁