Cara Membuat Menspad dari Baju Tak Terpakai

Punya baju bekas tak terpakai? Buat saja menjadi mamacloth sendiri. Mamacloth atau menspad tidak harus selalu menggunakan kain PUL Waterproof. Kita bisa membuat sendiri dari jenis kain apapun. Iya disesuaikan kebutuhan juga. 
 
Tapi jika tidak ingin tembus, maka pilihan untuk memakai kain PUL Waterproof tidak salahnya cuma ya itu, berat di biaya produksi apalagi wanita biasanya deras-derasnya menstruasi di hari-hari pertama saja. Jadi kenapa tidak memakai kain biasa untuk hari-hari terakhirnya? Bisa menggunakan kain dari baju-baju lama kita.

Belakangan saya juga makin bingung dengan banyaknya pakaian bekas yang seandainya dikasihkan ke orang pun sudah tidak layak pakai. Sementara kalau dibuang begitu saja di tempat sampah bakal disemprit Kang Sampah.
 
Salah satu pilihan ya mengolah pakaian bekas pakai menjadi sesuatu yang berguna, semisal cempal (kain penahan panas) atau diolah menjadi menspad.


Cara Menggunakan KAM Snap Pliers

Kali ini kita akan menggunakan KAM Snap Pliers (portable), Snap Pliers ini ukurannya kecil tidak sebesar handpress yang mungkin ada di pasaran. Entahlah aku belum muter nyari handpress di Kab Kudus, mungkin saja ada tapi agak sulit nyarinya. Snap Pliers ini biasa digunakan untuk membuat kancing jas hujan, dompet, tas, popok kain (clodi) ataupun menspad, dll.

The Virtual Bride / The Eccentric Daughter-in-Law (Review)

안녕하세요.. Annyeong Haseyo.. Kali ini kita akan sedikit mereview The Virtual Bride / The Eccentric Daughter-in-Law. Wow dari judulnya aja udah ngeri ya Daughter-in-Law, sudah terbayang kan?

OCEAN MASQUERADE - Limit Mission Left Side


SMALL LEVEL

Mudun Lemah Baby Han ala Prambatan Kidul

My baby Han already 9mo right now. Sudah bisa duduk sendiri. Dari minggu-minggu kemarin sering ditanyai Ibu (mertua) sudah bisa duduk sendiri apa belum. Hmm, sudah, tapi terkadang masih harus dikasih bantal buat jaga-jaga kalau ngglebrak (jatuh-red). Untuk beberapa menit sudah bisa duduk tegak. Ketika yang lain sudah panjatan, sudah merangkak bayiku belum bisa. Its okey nak, ambu tidak akan membandingkanmu dengan anak yang lain.

Sterilisasi vs Walik Dadah

Akhir-akhir ini, beberapa rekan saya yang telah melalui kehamilan beberapa kali (lebih dari dua kali), dan mereka dianjurkan untuk sterilisasi atau tubektomi.

Apa itu tubektomi?

Oh My Ghost (2015)

Satu lagi drama korea bergenre drama, komedi, dan horor. Bersetting di sebuah restoran yang dimiliki chef terkenal Kang Sun-Woo diperankan oleh Cho Jung-Seok yang memiliki lima orang pegawai di mana Na Bong-Sun (Park Bo-Young) sebagai pegawai satu-satunya yang perempuan.



Na Bong-Sun adalah seorang sous chef yang tertutup dan sangat tidak percaya diri. Oleh karena itu dia tidak memiliki teman dan hidupnya berantakan. Akan tetapi dia memiliki kekuatan mampu melihat makhluk halus karena keturunan dari neneknya yang seorang shaman. Suatu hari seorang hantu bernama Soon-Ae, hantu perawan yang sangat berambisius terhadap laki-laki merasuki Bong-Sun. Sebetulnya Soon-Ae merupakan saksi mata terhadap suatu kasus. Tetapi di sini dia kehilangan ingatan pada awalnya lalu perlahan mulai mengingat kembali kejadian satu per satu sejak merasuki Bong-Sun.

Alasan Doraemon Berkepala Bulat

Selama ini dalam episode-episode Doraemon selalu dikatakan sebagai rubah padahal dia kucing, robot kucing lebih jelasnya. Itu karena Doraemon tidak memiliki telinga seperti kucing ada umumnya. Doraemon dalam wujud yang sebenarnya, sebetulnya memiliki telinga dan berwarna kuning, seperti Dorami adiknya.
Sumber : G+ Yuli Priyanti

Dalam film Doraemon "2112 the Birth of Doraemon" tahun 1995 dijelaskan pada saat pembuatan robot Doraemon terjadi kejar-kejaran penjahat masa depan dan polisi masa depan sehingga menyebabkan tembakan pada pabrik robot di mana Doraemon dibuat dan Doraemon terkena tembakan itu sehingga terjadi korsleting dan Doraemon terjatuh dari ketinggian beberapa meter sehingga menyebabkan Doraemon berbeda dari robot kucing lainnya yang diciptakan berbarengan.

Panjang cerita karena berbeda dan tidak dapat menyelesaikan tugas seperti rekan-rekannya, Doraemon dimasukkan ke sekolah khusus robot yang nantinya akan dipilih oleh orang untuk bekerja bersamanya. Tidak ada yang memilih Doraemon kecuali seorang bayi, itupun karena salah pencet tombol. Doraemon pun menjadi pengasuhnya hingga bayi Sewashi tumbuh dewasa.

Mereka selalu bersama setiap hari hingga suatu hari karena kesalahan ada tikus memakan telinga Doraemon, itulah awal mula kenapa Doraemon selalu ketakutan jika melihat tikus. Karena kesedihannya kehilangan telinga, Doraemon meminum cairan penambah semangat yang sebetulnya adalah cairan kesedihan. Doraemon menangis sejadi-jadinya semalaman dan karena itu cairan kuning di tubuhnya memudar dan menghilang sehingga warnanya menjadi biru, persis sebelum dicetak menggunakan telur agar berwarna kuning.

Dalam film ini juga digambarkan bagaimana awal ceritanya Doraemon sangat menyukai kue dorayaki yang berasal dari abad ke-20. Kalau di Indonesia ini mah banyak di pasar ya, seperti kue isi kacang hijau tapi saya lupa namanya.

Gak rugi rasanya kalau ingin tahu asal mula cerita Doraemon bisa lahir lalu ditugaskan kembali ke masa lalu untuk menemani Nobi Nobita yang ceroboh. Simak ceritanya di sini.

If Princess Disney were Korean (Jika Putri Disney Seorang Korea)

Apa yang terjadi jika Putri Disney kesayangan kita memiliki ras Asian? Seorang ilustrator dari Korea, Na Young Wu mempunyai ide untuk mengubah karakter Putri Disney menjadi kartun Korea.

Tertarik? Kamu bisa mengunjungi blogny di blog.naver.com dan twitternya jika kamu suka. Twitternya (h/t: rocketnews, neatorama, designtaxi)

1. Alice in Wonderland

2. Beauty & The Beast (si Cantik dan si Buruk Rupa - Indonesian)


3. Frozen


4. Little Mermaid (Putri Duyung - Indonesian)


5. Princess And The Frog (Putri dan Pangeran Katak - Indonesian)


6. Red Riding Hood (Gadis Berkerudung Merah - Indonesian)


7. Snow White (Putri Salju - Indonesian)


8. The Snow Queen (Ratu Salju - Indonesian)


9. Wild Swan (Putri Angsa - Indonesian)

dan.. Perjuangan Itu Masih Berlanjut, demi ASI demi Baby Han

Sudah 6 bulan perjalanan aku belajar memompa ASI, dipotong 3 bulan menyusui langsung di rumah. Pertama kali sampai di kantor setelah istirahat cuti hamil dan melahirkan itu berasa kosong dan hampa. Bagaimana tidak? aku sudah terbiasa bersama bayiku seharian, menyusuinya sesuka hatinya. Sekarang harus melepasnya ke pelukan dot. Oh noo.. *mimik penghayatan dimulai*

Kenapa harus dot? Bagaimana dengan resiko bingung puting? Nanti reaksinya setelah hampir lama berjalan lho.

Ah,.. Sudah pernah kuliah bareng sama ibu yang ketitipan cucunya. Sudah pakai drama pula. Sampai akhirnya bagaimanapun jadi aku yang mengalah, sebetulnya bukan mengalah sih tapi lebih menelaah kekurangan diri sendiri. Waktu itu baru sehari ditinggal, baby Han langsung tidak mau menyusu langsung, wah aku langsung suudzon sama dot. Begitu drama dimulai, aku mulai disalahin ibu, sudah diuyek belum PDnya? Sudah cuci tangan belum? Maag-mu sedang gak kumat kan? Iya, terkadang saat maag, ASIPku berubah rasa menjadi kecut. Dari bau saja sudah menyengat. Karena itu, kadang dia menolak minum ASIP, ya itu tadi karena kadar lipase tinggi. Satu-satunya cara, sebelum masuk kulkas direbus dahulu ASIPnya, jangan sampai mendidih betul tapi hanya sampai muncul buih kecil langsung diangkat.

Nah, kalau kerja bagaimana? Disambung sufor? Hmm, ya pakai ASIP itu seadanya. Alhamdulillah masih mencukupi.

Jadi selama aku kerja ini kulkas pak kepala teknik sudah menyelamatkan ASIPku, selesai memompa lalu aku titipkan di kulkas teknik lalu sore hari aku bawa pulang menggunakan cooler bag. Ya, terkadang aku gak titip juga sih, langsung aku taruh di coolerbag aja kalau lagi malas.

Kulkas di Bagian Teknik

Tapi akhir-akhir ini, aku merasa hasil pompaku makin sedikit . Mungkin baby Han sudah 9 bulan tapi... Ah masak iya? Kan kemarin aku memang sedang kecapean ditambah stress Ibu menyusui tidak boleh stress ya, ingat tingkahnya yang menggemaskan buat menghilangkan stress. Orang-orang yang menyebalkan tidak usah diingat-ingat. Minum suplemen kalau memang perlu. Alhamdulillah kemarin mulai banyak lagi, setidaknya.

Aku perlu berjuang lebih giat lagi. Sudah jauh-jauh ke pasar. Nyarii kacang kulit, minum kacang hijau. Daaan.. paling sedih nih, menelan telur ayam kampung mentah, mentahnya ditebelin haha soalnya memang perih sih tapi ya demi baby Han yang unyu-unyu. Yang aku rasakan dibanding teman-temannya yang lain, Alhamdulillah baby Han tergolong bayi yang tidak mudah sakit. Sekalinya sakit itu panas habis imunisasi DPT. Diem seharian, rewel juga. Tapi kemarin alhamdulillah habis campak tidak panas, cuma hangat sedikit, tapi ya diem juga seharian. Eh iya Buibu imunisasi juga penting ya, setidaknya sedia payung sebelum hujan.

Mungkin aku bukan pejuang ASI sejati tapi setidaknya aku berjuang. Doakan kami sampai lulus S2 jadi sarjana ASInya ya, kalau bisa lanjut sampai S3. Ibunya saja anak ASI sampai 30 bulan kok, mosok anaknya tidak.

Yuk berjuang! Semangat!