❤❤❤
Assalamu alaikum Sahabat Ran,
Apa kabar? Terutama para ciwik dan buibu teman seperjuangan nih. Rasanya, bicara tentang perempuan itu kayak nggak ada habisnya. Bahkan termasuk war-war-an yang terjadi di luar sana. Apalagi kan kemarin naik lagi tuh, bahasan yang lagi rame tuh, yang ada sesembak yang katanya pintar, tapi haluannya agak-agak gimana gitu. Ya sih, kalau pendapat pribadi aku ya, boleh aja sesembaknya itu berpikir buat child free, tapi nggak usah ngajak-ngajak dong. Investasi tuh amal jariyah aja sih, jangan yang haluan agak belok itu, kekekekkk.
Kalau aku sendiri, secara bocilku aja udah ada dua sekarang, dan alhamdulillah kami bersama-sama semoga menjadi keluarga yang selalu diberkati Allah. Jadi kalau ada yang pengen child free, ya silakan aja sih, mengurangi populasi juga, pun untunglah kita saling gak kenal sama sekali. Hahaha.
Ngomongin bocil, entah mengapa, rasanya pun jadi lebih peduli sama kesehatan diri. Iya gak sih?
Kalau bisa kan pengennya bersama-sama mereka sampai mereka siap dan mandiri berdiri sendiri.
Maka dari itu, sebagai ikhtiar untuk menjaga kesehatan diri sendiri ya gimana memulai dari urusan perwanitaan a.ka urusan rahim dan juga menstruasi. Kebetulan, kulitku yang sensitif ini juga agak rewel kalau diajak pakai pembalut sekali pakai.
Seingat aku, pertama kali pakai pembalut kain itu sejak kelahiran anak pertama. Ya agak telat sih, soalnya memang pembalut kain kan kayaknya baru booming waktu tahun-tahun itu juga. Eh tapi nggak juga dink. Jaman aku pertama kali menstruasi juga udah pakai kain aslinya.
Sedikit cerita ya, waktu SMP, saat pertama kali aku mengalami menstruasi, ibu otomatis harus mengajarkan apa yang harus dilakukan saat mendapatkan menstruasi pertama kali. Aku tuh pas pertama kali dapat menstruasi tuh langsung stress. Mikirnya, kok aku jadi cepat dewasa sih? Wkwkk.. Soalnya teman sebangkuku tuh belum dapat menstruasi. Padahal teman-temanku yang lain malah udah dapat menstruasi waktu SD.
Saat aku menginjak masa SMP itu lagi masa-masa kerenya di keluarga kami. Udah standar hidup kami kala itu di bawah garis kemiskinan, malah bapak kena tipu pula, sehingga utang di bank makin nambah.
Mau beli pembalut sekali pakai aja lho, rasanya nggak ada uang!
Alhasil, ibu memberiku handuk kecil yang dilipat menjadi 3 lapis dan diselipin aja di celana dalam.
Tentu saja, jaman segitu belum ada pembalut kain yang praktis kayak sekarang dong. Sehingga pakainya ya handuk aja dilipat jadi 3 sebagai pengganti pembalut. Oh, jangan ditanya, betapa khawatirnya aku kalau pas lagi dapat hari-hari pertama! Khawatir bocor bok! Tapi ya harus diakui kala itu, pakai handuk kain malah lebih nyaman daripada beli yang sekali pakai selain karena mahal, kulitku juga rada riwil.
Anak-anak jaman sekarang tuh harus banyak bersyukur karena pembalut kain jaman now tuh udah pewe banget dipakainya.
Ini siapa sih yang desain menstrual pad kok pada kece-kece pembalutnya?
Antara Pembalut Kain (Menstrual Pad) VS Menstrual Cup, Mana yang Lebih OK?
Dilihat dari bentuk, pembalut kain sekarang ini sudah memiliki beragam macam bentuk. Mulai dari yang bersayap, ada yang tidak bersayap. Ada juga yang berfungsi untuk harian, untuk malam hari, dan juga berfungsi sebagai pantyliner.
Kalau soal kenyamanan, tentu tergantung kulit masing-masing. Aku sendiri sudah mulai risih kalau menggunakan pembalut kain terlalu lama. Normalnya dan banyak yang mereferensi untuk menggunakan pembalut kain maksimal 4 jam. Sementara aku sendiri kadang memakai lebih dari 4 jam dan itu juga bikin kulitku malah makin lembab.
Cumaaan ya, buat hari pertama dan kedua, aku malah lebih nyaman menggunakan menstrual pad.
Sementara menstrual cup memiliki bentuk seperti corong. Sehingga bagi sebagian orang ini bikin keder duluan sebelum memakai. Salah satunya sahabatku, blogger kece dari Buton Tengah, Mbak Irawati Hamid, beliau mengakui kalau untuk menggunakan menstrual cup butuh keberanian yang luar biasa. Aku sih cukup yakin, dalam hitungan beberapa bulan ke depan, Mbak Ira pasti sudah memantapkan hati kembali ke niat memakai menstrual cup.
Menstrual cup juga memiliki bentuk yang beragam. Ada yang ekornya panjang, ada yang melengkung dan bahkan ada yang berbentuk lingkaran. Punyaku sendiri bentuknya yang ekornya agak panjang. Aku sengaja tidak memotongnya agar memudahkan menarik saat mengeluarkannya.
Lalu, jika dilihat dari kenyamanan, aku juga udah enak banget sih pakai menstrual cup. Mencucinya juga tidak begitu menghabiskan banyak air daripada saat kita mencuci pembalut kain. Kalau mencuci pembalut kain kan emang harus disiram sampai tidak ada sisa-sisa darah yang mengendap. Belum lagi konon untuk tidak merusak serat dari pembalut kain dilarang menggunakan deterjen yang bersifat keras, dilarang memakai pemutih dan juga pewangi untuk pembalut kain.
Baca Juga: 99 Tanya Jawab tentang Menstrual Cup
Ada yang bilang, pembalut kain sebaiknya dijemur di bawah sinar matahari sebagai pemutih alami. Tapi punyaku ya masih aja tuh yang membekas darahnya 😮
Sebenarnya, kalau menilik kenyaman memakai menstrual cup itu juga terkadang muncul rasa tidak nyaman lho, apalagi kalau yang memasangnya tidak pas. Duh, jangan ditanya, rasanya ada yang mengganjal. Asal mau memperbaiki posisinya sih sebenarnya tidak masalah.
Nah dari ceritaku yang panjang lebar di atas, mungkin akan lebih sedikit ringkas aku jelaskan lagi di bawah ini ya.
Kelebihan dan Kekurangan Menstrual Pad VS Menstrual Cup
Kelebihan Menstrual Pad / Pembalut Kain
Bentuknya beragam dan lucu-lucu motifnya.
Ramah lingkungan.
Nyaman digunakan.
Harganya relatif murah dibandingkan menstrual cup.
Awet dipakai hingga 5 tahun pemakaian (tergantung perawatan).
Kekurangan Menstrual Pad / Pembalut Kain
Tidak bisa dicuci sembarangan.
Keringnya lama kalau musim penghujan.
Terkadang susah membersihkan bekas noda darah.
Membutuhkan banyak air saat mencuci.
Kelebihan Menstrual Cup
Terlalu nyaman setelah digunakan.
Jadi bisa berenang saat menstruasi.
Ramah lingkungan.
Mencucinya sangat mudah dan tidak menghabiskan banyak air.
Awet digunakan hingga 10 tahun pemakaian.
Kekurangan Menstrual Cup
Harganya cenderung mahal.
Ada rasa mengganjal jika memasukkannya kurang pas.
Bisa bocor jika tidak hapal ritme menstruasi.
Kan? Kan? Bahkan setelah ditarik kesimpulan pun, rasa-rasanya baik menstrual cup maupun menstrual pad masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Aku sendiri masih menggunakan keduanya. Tapi ya lebih sering menggunakan menstrual cup daripada menstrual pad. Kadang ada aja godaan pengen membeli menstrual pad yang ucul-ucul motifnya, tapi ya nanti menuruti hawa nafsu gak ada habisnya, ye kan?
Apapun itu, baik menstrual pad maupun menstrual cup sama-sama baiknya. Kita sudah berupaya untuk menjaga bumi, menjaga kesehatan tubuh kita dan juga menjaga dompet #uhuk
Bagaimana denganmu? Apakah sudah memakai salah satu di antara dua pilihan di atas? Cerita yuk di kolom komentar.







Menstrual cup adalah salah satu hal yang ingin saya pakai tapi sampai saat ini belum berani. Sekarang lagi ngumpulin keberanian nih biar bisa pakai jadi gak banyak menghasilkan sampah, semoga hati dan mentalku segera kuat untuk memakainya yaa
BalasHapusEhh hampir lupa makasih backlink-nya yaa, Mba Rani ☺
Hapusbisa yuk bisa.. Ntar kalau udah pake tuh rasanya males banget lho pindah ke lain hati.. hihi.. Sama-sama Mbak Ira <3
Hapusawal pakai menscup kayak aneh, kalau kurang tepat pasang juga mengganjal. Tapi setelah pas, nyaman banget sampai lupa kalau sedang haid. hahaha ...
BalasHapusaku masih combine menscup dan menspad selama 3 tahunan ini. So far alhamdulillah udah ga pernah beli pembalut sekali pakai.
aku juga sama nih, masih combine juga. Ya lihat mood aja sih ya, kalau pas lagi rajin nyuci ya pake pembalut kain, tapi kalau lagi males nyuci berbau darah pake menscup.
HapusAku belum berani nih mb memakai menscup, kayaknya karena aku belum mendapat edukasi yang tepat ya. Selama ini aku pakai yang kain saja, tapi biar cepat kering aku buat sendiri. Aku buat dari handuk-handuk kecil dan dicuci dengan sabun mandi
BalasHapusRajinnya.. bikin sendiri itu Mbak Eni? Maksudnya dijahit sendiri kah? Aku pernah bikin sih tapi dari kain biasa, cuma gak aku lapisin lagi, tapi ternyata masih bocor gitu (mungkin karena kurang tebal ya)
Hapusaku belum pernah coba keduanya kak, pengen trial yang kain dulu semoga cocok yaa
BalasHapusWah, aku salut sama mbak Rani yang berani menggunakan menstrual cup saat menstruasi. Aku belum punya nyali hhihihihi. Soal pembalur kain, zaman SMP aku pernah coba. Pembalut umum saja sih yang aku pakai jika sedang haid. Memang ada plus minusnya ya setiap produk. Kalau sudah nyaman ya silakan dilanjutkan :) TFS ya. Semoga sehat selalu.
BalasHapusHai mbaakk. Kalau aku pakainya di-combine gitu, ahaha. Aku pakai menstrual cup, tapi di hari-hari darahnya banyak suka aku tambahkan menstrual pad. Fungsinya hanya kalau ada kebocoran, ya bocornya ke menstrual pad aja, gak langsung ke celana.
BalasHapusSoalnya kalau lagi buanyak itu bisa banyak banget dan darahnya harus dibuang setidaknya 1-2 jam sekali. Nah kalau bepergian kan agak susah tuh strict 1 atau 2 jam sekali mengosongkan menstrual cup, makanya aku combine deh, hehehe. Alhamdulillah so far aman
Oiya, untuk menstrual pad yang masih ada bekas darahnya, biasanya memang butuh 2 sampai 3x cuci jemur sih supaya bekasnya bisa hilang sempurna (yaa gak sempurna sempurna banget juga, masih tersisa tipiiiisss banget).
Anw, aku suka banget perbandingan perbandingan kayak gini, jadi membantu yang lagi galau mau pakai menstrual pad atau menstrual cup, ahaha
nah idem dengan mbak Isti akupun begini karena waktu deres tuh yaa tiap 2-3 jam harus segera buang sementara kan ga selalu ketemu toilet atau kadang tidur. daripada bocor ke baju ya sekalian pakai menspad.
HapusJujur aja aku belum coba keduanya, ehehe. Masih perlu waktu untuk memantapkan hati supaya bisa benar-benar lepas dari pembalut sekali pakai.
BalasHapusMenstrual pad dan mens cup, dua2nya ada kelebihan dan kekurangannya sendiri ya. Kalau bisa milih, mungkin aku akan lebih milih mens cup sih ya. Tinggal memantapkan hati ini aja supaya ga takut buat pakainya.
aku belum pernah pakai menstrual cup, entah kenapa masih ngeri aja hehe kalau pake menstrual pad, pernah sih, tapi itu juga gak nyaman, aku malah kena infeksi saluran kencing. mayan selama sebulan gitu, jadi akhirnya aku ganti lagi pake pembalutan sekali pakai
BalasHapusbener, butuh keberanian untuk memulai menggunakan yang cup itu. soalnya liat dari bentuknya udah deg2an duluan ya, mbak. hahaha. salut sama temen2 yang udah mulai terbiasa pakai menstural cup atau pembalut kain.
BalasHapusSaya pernah pakai pembalut kain. Tapi, bukan di hari-hari pertama menstruasi. Karena pasti selalu bocor banget. Kalau menstrual cup, sampai sekarang belum berani. Berusaha ngumpulin keberanian dulu, deh
BalasHapusKebetulan banget aku tuh baru 3 bulan ini pakai pembalut kain, memang awalnya agak gimana gitu tapi setelah 3 bulan ini berasa banget sih enaknya. Gak perlu lagi beli pembalut sekali pakai, jadi sudah menyiapkan beberapa pcs pembalut kain. Kalau menstrual cup aku belum berani, masih takut banget.
BalasHapusIya benar, mengumpulkan keberanian pakai menstrual cup itu yang lama, makanya ga jadi-jadi pakainya. Tapi kalau udah pakai dan benar cara pakainya, memang nyaman sekali.Kalau sedang traveling dan banyak kegiatan main di air (laut), paling enak pakai menstrual cup
BalasHapusKarena saya orang yang parnoan, otomatus saya lebih memilih pembalut kain. Tapi ya itu, pas nyuci ya lho, butuh waktu lama. Apalagi pas lagi banyak-banyak huuhh..
BalasHapusJujur klo menscup aku nyerah deh mbak mbayanginnya aja udh ngilu pisan makamya salut banget buat para perempuan yg pakai menscup. Klo yg kain ku juga blm nyoba sih mungkin hanya butuh ketelatenan dan kesabaran ya
BalasHapusBayangin aja udah ngiluuu...masih setia pake yg sekali pakai...zaman dulu ada pembalut dari bahan mirip handuk..kalo ga salah namanya Duk apa gitu😁🙏
BalasHapusAku pakai tiga-tiganya...eh padahal di atas cuma dua ya hehehe. Maksudku, aku pakai menscup, menstrual pad, juga disposable menspad hehehe. Menscup kalau hari2 awal, menstrual pad kalau hari-hari akhir (tinggal dikit2), trus disposable menscup kalau lagi jalan seharian. Soalnya kalau lagi jalan aku khawatir ga nemu toilet yang nyaman buat lepas-pasang menscup.
BalasHapusJadi aku bukan tim fanatik sama satu produk karena ketiganya membantu pada saat yang berbeda. :)
berhubung aku penakut dan pengecut dalam menggunakan menstrual cup, jadi aku pilihnya pembalut kain aja deh
BalasHapusAku dulu penasaran pengen nyoba pakai menstrual cup tapi tetep aja akhirnya gak jadi. Sampai akhirnya udah meno pun aku belum nyobain, hahahaa. Kalo pembalut kain, aku pun pernah pakai tapi jaman kuliah. Karena kehabisan duit dan mau pinjem teman kost agak sungkan. Esoknya balik rumah demi dapat duit saku lagi, hihiii
BalasHapusAku belum pakai keduanya. Kalaupun mau pindah, pilihan pertama jelas yang kain sih karena dulu banget pernah pakai, tapi versi yang jadul, hanya kain putih gitu. Kalau Menstrual cup, aku masih mikir keras. Mungkin karena masih gadis kali ya, hahaha
BalasHapusKalau disuruh milih aku pilih pembalut kain deh hehe. Belum berani pakai mens cup :D
BalasHapuspembalut kain juga ramah lingkungan dan bisa dicuci dan dipakai berulang jd keinget cerita ibuku zaman dulu di desa jg pakai kain dilipet2 jd pembalut. kalau skrng pembalut kain udah diproduksi sesuai fungsinya yaa.
Saya belum pernah makai keduanya. Saya lebih nyaman pakai handuk kecil seperti yg diajarkan almh mama saya saat pertama kali haid. Dan nyucinya pun setelah disiram beberapa kali cukup rendam dalam diterjen. Besok pagi tinggal kucek dikit bersih. Cuma yaa kalau hari pertama hingga ketiga ga berani, soalnya bakalan tembus. Saya tuh penasaran sama menstrual cup. Mau coba maju mundur.. Hahaha.. Takut macam mba ira kali yaa..
BalasHapusAku belum pake dua-duanya, Mbak. Pengin juga nyobain menstrual cup, tapi kok kayak ngeri ya memasukkan ukuran segitu ke dalam miss v hehehee... Kudu menguatkan tekad nih agar menggunakan produk yang ramah untuk bumi.
BalasHapusSaya masih belum berani menggunakan menstrual cup haha, masih terasa ngilu apa ya membayangkannya, harus full keberaniannya nih.
BalasHapusAku dah beli menscup dari tahun lalu tp belom berani makenyaaaa :') ternyata bisa bocor juga ya mak kalo ritme buang darahnya ngga pas ya? Tp aku masih memberanikan diri nih buat pake menscup, doakan aku yaaaa
BalasHapusAku pengguna pembalut kain dan belum berani beranjak untuk pakai menstrual cup yang direview banyak blogger kalau nyaman dan aman..hehe
BalasHapus