Tampilkan postingan dengan label Kolaborasi Blogger. Tampilkan semua postingan

Bakwan Malang dalam Lemari Pojok

Bakwan Malang, istilah baru buat saya yang terbiasa menyantap bakso Malang. Hah? Bakwan Malang? Dalam pemikiran saya, bakwan Malang berarti bakwan yang dicelupkan ke dalam kuah bakso seperti jajanan pas saya kecil dulu. Bakwan juga istilah baru yang saya dapatkan setelah saya pindah ke Jawa Tengah, dulu di Bale Endah dan Cicalengka mah menyebutnya bala-bala.

Dengan sedikit nasi dan disiram kuah bakso/sop yang ada kolnya (cabbage), ditambah sedikit suwiran ayam, juga tidak lupa diberi potongan bakwan di atas nasi sop tersebut. Saya menyebutnya nasi sop, tetapi ada lagi istilah baru dengan pembedaan nasi di dalamnya, hampir sama dengan bakso tetapi dia bukan bakso karena gelondong baksonya jikapun ada pun alhamdulillah, orang perbatasan Kudus sini menyebutnya bakso combor.

Tetapi tetap saja, favorit saya adalah bakso Malang. Menurut saya dan ibu, bakso Malang is the best. Kenapa? Karena kuahnya bakso ini tidak mleketek (kuah yang daging gajihnya melayang di bagian teratas dan kalau diminum, terasa sekali daging gajihnya). Tahu kan gajih itu apa? Itu lho daging empuk berwarna putih dan berminyak sekali kalau dimakan. Sesekali sih sedap, lama-lama ya bisa bengkak juga ini tubuh.

Posyandu Oh Posyandu

Drama baru dalam hidupku adalah ketika aku dinobatkan menjadi seorang Ibu. Usiaku memang tak muda lagi saat aku memanggul peran sebagai seorang Ibu, tetapi di lingkungan manapun tak peduli berapa usia ibu muda tersebut asalkan dia adalah seorang ibu baru, maka konflik siap terjadi.

Konflik yang diciptakan oleh sesama ibu-ibu.

Aku pun termasuk ibu-ibu, terkadang juga suka mencampuri urusan orang lain tetapi selama ini aku lebih memilih diam, hanya bermain kata dengan pikiran aku sendiri. Tidak juga ingin menyindir orang lain lewat kalimat retrorika ataupun pengucapan lewat status facebook.

Baru kemarin petang, aku mengantri pembayaran di kasir sebuah pusat perbelanjaan. Antriannya sangat panjang, dan di belakang aku adalah seorang gadis muda berbicara layaknya orang berpendidikan. Dia mengantri bersama pacarnya entah cuma teman lelakinya. Mengobrol ngalor-ngidul tidak peduli orang lain. Sudah begitu, tampaknya sang gadis ini tidak sabar karena antrian panjangnya sehingga sering mendorong aku yang di depannya. Aku lelah buibu, mendengarkan cerita mereka yang aku kenal aja nggak sehingga aku mengeluarkan handphoneku sendiri, bukan handphone punya dia of course. Mengecek email, grup bloger whatsapp, dan tiba-tiba gadis ini yang mungkin sudah bosan ngobrol dengan teman lelakinya mengatakan dengan sangat keras, “Ngantri sambil mainan hp, ya bakal tambah lama dong.

Rasanya pengen tak tabok mulut cantikmu itu mbak!

5 Kesalahan Pemula dalam Menulis Konten Blog

http://www.ranirtyas.com/2016/12/kesalahan-pemula-ketika-menulis-konten-blog.html


Benar kata Mbak Lusi Tris, menjadi bloger di Indonesia itu melelahkan. Semua ditanggung sendiri, mulai dari pengerjaan konten artikel, searching pasar pengunjung blog, sampai promosi tulisan terbaru, semua dilakukan sendiri. Tetapi ini hobi yang ingin terus saya kembangkan. Meski terkadang hayati lelah ditambah baper melihat teman-teman berangkat ke Jogja Desember nanti, dan saya.. Gara-gara hp tertinggal di rumah dan ketika mendapati 10 panggilan tak terjawab dari nomor yang sama dengan nomor yang memanggil teman-teman, secara alamiah saya tereliminasi sebagai kandidat. Alhamdulillah, berarti Allah merencanakan sesuatu yang besar untuk saya dan dan teman-teman yang tereliminasi juga.

Ngeblog ini merupakan hobi yang menyenangkan untuk saya, setidaknya untuk melawan lupa.

Kadar hormon estrogen yang konstan pada laki-laki menjadi faktor kaum Adam mengalami demensia lebih lambat. That’s why, dengan menuliskan jurnal harian di blog setidaknya sebagai salah satu pencegahan untuk melawan lupa, atau yang lebih menakutkan lagi Alzheimer.

Berbeda lagi dengan Mak Handayani Abd. Widiatmoko atau kami biasa menyapanya Mak Hani, dengan ngeblog banyak manfaat yang bisa diperoleh, salah satunya untuk berbagi kebaikan melalui blog. Memang dengan menuliskan pengalaman kita sehari-hari setidaknya dapat membantu orang-orang yang sedang mengalami masalah hal yang serupa. Secara sadar tidak sadar bila tulisan kita dirasakan bermanfaat bagi para pembaca, tulisan kita akan menjadi ladang pahala terus menerus. Ngeblog sebagai ladang amal jariyah. Subhanallah..

Korelasi Antara Aku, Yurmawita dan Matematika

Selamat Hari Guru Nasional..

Dahulu sekali, banyak yang menyarankan pada saya agar saya menjadi guru saja. Ah jaman kecil dahulu saya memang suka sekali bermain menjadi guru-guruan. Tentu saja saya yang menjadi guru. Menyenangkan sekali, berdiri di depan papan tulis sambil memegang penggaris. Lalu bercerita di depan teman-teman yang saat itu menjadi murid. Rasa-rasanya wajahku yang kalem ini cocok menjadi guru meskipun aslinya galaknya minta ampun, pasti nggak percaya kan kalau aku galak? Cobain gih tanya sama mas suamiku. Hahahha.

Beriring waktu, sedikit demi sedikit saya semakin asyik dengan duniaku sendiri, terutama utak-atik matematika. Bila berhasil menemukan sang x hidup ini terasa sangat bahagia.. la..la..la..

Itulah simpelnya matematika, cukup dengan menemukan x maka dirimu akan menjadi sepintar Galileo. Rasanya saja tapi, kalau aslinya ya tergantung aslinya juga.

Menyikapi Sikap Asertif Bagi Masyarakat Jawa

Terinspirasi dari tulisan Mak Inda Chakim di website emak blogger tentang asyiknya jadi asertif. Apa sih itu asertif? Saya pun langsung mencarinya dalam KBBI yang ternyata memang belum masuk karena kata tersebut masih berupa kata serapan dengan kata aslinya assertive.

Assertive means that you are capable of thinking and acting positively for yourself and your environment. Kurang lebihnya adalah kemampuan kita untuk berpikir positif dan bertindak sesuai dengan isi kepala, keinginan dan kemampuan kita secara baik, di mana maksudnya tidak merugikan pihak manapun.

Kebebasan berpendapat telah dituangkan dalam pasal 28 UUD 1975 maka sejatinya kita ini sudah merdeka dalam berpendapat bahkan kita sudah mendapatkan salah satu kebebasan yang disebutkan Franklin D Roosevelt yaitu kebebasan mengeluarkan pendapat, kebebasan beribadah kepada Tuhan dengan cara masing-masing, hak untuk bebas dari kekurangan dan kemiskinan serta kebebasan dari ketakutan.

Hanya saja...

7 Sinetron Terbaik Sepanjang Masa (Catatan Sampai Tahun 2016)

Halo Sahabat Ran, jika biasanya kamu menemukan tulisan di blog ini yang kebanyakan membahas drama Korea bukan berarti aku nggak demen sama sinetron ya. Hanya saja sedikit malas nonton jika ceritanya mulai lebay dan berkepanjangan sampai lebih dari 50 episode. Oh please, drama Korea yang 20 episode aja mulai malas nonton, ini malah sampai 200 episode lebih.

But...

Bukan berarti aku anti sinetron ya, karena dulu-dulu sebelum diserang negara api kedatangan drama Korea yang mana suguhannya cuma sinetron ya kami nonton sinetron, tapi nggak semua sih. Kalau sudah mulai ruwet dan nggak jelas arahnya, biasanya kami skip buat belajar. Hah? Jadi nonton TV lebih penting daripada belajar? Hahahah... Ya begitulah!

Jadi kali ini bloggerKAH akan membahas tentang sinetron menurut versinya masing-masing. Istimewanya kali ini blogger BeYOUtiful juga ikutan gabung lho. Dadha-dadha sama Mbak Nining a.ka Mbak Dwi Sari, baca tulisannya sinetron favorit era 90an dan 2000an ya.

baca juga punya 
dan 
Mbak Widut Nostalgia Si Doel Anak Sekolahan.

Selama menonton sinetron,  inilah sinetron terbaik sampai tahun 2016 ini versi ranirtyas.com. 

Aku, Ibu Jauh dari Kesempurnaan

Tak pernah terbayang olehku bahwa aku ditakdirkan menjadi seorang ibu dari bayi lucu bernama Han. Juga tak pernah terbayang juga bagaimana nanti peranku setelah menjadi ibu. Aku seperti ibu kebanyakan yang terpaksa bekerja demi sesuap nasi, padahal cita-citaku sederhana yaitu menjadi seorang ibu rumah tangga tetapi entah mengapa sekarang aku malah menikmati peranku sebagai seorang pekerja biasa.

Mengembangkan Hobi atau Bakat Kedua?

http://www.ranirtyas.com/2016/08/hobi-atau-bakat-kedua.html
Hari ini siapa sih yang tidak ingin mendapatkan pundi-pundi uang dari hobinya? Malah sesuatu yang sangat diidam-idamkan.

Alhamdulillah saya pribadi mendapatkan sedikit tambahan dari salah satu hobi saya yaitu menulis meski tidak menentu. Tetapi setidaknya ada perasaan bangga terhadap hobi saya tersebut bahwa hobi yang saya miliki bernilai positif dan tidak serta merta menghambur-hamburkan uang.

Tetapi hobi saya sebetulnya tidak sama dengan background pendidikan saya yaitu matematika murni.

Hantu Genit di Belakang Kost

Semua orang pasti memiliki sedikit cerita misteri dalam hidupnya, begitu pula denganku. Pada dasarnya kita hidup di dunia ini tidak sendirian ataupun tidak hidup cuma dengan sesama manusia saja. Ada makhluk lain juga yang hidup berdampingan dengan kita. Hewan, tumbuhan bahkan jin dan setan juga ada bersama kita. Pintar-pintar saja kita membawa diri kita masing-masing.

Kali ini project bloggerKAH sedang menggelar cerita renungan malam versi masing-masing dan kali ini lebih istimewa karena kami kedatangan tamu, yaitu Mbak Susi Susindra.. Giving applause to her. Mbak Susi bercerita lewat ceritanya tentang “Cerita Renungan Malam: Wanita Berwajah Rata

FYI : BloggerKAH sebenarnya adalah trio blogger yang terdiri dari saya sendiri, Arinta Adiningtyas dan Widi Utami, kami berkolaborasi dan sepakat untuk posting sesuatu yang harapannya semoga menjadi inspirasi banyak orang (syukur-syukur bisa viral). Dinamakan bloggerKAH sendiri karena berawal dari inisial nama anak-anak kami.

Akhir cerita nanti jangan lupa juga kunjungi ceritanya Arin "Saat Dia Tertawa di Sampingku" di sini, dan Widut a.ka Widi Utami "Benarkah si Kecil Kena Sawan". Tapi sebelum itu baca ceritaku dahulu. Hahaha. Sekarang silakan tutup tirai kamarmu!

***

Pagi itu di sebuah kost di kawasan Sekaran, Gunung Pati Semarang tidak biasanya aku bangun sepagi itu. Bahkan belum mendengar suara adzan subuh. Apalagi itu hari Minggu, waktu yang biasanya digunakan anak-anak  kost untuk mencuci. Aku tahu kondisi belakang kost-kostanku sangat menyeramkan, tetapi hari itu terdengar sangat ramai. Pikirku mungkin anak-anak di sebelah kost sudah pada bangun. Toh mereka biasa bangun dini hari atau malah tidak tidur semalaman.

Tetapi teman-teman di dalam kost belum pada bangun.

Sigh.. Bangun tidak ya..

Ternyata sudah ada yang bangun, yes dia yang paling rajin di kost-kostan ini. Namanya Yuli, anak Biologi.

"Yas, mau ikut lari-lari nggak?" Tanyanya padaku.

"Ah nggak ah, cucianku numpuk nih. Nanti nggak kebagian ember lagi. Sahutku."

Aku melangkah PD ke belakang kost-kostan. Pergi ke tempat Kamar Mandi dan tempat mencuci baju SENDIRIAN. Sejenak aku terdiam merenung, ke mana suara-suara ramai kakak-kakak tadi.

Ah tau ah! Bodo amat!

Ember cucian segera ku isi air dan deterjen lalu ember satunya lagi aku isi dengan air tapi langsung kutambahkan pewangi sekali bilas. Ya selain repot kalau dua kali bilas, sekali bilas juga menghemat air apalagi kost-kostanku sering kekeringan air. Ya begitulah, terlebih saat musim kemarau kami harus bersiap untuk jarang mandi, sekalipun mandi itu nebeng di kost teman atau rebutan air sama kost sebelah. 

Setelah ember masing-masing terisi air, langsung bersiap untuk mengucek cucian yang lumayan sedikit.

Tiba-tiba..

“Hei”, ada suara memanggil

Siapa panggil-panggil dari luar? Kenapa tidak dijawab sama sama temannya? Pikirku sederhana.

“Hei nyuci ya?” suara itu semakin jelas dan besar. Suara laki-laki sepertinya tinggi besar.

Ah mana mungkin ada yang mengajakku ngobrol, pasti salah dengar aku. Siapa lagi yang tahu kalau aku sedang nyuci kalau orangnya nggak ada di sini. Hahaha edisi masih ngeyel. Kan memang tidak ada orang di sini.

"Hei nyuci ya?" Pertanyaan itu masih dilontarkan.

Astaga.. Kini bulu kudukku merinding. Seperti ada yang berdiri di depanku tapi tidak ada orang. Tapi aku merasakan hawa yang sedikit berbeda dari yang tadi, udara semakin dingin dan bulu rambut di tanganku sudah berdiri semua.

Yuliiiiii...!” aku berlari langsung meninggalkan cucianku, tidak peduli terhadap cucian itu lagi.

Segera aku ambil sepatu olahragaku, kebetulan aku sudah memakai baju dan celana olahraga. Untungnya Yuli masih di depan kost-kostan.

"Kenapa Yas? Jadi ikut lari-lari nih?" Ledeknya.

“Nggak apa-apa, tiba-tiba saja ingin ke Pasar Krempyeng sambil lari-lari. Nanti kita beli nasi krempyeng ya” Ngelesku.

Tanpa dia pernah tahu, bahwa tadi ada hantu laki-laki hendak menggodaku.

Ternyata benar, lari pagi lebih menyehatkan daripada mencuci baju bersama hantu.

Dasar hantu genit!!!!
http://www.ranirtyas.com/2016/08/hantu-genit-di-belakang-kost.html

[Review Buku] Azab dan Sengsara : Bukan Siti Nurbaya tapi Mariamin

http://www.ranirtyas.com/2016/07/review-buku-azab-dan-sengsara.html

Merari Siregar seorang guru besar keturunan Batak, lahir di Siporok, Tapanuli, Sumatra Utara lahir pada 13 Juli 1896. Kehidupan masa kecilnya di Siporok membuatnya berpikir bahwa kehidupan di daerahnya yang menerapkan perjodohan pada anak-anak mereka sudah tidak sesuai dengan tuntutan zaman.

Maka melalui novel Azab dan Sengsara, Merari Siregar berusaha menceritakan hal tersebut dalam kisah Mariamin dan Aminuddin. Meski dalam ringkasan di bagian belakang novel tentang ketidaksukaan beliau pada adat kawin paksa, justru saya tertarik dengan ketidaksesuaian antara judul novel dan ringkasan cerita. Siapakah yang terkena azab dan sengsara? Apa penyebabnya sampai harus mengalami azab dan sengsara?