Anyeong chingu.
Beberapa minggu yang lalu, suami mendapatkan tawaran dari marketing sebuah bank S**** **S untuk mendapatkan pinjaman KUR (Kredit Usaha Rakyat). Nominalnya, terserah kami yang mengajukan.
Usut punya usut, sang marketing menghilang seperti si dia yang menghilang pas lagi sayang-sayangnya.
No, kami bukan tertipu, karena beliaunya juga masih WA-nan sama pak suami.
Sebelumnya, suami mendapatkan WA kalau ada kendala saat diajukan ke banknya karena ada riwayat yang nggak enak tentang riwayat bankingku.
Dijelaskan sama beliau, kalau aku pernah ada tunggakan menggunakan kartu kredit dari bank Mandiri. Duh ini tragis sekali ya, habis menulis berdamai dengan AXA Mandiri, sekarang ganti berurusan sama kartu kredit Mandiri. Ya kan, siapa tahu, suatu saat Mandiri yang akan membantu saya menunaikan ibadah haji.
Saya pernah mengajukan untuk mendapatkan kartu kredit Mandiri. Awalnya saya pikir ditolak karena lamaaa sekali tidak ada kabar. Tiba-tiba, di rumah ibu, ada kartu kredit Mandiri datang. Saat itu, saya sudah punya kartu kredit dari CIMB Niaga. Alhasil saya jadi mikir, "Aktifin - Nggak - Aktifin - Nggak."
Keputusan bulat sudah diambil. Saya tidak mau mengaktifkan kartu kredit Mandiri.
Bodohnya, saya tidak tahu bahwa kalau kartu kredit sudah ada di tangan kita, sebaiknya segera dicancel jika kita tidak mau memakainya.
Mungkin inilah yang disebut tunggakan-tunggakan di BI Checking yang menyebabkan proses pengajuan kredit kami terhambat. Sebetulnya aku sih malah seneng, tidak jadi ngutang! Ya elah, hidup aja udah pas-pasan, mau gegayaan ambil hutang.
Iya sih, balik lagi, hutangnya toh buat usaha menafkahi keluarga.
Maka dari itulah, aku mencoba mengancel saja kartu kredit yang saya miliki, sekaligus minta diperbaiki catatan di BI Checkingnya. Sebab kata pak marketing dari bank S**** **S tadi, sebenarnya tunggakanku itu sudah lunas semua. Tapi tetap saja menjadi perhatian dari bank.
Untuk membatalkan kartu kredit, rupanya tidak harus ke bank. Kalau kata Mbak Uli Hape malah disarankan jangan ke bank, soalnya di bank itu tidak setiap hari ada petugas kartu kredit. Maka teleponlah aku ke call center kedua bank.
Call Center Mandiri 14000
Call Center CIMB Niaga 14041
Demi menghemat keefektifan, aku menelepon menggunakan handphone, dan tentu saja harus ada pulsanya minimal 10 ribu karena kemarin itu pemakaian untuk 5 menit menghabiskan biaya Rp. 9.900. Tidak perlu ada kode tambahan +62 karena posisi aku berada di Indonesia.
Lucunya, saat tersambung dengan Call Center Mandiri kan disuruh memasukkan nomor kartu kredit, itu dijawab sama mesin operator, "Nomor kartu Anda tidak terdaftar."
Lho lah? Terus yang keterangan pak marketing dari bank S**** **S kemarin itu tagihannya sundel bolong?!!
Ah udahlah, nanti mau aku telepon lagi tapi dengan memasukkan nomor kartu debit. Pulsa lagi banyak tuh bingung yang mau menghabiskan. Wkwwkkk BOONG BANGET.
Lalu aku lanjut lagi dong, ganti telepon Call Center Niaga. Kali ini bedanya, kita hanya perlu menyebutkan bahwa kita nasabah atau bukan dengan menekan tombol 1 dan 2. Beberapa saat kemudian, langsung tersambung dengan petugas Call Center Niaga. Oh iya, teman-teman juga belum aku ceritakan kan, kalau kartu kreditku yang ini juga belum aku urus. Sudah pernah aktif, tapi semenjak penggunaan PIN untuk kartu kredit, sudah tidak pernah aku pakai lagi. Jadi ceritanya, aku penasaran aja, kartu kreditku itu masih aktif atau nggak?
Di telepon, aku meminta untuk dicekkan keaktifan status kartu kredit. Rupanya CC nya masih aktif! Tapi tidak bisa dibatalkan karena aku belum mengaktifkan PIN yang mana aku harus ngurus dulu pergantian nomor telepon ke kantor cabang terdekat. Setelah itu, barulah aku telepon kembali Call Center Bank Niaganya.
Duh, prosesnya lama ya bun.
Iya, sabar aja. Besok insya Allah diurus dan dikelarin semuanya. Doakan lancar ya man teman.
Semoga yang menulis cerita ini dan membaca cerita ini, dimudahkan urusannya dan disanggupkan membeli kebutuhannya tanpa perlu hutang, termasuk impian memiliki rumah sederhana untuk keluarga.
Sampai jumpa lagi..




mba raaan...eh tembul kan ga pernah mengajukan kartu kredit ya, tapi tau tahu ydah lama bangat sih pas kerja tetiba di rumah ibuku ada kiriman kartu kredit...lha kok iso sih ga pernah takaktifke sih hingga sekarang...nah kalau itu gimana ya? ga oernah tak mek lagi jal...cuma takliat aja amplopannya kok bisa ya tau tau datang ke rumah oake pos apa ya waktu itu? bingung aku hahhahaha...tapi aku ket saiki blom pernah punya kartu kredit sih
BalasHapusCoba telepon call center bank kartu kredit mu, Mbul. Siapa tahu udah aktif. 😂😂😂
HapusAku dulu pernah pengin punya kartu kredit, soalnya di online shop kelihatannya menggiurkan, beli hape secara kredit bunga nol persen. Tapi sayangnya waktu mengajukan ke bank ditolak, alasannya aku tidak nabung di bank itu.😂
BalasHapusTapi melihat mbak Rani malah mau mencancel kartu kredit sepertinya ngeri juga ya. Belanja sana sini pakai kartu kredit, giliran bayar mau pingsan lihat tagihannya.😂
Asal dibayar rutin sih jano gak masalah, Mas. Tapi ya gitulah CC, ada plus minusnya
HapusMba Rani, aku bingung yg kartu mandiri, itu kan ga pernah diaktifkan, jadi kenapa bisa ada tagihan Yaa?
BalasHapusAku sebelumnya kerja di bank juga, HSBC. Kalo di sana, CC yg tidak diaktifkan, ya sama aja ga bisa dipake. Kalo sampe bisa dipake, berarti ada yg mengaktifkan, ntah itu staff yg nakal, kartunya diduplikasi berarti, atau kemungkinan terburuk, orang rumah yg menerima kartu. Biar gimana utk aktifin kartu cukup telp ke call centernya, dan nanti diksh pertanyaan verifikasi yg menyangkut data2 kita doang . Jadi kalo orang rumah bisa tau itu semua, gampang aja buat diaktifin.
Agak susah memang kalo udah menyangkut soal kartu yang di hack. Penyelesaiannya bisa lamaaaaaa banget :(. Aku matiin semua CC yg aku punya setelah resign dr kantor. Takut bablas mba 🤣🤣. Jadi skr aku pakenya CC suami. Biar terkontrol pengeluaran 😄
Jadi mereka sistemnya kayaknya asal sudah diterima kartunya maka akan ada tagihan penggunaan per tahunnya.
Hapus