Anyeong chinguduel. Assalamu alaikum ❤
Matematika merupakan pelajaran yang mematikan bagi banyak orang, tapi bagi sebagian orang, matematika sangat menyenangkan. Tapiii.. Kalau kuliah jurusan matematika, mau jadi apa?
Tidak menyangka memang, akhirnya aku masuk di jurusan Matematika non kependidikan. Jatuhnya di Matematika murni, bukan di Pendidikan Matematika. Di kampus aku, di jurusan Matematika sendiri ada 3 prodi (Program Pendirikan) yaitu Matematika, Pendidikan Matematika dan D3 Statistika Terapan dan Komputasi.
Dulu, jaman aku SMP, awalnya aku tertarik dengan simbol 𝜋 (phi) dan mengapa angkanya harus 3,14 dan banyak pertanyaan lainnya. Kemudian sama guru matematika, Pak Kasus sambil melihatku mengatakan jika ada yang tertarik dengan angka 3,14 dan mengapa disebut 𝜋, bisa ambil kuliah Matematika.
Sekarang, aku mau cerita kepadamu, anak Prodi Matematika itu kuliahnya isinya apa saja?
1) Pengantar Dasar Matematika
2) Bahasa Inggris Matematika
3) Fisika
4) Kimia
5) Biologi
6) Pendidikan Agama Islam
7) Pendidikan Kewarganegaraan
8) Filsafat Ilmu
9) Pendidikan Pancasila
10) Geometri Dasar
11) Geometri Ruang
12) Geometri Analit
13) Kalkulus 1 dan Kalkulus 2
14) Kalkulus Lanjut 1, Kalkulus Lanjut 2 dan Kalkulus Lanjut 3
15) Aljabar Linear Elementer 1 dan Aljabar Linear Elementer 2
16) Pengantar Probabilitas
17) Persamaan Diferensial Biasa
18) Statistika Elementer
19) Program Linier
20) Pemrograman Komputer 1 dan Pemrograman Komputer 2
21) Analisis Real 1 dan Analisis Real 2
22) Matematika Diskrit 1 dan Matematika Diskrit 2
23) Analisis Kompleks
24) Statistika Matematika 1 dan Statistika Matematika 2
25) Struktur Aljabar 1 dan Struktur Aljabar 2
26) Metode Numerik
27) Geometri Transformasi
28) Riset Operasi 1
29) Model Linear
30) Teori Antrian
31) Ekonometrika
32) Metode Survey Sampel
33) Dasar Penelitian Matematika
34) Praktek Kerja Lapangan
35) Kuliah Kerja Nyata
36) Database
37) Matematika Ekonomi
38) Analisis Data Uji Hidup
39) Komputer Statistika
40) Analisis Runtun Waktu
41) Pengendalian Kualitas Statistika
42) Skripsi
Sebetulnya masih ada lagi mata kuliah lain yang memang tidak aku ambil, karena dulu aku ingin konsentrasi di bidang statistika. Seingatku ada mata kuliah lain seperti Riset Operasi 2, Persamaan Diferensial Parsial, Aljabar Matriks dll.
Pada semester akhir setelah PKL, kita masih boleh ambil mata kuliah sesuai peminatan kita. Jadi memang tidak semua mata kuliah yang ditawarkan Prodi Matematika kita ambil. Mau masuk ke matematika industri apa matematika statistika.
Nah itu aku condongnya ke matematika statistika.
Nah kalau kamu pengen mendalami sekitar kriptografi dan kode-kode unik matematika, kamu bisa konsentrasi di bidang aljabar. Jadi dari Aljabar 1 sampai Aljabar Matrik dan teman-temannya, kamu harus hapal. Termasuk Program Linier dan teman-temannya.
Pada awal semester 1 sampai 4, kita akan masih ketemu mata kuliah terpenting dalam hidup kita #halah yaitu berupa Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan, Filsafat Ilmu, juga masih bertemu dengan ke-3 teman matematika yaitu Kimia, Biologi, dan Fisika.
Teruuus sekarang ke intinya!
Kalau udah kuliah Matematika, Mau Jadi Apa?
Banyak sekali bidang yang menerima anak lulusan Matematika kok, di antaranya
1. Pengajar
Kamu bisa mendaftar menjadi dosen ataupun guru. Memang tidak bisa langsung, karena kalau mau jadi dosen, kamu harus kuliah lagi S2, sedangkan untuk menjadi guru, kamu bisa ambil double degree atau mengambil akta untuk mengajar.
2. Aktuaris
Aktuaris biasanya yang merencanakan dan menaksir biaya serta kerugian sebuah usaha. Biasanya kerjanya di bagian asuransi
3. Penaksir
Bukan tukang naksir lho ya! Wkwkk. Itu lho yang kerjanya di Pegadaian dan suka menaksir sebuah harga. Mirip-mirip lah sama aktuaris.
Baik temenku juga kakak kelasku banyak yang kerja di Pegadaian.
4. Ahli Statistika
Maaf, aku kurang paham di bagian mana aja. Jelasnya sih memang temenku dan juga kakak kelasku banyak yang kerja di Badan Pusat Statistika. Baik sebagai koordinator kecamatan ataupun jabatan lainnya.
5. Pedagang
Meskipun sebagai lulusan matematika, banyak juga nih temenku yang banting setir jadi pedagang. Soalnya kan bisa sekalian momong anak di rumah juga pekerjaan di rumah jadi tidak terbengkalai. Biasanya para cewek nih banyak yang beralih jadi pedagang. *tiba-tiba mellow
6. Banker
Anak matematika ngapain di bank? Ya nanti aku tanyakan ke beberapa teman ya kalau tidak lupa. Hahaha
7. Penulis a.ka Blogger
Selain pedagang, ada juga kok yang beralih jadi penulis. Salah satunya aku sendiri. Hahahha.
Emang ada hubungannya ya Kak, matematika sama menulis? Eh ya ada dong! Mbok kiro jadi blogger itu cuma modal nulis doang? Ya nggak dong! Kita sedikit demi sedikit ngedit html di template. Lalu setiap tulisan kita pasti membutuhkan analisis dan riset juga kan? Nah berkat matematika lah, logikaku jalannya bukan main.
Hmm.. apapun pekerjaan yang akhirnya dilakoni oleh lulusan Prodi Matematika biasanya berkaitan dengan analisis real, kalkulus, analisis runtun waktu dll. Benar kata dosenku, Pak Wuryanto, jangan dikira karena mata kuliah Analisis Real tidak akan terpakai di dunia nyata. Nyatanya memang tanpa disadari mata kuliah kesemuanya terpakai juga akhirnya.
Jangan takut sama Matematika ya, sebab Matematika itu aselinya menyenangkan!
Mari bersenang-senang!





Matematika ini musuhnya anak Kimia ama Biologi niih..
BalasHapusSulitnya mashaAllah~
Aku inget banget dulu ngulang kalkulus 2. Susyahnyaa...ya Allah~
Hahaha, sementara buat anak Matematika itu yang jadi musuh bebuyutannya adalah Fisika. Duh kenapa sih kita berempat di fakultas yang sama, nggak bisa akur? Wkwkk
HapusBhuahahaa...
HapusHo oh yaa... tapi aku sungguhan salut loo...meski anak matematika, tapi kak Rani gahool...hehehe...
Lulusan Math ini selalu menduduki posisi strategis kalau masuk pemerintahan.
Kaya temenku, masuk Bank BI, PU, dll.
Kereeen~
Keren ya yg ambil jurusan Matematika udah pasti pinter ngitung pake banged dong yaa Mba Rani...banner barunya oke Mbak, so simple dan yg pasti lebih SEO friendly yak... congrats yaa
BalasHapusJustru hitunganku kurang memadai Mbak.. Beda sama pas habis lulus 🙈
HapusSemoga ilmunya langsung bisa jadi kompor meledug untuk segera upload di Youtubenya ya mba Rani dan menuai subscriber organik, aamiin. Ayuk kutunggu update yaaa.. semangaaatt
BalasHapusDaftar isi kuliahnya panjang banget mbak, baru liatnya aja udah bikin aku merinding haha. Aku tuh dari SD dulu ga suka matematika tapi herannya nilaiku ga pernah minimalis. Mungkin karena ada perasaan ga suka itu makanya banyak hal ttg matematika kini sudah hilang dari kepala. Makanya nggak bisa mengajari anak-anakku, akhirnya bayar guru les :))
BalasHapusBtw temen-temenku yang kuliah di Matematika, rata-rata pada jadi guru mbak.
Aku lho, pengin banget kuliah Matematika tapi ternyata otak nggak cocok jadi lebih ke bahasa hehe. Kalau ngeliat film2 orang yang matematikanya luar biasa tuh rasanya pengin juga kayagitu, kayanya terakhir aku bersahabat dengan matematika itu saat SMP, huhu. Entah kenapa makin ke sini, makin lamban di sana XD
BalasHapusSumpah Kak aku dari SD suka banget matematika dan sering juga ikut olimpiade tingkat kota hingga provinsi. SMP juga begitu, masih sering ikut lomba matematika. Tapi semenjak SMA mengenal Integral dan Diferensial aku jadi malas. Xixi.
BalasHapusKuliah Informatika pun masih ketemu dengan Metode Numerik, Kalkulus, dan Aljabar Linear. Jadi nggak kebayang kalau aku kuliah Matematika bakal pusingnya kayak gimana.
Wah! Pertama baca judulnya kirain mau ngeremehin anak matematika. Pertama, saya bukanlah anak matematika, bukan pula yang suka matematika. wkwkwk! Kalau bisa dihindari kenapa harus gitu ya, kan. Tapi pada kenyataannya seumur hidup kita pasti berhubungan langsung dengan yang namanya matematika. Hingga saat saya memutuskan masuk jurusan apa, dengan niat menghindar dari matematika, malah di jurusan ini saya seperti menikah dengan matematika. Dekat sekali :")
BalasHapusMatematika memang sangat penting mbak. Tapi saya sadar diri perihal hitung menghitung apalagi berkaitan dengan aljabar. Ampun banget di jurusan teknik informatika matematikanya wkwkwk. Tapi saya suka matematika statistika.
BalasHapusYa Allah mbak, saya acungi jempol mba rani bisa menyelesaikan studi matematikanya. Saya pribadi sejak SMP sudah menyerah dengan yang namanya ilmu eksak makanya pas SMA milih masuk IPS saja. Entah saya ga kuat kalau berhitung
BalasHapusKeren banget sih mbak kuliah di matematika. Aku suka matematika, selalu semangat ngerjain tugasnya. Tapi aq memang tidak nomor 1 di kelas, apalagi dibanding juara kelas lain yang matematikanya 10. Suatu hari. Waktu ketemu pelajaran akuntansi, aku membelot suka akuntansi. Eh, tapi kena marah guru gara-gara mau masuk IPS, akhirnya masuk IPA. Ketemu lagi deh matematika :)
BalasHapusAku baru tahu soal pekerjaan penaksir mbak. Hahaha.. ini masuk genius sih menurut saya. Jarang orang yang bisa menaksir harga dengan tepat kalau dia nggak memiliki insting dan analisa hitungannya terasah dengan baik.
BalasHapusAku aja suka keliru. Wkwkwk... Karena nggak jurusan matematika kali ya