4 Cara Agar Selalu Dekat di Hati Ibu

Alhamdulillah hari ini Alisha tepat berumur 3 bulan, alhamdulillah perkembangannya pun sangat pesat. Banyak cerita sudah kami lalui bersama, mulai dari saat awal-awal kehadirannya di rahimku hingga kini seorang bayi mungil yang selalu membalas dengan celotehannya saat diajak berbicara.

Buatku yang sudah dua kali melahirkan ini, mendekatkan diri dengan anak-anak bukanlah sesuatu yang mudah, di mana pagi hingga sore hari saya lebih banyak menghabiskan waktu di kantor. Quantity time saya bersama anak-anak tidak lagi saya perhitungkan asalkan quality time saya bersama mereka terus dipupuk dan terjaga.

Maka berikut cara saya memberikan perhatian agar selalu dekat dengan mereka

1| Menyusui Bukan Memberi ASI


Bisa menyusui hingga usia 3 bulan merupakan anugerah terbesar bagi saya. Bahagianya ibu jika ASI nya bisa melimpah ruah apalagi bisa menyusui hingga 2 tahun lebih merupakan impian kami karena kenyataannya di luar sana banyak ibu yang bahkan ASInya tidak mau keluar.

Sedari itu, bagi ibu yang bisa menyusui anaknya secara langsung selain dengan bersyukur juga sebisa mungkin menyusui langsung, bukan memberi ASI, maknanya ketika menyusui, tataplah bayi kita dengan sepenuh hati, ajak mereka mengobrol dan sentuh lembut dahi, pipi juga genggam kedua tangannya.

Menyusui secara langsung akan mendekatkan bonding bagi Ibu dan anak.

Sehingga ada baiknya jangan hanya memberi ASI yang menyusui tapi pikiran menerawang ke mana-mana, sambil mainan hp, atau ditinggal nonton TV yang penting anak nemplok. Padahal menyusui berbeda makna dengan memberi ASI.

Bilapun bekerja, bismillah saya mencoba untuk terus memompa ASI agar badan anak kami selalu sehat, kalis dari penyakit dan kasih sayang kami mengalir terus lewat ASI.

2| Memeluk dalam Gendongan


Sering tidak mendengar “Anak jangan sering digendong, nanti bau tangan”?

Padahal masa-masa anak minta digendong singkat, nanti setelah mereka tidak mau digendong lagi dan mereka mulai pintar meloloskan diri dari gendongan kita dengan meluruskan pantat dan meluncur ke bawah. Pasti kita akan merindukan masa-masa itu.

Babywearing helps them explore the world with you, when they are not ready to without you

Menggendong bukan berarti membiasakan anak bau tangan tetapi menggendong membantu kita tetap dekat dengan anak sembari mengerjakan tugas rumah tangga. Shoot 2 birds in 1 hands J


3| Membacakan Buku Cerita


Kenangan dalam masa-masa golden age biasanya akan terbawa sampai mereka dewasa. Sewaktu saya kecil, saya selalu teringat selalu didongengin sama Ibu tetapi dengan cara menggambar. Ibu menggambar di buku sambil bercerita dan saya selalu terkenang dengan masa-masa itu.

Makanya saya sebetulnya masih berusaha membangun masa-masa indah mereka dengan menceritakan dongeng kepada mereka.



Apalagi khayalan anak biasanya dibangun dari kebiasaan. Kebiasaan baik akan membawa kepada kebaikan juga. Semoga kelak mereka akan mencintai buku dan selalu haus akan ilmu pengetahuan.

4| Memberikan Perhatian saat Sakit


Anak merupakan belahan jiwa kita, kalau sampai sakit apalagi sampai panas kejang-kejang. Ya  Allah.. salah Ibu di mana nak, kenapa harus sampai sakit. Seringkali saya memilih cuti untuk menemani anak yang sedang sakit.

Jaman dulu saat si abang sakit panas lebih dari 40 dan keluar bintik-bintik merah di seluruh tubuhnya apalagi harus sampai dicek laborat karena dokter anak pun harus melihat hasil tes darah baru memutuskan diagnosa yang tepat untuk anak kami.

Makanya sangat penting mencegah daripada mengobati, tetapi untuk pertolongan pertama kami selalu menyediakan Tempra Syrup di rumah sebagai penurun demam anak.

Tempra Syrup banyak dipercaya Ibu-Ibu karena kandungannya yang aman di lambung si kecil bahkan untuk newborn sekalipun. Larutannya yang sudah larut 100% juga menyebabkan Tempra Syrup tidak perlu dikocok sebelum diberikan pada bayi. Alhamdulillah cocok untuk Ibu yang suka grusa-grusu memberikan obat pada si kecil sehingga sering lupa mengocok sirup terlebih dahulu, tetapi dengan Tempra tak perlu khawatir lagi.

Adanya pipet dan gelas khusus di kemasannya juga membuat Tempra Syrup mengandung dosis tepat, tidak over dosis ataupun kurang dosis.

Menggunakan pipetnya pun tergolong mudah, apalagi gelasnya.

Buat kami para ibu pekerja, akan lebih mengutamakan quality time daripada quantity time karena memang kami hanya punya waktu yang terbatas, jadi wajar ketika bersama anak-anak kami akan mengupayakan untuk berusaha sedekat mungkin.

Oh iya tanggal 22 Desember ini dirayakan sebagai hari Ibu, maka saya mengucapkan Selamat Hari Ibu bagi seluruh Ibu-Ibu yang berbahagia.

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra.

Salam sayang,


[My Resolution] 2018 Bebas Hutang, Bisa!

Sepanjang sejarah dalam hidup, rasa-rasanya hidup ini jarang sekali berani berhutang. Sudah kaya? Bukan.. Bukan.. Ini lebih dikarenakan saya tidak berani dengan resiko di belakangnya, kecuali ada yang mengingatkan. Lebih beresiko lagi jika harus berhutang pada teman, jangan sampai pertemanan putus karena hanya masalah hutang.

Tetapi namanya hidup, kebutuhan terus mendesak dan adaaa saja yang memaksa untuk berhutang.

KPR juga hutang, cicilan mobil atau motor juga termasuk hutang. Makanya saya takut mengambil cicilan sebetulnya.

Bahkan jika kita menghitung harga beli dengan menyicil angsuran jatuhnya sangat berbeda. Apalagi harga jual kendaraan pasti dapatnya setengah harga dari cicilan kita selama ini. Tetapi bila menunggu uang terkumpul dahulu baru membeli kendaraan malah uang tidak jadi terkumpul dan terhamburkan untuk keperluan lain. Terus bagaimana dong? Dilema lagi kan.

Sebagai keluarga muda yang membutuhkan kendaraan, kami terpaksa (harus) mempunyai kendaraan yang akan melindungi anak-anak kami dari hujan dan teriknya panas.

Hal-hal yang Wajib Anda Lakukan Saat Event Promo Harbolnas 2017


Masyarakat tentunya sudah tidak asing lagi dengan event yang sudah mulai rutin diadakan setiap tahunnya yaitu hari belanja online nasional. Nah, moment tersebut ditandai dengan pemberian promo besar-besaran oleh pelaku e-commerce untuk para konsumennya dan tidak terkecuali Bukalapak. Untuk event promo harbolnas 2017 ini memang dilihat akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Karena promo yang ditawarkan akan banyak memberikan keuntungan untuk masyarakat secara berlipat-lipat. Nah, kesempatan seperti ini jangan pernah Anda sia-siakan untuk melengkapi semua barang yang Anda perlukan.

Untuk ikut melakukan kemeriahan dalam penyambutan pesta belanja tersebut Anda harus melakukan beberapa persiapan. Hal ini dilakukan tentunya untuk membuat Anda tidak ketinggalan dan akhirnya kehabisan stock dalam pembelanjaan. Nah, berikut ini beberapa hal yang wajib Anda lakukan saat moment harbolnas Bukalapak tiba yaitu:

  • Sebelum datangnya moment besar tersebut Anda harus sudah menyiapkan list produk pada saja yang harus dibeli. Hal ini dilakukan dengan tujuan supaya Anda tidak terlalu lama berpikir dan memilih produk yang akan dibeli sehingga malah terlewatkan. Seperti yang diketahui bahwa event tahunan itu merupakan moment rebutan, tidak khayal karena harga yang ditawarkan memang sangat sayang untuk dilewatkan.
  • Kemudian Anda bisa melihat terlebih dahulu pada Bukalapak yang banyak menawarkan produk pilihan. Hal ini tentunya membuat Anda lebih cepat saat datangnya hari H belanja dan tidak akan kehabisan stock karena sistem rebutan dengan jutaan konsumen di Indonesia.
  • Sebelumnya lakukan pengecekan harga terlebih dahulu pada barang yang akan Anda beli. Hal ini tentunya untuk meminimalisir adanya penipuan dari pelapak Bukalapak yang tahun sebelumnya diisukan memainkan harga terlebih dahulu sebelum didiskon. Walaupun pada promo harbolnas 2017 ini sudah terjadi perubahan sistem dari Bukalapak yang diadakan penyaringan pelapak nakal, tetapi hal itu bisa dilakukan untuk memastikan.
  • Pastikan Anda mengetahui waktu-waktu tertentu pemberian diskon besar-besaran, misalnya pembagian voucher. Karena mengingat umumnya voucher dibagikan secara terbatas jadi Anda harus tetap siaga untuk bisa mendapatkan satu bagian voucher setiap harinya.
  • Jangan enggan untuk begadang, umumnya memang pembukaan harbolnas tepat pada jam 12 malam. Nah, saat itu pula mulainya pembagian voucher berlangsung, jadi mau tidak mau Anda harus berani untuk begadang supaya mendapatkan bagian.
  • Dan yang paling penting adalah Anda harus selalu update informasi supaya tidak tertinggal, misalnya baca juga syarat dan ketentuan berbelanja menggunakan voucher, promo atau lainnya. Hal ini dikarenakan sering terjadi penggunaan voucher yang tidak tepat karena kurang memahami ketentuan yang berlaku dari Bukalapak.

Umumnya voucher dari sebuah toko online hanya dapat digunakan untuk satu kali transaksi saja dalam sehari dan mempunyai minimal. Tetapi memang satu toko dengan toko lainnya mempunyai perbedaan, jadi Anda harus tetap memperhatikan ketentuan. Apalagi sifatnya yang terbatas dalam setiap harinya, jadi Anda harus mengupdate selalu informasi mengenai pembagian voucher yang dilakukan oleh Bukalapak.

Selain adanya voucher tahun ini Bukalapak juga memberikan kemudahan dalam melakukan nego pada setiap produk yang akan dibelinya. Bukan tidak mungkin Anda akan mendapatkan double keuntungan dari belanja saat harbolnas. Nah, untuk itu harus Anda persiapkan dari sekarang untuk menyambut pesta promo harbolnas 2017 yang akan berlangsung beberapa minggu lagi. Supaya tidak kehabisan stock barang lakukan beberapa tips persiapan secara baik, tepat dan benar.

Ekspektasi vs Realita Kehidupan Setelah Menikah


Pernah nggak ngebayangin seperti apa rasanya jadi seorang Ibu waktu masih gadis dulu. Setidaknya angan-angan akan seperti ini kehidupan setelah menikah.

Entah apa yang ada di benak Mbak Widi Utami dan Mbak Arinta Adiningtyas juga ya.

Aku dulu kok jarang banget ya mikirin kehidupan setelah menikah nanti, lha angan-angan menikah aja embuh-embuhan (translate: tidak jelas) karena hidupku terlalu berharga untuk menikah muda, pikirku waktu itu. Hahaha.

7 Cara Menjaga Kesehatan Sistem Pencernaan Bayi dan Anak-Anak


Setengah jam bayi Alisha terus menangis tanpa sebab. Sejak tadi dia hanya meminta ASI lalu menunjukkan tanda seperti orang mabuk darat, ingin muntah dan minta untuk disendawakan. Akhirnya keluarlah sebagian dari ASI yang mengental. Begitu keluar, bayi Alisha gelisah kembali dan meminta ASI. Usai meminum ASI, begitu kembali kejadiannya, minta ditegakkan, gumoh lalu gelisah meminta minum ASI lagi. Kami tahu pencernaannya memang belum sesempurna orang dewasa, tetapi apa mungkin bayi berusia 3 minggu ini bermasalah dengan pencernannya ditambah hidungnya yang mampet karena influenza menandakan sistem imunnya yang sedang melemah. Gumoh memang merupakan salah satu gangguan pencernaan yang sering menyerang bayi. Maka untuk itu kami merasa perlu menjaga kesehatan sistem pencernaan bayi Alisha dan juga balita Abang Han.

Perlu kita ketahui bahwa sekitar 70%-80% sel imun dihasilkan oleh saluran cerna dan proses ini berkembang pesat pada satu tahun pertama kehidupan maka dari itu penting bagi kita untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan bayi kita.

Kasur Lipat untuk Keluarga Milenial

Tiga minggu berlalu sejak proses persalinan yang cukup menyita ruang, waktu dan tenaga. Kini baby Alisha hadir bersama kami, saling melengkapi bersama Abang Han sebagai kakak beradik. Bukan perihal karena Alisha seorang perempuan sementara Abang adalah seorang lelaki, yang mana sering dikatakan orang-orang betapa bahagianya keluarga yang memiliki anak dengan jenis kelamin lengkap. Tetapi bagi kami kehadiran baby Alisha adalah untuk saling melengkapi dengan abangnya di mana abang memang membutuhkan seorang teman, seseorang saudara yang akan saling berbagi kesenangan dan kesedihan bersama-sama kelak. Semoga mereka berdua saling menyayangi terus menerus bahkan saat keduanya sudah saling memiliki keluarga masing-masing, dan semoga keluarga mereka juga saling menggenapi satu sama lainnya.
Bila ditanya bagaimana perasaan Abang Han saat akan memiliki adik, tentu jawabannya adalah ambigu karena anak yang hampir berusia 3 tahun itu belum jelas untuk mengungkapkan perasaannya.

Menuju CintaMu (part-3)

Usai dinyatakan akan kesulitan jika memaksakan lahiran normal karena nyatanya bayinya belum masuk panggul dan pembukaan masih 1 longgar atau 2 sempit maka kami memutuskan untuk melakukan sectio caesare.

Baca dulu: Menuju CintaMu (part-1) dan Menuju CintaMu (part-2)

Sudah 2 malam dan 3 hari aku di ruang persalinan ini dan selama itu pula aku sudah menyaksikan 2 pasien kuret dan 1 pasien yang akan melakukan sectio juga.

Pikiran yang masih stress karena akan sectio harus mendengar isakan dan rintihan pasien yang dikiret. Beruntung ada kepala perawat yang mengusulkan untuk pindah kamar agar tidak stress. Alhamdulillah ya Allah.. hatiku teriris denger suara rintihan pasien.

Padahal setauku pasien yang dikuret itu seharusnya dibius, tetapi yang di sebelah ini kok masih merintih ya 😅.

Begitu selesai dia langsung dipindah ke kamar dan sebelahku yang satu segera berangkat ke ruang operasi. Tetapi menghadapi operasi, beliau sangat tenang sekali. Terdengar dari suaranya. Padahal usianya 35 tahun dengan kehamilannya yang ke-4 tetapi putra-putrinya baru 2, di mana anaknya yang akan lahir ini otomatis menjadi anak ke-3. Aku takjub dibuatnya bagaimana dia bisa setenang itu. Subhanallah..

Sesungguhnya saat diputuskan dr Sahono agar dilakukan sectio, aku menangis terisak-isak dibuatnya sampai perawat Mbak Tyas ikut tertawa menanyakan mengapa menangis. Oh sungguh aku yang jaim ini cuma bercerita sambil memegang hp, "Ini mbak, baca berita sedih." Padahal... Hahaha..

Sungguh malu aku sama mbak yang berangkat operasi itu.

Belum dikembalikan ke kamar, sudah ada pasien lagi masuk ruang persalinan. Ini dikuret lagi.. tapi alhamdulillah tidak pake rintihan. Hanya terdengar tindakan medis dll.

Syukurlah.. ini terakhir dengar suara-suara di dalam ruang persalinan.

Kami (baca: saya) menunggu di kamar dengan masih menggunakan seragam pasien yang hanya ditali di bagian belakang.

Bapak mertua datang tepat jam 19.30 wib dan dari desas desus para suster yang hilir mudik masuk kamar, operasi akan dilakukan jam 20.00 malam. Bukan jam 21.00 atau jam 22.00 seperti dugaanku sebelumnya.

Memasuki ruang operasi itu sungguh sangat.. Mengingatkanku akan 3 tahun yang lalu. Tetapi bedanya kali ini ditemani pak suami dan bapak mertua. Sedangkan dulu ditemani ibu dan pak suami.




Inilah yang terjadi ketika resmi memasuki ruang operasi.

1| kami memasuki ruang dalam bagian operasi di mana terdapat 2 lampu besar khas operasi. Musik terdengar sangat keras, khas musik jaman kini yang sedang terkenal pada jamannya.

2| Baju pasien digantikan baju khusus untuk pasien yang akan dioperasi.

3| Kateter baru dipasangkan saat memasuki ruang operasi. Berarti ini ke-3 kalinya aku memakai kateter di saluran kencingku. Pertama kali adalah ketika pasca kecelakaan dulu, kedua kali adalah saat sectio kelahiran Abang Han, dan ketiga kali adalah sekarang. Kata Mbak Arinta Adiningtyas, justru kateter inilah yang ditakuti saat akan operasi. Tetapi buatku yang sudah pernah melakukannya, rasanya hanya perlu teknik yang pas yaitu tarik nafas panjang dan jangan tegang saat dipasang atau akan merasakan kesakitan yang sangat.
Begitu juga di lengan kanan dipasang alat tensi otomatis dan di lengan kiri yang sudah terpasang infus sebelumnya juga mendapat tambahan alat rekam jantung.

4| Suntik bius sebagian oleh dokter anastesi dilakukan di tulang bawah bagian belakang.
Jujur inilah momen yang paling aku takutkan saat menghadapi persalinan ini. Sugestiku, saat ini aku sangat sehat dan sama sekali tidak sesakit kontraksi saat melahirkan Abang Han jadi ketika disuntikkan bius akan terasa sangat sakitnya.

Aku diminta untuk mundur dan membungkukan kepala sampai dr Irsa mampu menyuntikkan obat bius di tulang belakangku.

Keteganganku semakin parah dan mungkin itu diketahui oleh dr Irsa sehingga mempersulit pekerjannya. Beliau memintaku untuk menundukkan kepala secara alami dan tidak memaksa untuk tunduk tetapi aku tetap saja semakin tegang.

Saat itulah dr Irsa seperti membisikkan sesuatu yang terasa sangat ajaib. Beliau terus meminta untuk menunduk secara alami, satu kata yang terus membuatku tenang, "ikhlaaas..".

Astagfirullah.. aku masih belum berserah diri padaNya sampai saat ini. Inilah jalan ninjaku, eh jalan takdirku untuk menuju CintaNya, menjemput cinta kami.

5| Pembiusan dilakukan secara lokal dan hanya perut ke bawah yang mengalami kelumpuhan sementara.

6| Dari diaghfrahma ke atas ditutupi sehelai kain agar pasien tidak melihat proses operasi tersebut.

7| dr Dewanto mulai memasuki ruangan dan dibantu asistennya pembedahan dilakukan dan hampir 15 menit kemudian alhamdulillah suara tangis Alisha yang pertama didengar. Air mataku kembali menetes, mungkin inilah yang disebut kebahagiaan dalam proses kelahiran.

8| Pasca bayi dikeluarkan dan ditangani langsung oleh dr Fahmi selaku dokter anak, bayi Alisha diperlihatkan padaku. Lucunya bayi ini dia menangis tetapi setelah dikecupkan padaku, dia sontak berhenti menangis. Bayi Alisha langsung dibawa ke ruang perawatan bayi.

9| Sementara penutupan rahim dan sobekan perut masih terus dilakukan oleh dr Dewanto.
Proses ini memakan waktu yang lebih lama ketimbang operasi yang pertama dulu. Menurut para perawat, hal tersebut lebih dikarenakan pembuangan luka lama oleh dr Dewanto sehingga yang tertinggal di rahimku adalah luka baru. Belum lagi pemastian untuk penjahitan yang lebih sempurna lagi.

Begitu selesai, dr Dewanto beristirahat di kursi tersendiri. Baru kali ini aku tersadar beratnya tugas seorang dokter. Hari ini entah sudah berapa persalinan dan kuret yang sudah dilakukan.

10| Begitu semua sudah selesai, para perawat langsung membereskan semua termasuk memindahkanku ke ranjang kamarku tetapi bukan untuk dibawa ke kamar melainkan untuk dibawa ke ruang pemulihan.

11| Keluar ruang operasi terasa semakin mengantuk dan sangat lelah.

Mengantuk semakin berat saat di ruang pemulihan dan aku tertidur selama 3 jam sampai tiba-tiba aku merasakan kontraksi kembali.

Pukul 23.00 kontraksi rahim kembali terasa. Menurut perawat, ini memang pemulihan rahim karena kembali menyusut. Akan sangat bahay bila tidak ada kontraksi karena dikhawatirkan terjadi pendarahan di bekas jahitan.

Jadi memang semalaman aku susah untuk tidur karena menahan kontraksi tersebut.
Bahkan 6 jam pasca operasi dan usai berbuka puasa, aku masih kesakitan. Barulah 15 menit menjelang disibin para perawat, aku bisa tertidur dan stagenku akhirnya dikendorkan.
Para perawat meminta untuk segera belajar miring biar cepat sembuh. Ya Allah pas dimiringkan untuk disibini itu rasanya subhanallah.. pengen nyokot Pak Mofa.

Usai disibini aku kembali tertidur bahkan sampai bayi Alisha dibawa masuk kembali ke kamar kami. Satu jam setelahnya, bayi satunya lagi datang. Abang Han datang bersama Ibu dan adikku langsung melirik tajam pada bayi Alisha, kedatangan mereka sudah cukup membuatku bahagia minta ampun. Sayang aku masih sangat sulit untuk miring apalagi untuk duduk.

Tetapi kebahagiaanku hari ini sudah lengkap. Aku melihat kedua anakku berada di sampingku.

Terima kasih sayang, terima kasih Abang Han yang sudah membuat Ibu tenang. Terima kasih bayi Alisha karena proses kelahiranmu yang begitu calm dan ketenanganmu pasca dilahirkan membuat ibu yakin bahwa melahirkan secara sectio pun bisa secara Gentle Birth.


Alhamdulillah Ya Allah.

Menuju CintaMu (part 2)

Pagi ini ditemani dinginnya suhu AC ruang persalinan, direktur RSB Permata Hati yang juga dokter kandungan mendatangiku bersama asistennya karena semalam tidak sempat mengontrol kami yang berada di ruang persalinan.

Penampakan Ruang Persalinan dan Alat-Alatnya


FYI, dr Sahono Sp.Og yang juga direktur adalah ayah dari dr Dewanto, Sp.Og masih aktif bertugas sampai saat ini. Beliau sesekali membantu proses persalinan normal.

Tetapi entah kenapa dr Dewanto masih favorit. Mungkin karena sedari awal curhatnya sama beliau ya.

Pak Sahono mengecek kandungan ini dan melihat posisi bayi, begitu dicek beliau kaget karena bayi belum masuk panggul sampai sekarang. Padahal sudah diobservasi selama 3 hari.

Menuju CintaMu (part-1)

Selasa, 12 September 2017 malam adalah saat adik mulai mengeluarkan sinyal-sinyal cinta untuk Ibu. Berbeda dari mules biasanya, mules yang ini terasa seperti nyeri haid pada bulan-bulan biasanya. Perut mulas ditambah pinggang yang mulai linu luar biasa.

Tetapi Ibu kok ngantuk ya dek, jadi sehabis Isya ibu memutuskan untuk tidur 😴 nanti jika adik benar-benar ingin keluar, kita langsung berangkat malam itu juga.

Flash Fiction - Ibu Hajah

"Assalamu alaikum Bu Hajah, saya mau menjual barang ini barangkali ibu berminat." Ujarku pada tetangga baru yang menetap di rumah paling mewah tepat berada di ujung komplek ini.

Pembawaannya yang tenang seraya menghitung sebuah angka di kalkulatornya tetapi tetap santun menyambutku di bilik rumah yang tertutup tirai kerei bambu sehingga cahaya matahari sayup-sayup menyapa kami saat itu.

Sesekali sambil menghitung sesuatu, tampak sekilas dari balik lengan bajunya bergelantungan gelang-gelang emas berhiaskan mahkota berlian.

Seraya menunggunya menyelesaikan perhitungan, sesekali aku menatap sekeliling tembok rumah yang dihiasi oleh pernak-pernik kaligrafi, tak lupa aku tertegun dengan gambar Ka’bah yang terurai indah dibingkai berkeliling warna keemasan. Belum lagi ayat kursi yang terukir di sebuah kulit binatang dan lagi-lagi dibingkai di bingkai dinding berukuran 100x50 sentimeter.

Seorang anak perempuan berjilbab manis keluar dari dalam membawakan segelas air dingin dan menawarkan kepadaku, “Maaf ya Mbak, seadanya di dapur.”

“Ah ya Allah merepotkan sekali.”

Gadis manis itu menggeleng dan tersenyum lalu meninggalkan kami di teras.

“Astagfirullah mbak, maaf ya mbak menunggu lama. Mbak Tanti ini tetangga saya ya? Bagaimana mbak, njenengan punya dagangan apa?” sapanya sopan.

Pembicaraan kami berlangsung lumayan lama, tiba-tiba suami beliau datang menyapa kami.

“Wah umi, sudah punya teman baru di sini ya.”

Batinku pun berpikir keras, sungguh keluarga yang agamis sekali, bahkan sapaannya pun Umi dan Abi. Memang agama bisa membawa sesuatu kedamaian, sampai tingkah laku pun sangat sopan. Saya pun teringat dengan ajakan ibu-ibu komplek untuk bersilahturahim ke tetangga yang lain karena beliau akan berangkat haji bulan ini.

“Bu Hajah mau ikut bareng kami ibu-ibu komplek sini tidak? Kami rencananya akan bersilahturahim bareng-bareng ke rumah Ibu Sulis karena beliau mau berangkat haji tanggal 22 Agustus nanti.”

Tanpa babibu, Bu Hajah ternyata mengiyakan ajakanku.

“Boleh-boleh mbak, memang tugas kita seraya muslim jika ada saudara kita yang mendapat panggilan untuk berangkat ke rumah Allah adalah untuk mendoakannya juga. Siapa tahu kita mendapat berkah dan mendapat panggilan berangkat berikutnya.”

“Aamiin bu, saya juga pengen berangkat ke sana suatu hari nanti, tapi sekarang nabung niat dulu, hihihi” sahutku malu-malu mengucapkan ini.

“Saya juga mbak, semoga tahun depan bisa beneran berangkat dan mendapatkan haji yang mabrur.”

Dengan polosnya, aku malah menanyakan “Lho Bu Hajah baru berangkat tahun depan? Berangkat untuk kali ke berapa Bu?”

“Apa sih mbak ini, kami baru berangkat pertama kali mbak.”

Sambil meminum air dingin yang sudah tak dingin lagi, saya meneguk air mineral itu sambil kebingungan.

“Lho tapi nuwun sewu, kok orang-orang pada manggilnya Bu Hajah?”

“Hahaha, jadi mbak ini mengira saya dipanggil Bu Hajah karena sudah haji? Nama Saya memang Hajah mbak, Laelatul Hajah.”

422 kata
Flash Fiction

Baca punya BloggerKAH
Mbak Arinta Adiningtyas - Korban Mitos Tentang Jodoh
Mbak Widi Utami - FF | Ceret Merah Kekinian