7 Langkah Positif untuk Membantu Sesama di Masa-Masa Pandemi

“Tha’un (wabah penyakit menular) adalah suatu peringatan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk menguji hamba-hamba-Nya dari kalangan manusia. Maka apabila kamu mendengar penyakit itu berjangkit di suatu negeri, janganlah kamu masuk ke negeri itu. Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, jangan pula kamu lari daripadanya.” (HR Bukhari dan Muslim dari Usamah bin Zaid).

Barusan saya mendengar berita, bahwa saat ini Covid-19 mulai menyerang usia-usia produktif. Bila kemarin banyak menyerang usia lansia, justru saat ini mulai menyebar di usia produktif di mana banyak orang yang masih berlalu lalang di luar rumah.

https://www.ranirtyas.com/2020/04/7-langkah-positif-untuk-membantu-sesama.html

Tidak bisa dipungkiri, bahwa tidak semua orang hanya dengan #diamdirumah ujug-ujug mendapatkan gaji. Toh banyak juga buruh harian, juga pekerja harian lainnya yang memang mencari makannya di luar rumah.

Huhu sedihnya ya! 😭



Terus, apa yang bisa kita lakukan untuk membantu sesama di masa-masa pandemi seperti ini?

Berikut saya rangkum 7 langkah positif untuk membantu sesama di masa-masa pandemi seperti ini.


Untuk orang di dalam rumah,
1. Segera Mandi dan Keramas Begitu Sampai Rumah.

Bila terpaksa kita harus ke luar rumah, entah itu harus bekerja, mencari bahan makanan dan lain-lain, kita harus segera mandi dan keramas begitu sampai rumah.

Sayangi orang-orang di dalam rumah yang sedang menunggu kita.

2. Ganti Baju dan Segera Rendam dengan Sabun / Deterjen

Jangan lupa segera ganti baju juga begitu sampai rumah. Kita tidak tahu kan, kuman dan virus apa yang menempel pada baju kita?

Virus-virus tersebut akan lumpuh jika terkena sabun. Maka, sebaiknya baju yang sudah kita pakai dari luar, segera dicuci atau direndam dengan sabun.

Untuk orang di sekitar
3. Gunakan Masker Agar Orang Lain Tidak Cemas Saat Berbicara dengan Kita

Kita bisa menggunakan masker kain saat berbicara dengan orang lain. Sehingga, orang lain tidak akan cemas bila berbicara dengan kita.

Penggunaan masker juga sebenarnya untuk melindungi diri kita sendiri, juga melindungi orang lain. Sehingga orang lain tidak akan cemas berlebihan bila kita sedang berbicara, bersin atau batuk.

4. Tidak Bersalaman atau Menyentuh Orang Lain Sekalipun Akrab

Alangkah baiknya jika kita tidak menyodorkan tangan untuk bersalaman dengan orang lain. Kita bisa menginisiatif diri sendiri untuk menjaga orang lain dari kecemasan karena harus bersalaman dengan kita.

Begitu juga dengan menyentuh orang lain, termasuk salah satunya cipika-cipiki. Apalagi menyentuh anak orang lain. Terus bagaimana kalau anak orang lain jadi "sakit" setelah disentuh kita? Saya jadi teringat adab menjenguk bayi. Adab menjenguk bayi ini salah satunya adalah dengan tidak mencium bayi, supaya sang bayi terhindar dari virus yang kita bawa, misalnya.

Untuk sesama
5. Bantu Promosi Barang Dagangan atau Membeli Barang Hasil UMKM

Tidak bisa dipungkiri kalau Covid-19 ini menyebabkan banyak perekonomian menjadi lesu. Pedagang asongan, penjual kaki lima, ojol dll.

Suami saya yang seorang wiraswasta juga merasakan dampaknya. Hasil penjualan merosot tajam.

Tentu hampir semua orang mengalami hal ini.

Maka dari itu, yuk bantu teman-teman kita dengan cara mempromosikan barang dagangan mereka, atau membeli hasil UMKM mereka.

Meski tidak banyak, tapi insyaAllah membantu dan memberi manfaat bagi kedua belah pihak. Saat Covid-19 berakhir, mall-mall besar tetap bisa berjalan, tetapi bagaimana dengan para pengusaha UMKM?

Yuk bantu mereka.

6. Bantu Sekitar Kita yang Terkena Dampak COVID-19

Saya terkesima dengan sebuah berita entah di mana, maaf saya tidak fokus juga menyimaknya. Ada sebuah keluarga yang harus mengisolasi diri, tidak boleh keluar rumah sekalipun.

Ini para tetangganya kemudian membantu dengan setiap hari mengirimkan sayur dicentelin di pagar agar diambil sang empunya rumah. Ini dilakukan bergantian.

Sedangkan di sebuah negeri antah berantah, ada keluarga yang mengisolasi diri, tetapi jalan di depan rumahnya diblokade tetangganya. Sehingga mau order di ojol pun susah, karena semua akses menuju rumah beliau diblokade. 😭

Ini mah membunuh pelan-pelan namanya. Bukan meninggal karena Covid-19 tapi meninggal karena kelaparan oleh sebab tetangganya yang dhalim.

Naudzubillah min dzalik.

Semoga hanya berhenti di situ ya.

Kita sebagai umat manusia bisa mengambil langkah yang pertama, agar Allah semakin sayang pada kita. Kita juga bisa membelikan stok pangan bagi mereka yang harus mengisolasi diri, atau bahkan terkena dampak Covid-19 karena diPHK misalnya, dll.

7. Bantu Tenaga Medis Kita dengan #diamdirumah

Selain itu, langkah terakhir yang dapat kita lakukan untuk membantu tenaga medis, selain dengan menyumbang APD dll, adalah dengan melakukan #diamdirumah.

Bila jaman kecil misimu adalah menyelamatkan dunia, inilah saatnya!

Selamatkan dunia dengan rebahan saja di rumah.


Tidak ada komentar

Thank you for stopping by 🥰

Terima kasih untuk tidak berkomentar menggunakan URL ARTIKEL and please jangan tinggalkan link hidup ya, sayang 😘

Sharing is caring, tapi aku bakalan sedih banget kalau tulisanku di copy paste buat blogmu. So, klik tombol share aja ya
(゚▽^*)☆

Lalu.. Demi bisa berkomentarlah secara ksatria, silakan berkomentar menggunakan akun Google ya 😁😁😁