Banyak pertimbangan untuk mengikuti khitan massal yang diselenggarakan masjid-masjid besar atau di Menara Kudus (di kota kami). Akhirnya kami memantapkan diri ikut khitan massal untuk anak kami Hadziq kemarin pada tanggal 16 September 2024 atau 12 Rabiul Awal 1446 H.
Assalamualaikum Sahabat Ran,
Apa kabar? Rasanya lama nggak curhat di blog ini. Beberapa waktu ini kami disibukkan dengan persiapan Hadziq yang mau ikut khitan. Rata-rata di kota kami, yang ikut khitan itu kelas 5, 6 atau 1 SMP/MTs. Makanya, begitu Hadziq khitan di umur segini, banyak juga yang kaget.
Setahun sebelum ini, kami sudah mencoba menawarkan pada Hadziq, apakah berkenan ikut khitan? Terutama khitan di masjid. Kebetulan, Hadziq kok mau. Masya Allah.
Tentu, akan ada banyak omongan di luar sana, mengingat sebenarnya keluarganya mbahkung mendapat cukup nama di desa. Omongannya sebenarnya sih bukan seputar ikut khitan massalnya, tetapi kenapa tidak dirayakan besar-besaran. Rata-rata, orang yang terpandang akan mengadakan resepsi untuk khitanan anaknya, tetapi kami memilih tidak merayakan secara besar-besaran.
Sebenarnya ya, tidak diam-diam juga sih, karena kami mengundang grup rebana untuk selamatan khitannya Hadziq, hehe. Cuma berjanjen di rumah saja, dengan sederhana.
Khitan massal: Yay atau Nay? Mari kita bedah..
Mengikuti khitan massal memang menjadi pilihan yang sering dipertimbangkan oleh banyak orang tua. Ada beberapa pertimbangan yang perlu diingat sebelum mengambil keputusan:
Alasan Memilih Khitan Massal
Biaya lebih terjangkau. Khitan massal umumnya menawarkan biaya yang lebih murah dibandingkan dengan khitan perorangan. Apalagi kebanyakan khitan massal tidak dipungut biaya, bahkan mendapatkan uang saku dan hadiah-hadiah lainnya dari pihak penyelenggara.
Praktis. Orang tua tidak perlu repot mencari jadwal yang cocok dengan dokter dan fasilitas kesehatan. Hanya saja, di beberapa daerah (hampir semua penyelenggara khitan massal di kota kami) memilih bulan Rabiul Awwal (sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW) untuk mengadakan khitanan massal. Tentu saja, bulan ini baik untuk menyelenggarakan khitan, tetapi sayangnya sering berseberangan dengan jadwal sekolah. Untungnya, karena Hadziq bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah sehingga ibu guru pun memaklumi dengan ketinggalan pelajaran anak-anak yang ikut khitan.
Ajang sosialisasi di mana anak dapat berinteraksi dengan anak-anak lain yang seusia, sehingga dapat menjadi pengalaman sosial yang berharga. Walaupun pada kenyataannya Hadziq juga tidak mengobrol dengan peserta yang lain, tetapi setidaknya bisa meminimalkan ketakutannya saat akan dikhitan.
Dukungan komunitas. Khitan massal seringkali diselenggarakan oleh komunitas atau lembaga sosial, sehingga memberikan rasa kebersamaan dan dukungan. Beberapa tempat di Kudus yang sering mengakan khitan massal yaitu Masjid Menara Kudus, Masjid Agung Kudus, Masjid Nurul Haq Prambatan Kidul, dan hampir semua masjid besar di wilayah Kudus.
Didoakan Para Kyai. Pertimbangan utama kami untuk mengikutkan Hadziq di khitan massal adalah karena ingin meminta barokah dan doa dari para kyai. Konon, kata mbahkung, anak-anak yang didoakan ini, semoga dikabulkan oleh Allah.
Pertimbangan Sebelum Memutuskan
1| Keamanan dan kesehatan.
Pastikan acara khitan massal diselenggarakan oleh tenaga medis yang kompeten dan fasilitas yang bersih dan steril.
2| Prosedur medis.
Tanyakan secara detail mengenai prosedur khitan yang akan dilakukan, termasuk jenis anestesi dan metode yang digunakan. Biasanya sih, prosedur medis menyesuaikan dengan kondisi kulit anak juga. Ada beberapa pihak penyelenggara yang meminta calon peserta khitan untuk datang terlebih dahulu, demi memastikan kondisi anak dan mengambil keputusan prosedur medis yang digunakan.
Alhamdulillah, kemarin Hadziq kebagian prosedur medis laser, yang konon katanya, ini pertama kalinya diadakan (prosedur medis laser) di tempat khitan massal.
3| Perawatan pasca khitan.
Pastikan ada informasi yang jelas mengenai perawatan luka pasca khitan yang harus dilakukan oleh orang tua. Di Masjid Nurul Haq sendiri, kemarin sebelum dilakukan prosedur medis, kepala dokter yang menangani khitan massal menjelaskan beragam prosedur yang dilakukan baik sebelum dan sesudah khitan.
Seperti khitanan pada umumnya, kami juga diminta untuk pergi ke klinik khitan, 3 hari pasca khitan untuk mengecek kondisi anak kami. Alhamdulillah dipertemukan dengan dr Abi yang baik dan ramah anak juga. Beliau ini ternyata anaknya Pak Totok (ahli khitan yang mengkhitan teman-teman dan saudaraku pada masanya)
4| Kondisi kesehatan anak.
Konsultasikan dengan dokter anak untuk memastikan anak dalam kondisi sehat dan siap menjalani prosedur khitan.
Kapan Harus Memilih Khitan Perorangan?
Anak memiliki kondisi medis tertentu.
Jika anak memiliki alergi, gangguan pembekuan darah, atau kondisi medis lainnya, sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Orang tua ingin kontrol penuh.
Jika orang tua ingin memiliki kontrol penuh terhadap proses khitan, memilih khitan perorangan bisa menjadi pilihan yang lebih baik.
Ingin memilih metode khitan tertentu.
Jika ada metode khitan tertentu yang ingin dipilih, khitan perorangan akan memberikan lebih banyak pilihan.
**Kesimpulan**
Khitan massal bisa menjadi pilihan yang baik jika dilakukan dengan perencanaan yang matang dan memperhatikan aspek keamanan dan kesehatan anak. Namun, jika Anda memiliki kekhawatiran atau preferensi tertentu, khitan perorangan bisa menjadi alternatif yang lebih sesuai.
Saran:
Konsultasikan dengan dokter anak:
Dokter anak dapat memberikan saran yang paling tepat berdasarkan kondisi kesehatan anak Anda.
Cari informasi sebanyak-banyaknya:
Tanyakan kepada orang tua lain yang pernah mengikuti khitan massal atau cari informasi di internet mengenai penyelenggara khitan massal yang terpercaya.
Perhatikan kondisi anak:
Jika anak Anda tampak cemas atau takut, sebaiknya tunda dulu prosedur khitan hingga anak siap secara mental.
Dengan pertimbangan yang matang, Anda dapat membuat keputusan terbaik untuk anak Anda.







Kayaknya kalau buat anak-anak oke sih ikutan khitan massal, supaya dia tidak terlalu grogi pas di khitan karena ada temannya.
BalasHapustapi memang untuk ikut khitan massal perlu survei dulu sih biar aman dan nyaman buat anak dan bisa jadi pengalaman baik yang tak terlupakan.
anakku tahun depan juga rencananya mau dikhitan mbak sebelum dia masuk SD. belum tahu juga sih nih mau khitan sendiri atau yang massal. kalau khitan massal sih kayaknya seru yaa banyak temannya
BalasHapus