Di saat dunia job sepi di bidang pariwisata, apakah para travel blogger masih eksis dengan tulisan-tulisan mereka? Oh tentu saja, bagi mereka yang mencintai dunia pariwisata dan jalan-jalan.
***
Assalamu alaikum Sahabat Ran,
Sebelum saya mengenal beberapa nama travel blogger, saya sama sekali awam tentang dunia travel blogger. Bahkan, saat teman-teman saya membuat domain dengan nama yang mengandung kata "perjalanan" dan sejenisnya pun, saya masih setia menggunakan label travel di blog Rani R Tyas's Journal ini.
Pada dasarnya, saya memang ingin menjadikan rumah maya ini penuh dengan ruang-ruang yang saya sukai, sehingga pada akhirnya yang sering saya tulis pun berada di sidebar label tersendiri.
Perjalanan-perjalanan yang saya lakukan pun lebih sering saya tulis sebagai bagian dari blog ini.
Bahkan pada tahun 2015, hampir tujuh tahun yang lalu, sebagai hadiah memenangkan lomba blog, saya berkesempatan diajak oleh Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Tengah untuk melakukan perjalanan ke Banjarnegara. Di sana saya berkesempatan mengunjungi beberapa tempat wisata, seperti Desa Wisata Panusupan, Owabong Waterpark Purbalingga, Sanggaluri Park, juga berkesempatan untuk mencicipi soto Hj Misdar.
Semua kenangan-kenangan itu, tentu akan sirna jika hanya dilukis dalam bentuk potret.
Maka, sebelum kejadian berkas foto rusak, maka sebaiknya memang disimpan dalam bentuk tulisan di blog. Siapa tahu memberi manfaat bagi pembaca yang membutuhkan referensi.
Bicara tentang travel blogger, sebelum memutuskan untuk menjadi travel blogger, ada baiknya juga untuk mengetahui tips sukses menjadi travel blogger.
7 Tips untuk Sukses menjadi Travel Blogger
1| Harus Suka Jalan-Jalan bukan Healing
Sekarang ini memang lagi trennya untuk healing-healing ya gaes? Padahal healing itu kan harusnya ke psikiater 😁
Kalau jalan-jalan namanya refreshing.
Syarat pertama untuk menjadi travel blogger ya harus suka jalan-jalan.
Lah? Bukannya semua orang suka jalan-jalan?
Ada kok yang lebih suka rebahan di rumah daripada jalan-jalan. Biasanya orang yang begini, sering ikut jalan-jalan karena kalau tidak ikut jalan-jalan kena denda. Wkwkk, mention tidak ya?
Namanya jalan-jalan kan juga tidak selalu menyenangkan, ada suka dukanya juga, ada rasa lelah menghampiri saat atau setelah jalan-jalan. Makanya, hanya orang yang menikmati semua prosesnya yang bisa menjadi travel blogger.
2| Rajin Baca
Travel blogger itu wajib harus rajin baca. (Udah wajib pake harus, pula ya!). Bukan sebab apa ya, tapi untuk menjadi travel blogger memang harus memiliki wawasan yang luas.
Lucu juga kan, kalau berkunjung ke Candi Borobudur tapi pakaian yang dipakai adalah pakaian minim.
Tentunya, selain harus rajin baca untuk menambah wawasan, penting juga bagi travel blogger untuk belajar mengenal dan mampu membaca peta.
*peta? peta? di manakah peta? *Dora mode on
3| Promosi Travel Blog
4| Pelajari SEO dan Optimasi Blog
5| Temukan Ciri Khas
6| Temukan Selera Pembaca
7| Konsisten Menulis
Beberapa nama travel blogger hits yang pernah saya dengar kisahnya di antaranya Mas Fahmi catperku.com, Mbak Dedew, Mbak Turis Cantik, Mbak Aisyah Dian yang sebenarnya penulis Balikpapan tapi lebih khusus di bidang travel blogger Balikpapan, dan masih banyak lagi.
Nah, dari ketuju tips sukses untuk menjadi travel blogger, yang kelihatannya saja enak bisa jalan-jalan terus, apakah masih berniat istiqomah untuk menjadi travel blogger? No pain no gain, darling!





Dari awal bikin blog , aku memang langsung pilih traveling dan kuliner utk Niche nya. Ga tertarik menulis yg lain selain 2 hal itu. Krn memang passionku traveling mba. Walopun awalnya nulis semua pengalaman Krn takut lupa, tapi lama2 juga ingin sharing ke temen2 , syukur2 bisa jadi racun buat yg lain jadi suka traveling 🤭.
BalasHapusNyandu sih traveling itu. Aku mulai suka dan ketagihan pas pacaran Ama suami, diajak ketemu ortunya di Bulgaria kan. Minta restu ceritanya, Krn papa mertua dulu masih jadi diplomat di sana. Sejak itu, jadi ketagihan. Malah lebih nagih drpd suami. Suami sih suka traveling, apalagi dr kecil udh ikut tugas ortunya keliling Eropa. Jadi mungkin pas nikah, dia udh agak bosen 🤣. Beda Ama aku yg baru mulai, JD masih semangat banget nabung, bikin ITIN dan prepare anything 🤣.
Banyak tuh mba, temen2 yg bilang, uangnya udh terkumpul banyk, tp kok ga sayang, malah diabisin utk traveling. Gimana yaaa... Namanya passion, itu udh kayak kebutuhan hidup primer buatku. Sama aja kayak makan, wajib kan. Traveling juga gitu. Aku bisa jadi moody luar biasa kalo kelamaan ga jalan. Beda Ama temrn2 yg memang ga ada passion di sana. Buat mereka pasti buang2 duit doang 😅, bagiku itu investasi pengalaman
Kalau udah niat di awal harus siap untuk branding lebih dalam lagi jika ingin jadi travel blogger, ya mbak, Intinya jangan setengah2. Tapi klo dasarnya emang suka jalan2 dan eksplore ke tempat baru sih, bakalan senang deh ini mbak (lihatnya) karn bisa keliling, ehhee
BalasHapusAku dulu kepikiran juga sih mau jadi travel blogger, ehh ga jadi, ehehee
Tips yang ngebantu banget nih untuk aku yang masih belajar nulis tentang traveling. Aku nggak berani ngaku travel blogger, karena pengalaman nulis traveling meski udah banyak tapi menurutku belum josss, hehehee
BalasHapusHaruss sukaak traveling dulu kalau menurut saya ya...kalau sudah suka menulis berdasarkan pengalaman akan lancar-lancar saja.
BalasHapusMemang tipe traveller juga beragam sih, ada yg hanya suka pake travel terima beres, ada yg ambisius mengejar banyak destinasi ada yg santuyy.
Saya suka jalan-jalan mbak Ran tapi malas menuliskannya *disleding mbak Rani wkwkw entah ya kalau jalan sekarang ini lebih suka enjoy the moment, living the moment gituh. Makanya gak cucok jadi travel bloger. Nah konsisten menulis ini lah yang mesti ada di tiap niche, karena tanpa konsisten apalah seorang bloger #eaaa ...
BalasHapusDuh, aku mau ngacung tinggi-tinggi sebagai anak mager mode on.
BalasHapusAku yang lebih memilih travelling ke mall ini sering membingkai kenangan hanya lewat foto yang kini bahkan jarang aku pasang di IG atau sosmed lainnya. Alasannya se-simple, aku bingung mau nulis apa.
Uhuu~
Tapi setuju sih.. Setiap travel blogger kudu punya "gaya"nya masing-masing.
Kalo pas sekilas baca, aku paling nempel gayanya kak Fanny dcatqueen, kak Dedew sama kak Gusti Yeni. Kalo blogger cowo, kak Aiep sama Omndut.
Menjadi travel blogger ini seru juga ya mbak
BalasHapusBisa jalan-jalan sekalian bikin konten
Seru sih, tapi juga menantang
Karena harus bisa mengabadikan setiap momen perjalanan
Aku tau Mbak Ran ngomongin siapa di poin nomer 1. 😂😂😂
BalasHapusMemang gini, biasanya branding seseorang itu terlihat dari apa yang sering dilakukan. Nek aku mau ngebranding jadi travel blogger, ya kayaknya ngga mashoook. 🤣🤣
Sy suka jalan-jalan tapi apalah daya budget terbatas, lebih sering di rumah, jadilah blogger rumahan heuheu. Apapun niche blognya yg pasti kudu konsisten ya
BalasHapusAku suka jalan2 mba, bahkan dengan cara yg extreme sekalipun. Hanya saja tidak khusus di bidang itu minat ngeblognya. Tetap campur2 dengan hal lain. Mungkin jiwa ngebolangnya tidak sekental para travel blogger itu hehehee...
BalasHapusSampai bosan mendengar kata healing dengan jalan-jalan. Haha. Jalan apa pun yang kita pilih sebaiknya memang yang paling kita sukai dan menjadi passion, ya. Begitu juga dengan travel blogger. Aku sempat kepikiran untuk menjajal niche yang satu ini, tapi kemudian menyadari ada keterbatasan yang nggak bisa aku lewati.
BalasHapusSukses selalu dengan traveling-nya, ya, Mbak Rani.
pengen seh jadi travel blogger tapi bingung mau ke mana secara cuma ini ini aja seputar anak kan kan refreshing kurang, tapi mikir lama mau jalan-jalan jauh capeknya, duitnya, pelajarannya hadeh ga sanggup wes. belum kalau anak sakit abis jalan2 ya wes jalan-jalan aja di sekitar rumahhhh
BalasHapus