Semarang Zoo, Eduwisata untuk Anak-Anak

Hari Minggu, tepatnya beberapa bulan yang lalu, akhirnya setelah menunda bertahun-tahun, akhirnya kesempatan juga buat mengajak anak-anak ke Semarang Zoo a.ka BonBin Mangkang, Semarang.


Awalnya, tahun kemarin sebelum pandemi gelombang ke-2, kami berencana pergi sekeluarga. Tapi ternyata, setelah lebaran tahun kemarin malah ada gelombang pandemi Covid ke-2. Anyway, meski harus menunda jalan-jalan, alhamdulillah masih diberikan kesempatan hidup sampai sekarang.

https://www.ranirtyas.com/2022/01/semarang-zoo-eduwisata-untuk-anak-anak.html


Demi menjaga dompet, kami memilih untuk menyewa mobil beserta sopirnya.


Kok menjaga dompet? Mungkin Sahabat Ran belum tahu ya, sekitar dua tahun yang lalu, kami mengalami mobil mesin macet karena bawa kendaraan sendiri. Selama 6 jam terkapar di pinggir jalan di Semarang. Huhu.. tapi berkat itu, kami jadi bertemu orang baik. Sepertinya, ceritanya akan saya buat terpisah. Gara-gara itulah, kami harus jual perhiasan dan nggak balik lagi sampai sekarang.


Sekarang, demi menjaga perhiasan hasil warisan biar tidak terjual lagi, kami bertekad untuk tidak akan pernah membawa kendaraan pribadi jika hendak bepergian, terutama jika yang dituju adalah pegunungan. Its NO WAY!


Anyway.. aku mau cerita hal-hal yang menyenangkan aja selama di Semarang Zoo (Bonbin Mangkang). Jaman dulu, orang banyak yang skeptis sama Bonbin Mangkang. Bukan karena cuma jumlah hewannya yang sedikit, melainkan juga karena kelihatan kumuh.


Kurasa, ini balik lagi ke pribadi orangnya masing-masing.


Buat kami sekeluarga, pergi ke bonbin Mangkang itu udah ISTIMEWA.


Sekarang, banyak perubahan yang terjadi di bonbin Mangkang. Meskipun hewannya masih tidak sebanyak yang ada di Chimory Semarang, tetapi karena memang di Bonbin Mangkang isinya hewan buas semua, jadi ya wajar kalau penduduk hewan di bonbin Mangkang tidak banyak. ((penduduk))


Bahkan sang jerapah pun tidak ada.


Kalau sudah begini, aku jadi inget sama film the Secret Zoo yang super ngakak abis.


Kami berangkat dari Kudus jam 6 pagi demi mendapatkan ketenangan di Bonbin. Ya bagaimanapun orang bilang Bonbin Mangkang kumuh lah, jorok lah, hewannya sedikit lah, tapi harus kita akui bahwa Bonbin Mangkang selalu penuh saat weekend tiba. Termasuk juga hari merah. Untungnya, kami pergi saat tanggal 19 Oktober 2021 di mana tanggal merah di kalender jatuh pada hari Selasa digeser oleh pemerintah ke hari Rabu.


Tiket masuk per orang sebenarnya saat weekdays dibanderol Rp 25.000, tapi karena kami datang saat tanggal merah, maka tiket masuknya menjadi Rp 30.000 per orang. Alisha karena sudah berumur 4 tahun dan tingginya sudah mencapai 100 cm, maka Alisha tetap dikenakan biaya utuh.


Benar saja, berkat pemerintah, bonbinnya kosong euy. Cuma ada kami sekeluarga!


Bahagia dong, berasa milik pribadi. Tapiiii karena cuma ada kami, maka nyamuk sekebun-kebunnya datang menyerang kami. Errghh.. Gimana tidak banyak nyamuk ya, lha wong di bonbin itu banyak kandang buaya yang jelas-jelas pasti ada genangan airnya dan mengundang banyak nyamuk.


Setelah memasuki gerbang akhirat tiket, di sebelah kanan terdapat wahana permainan anak-anak yang dikelola oleh penduduk lokal. Itu lho, wahana yang biasanya ada di pasar-pasar malam. Alisha tentu saja langsung girang bukan untuk melihat hewan-hewan yang ada di bonbin melainkan langsung berlari ke wahana tersebut.


Kami membiarkan Alisha bermain dulu sepuasnya karena anaknya juga cepat bosan, lalu segera deh menghampiri hewan-hewan yang ada di bonbin.


Area pertama adalah kandang ular. Dulu, waktu Hadziq masih bayi, kami tidak masuk ke area ular. Ngeri aja kalau tiba-tiba ada ular bergelantungan di pohon terus jatuh? Iiiih.. Rupanya dugaan kami salah! Wkwkk, ya sih emang banyak pohon tinggi di depan area ular, tapi ternyata di dalamnya ularnya dikandangin satu-satu.


Ada ular yang dipasangkan dalam satu kandang, tapi ular-ular yang lain bernasib jomlo. Ehmm.. nggak sendirian sih mereka, di dalam kandang juga ada tikus putih yang sengaja ditaruh di dalam kandang. Mungkin ularnya makan seminggu sekali atau bagaimana, karena tikusnya itu banyak banget, sampai-sampai ada bayi tikus juga di dalam. Brr..


Keluar dari kandang ular eh area ular, kami menuju hewan-hewan herbivora. Lumayan banyak juga sih jenisnya, mulai dari anoa, kijang, kuda, unta, dan masih banyak lagi. Duh maafin ya, soalnya perginya udah lama tapi mood nulisnya baru sekarang, jadi lupa deh!

https://www.ranirtyas.com/2022/01/semarang-zoo-eduwisata-untuk-anak-anak.html


Seperti moodnya Alisha yang mulai cruncky waktu di bonbin! Baru jalan sampai area kuda, dia udah ngeluh capek. Itu dia pengen digendong aslinya, duh tapi gendong anak 20kg itu.. waduuh.. Akhirnya istirahatlah kami di area gajah, di mana gajah-gajahnya baru saja sarapan rumput gajah.

https://www.ranirtyas.com/2022/01/semarang-zoo-eduwisata-untuk-anak-anak.html


Kalau inget gajah, aku jadi inget di bonbin Bandung. Udah wajib ain rasanya kalau ke bonbin naik gajah. Ya dulu aku kan masih 10 kg ya sampai usia 5 tahun, jadi rasanya naik gajah pun enteng banget diangkat petugasnya kala itu. Dulu waktu kecil, aku naik sendiri bok! Maksudku nggak ditemenin orang tua.


Etapi ini di bonbin Mangkang tidak ada gajah yang bisa dinaiki. Mungkin kayak di Solo ya, gajahnya udah sepuh-sepuh, jadi kasihan kalau dinaikin.


Bicara tentang Alisha yang mulai cruncky karena kecapekan jalan, kami lalu berinisiatif untuk berkeliling menggunakan kereta odong-odong wisata untuk mengelilingi bonbin Mangkang. Setelah sebelumnya melihat para hewan aves dulu.

https://www.ranirtyas.com/2022/01/semarang-zoo-eduwisata-untuk-anak-anak.html


Nah di sini nih favorit aku. Kami suka melihat elang merah, cendrawasih, burung merak dan aneka burung lainnya.

https://www.ranirtyas.com/2022/01/semarang-zoo-eduwisata-untuk-anak-anak.html


Keluar dari kandang para aves, kami dijemput kakak tua, eh masudnya ditawarkan untuk foto bersama kakak tua. Rupanya kakak tua ini dirawat oleh keluarga kakek nenek yang mendedikasikan hidupnya untuk mengabadikan keluarga-keluarga yang datang ke bonbin Mangkang. Tentu saja, untuk dapat berfoto, kita harus mengocek harga Rp 20.000/foto.


Setelah berfoto bersama kakak tua, di sebelahnya terdapat kandang harimau dan singa. Masing-masing kandang terdapat hewan yang berpasangan. Duh ini kasihan para jomlo kalau baca! Wkwkk.


Ada sekitar 4 kandang yang mana setiap kandangnya dilapisi kaca, ada juga yang berjeruji. Jadi insya Allah aman ya. Kan ada gitu ya, taman satwa yang kandang macan ditaruh di bawah, lalu di atasnya ada semacam jembatan gitu. Serem kan kalau sampai ada anak jatuh ke kandang macan. *Amit-amit.


Lho kan malah jalan-jalan dulu, jadi tadi ceritanya kita mau naik kereta wisata kan?


Sebetulnya kalau mau naik kereta wisata itu kita tidak perlu berkeliling dulu. Sebab kereta wisatanya itu di setelah kita masuk melewati gerbang tiket. Untuk naik kereta wisata, per orang ditarik karcis sebesar Rp 20.000.


Rasa-rasanya, naik kereta wisata ini muternya cuma dikit deh.


Oh iya, aku lupa cerita ya, setiap dari tiket masuk bonbin Mangkang ada bonus gratis satu kali bermain di Plaplay Zoo. Jadi emang di dalam Bonbin Mangkang itu ada 2 area permainan. Satunya dikelola oleh masyarakat, sementara satunya memang dikelola sendiri oleh Bonbin Mangkang yang disebut Plaplay Zoo.

https://www.ranirtyas.com/2022/01/semarang-zoo-eduwisata-untuk-anak-anak.html


Kami masuk kan berlima. Otomatis mendapat lima kali jatah bermain untuk Hadziq dan Alisha.


Di dalam Plaplay Zoo, terdapat beragam permainan yang tampilannya lebih mevvah, mulai dari komedi putar, biang lala mini, driving school, ferris wheel (mini), spiral jet, baby fun, mini bus, bumper car, carrousel dan masih banyak lagi. Tapiiii jangan kaget, kalau masuk dan tidak bisa mencoba semua wahananya ya, sebab saat kami masuk, beberapa di antaranya sedang maintenance.

https://www.ranirtyas.com/2022/01/semarang-zoo-eduwisata-untuk-anak-anak.html
Alisha penasaran sama mini bus di Plaplay Zoo


Terus kalau tiket bonusnya habis, bagaimana dong? Bisa beli lagi kok dengan harga Rp 10.000/tiket.


Oh iya buat teman-teman yang ingin mengunjungi Semarang Zoo a.ka Bonbin Mangkang, bisa mencoba tips-tips berikut.

1. Membawa stroller untuk anak yang masih balita.

2. Membawa makan dan minum sendiri, tetapi jangan sampai makanannya diberikan ke satwa ya! Pastikan juga untuk membuang sampah pada tempatnya.

3. Memakai lotion anti nyamuk sebelum masuk.

4. Memakai topi karena selain areanya yang cukup luas, kalau sudah lebih dari jam 10 pagi, udaranya semakin bikin gerah.

5. Jangan ambil apapun selain foto jangan tinggalkan apapun selain jejak.


Semarang Zoo (Kebun Binatang Mangkang)

Buka setiap hari jam 08.00 - 15.00 (Weekend dan tanggal merah sampai pukul 16.00)

Tiket Masuk 25K - 30K

Alamat :

Depan Terminal, Jl. Jend. Urip Sumoharjo No.1, Mlaten, Mangkang Kulon, Kaliwungu, Semarang City, Central Java 50181

 

1 komentar

  1. Foto ular dan buayanya ga ada mba 😁? Aku juga takut banget sih Ama 2 binatang itu, makanya lebih suka liat dari foto aja 😅.

    Udah lama bangettttt ga ke kebun binatang . Even ragunan aja blm pernah aku datangin. Masih prefer taman safari. Tapi kdg kalo liat berita, banyak kebun binatang yg hewan2nya jadi kurus Krn kekurangan biaya buat beli makanannya, sediiiiih banget 😔😭. Pasti berat biayanya. Apalagi kalo cuma andelin tiket masuk.

    Btw, accident apa dengan mobil sebelumnya mba. Kayaknya serem sampe mesin macet segala. 😰

    BalasHapus

Thank you for stopping by 🥰

Terima kasih untuk tidak berkomentar menggunakan URL ARTIKEL and please jangan tinggalkan link hidup ya, sayang 😘

Sharing is caring, tapi aku bakalan sedih banget kalau tulisanku di copy paste buat blogmu. So, klik tombol share aja ya
(゚▽^*)☆

Lalu.. Demi bisa berkomentarlah secara ksatria, silakan berkomentar menggunakan akun Google ya 😁😁😁