6 Cara Menerapkan Pembelajaran Moral pada Anak Usia Dini hingga Remaja

6-cara-menerapkan-pembelajaran-moral-pada-anak-usia-dini-hingga-remaja
Sumber: https://www.freepik.com/free-photo/


Berhasil mendidik anak menjadi value dalam keluarga yang sangat membanggakan bagi ayah dan ibu. Namun, proses pembelajaran moral pada anak tentunya tidaklah mudah mengingat pergaulan masa kini yang begitu luas.

Anak mungkin sudah mendapat pembelajaran moral sejak dini tetapi ketika beranjak remaja, nilai-nilai moral pun luntur. Inilah besarnya pengaruh pergaulan yang buruk sehingga orang tua perlu lebih perhatian.
 
Bagaimana sebaiknya mengajarkan soal moral sejak dini hingga anak usia remaja? Beberapa cara ini bisa menjadi langkah tepatnya.

6 Penerapan Pembelajaran Moral pada Anak di Rumah


Selain pergaulan, akses informasi yang begitu mudah melalui perangkat elektronik menjadi penyebab lain masuknya moralitas negatif. Jangan biarkan kemerosotan moral generasi muda terus terjadi.

Orang tua harus lebih giat lagi berperan serta untuk mengawal anak usia dini hingga remaja bahkan dewasa. Beberapa pembelajaran moral pada anak di rumah inilah yang patut dipraktikkan.
 

1. Menunjukkan Contoh yang Baik


Apa saja yang orang tua katakan anak usia dini pasti akan dengan cepat dan mudah mengikutinya. Tentu saja, sang peniru ulung ini juga akan mengikuti tindak tanduk orang tuanya. Maka dari itu, orang tua harus bisa menjadi contoh yang baik.

Selalu berhati-hati dalam berucap dan berperilaku menjadi hal penting bagi orang tua. Berikan contoh yang baik ketika berinteraksi dengan orang lain agar mereka bisa menirunya dengan benar.
 

2. Selalu Konsisten dan Bertindak Tegas


Orang tua juga harus konsisten dan tegas dengan perilaku anak ketika melakukan kesalahan. Perlu diingat pula bahwa tegas bukan berarti galak dan memarahi anak berlebihan hingga memukul. Demi memberikan pendidikan ini, ayah dan ibu harus bisa bekerja sama.

Contoh pendidikan moral dengan bersikap tegas dan konsisten adalah menolak permintaan anak untuk membelikan mainan karena mainannya masih banyak. Ayah atau ibu bisa memberikan nasehat dengan baik tanpa kekerasan fisik.
 

3. Menetapkan Aturan yang Jelas dan Disiplin


Demi mengajarkan kedisiplinan anak, orang tua perlu menetapkan aturan yang jelas. Misalnya, setelah selesai bermain anak harus membereskan mainannya agar rumah selalu bersih.

Bisa juga dengan memberikan batas waktu menonton televisi, bermain game atau menggunakan hp. Aturan ini menjadi bentuk latihan agar anak bisa lebih disiplin terhadap dirinya sendiri sejak kecil.
 

4. Mengajarkan Menjaga Lingkungan


Perlu juga pembelajaran moral pada anak untuk menjaga lingkungannya. Bukan sekedar lingkungan dalam rumah yang bebas dari mainan berantakan tetapi juga lingkungan sekitar. Hal ini penting untuk melatih kepedulian anak usia dini.

Contohnya, mengajarkan anak untuk membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah basah dan plastik atau membuat mainan daur ulang. Anda juga bisa mengajak anak untuk berkemah dan turut menjaga kebersihan.
 

5. Menanamkan Kejujuran di Usia Remaja


Memasuki usia remaja, anak memiliki pergaulan luas yang bisa jadi menurunkan pendidikan kejujurannya. Orang tua harus terus mengawal pada fase ini dengan memberikan nasihat tanpa mengucilkan mereka.

Jika sejak usia dini orang tua bisa menjadi contoh dan memiliki komunikasi yang baik, maka inilah waktu yang tepat untuk terbuka dengan anak. Penting untuk berkomunikasi saling terbuka akan kegiatannya sehari-hari.

Baik itu tidak menyontek saat ulangan, tidak mencuri uang sekolah yang harus dibayarkan dan jujur akan semua aktivitas hariannya di luar. Cara menanamkan nilai moral pada generasi muda untuk jujur memang tidak mudah sehingga orang tua harus selalu mengawasi.
 

6. Mengajari Rasa Kasih Sayang


Tidak kalah penting dari kejujuran, orang tua juga harus mengajarkan kasih sayang pada anak remaja. Pergaulan bisa membuatnya menjadi pribadi yang tidak peduli yang menimbulkan pula rasa iri dengki yang menyebabkan perpecahan.

Penanaman nilai moral pada anak untuk mengajarkan rasa kasih sayang adalah dengan berbagi. Hal sederhana adalah dengan salaman kepada orang lain ketika baru saja bertemu. Begitu juga mengucapkan terima kasih atas hal-hal kecil yang terjadi seperti orang tua membuat sarapan dan minum untuk mereka.

Orang tua tidak boleh lelah untuk memberikan pembelajaran moral pada anak. Sejak saat di rumahlah, pendidikan moral dimulai sehingga mampu mencetak generasi muda yang lebih baik.



Referensi:

https://www.halodoc.com/artikel/6-cara-pembelajaran-moral-di-rumah-pada-anak?srsltid=AfmBOopW7COZE_98GRIWjXrkbmakfhE6vnQ4ZXZs-S_EoZHoe1Zxtpvf

https://www.kompasiana.com/adhel33870/62a20c14fca4e454715ffc82/membangun-pendidikan-moral-pada-generasi-muda-di-era-modern?page=all&page_images=1

https://www.prestasiglobal.id/penanaman-pendidikan-moral-terhadap-anak-usia-remaja/

https://www.gamelab.id/news/992-menanamkan-nilai-moralitas-pada-usia-dini

Tidak ada komentar

Thank you for stopping by 🥰

Terima kasih untuk tidak berkomentar menggunakan URL ARTIKEL and please jangan tinggalkan link hidup ya, sayang 😘

Sharing is caring, tapi aku bakalan sedih banget kalau tulisanku di copy paste buat blogmu. So, klik tombol share aja ya
(゚▽^*)☆

Lalu.. Demi bisa berkomentarlah secara ksatria, silakan berkomentar menggunakan akun Google ya 😁😁😁